Emin Erdana gadis cantik nan rupawan, usia 18 tahun terpaksa harus menikah dengan Tuan muda Abelano putra tunggal Tuan Basten dan Nyonya Agatha. Untuk menyelamatkan reputasi Keluarga Besar Basten. Setelah pernikahan Putranya Abelano gagal karna sang kekasih lebih memilih pria lain.
Akankah Emin Erdana menerima pernikahannya dengan Abelano?
"Apakah Abelano dapat menerima pernikahan itu? simak ceritanya di "Contrac wedding 30 day's with CEO "
by Morata
FB Nolan s
Ig Sihalohoherlita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Morata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13. DASAR WANITA MURAHAN
Emin menggelengkan kepalanya. " Ya..... ya.... sekarang kamu sudah menjadi Sultan, jadi dapat membeli apa yang saja yang kamu inginkan." ucap Emin sambil menatap Daren dengan tatapan penuh arti.
Jangan gitu dong ngomongnya. "Semua yang aku miliki hanya titipan dari Allah. jadi tidak salah aku memberikannya kepadamu. Karena aku memiliki dua ponsel." sahut daren yang mampu membuat Emin terharu mendapat perhatian lebih dari sahabatnya.
Tiba-tiba Arum sudah datang dari dapur dengan membawakan segelas minuman segar untuk Daren. "Daren Apa kamu masih ingat ini minuman kesukaan kita bertiga?' "Kamu bisa saja. iya memang itu minuman kesukaan kita bertiga. Tetapi untuk saat ini aku tidak bisa meminumnya. Karena besok ada konser di salah satu Hotel ternama di luar kota.
Nanti jika saya meminum minuman ini, takutnya terjadi radang di tenggorokanku sehingga aku tidak dapat menjalankan konser yang sudah lama dipersiapkan oleh pihak manajemen. " ucap Daren berharap Emin dan Arum memahami situasinya saat ini.
" Ya sudah tidak apa-apa, aku buatin teh manis hangat ya." ujar Arum sambil kembali ke dapur untuk membuatkan teh manis hangat untuk daren. Kalau kamu tidak mau minuman, minuman kamu ini, buat aku aja deh. kamu tahu sendiri kan kalau minuman seperti ini salah satu minuman favoritku.
"Tau banget malah. Bahkan kalian berdua pernah berantem gara-gara minuman seperti ini yang aku berikan kepadamu. Kalian saling berebut bersama Arum." Daren mengingat masa masa kecil mereka.
Ketiga sahabat itu asik ngobrol bersama. sehingga Emin menepuk jidatnya. "Maaf aku harus segera pergi. Karena majikan Ku, pasti menungguku. Aku tadi pamit hanya sebentar." ucap Emin berpamitan Kepada Daren dan juga Arum.
"Kalau begitu kita pulang bareng saja. kamu aku antar terlebih dahulu ke rumah majikan mu, habis itu aku pulang." ujar Daren kepada Emin."Tidak perlu Daren, Aku tidak ingin merepotkanmu." sahut Emin merasa tidak enak hati merepotkan sahabat kecilnya itu. kamu sudah memberikanku satu buah ponsel. Sekarang aku merepotkanmu lagi dengan menghantarkanku ke rumah majikan ku."
"Tidak masalah, doakan saja konser ku besok berjalan dengan lancar. Karena habis ini, aku akan segera berangkat ke luar kota." sahut Daren sambil mengembangkan senyumnya. Daren melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah utama keluarga Basten. Tetapi sebelum tiba di rumah keluarga Basten, Emin meminta Daren menghentikan mobilnya di sebuah supermarket untuk membeli sesuatu disana.
10 menit di dalam supermarket, Emin sudah membeli perlengkapan mandinya lalu ia kembali masuk ke mobil milik Daren. Daren hanya mengembangkan senyumnya melihat kecantikan alami yang dimiliki Emin.Padahal sebenarnya bukan tidak banyak wanita yang menyukai sosok Daren. Apalagi Daren saat ini sudah menjadi artis papan atas atas.
Tetapi Darren memiliki rasa cinta yang begitu dalam kepada Emin. Walaupun Emin belum menyadari hal itu. Tanpa terasa, akhirnya Emin dan Darin tiba di pintu gerbang rumah utama keluarga Basten.
"Aku di sini saja, kamu lanjutkan perjalananmu dan hati-hati di jalan. Semoga konsermu besok berjalan dengan lancar. Terima kasih sudah meminjamkan ponselmu untukku dan sudah menghantarkanku.
"Tidak!" saya tidak meminjamkan ponsel itu kepadamu, tetapi saya memberikannya sahutnya sambil mengembangkan senyumnya kepada membuat Emin.
Emin melambaikan tangannya ketika Daren hendak berlalu dari hadapan Emin. Emin masih tetap setia berdiri disana menatap kepergian mobil Daren hingga bayangan mobil Daren menghilang dari pandangannya.
Tanpa Emin sadari, Abelano melihat semuanya. Melihat interaksi antara Emin dengan Daren. Abelano juga mengenali siapa sosok daren salah satu artis papan atas yang lagi naik daun membuat Abelano mengerutkan keningnya. "Oh jadi sekarang dia dekat dengan artis yang lagi naik daun itu? sungguh menjijikan dasar wanita murahan." umpat Abelano di dalam hati sembari terus memperhatikan langkah Emin masuk ke dalam rumah utama keluarga Basten.
"Dasar wanita murahan!" pekik Abelano ketika Emin sudah tiba di kamar. Emin hanya diam saja memilih untuk tidak menjawab. "Kamu sadar apa yang kamu lakukan itu salah? Bagaimana jika kolega bisnisku dan juga bisnis keluarga ini melihatmu jalan dengan lelaki seperti Daren?
"Oh jadi dia mengenali Daren juga? tanya Emin dalam hati.
"Dari mana saja kamu bersama lelaki itu? Aku tahu kamu ingin mencari mangsa baru setelah aku bukan?
Emin hanya menggelengkan kepalanya menatap tajam kepada Abelano begitu rendahnya Emin di mata Abelano tetapi di Mata Daren Begitu berharga.
"Tiba-tiba suara Deringan ponsel Emin terdengar jelas di telinga Emin dan juga Abelano. Emin sengaja tidak mengangkat. karena ia tahu yang menghubungi dirinya saat ini pasti Daren. Ia tidak ingin Daren mendengar pertengkarannya dengan Abelano.
"Kenapa tidak diangkat? angkat sekarang juga dan hidupkan speaker." ujar Abelano menegaskan yang tidak dapat ditolak oleh Emin. Emin menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Daren.
"Hai nona manis yang cantik dan kece badai, teman kecilku yang begitu mempesona. sapa daren panjang lebar dari ujung telepon.
"Oh jadi Daren teman kecilnya? gumam Abelano dalam hati. Pria berusia 38 tahun itu mengerutkan keningnya.
"Iya waalaikumsalam Daren." sahut Emin yang mampu membuat Daren merasa bersalah.
Karena setelah sambungan telepon selulernya tersambung kepada Emin, Darren tidak mengucapkan Assalamualaikum kepada Emin. "Maaf gadis kecil yang cantik jelita, aku lupa menyapamu dengan Assalamualaikum. Jadi aku ulangi sekali lagi. "Assalamualaikum nona manis yang cantik dan kece badai, teman masa kecilku yang begitu mempesona." ucap Daren dari ujung telepon yang mampu membuat Emin langsung tertawa ngakak. Tanpa peduli dengan tatapan Abelano.
"Kamu memang bisa saja selalu membuatku besar kepala. "Ada apa menghubungiku? tanya Emin kepada Daren. "aku hanya memberitahu kalau aku sudah tiba di rumah. dan doakan konser ku berjalan dengan lancar esok hari di luar kota." sahut Daren di ujung telepon.
" Tanpa kamu minta aku selalu mendoakan mu agar kamu selalu sukses dan kamu jangan lupa doakan aku juga, agar aku mampu menjalani hari-hariku dengan baik." ujar Emin dalam sambungan telepon selulernya.
"Hei gadis kecil, kamu pasti mampu menjalani hari-harimu. Aku tahu kamu siapa. kamu aku kenal bukan satu hari atau dua hari, kita kenal semenjak orok, Jika kamu memerlukan bantuan, katakan kepadaku. Jangan sungkan." ucap Daren dalam sambungan telepon selulernya.
" Iya kalau aku perlu bantuan, pasti akan meminta bantuan kepadamu. Buktinya kamu sudah memberikan aku sebuah ponsel yang lebih canggih dari ponsel jadul milikku yang kamu berikan dulu kepadaku. Kamu Memang sahabat yang sangat luar biasa." Puji Emin yang dapat didengar oleh Abelano suami sahnya Emin.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN
Dan semoga Emin selalu sukses di luar sana,Jgn mau di pujuk pulang oleh pria tua itu lagi iya Emin..👍🏻