“Ck..!! Kenapa aku bisa lupa!!!” rutuknya sambil melempar sembarangan botol air mineral yang dipegannya dan tanpa sengaja botol air mineral itu menganai kepala salah satu cowok yang sedang berkumpul di depan Elisan.
“Mati aku!” gumam Elisa saat pria yang terkena lemparan homerun nya tadi berjalan ke arah nya.
Dan dari muka pria itu sangat jelas kalau dia sangat marah.”Padahal tidak sengaja kan?” batin Elisa.
“Milik mu?” tanya Pria itu sambil mengarahkan botol yang Elisa lempar tadi ke arah Elisa.
“Sepertinya iya.” Aku Elisa mau tidak mau. Mau bohong juga percuma, jelas banyak saksi yang melihatnya.
Pria itu menatap Elisa dengan tatapan geram sambil membuka botol air mineral itu dan dengan tatapan tajam dan penuh kemarahannya dia menuangkan air itu di atas kepala Elisa. “ini baru sepadan.” Ucap nya tersenyum smirk.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#13
Setelah insiden jus al vokad tadi, Elisa masuk ke dalam mobil nya, “Apa dia tidak ada kelas hari ini?” seru Alhen yang telah kembali ke dalam mobil nya dan mengikuti Elisa dari belakang bersama Jhon.
Saat Alhen sedang menyetir, sebuah panggilan masuk ke handphone nya. “Jhon please.” Perintah Alhen, meminta Jhon untuk menerima panggilan itu untuk nya.
“Alhen, kau dimana?” tanya Jolie pada putra nya.
“YOU’ RE MOM” Tulis Jhon di monitor mobil tanpa bersuara.
“ya mom.” Jawab Alhen tapi tetap fokus melihat ke arah mobil Elisa. Dia tidak boleh sampai kehilangan jejak karena itu hanya akan buang eakgu
“Kau dimana Alhen? Kau tidak datang ke perusahaan hari ini? Mommy sedang berada di JYC (Jolie Youth Company) dan mommy tidak melihat kau disini.” Ujar Jolie pada putra nya.
“Haa..ya! Al sedang di luar mom. Ada sedikit urusan dengan Cristian tadi.” Jawab Alhen apa ada nya, memang benar dia tadi ada urusan dengan Cristian.
“Lalu di mana kau sekarang?” Tanya Jolie lagi.
“Mom.. suara mu tidak jelas terdengar! Hallo?! Hallo?! Mom??!! Momm???!!!! Tut-tut-tut-tu..” Panggilan itu di putus oleh Alhen.
“Wah kau sungguh luar biasa bos!!” Sorak Jhon yang baru berani bersuara setelah Alhen mematikan sambungan telpon dengan si nyonya besar.
“Aku sudah sangat paham alasan mengapa ibu menelpon ku! Dan khusus hari ini aku malas melayani nya! Aku sedang sibuk.” Ujar Alhen yang masih tetap fokus mengekori mobil Elisa.
“Aaa.. aku tahu! Pasti nyonya besar telah menyiapkan sebuah kencan buta untuk mu kan bos?”Kekeh Jhon.
“Memang nya kau pernah mendengar hal lain yang di sampaikan oleh ibu ku jika dia menelpon selain perihal kencan buta yang tiada habis nya itu?” gerutu Alhen. “ Jadi hari ini saja! Aku tidak akan melayani permintaannya. Aneh, apa stok wanita memang sebanyak itu di dunia ini!” seru Alhen pada akhirnya.
“Benar! Padahal sudah jelas-jelas sudah ada nona Luvia, untuk apa lagi nyonya dan tuan mencarikan pacar untuk bos. Toh nona Luvia kan adalah putri dari tangan kanan Nyonya besar. Seharusnya tinggal ACC dan menikah.” Jhon.
“Ups maaf bos! Aku sering lupa kalau kau sebenarnya tidak menyukai nona Luvia. Kau itu sebenarnya menyukai nona Azzura!" Ujar Jhon.
"Hanya saja sepertinya nona Azzura itu terlalu penuh isi otak nya sehingga tidak meninggalkan satu space pun di otak untuk komponen yang nama nya cinta. How poor you are, my bos!” sambung Jhon yang kadang-kadang memang suka lupa kalau dirinya adalah sebuah robot jika dia telah menyala mode rumpi seperti saat ini.
Tapi mungkin ini adalah salah satu dampak konslet yang Jhon alami, karena Cristian dahulu sempat salah pasang kabel saat memasukkan Artificial Intelligence (AI) system Jhon ke mobil ini untuk Alhen.
“Lama-lama berbicara dengan mu Jhon, aku merasa seperti bicara dengan Cristian.” Dengus Alhen, yang jadi kesal sendiri karena Jhon memaparkan dengan sangat terperinci apa yang sebenarnya Alhen rasakan.
“Drrrrrrrzt...”
“Drrrrrrrzt...”
“Drrrrrrrzt...”
“Drrrrrrrzt...”
“Bos ada panggilan lagi! Tapi kali ini dari tuan besar.” Ucap Jhon menginformasikan pada Alhen.” Di angkat or gak nih bos?” tanya nya lagi.
“Bos-Teek!” tiba-tiba suara Jhon menghilang dan sistem di dalam mobil Alhen seperti di retas.
Mobil itu kini tidak lagi di bawah kendali Alhen, alias mobil itu berjalan sendiri tanpa harus Alhen bersusah payah mengendari nya.