NovelToon NovelToon
Luka Di Awal Menikah

Luka Di Awal Menikah

Status: tamat
Genre:Romansa / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:28.1k
Nilai: 5
Nama Author: Tinayuni

Berawal dari kesalahpahaman seorang suami yang baru menikahi wanita yang dia cintai. Pada akhirnya membuat kerenggangan antara dirinya dengan sang istri.

"Diamlah dan kita lalui semua ini biasa saja. Sampai aku mau kembali padamu seperti dulu!"

Salah satu kalimat cuplikan dari Gavin untuk istrinya, Hanna.

Hanna merasa setelah menikah, Gavin semakin menjauh darinya. Entah apa yang membuat Gavin marah padanya, Hanna tidak tahu. I

Hanna terpaksa meninggalkan resepsi pernikahan karena saat itu ia pusing dan pingsan tiba-tiba. Ia ditolong oleh Kelvin yang merupakan teman Gavin.

Dan semenjak kejadian itu, Gavin berubah dingin padanya. Mungkinkah ada sesuatu yang Gavin lihat dan Hanna tidak tahu?

Sementara adik Gavin yang bernama Gina selalu ikut campur dalam rumah tangga mereka.

Cover from Pexel. Edit by Tinayuni

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinayuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tawaran Menguntungkan Sepihak

SW 13

"Selamat datang, Gavin Ilham!"

Pak Wibowo tersenyum lebar menyambut kedatangan Gavin yang sudah lama dia nanti. Dia datang bersama anaknya yang bernama Rasya Safira.

Gadis yang sangat suka pada Gavin, akan tetapi cintanya selalu ditolak oleh Gavin dengan berbagai alasan.

Pandangan mata Gavin dan Rasya sempat bertemu, namun Gavin hanya biasa saja. Datar ekspresinya.

Sementara Rasya, memandang Gavin dengan tatapan mendamba sekaligus merindu karena lama tak bertemu. Akan tetapi pandangan itu berubah benci ketika ia melihat Hanna di sisi Gavin.

Tahu jika istrinya dipandang sinis oleh wanita yang menyukainya, Gavin menarik pinggang Hanna lebih dekat dengannya.

"Terima kasih sudah mengundang kami makan malam di tempat ini, Pak Wibowo." Jika saja Gavin tak ingat kata 'Profesionalitas', maka dia pasti sudah berbicara ketus pada pria tua di hadapannya itu.

"Istrimu?" tunjuk Wibowo kepada Hanna.

Gavin mengangguk. "Iya, dia istriku yang baru dua minggu lalu aku nikahi!"

Hanna menyapa sopan pada anak dan ayah itu tanpa mengurangi ulasan senyum lembutnya.

"Bagaimana caramu mendapatkan Gavin?" pertanyaan itu tiba-tiba diluncurkan oleh Rasya kepada Hanna, membuatnya sedikit terkejut dan mengerutkan kening.

"Apa? Maksudnya?"

"Apa pertanyaanku kurang jelas?" Rasya bersedekap.

Hanna mencoba untuk tersenyum, tapi tak dipungkiri bahwa ia tak suka dengan pertanyaan ketus dari wanita yang tak ia ketahui namanya itu.

"Kami saling mencintai, tak ada cara spesial untuk mendapatkannya. Karena itulah kami menikah!" ia melebarkan senyum seraya melingkarkan satu tangannya pada perut Gavin.

Gavin menyunggingkan senyum ke arah Hanna. "Aku sangat mencintai istriku, sangat mencintainya sampai-sampai aku tak bisa melihat ia bersama dengan pria lain."

Kedua tangan Rasya mengepal erat di sisi kanan dan kiri tubuhnya.

"Dia tak menggunakan cara apapun untuk meluluhkan hatiku. Dia wanita sederhana dan penuh kasih sayang. Siapapun pria pasti menyukai wanita seperti ini!" lanjut Gavin semakin mengobarkan api di hati Rasya yang terbakar cemburu.

"Gavin Ilham. Bagaimana jika kita membicarakan proyek kita saja. Aku sudah menerima desain mu, dan itu sangat memuaskan bagiku. Desainmu sangat sesuai dengan apa yang aku inginkan."

"Terima kasih atas pujiannya."

Beberapa pelayan datang dengan mendorong meja berisi makanan yang sebelumnya dipesan oleh Wibowo untuk makan malam tersebut.

Mereka menikmati makan malam tanpa ada yang berbicara satupun. Selesai makan, Hanna meminta izin untuk ke toilet.

"Huft, kenapa wanita itu terus saja menatapku?" Sepanjang makan malam, Hanna merasa terus diawasi oleh Rasya di sela dia makan. Sehingga keadaan itu membuat Hanna tak nyaman dan ingin segera meninggalkan tempat tersebut.

Ia bisa membaca tatapan Rasya padanya adalah tatapan benci. Tapi apa yang salah pada dirinya sampai wanita yang baru ia temui hari ini membencinya?

"Kenapa kau menikahi Gavin?"

Suara itu mengejutkan Hanna yang sedang melamun di depan kaca wastafel.

"Nona Rasya, kau mengejutkanku saja."

"Jawab pertanyaanku tadi!" ketusnya dengan dua tangan di depan dada.

'Sebenarnya apa masalah wanita ini?' sikap Rasya itu membuat Hanna menggelengkan kepala karena ada wanita yang ketus tanpa alasan seperti ini. 'Dan sejak tadi dia menanyakan tentang Gavin, apa dia suka sama Gavin?'

Ia jadi curiga jika wanita itu menyukai Gavin. Apa mungkin ini yang dimaksud Gavin kalau kliennya kali ini spesial?

"Karena kami saling mencintai. Itulah yang jadi alasan utama kami menikah, Nona."

"Cinta? Gavin tak semudah itu suka sama seorang wanita. Apalagi jika aku lihat-lihat kau bukan wanita berkelas."

"Buktinya," Hanna menaikkan bahunya. "Kami menikah, lalu masalahnya apa? Apa perlu pertanyaan Anda ini dijawab lagi?"

"Kau-" Rasya mengeratkan rahangnya dengan penuh rasa benci. "Aku cinta sama Gavin, tinggalkan dia agar dia menikah denganku!"

"Apa aku tidak salah dengar?" tangan Hanna menempel di telinganya sendiri.

"Aku yakin pernikahan kalian hanyalah pura-pura," tebak Rasya.

"Maaf Nona. Sepertinya pembicaraan seperti ini tidak patut kita bicarakan. Wanita berkelas sepeti Anda pasti tahu meminta suami orang lain agar jadi suaminya itu tidak baik!"

Hanna mengeringkan tangannya lalu meninggalkan toilet, mengabaikan gadis itu yang sedang mengerang menahan amarah.

Ia kembali duduk di sebelah Gavin.

"Jika sudah selesai, kita akan pulang." Ucap Gavin padanya.

"Iya, Gavin!"

Hanna sangat setuju untuk segera meninggalkan acara makan malam tersebut. Terlebih jika ia bertemu Rasya lagi, itu sangat menjengkelkan.

"Gavin, ingat tawaranku tadi. Aku akan tunggu keputusanmu hingga besok lusa."

"Entahlah Pak Wibowo, aku tidak bisa memikirkan tawaran aneh yang kau berikan."

Cepat-cepat Gavin menarik tangan Hanna dan mengajaknya keluar dari restoran.

"Jadi, gadis itu menyukaimu. Dia bilang padaku agar menyerahkanmu padanya. Dia sudah gila!" Hanna mendesah.

"Dia hanya anak baru gede. Tidak usah memikirkan ucapannya."

"Tidak usah dipikirkan bagaimana, dia meminta suamiku untuknya, apa dia tak bisa mencari pria yang lajang sampai minta suami orang." Kedua tangan Hanna terlipat di depan dada dengan wajah yang teramat kesal.

Kekesalan Hanna menimbulkan pertanyaan di hati Gavin.

'Apa dia sungguh cemburu?' yang terpatri di hati Gavin hanyalah sesungguhnya Hanna menyukai Kelvin dan begitu pula Kelvin menyukai Hanna. Lalu apa arti sikap kesal istrinya itu.

Beberapa hari ini Gavin kewalahan dengan sikap Hanna yang terus saja menggoda dirinya. Dan sekarang, dia pura-pura cemburu.

Tidak, Gavin menguatkan dirinya untuk tak percaya semua yang dilakukan oleh istrinya.

**

"Bagaimana hasil pertemuanmu dengan pak Wibowo kemarin, apa yang dia tawarkan?" sorot mata Buana penuh semangat menunggu jawaban yang akan diberikan oleh Gavin.

Ia sangat penasaran sekali apa yang dia dan kliennya itu bicarakan di restoran, sampai-sampai Gavin yang baru sampai di ruangannya pagi ini sudah ia sambut dengan sebuah pertanyaan.

Dalam hati Gavin mengumpat kesal dengan sikap bosnya itu yang begitu mendominasi dirinya. Bahkan pantatnya saja belum sempat mendarat di kursi setelah perjalanannya dari rumah ke kantor pagi ini.

"Pak Buana, sebenarnya apa yang dikatakan pak Wibowo pada Anda sampai Anda begitu penasaran dengan pertemuan kami semalam?"

"Karena tawaran itu pasti menguntungkan untuk perusahaan kita, Gavin. Ingat, perkembangan perusahaan ini ada di tanganmu. Jangan sia-siakan tawaran itu!"

"Walau harus mengorbankan istriku?"

Kening Buana mengkerut tak mengerti dengan ucapan dari Gavin. "Maksudmu?"

"Dia akan menawarkan harga fantastis untuk desainku sekaligus memberikan fasilitas terbaik selama para kontraktor kita membangun mol hingga bangunan itu berdiri tegak. Asal aku mengencani anaknya selama kurang lebih satu bulan penuh. Bukankah itu gila. Aku sudah menolaknya tapi dia memberiku waktu sampai aku tak bisa berkata-kata lagi!" terdengar embusan napas kesal setelah Gavin mengakhiri kalimat panjangnya.

Napas Buana tercekat di tenggorokan mendengar tawaran dari pak Wibowo pada anak buah terbaiknya. Tapi tak lama ketegangan di wajahnya menghilang berganti senyuman kecil seolah ia telah menemukan nilai positiv dari tawaran tersebut.

"Hanya mengajaknya jalan-jalan saja, tidak untuk menikahinya, kan. Jelaskan semua pada istrimu, dia pasti bisa mengerti!"

Rahang Gavin mengeras seketika mendengar pernyataan enteng dari mulut Buana.

'Hanna memang selingkuh dengan Kelvin, tapi aku tidak akan pernah melakukan tindakan yang sama seperti yang dia lakukan.'

"Tidak Pak Buana. Singkirkan tawaran menjijikkan itu, aku tidak akan pernah mau melakukan itu!"

"Penolakanmu akan membawa dampak buruk untuk perusahaan kita, Gavin. Kita akan kena denda karena tidak melayani pelanggan dengan baik."

"Sikap klien kita pun tidak sopan. Bagaimana bisa dia menawarkan pada seorang pria yang sudah beristri untuk mengencani anak gadisnya. Bukankah itu pemikiran gila dari seoran bapak!"

"Ya, tapi-"

"Tidak, Pak Buana. Berhentilah mengikuti keinginan konyol dari mereka!"

Buana tak kuasa untuk membantah ucapan dari Gavin. Ia harus mencari cara supaya Gavin menerima tawaran tersebut, atau jika tidak, perusahaannya akan kena denda.

**

Hari ini begitu kacau. Hanna duduk di teras dengan pandangan kosong dan pikirannya terus menerus memikirkan tentang ucapan Rasya kepadanya pagi tadi.

Ya, wanita itu nekat datang ke rumahnya dan meminta sesuatu yang jelas tak bisa ia lakukan. Namun imbas dari ketidakbisaannya itulah yang kini terngiang di pikirannya, menyakiti hatinya serta membuatnya kebingungan seharian ini.

Rasya meminta agar satu bulan ini Gavin mengencani dirinya. Dalam bentuk apa cara mereka berkencan itu terserah pada Rasya, dia yang berhak memutuskan semua itu.

Jika Gavin mau melakukan itu, maka perusahaan tempat kerja Gavin akan mendapatkan keuntungan besar, Gavin pun akan mendapatkan bagiannya sendiri. Namun jika pria itu menolaknya, maka Gavin harus membayar denda dengan alasan perusahaan itu tak memberikan pelayanan terbaik yang sudah mereka janjikan di awal mereka melakukan kerjasama.

Tak hanya itu, sikap temperamental Gavin atas pemukulan Kelvin tadi pagi akan tersebar. Hanna terkejut ketika Rasya ternyata mengetahui kejadian antara Gavin dan Kelvin di lobi.

Menurut pengakuannya, Rasya memiliki mata-mata yang sewaktu-waktu terus mengintai Gavin dan akan melaporkan semua yang pria itu lakukan kepadanya. Sungguh wanita licik.

"Bagimana ini? Apa mungkin aku mengizinkan suamiku untuk bersama wanita lain. Tapi jika tidak ... karir Gavin akan hancur. Ini semua juga karena aku. Andai saja tadi aku tak mengizinkan Kelvin mendekatiku, Gavin pasti tak akan marah dan memukulnya di depan banyak orang." Ia semakin meremas tangannya sendiri dengan resah dan bingung.

"Hanna?" panggilan dari Gavin menyadarkannya dari lamunan.

"Gavin?"

1
𒈒⃟ʟʙcity🥀Liez🍒🌹
weeeh dah ending aja ,padahal lagi masa" mau melow ini 🤭
RA.Ratna Puspita
konfliknya tidak bertele-tele, tetapi lakonnya terlalu datar, seperti Gavin yg mudah marah, Hana yg cenderung kekanakan, tetap semangat dan terus berkarya buat author
꧁🌳~T|MB€®🌳꧂: makasih komennya Kak🤗 sehat selalu buat kakak
total 1 replies
༄⃞⃟⚡Kᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ-ᴺᵘᵗ
gak seru tan, kenapa cepet tamat
꧁🌳~T|MB€®🌳꧂: karena outline nya hanya segitu 🤭 aku gak hobi buat cerita panjang lebar😁
total 1 replies
Fina Silaban Tio
tetap kukasi vote Untuk thor
Fina Silaban Tio
bosan aq nunggu up nya Thor😢
꧁🌳~T|MB€®🌳꧂: maaf ya kak, hape ku lagi sakit kemarin😥
total 1 replies
༄⃞⃟⚡Kᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ-ᴺᵘᵗ
semoga cepat sembuh hana
Fina Silaban Tio
nah lho Gavin,,km blm tau kl istrimu sakit😥
༄⃞⃟⚡Kᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ-ᴺᵘᵗ
sakit hana makin parah kan..
Wiwid Wijaya
kelamaan up nya sampai hampir lupa bagaimana ceritanya😬🥱
Fina Silaban Tio
please Thor,up-nya jgn lama lama🥺 novelmu bgs lho
Fina Silaban Tio
oh othor,,jgn lama lama up-nya,ceritanya kren lho,ga ada tipo.... masalahnya cuman satu.. up nunggu tahun gajah 🐘🐘
༄⃞⃟⚡Kᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ-ᴺᵘᵗ
pengusaha licik, demi anaknya nekat berbuat apa saja
༄⃞⃟⚡Kᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ-ᴺᵘᵗ
nah..loh, habis diunboxing malah bertengkar antar orang tua🤣🤣🤣
✿⃝⭕🌼Ohti
SEMANGAT
꧁🌳~T|MB€®🌳꧂
InsyaAllah nanti update ya, maaf baru gak enak badan soalnya🙏
ℕ𝕦𝕟𝕦𝕥𒈒⃟ʟʙᴄ
karyanya bagus gess, gak baca rugi kalian
ℕ𝕦𝕟𝕦𝕥𒈒⃟ʟʙᴄ
up lagi dong tante chrizz
༄⃞⃟⚡Kᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ-ᴺᵘᵗ
wah wah hanaaaa
Dian Lestari
Hanna jd istri tp pemikirannya...nggak ada seorang istri yg cinta suami menyuruh berkencan dgn perempuan lain? benar - benar menjatuhkan harga diri suaminya...kalo saya jd suaminya tdk pikir panjang cerai saja sama Hanna, dan keluar dari pekerjaan itu...harga diri tidak bisa ditukar dgn uang dan kedudukan
༄⃞⃟⚡Kᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ-ᴺᵘᵗ
jujur han sama gavin tentang penyakitmuu, biar cepat tertangani
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!