NovelToon NovelToon
Kau Rebut Suamiku? Ku Rebut Suamimu!

Kau Rebut Suamiku? Ku Rebut Suamimu!

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Angst / Cinta Terlarang / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:506.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Za L Lucifer

Airin menerima sebuah Pernikahan Bisnis, karena jatuh cinta pada pandangan pertama pada calon yang di jodohkannya, Austin Castillo.

Airin memiliki hidup yang hancur selama 2 tahun pernikahannya. Suaminya tidak pernah mencintainya, juga Ibu Mertuanya yang selalu jahat padanya.

Suatu insiden menimpa Kakak Suaminya, Erlan Castillo yang merupakan CEO, dikabarkan terlibat dalam pencucian uang dan pengelapan membuat dia di jatuhkan dari posisinya.

Dalam pergolakan ini, Istri Kakak Suaminya itu malah mengoda Suami Airin, mereka diam-diam berselingkuh. Ternyata Suami Airin sudah lama memendam cinta pada Kakak Iparnya sendiri.

Airin mencoba bertahan...

Sampai suatu tragedi menimpa Erlan, dan Erlan kecelakaan, koma dan hampir mati.

Namun Kakak Iparnya itu bukannya mencemaskan Erlan, malah sangat gencar mengoda Austin.

Apakah Airin bisa mempertahankan Pernikahannya?

Atau menemukan Kebahagiaan baru?

Persaingan, Harta, Tahta dan Cinta.

Siapakah yang Akan Menang pada akhirnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Za L Lucifer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13: Sebuah Bantuan

Hari-hari segera berlalu dalam sekejap ketika Erlan dirawat di rumah sakit dan melakukan beberapa rehabilitasi agar tubuhnya bisa bergerak dengan normal.

Selama proses itu, Airin yang memang tidak memiliki hal-hal yang harus dilakukan tentu saja menemani Erlan dengan semangat, ambil mencoba untuk tetap menyemangati Erlan.

Namun sayangnya, Kaki Erlan sampai satu minggu sejak dirinya sadar masih belum bisa digerakkan, syukurlah semua anggota tubuh lain sudah bisa digerakkan dengan normal setelah satu minggu terlalu.

Hanya, masalah soal kakinya saja yang sampai saat ini belum juga selesai, dan Erlan masih lurus duduk di atas kursi roda setiap kali dia ingin pergi ke manapun.

Hal itu, membuat Erlan cukup cemas, namun sekali lagi, Airin tetap menyemangati Erlan.

"Kak Erlan jangan terlalu khawatir, nanti pasti akan sembuh,"

"Ya, makasih kamu sudah merawatku selama ini. kereta dokter aku juga sudah cukup baik kan tidak ada luka lain selain masalah Kakiku, mungkin aku bisa segera pulang setelah ini, sebenarnya aku cukup muak untuk berada di Rumah Sakit,"

"Emm sama-sama Kak Erlan. Aku juga cukup senang bisa merawat kakak selama ini. Apakah tidak apa apa untuk kamu pulang?"

"Aku rasa mungkin masih butuh beberapa hari lagi, lagian sudah tidak ada masalah lain kecuali Kakiku, mungkin merawat jalan juga tidak masalah,"

"Ya, itu bagus jika kakak segera pulang,"

"Tentu. tadi aku tidak perlu merepotkan mu lagi sampai kamu harus menginap di Rumah Sakit seperti ini,"

Tepat ketika Erlan mengatakan itu, Airin menjadi merasa bersalah.

Ada alasan kenapa awalnya dirinya tinggal di rumah sakit.

Itu jelas karena, dirinya tidak memiliki tempat untuk pulang.

Dan bahkan, Airin sampai sekarang masih belum memikirkan soal dirinya akan tinggal di mana.

Sangat pusing ketika memikirkan semua ini.

Jadi, Airin memutuskan untuk jujur kepada pria yang ada di hadapannya itu.

"Kak Erlan, sebenarnya aku ingin cerita sesuatu padamu,"

"Apa yang ingin kamu ceritakan? Kamu selalu bisa cerita apa saja padaku,"

Airin memang ceritakan soal bagaimana dirinya sebenarnya di Usir oleh Keluarganya, dan bagaimana Rumah Keluarganya di jual untuk membayar hutang, dan Airin tidak memiliki tempat lagi untuk kembali apalagi dirinya juga sudah bercerai dengan Austin.

"Aku tidak mengira bahwa hal yang memintamu benar-benar sangat buruk. Aku tidak mengira keluargamu bisa benar-benar melakukan hal semacam itu padamu,"

"Hah, jika memikirkan soal ini, aku sendiri juga tidak tahu harus bagaimana, aku bahkan tidak memiliki pekerjaan,"

Erlan terlihat terdiam sebentar dan seolah memikirkan sesuatu yang bagus.

"Bagaimana jika kamu tinggal saja di rumahku? Yah... Ini mungkin bukan rumah yang besar namun setidaknya itu layak dijadikan tempat tinggal,"

Airin yang itu jelas aja menjadi cukup kaget.

"Tapi, aku tidak ingin terlalu banyak merepotkan mu,"

"Ini sebenarnya tidak merepotkan. Aku malah yang mungkin akan membuatmu repot,"

"Maksud Kakak apa?"

"Jadi begini, seperti yang kamu tahu, keadaanku seperti ini, Aku sekarang laki-laki lumpuh, yang tidak bisa melakukan semuanya sendiri... Itupun jika kamu bersedia, bekerja untukku, dan merawatku. Aku akan membiarkan mu tinggal dan memberimu gaji yang cukup setidaknya sampai kamu bisa menemukan rumah dan pekerjaan yang cocok untukmu,"

Airin yang mendengar ide itu tiba-tiba merasa sedikit ragu.

"Namun apakah tidak apa-apa jika aku merawat mu?"

"Kamu selama ini merawatku. dan lagi aku juga akan kesulitan untuk menemukan seseorang yang Aku percaya, kamu masih ingat soal rencana yang kita buat untuk balas dendam?"

"Ya, Aku masih ingat,"

"Jadi mari kita tetap bersama setidaknya sampai semuanya ini selesai,"

Pada akhirnya, Airin akhirnya setuju untuk mengikuti Erlan.

Dan beginilah, setelah akhirnya Dokter mengijinkan Erlan untuk pulang, mereka berdua lalu segera menuju ke Rumah Erlan.

Ya, Rumah itu memiliki pelayan yang biasa membersihkan dan menjaga rumah itu.

Rumah itu, tidak terlalu besar, namun cukup untuk ditinggali sebuah keluarga.

Airin menatap rumah itu dengan ekpersi cukup senang.

"Kenapa kamu malah terlihat senang? Bukankah rumah ini jelek dan kecil? Ini jelas tidak ada bandingannya dengan Rumah Keluargamu, apalagi Rumah Mewah Keluarga Castillo,"

Airin lalu segera menggelengkan kepalanya dan berkata,

"Apa gunanya tinggal di sebuah rumah yang sangat besar dan mewah? Jika itu tidak lebih seperti Neraka? Namun walaupun rumah ini terlihat sederhana, aku merasa aku akan bisa hidup tenang di sini,"

Kata-kata itu dikatakan dengan sebuah senyuman tulus.

Erlan yang menatap wanita di sampingnya itu sejujurnya sedikit terganggu.

Awalnya dirinya tidak bisa terlalu mempercayai Airin, jadi hidungnya masih berencana untuk menyelidiki wanita di sampingnya itu lebih dalam.

Namun memang semakin ke sini dirinya cukup mengerti jika sepertinya wanita yang ada di sampingnya itu benar-benar orang yang sangat baik.

Sangat sial dia memiliki nasib yang malang.

Betapa beratnya hidup yang selalu dia alami sampai saat ini, sampai-sampai menyebut Rumah itu Neraka?

Ketika mereka masih tinggal di Rumah Keluarga Castillo, Erlan tidak benar-benar terlalu memperhatikan kehidupan atau memperhatikan keseharian Airin, mereka hanya akan bertemu sesekali karena rumah itu sangat luas, dan lagi dirinya yang lebih sering menghabiskan waktu di kantor, pulang cukup larut dan melewatkan makan malam Keluarga.

Hanya, kang dirinya ketika melihat Airin, dirinya memang menemukan wanita itu akan berada dalam posisi tidak enak.

Seperti Bagaimana dia di marahi oleh Mertuanya, yang tidak lain adalah Ibu Tirinya Erlan.

Ya, Erlan sendiri cukup mengerti watak ibu tirinya yang memang selalu keras kepada semua orang, posisi dia hanya bisa membantu seadanya, arena tidak mau terlalu ikut campur, malah malah akan membuat masalah.

Dan lagi, Airin selalu bilang jika semuanya baik-baik saja.

Padahal selama dua tahun jelas aja itu tidak pernah baik-baik saja...

Ya, dirinya juga tidak pernah mengira, Austin bisa sangat pandai berakting jika di depan Kakek, dia selalu bertingkah seperti seorang Suami yang baik, namun ternyata di belakangnya dia itu sangat brengsek.

Walaupun mereka beda Ibu, Erlan selalu mencoba untuk menyayangi adiknya satu-satunya itu, namun memang, Austin tidak begitu dekat padanya.

Hah, jika memikirkan soal Rumah Keluarga Castillo...

Hal-hal itu hanya membuat pusing kepala.

"Kamu sungguh wanita yang Kuat Airin,"

"Pfff... Kak Erlan lagi-lagi memuji ku terlalu berlebihan,"

"Aku hanya mengatakan kejujuran yang aku lihat,"

"Mari kita segera masuk saja aku sudah penasaran dengan isi dari rumah ini,"

"Tidak ada apa-apa di dalamnya seperti yang kamu lihat ini hanya rumah kecil,"

Airin lalu segera mendorong kursi roda Erlan, dan perlahan-lahan memasuki Rumah itu.

Ya, itu adalah sebuah hari baru ketika mereka berdua akan memulai hidup bersama dan tinggal di rumah yang sama, sesuatu yang tidak akan pernah keduanya duga.

1
mimief
wkwkwkwk
🤦🤦
mimief
ternyata ..bukan khayalan sendirian
mimief
ya...kau sudah melewatkan ank kandung mu bukan
kau sia sia kan sampai meninggal
mimief
setiap orang kalau diberi kesempatan buat bersinar pasti akan bersinar
tinggal liat..itu adalah berlian asli atau imitasi.tapi biasanya kalau yg asli mereka ga akan setengah mampus membuktikan Kilauan mereka
karena memang sudah berkilau dr sananya
bedahal denganyg imitasi mereka selalu memanipulasi sekitarnya
mimief
bales dendam yg cantik.. adalah membuat kita menjadi lebih lebih baik bukan?
ga usah pake fisik
serangan psikis lebih mantab
mimief
aku tu ama kalian gemes amet ya dari kemaren..
lucu amet y
udah halal bro,gas aja lah
Hari Saktiawan
aku juga tidak mengerti bahasanya 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
mince
biasa laki laki pandai bersilat lidah padahal buktinya benar selingkuh sama kakak iparnya /Sob//Sob//Sob/
~v
KK ceritanya seru,,, tpi penulisan buat kata'ny banyak yng salah jdi bacanya agak sulit , terlepas dari itu ceritany luar biasa ,,, buat KK author semangat 💪💪💪💪😍😍😍😍😍😍😍
Ayleela
lanjut thor🔥
Ayleela
ekpersi atau ekspresi kakk ?
sehat selaluu
banyak typo,, pdhl alur cerita nya seru
Riana A
.
Sundari Sekariputi
bgs bgt ceritanya thor 👍👍👍
Wati Bojoe Kikin
kak agak bingung ama tulisan nya yg berantakan kadang jg ga ngrti apa mksdnya
Wati Bojoe Kikin
sbenere suka critanya cuman banyak kata" yg bikin pusing kadang jg salah ngetiknya
Uthie
wanita perebut gtu emang harus dibikin malu 👍😡
Uthie
🤭🤭🤭
Uthie
senang bacanya 👍
Uthie
sebenarnya walaupun ipar or mantan ipar, yg namanya beda jenis dan sama2 dewasa, harusnya canggung yaa melakukan itu 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!