Aihara Aramova Zaitsev.
Ia memiliki target, target dalam hidupnya adalah mengejar pria idololanya, idolanya namun bukan idamannya.
Aihara memiliki pria lain yang di idamkan, tidak seorangpun tau selain dirinya, siapa yang menjadi idolanya dan siapa yang menjadi idamannya.
Tetapi nasib mempermainkannya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cherryblossom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13
Song Hanyu pertama kali melihat gadis itu setahun yang lalu saat meet and great seusai peluncuran film terbarunya, ia melihat gadis itu duduk dibangku urutan ketiga, Song Hanyu merasa seperti mimpi sedang melihat Zhang Shishi ketika ia hendak memastikan kembali gadis itu telah menghilang.
Kemudian ia melihat gadis itu saat ia turun dari mobil hendak memasuki pusat kebugaran, kebetulan gadis itu mengikutinya jadi Song Hanyu sengaja mendekat secara alami untuk memastikan wajah gadis itu, benar benar mirip dengan Zhang Shishi tunangannya yang telah tiada, perbedaan hanya terletak pada matanya, benar benar sulit di percaya di dunia ini ada manusia yang benar benar mirip bahkan tanpa ikatan keluarga.
Gadis itu terus mengikutinya, Song Hanyu semakin tertarik, apa yang gadis itu inginkan sebenarnya? Song Hanyu sengaja memberikan kesempatan kesempatan agar gadis itu semakin mendekat, namun gadis itu tidak mendatanginya juga, ia hanya memandangi Song Hanyu dengan kekaguman dan ekspresi gugup yang lucu.
Bahkan ketika Song Hanyu makan di restouran dan gadis itu duduk di meja tak jauh dari tempatnya, Song Hanyu sengaja berpindah kursi agar gadis itu bisa menatap langsung wajahnya, Song Hanyu sengaja mengenakan kacamata hitamnya agar ia bebas mengamati gadis penguntit itu.
Song Hanyu juga sengaja menginstruksikan pada Xiao Yan untuk mengemudikan mobil dengan pelan agar gadis itu tak kehilangan jejak mereka, dan malam itu Xiao Yan sengaja ia perintahkan untuk menangkap basah gadis itu tak di sangka gadis itu dengan lantang mengatakan ia hamil karena Song Hanyu sungguh menarik dan ia berhasil membawa gadis itu ke apartemennya untuk melihatnya dengan jelas dan berbicara lebih dekat dengannya.
Dan Song Hanyu benar benar tertarik dan ingin memilikinya sejak ia berbicara dengan gadis itu sejak pertama kalinya, karena ia mirip Zhang Shishi.
Dan tentang Zhang Shishi ia teringat Liu Feifei, bibir Song Hanyu sedikit terangkat ke atas dengan tatapan yang sulit di artikan. ‘meskipun kita adalah teman masa kecil, namun kita harus membuat perhitungan Feifei’ bisiknya dalam hati.
“Rara week end ini kami mau pergi liburan ke puncak, kamu bisa ikut kan?” tanya Nico, pria tampan yang Rara kenal selama ia aktif olah raga dan menjadi member di sebuah pusat kebugaran sejak 4 tahun.
“siapa aja yang ke sana?”
“sejauh ini sih baru ber 5” jawab Nico sambil menyebutkan nama nama teman teman mereka yang berencana untuk pergi “ ikut ya, seru”
“nanti deh aku pikir dulu”
“Ya Tuhan, ayo ikut ya, lagi pula apa yang akan kau lakukan week end berdiam diri di apartemen?”
“bersih bersih apartemen...” jawab Aihara sambil tertawa kecil menampakkan giginya “aku harus lihat jadwal ketemu customer dulu” lanjutnya
“kamu kenapa tidak cari pekerjaan yang lain Rara? Yang meemiliki hari libur tidak bisa di ganggu gugat?” tanya Nico sambil memandangi gadis di depannya dengan heran, wajahnya cantik, dia pintar tapi memilih pekerjaan yang umumnya orang membenci pekerjaan marketing karena target yang dibebankan menjadi sumber tekanan yang tidak mudah.
“aku mencintai pekerjaan ku, tidak ada masalah dengan pekerjaan menjadi seorang marketing” jawabnya santai
“aneh , ada banyak pekerjaan lain tapi kamu lebih milih pekerjaan itu”
“dengar ya Nic, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan dan jasa tidak akan berjalan baik tanpa ada marketing yang handal” jawab Aihara percaya diri
“oke aku mengalah untukmu Rara” jawab Nico sambil tertawa, “oh iya bagaimana kabar pacar kamu yang artis itu? Apa kalian akan menikah?”
Aihara tersenyum samar, sudah 6 minggu Song Hanyu tidak ada menghubunginya, Aihara bahkan telah lupa dengan hal itu, ia menyibukkan diri dengan bekerja dan pergi pusat kebugaran atau sekedar duduk duduk di cafe sambil minum kopi seperti yang sedang Aihara lakukan saat ini bersama Nico, sepulang melakukan gym mereka duduk santai di sebuah cafe tak jauh dari tempat itu.
“masih belum jelas” Aihara menjawab acak
“ooo...” hanya itu yang di katakan Nico
Mereka melanjutkan obrolan santai mereka hingga teman teman mereka akhirnya datang dan berkumpul menjadi 5 orang, semua adalah bukan teman yang baru Aihara kenal, namun Aihara benar benar bergaul dengan mereka sejak 2 tahun setelah ia lulus dari universitas dan memiliki waktu luang.
Latar belakang mereka tentu berbeda beda, hanya ada dua gadis di antara mereka yaitu Aihara dan Rebecca gadis yang sedikit tomboy. Namun Aihara tetap merasa nyaman bergaul bersama mereka.
Sabtu pagi Aihara telah siap menyeret koper kecilnya, Nico telah menunggunya di mobil mereka akan pergi menghabiskan waktu mereka untuk camping mereka di puncak.
“dasar cewek, kita hanya pergi 2 hari untuk apa membawa koper Rara?” kata Nico sambil bersandar di mobil besarnya
“ini peralatan tempur cewek dan selimut, aku tidak mau ya kedinginan disana, dan juga aku tidak suka berantakan makanya aku bawa koper” Aihara membela diri, padahal ia adalah memang gadis paling teliti yang tidak bisa pergi menginap tanpa membawa peralatan pribadinya.
“terserah, ayo cepat naik” kata Nico “depan” lanjutnya memerintah Aihara untuk duduk di samping nico yang mengemudi
“yang lain mana?” Tanya Aihara bingung
“mereka sudah pergi duluan, kita ber 6 bawa 2 mobil” jawab Nico acuh
“oooo” jawab Aihara sambil mendudukkan pantatnya di kursi samping kemudi dan memasang seat beltnya “todak masalah kan kalau aku tidur kamu nyetir sendiri?” tanya Aihara sambil tertawa ringan
“hhmmm” jawab Nico, ia melirik gadis di sampingnya dengan perasan senang.
Mereka sampai di sebuah area camping yang sangat indah, tempat itu di rancang khusus untuk para wisatawan yang ingin melakukan camping tanpa repot repot membangun tenda karena semua telah di sediakan.
“segarnyaaaa...” kata Aihara sambail menghirup udara di tempat itu.
Nico tersenyum melihat Aihara yang tampak bersemangat setibanya di tempat itu, padahal sepanjang jalan ia terus mengeluh dan bertanya kapan mereka akan sampai, rupanya ia telah lupa dengan perjalanan yang di anggap membosankan olehnya.
“pacar kamu asik juga ya, kamu di kasih kebebasan seperti ini” kata Rebecca saat mereka sedang duduk di dalam tenda dan meletakkan barang barang mereka
Aira tersenyum kecut, ‘siaaaaaallll’ rutuknya dalam hati ‘semua orang menganggap serius bahwa ia pacar Song Hanyu sampai sekarang’
“ree bisa kah kita jangan lagi membicarakan dia?” tanya Aihara pelan
“kamu sedang ada masalah sama dia?” tanya rebbeca sambil mendekatkan wajahnya pada Aihara
“mungkin lebih tepatnya sudah tidak ada hubungan lagi” jawab Aihara sambil meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya
“serius?!” tanya Rebecca memelankan suaranya
“iya sepertinya sudah bye bye” jawab Aihra santai “pokoknya complicated, sudah lah ayo keluar cari minuman yang hangat” ajak Aihara.
TAP 👍👍😁😁😁
gpp karna halu itu indah 😂😂😂😉😍😍😍😍😍
tp masih bs di pahami lah