NovelToon NovelToon
Dewa Pedang Di Dunia Evolver Dan Mecha

Dewa Pedang Di Dunia Evolver Dan Mecha

Status: tamat
Genre:Fantasi / Sci-Fi / Pendekar / Duniamasadepan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:68.4k
Nilai: 5
Nama Author: Lonely Tree

Alexander merupakan seorang Ahli pedang tiada taranya, dan ketika dia selangkah lagi mencapai Keilahian untuk menjadi Dewa, Musuhnya datang mengacaukan dirinya sehingga dia harus gagal dalam proses mencapai tahap DEWA.
Namun, Alexander tidak mati begitu saja, dia bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang pemuda yang memiliki nama sama denganya.

Saat Alexander masuk ke dalam tubuh pemuda itu, dia sadar bahwa dia tidak lagi di dunia yang sama dengan dunia sebelumnya, di dunia dia berada sekarang adalah dunia yang penuh dengan Evolver dan Mecha.

Alexander kini harus berjuang membalaskan dendam pemilik tubuh sebelumnya, dan juga dia harus menjalani hidup diantara para Evolver dan robot tempur.

Bisakah sekali lagi Alexander mencapai puncak di dunia yang baru ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lonely Tree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vol.1 Bab.12 Mata satu mundur

Alexander keluar dari kabin dengan pedang di tangannya, berjalan pelan menuju ke lokasi lambung pesawat.

Saat Alexander tiba, pertempuran antara awak Space Pirates dan Tentara bayaran sudah berlangsung.

Berbagai evolver dengan kemampuan menunjukan kemampuan mereka, Alexander dia menyaksikan dari atas melihat pertempuran yang terjadi.

“Menarik, ternyata seperti itu pertarungan antara evolver” gumam Alexander.

“Mati!!”

Sebuah tebasan pedang tiba-tiba menyerang Alexander dari belakang.

Untungnya Alexander sudah dalam kondisi siaga, dia dengan mudah menghindari serangan menyelinap ke arahnya.

Teng!

Pedang milik penyerang Alexander menghantam logam dengan keras.

Alexander melompat menghindar ke samping dan melihat ke arah orang yang menyerangnya.

“Oh! kemampuan kamuflase!” seru Alexander.

Alexander melihat bahwa orang yang menyerang dirinya adalah Evolver dengan kemampuan kamuflase, jika orang lain yang berhadapan dengan orang tipe ini, sudah dipastikan akan mati oleh serangan menyelinap, tapi Alexander terlalu sensitif akan niat membunuh, ditambah Alexander merasakan energi Aethe disekitarnya sedikit bergejolak, jadi Alexander dengan mudah bisa merasakan keberadaan musuh.

Space Pirates yang menyerang Alexander terkejut karena dia tidak menyangka bahwa Alexander bisa menghindari serangan darinya, dan tidak sampai situ saja, bahkan dia semakin terkejut dengan Alexander yang bisa merasakan keberadaannya.

“Hebat! kau bisa menebak kemampuanku dan menentukan lokasiku” puji Space pirates.

“Hmp! aku memang tidak melihatmu, tapi aku merasakan energi milikmu” kata ALexander dengan menghina.

“Karena kau sudah tahu, maka matilah!!!”

Space Pirates menyerang langsung Alexander.

Alexander memejamkan matanya, dan mengambil posisi Jodan No Kamae.

“Tebasan Bulan Sabit!” bisik Alexander pelan.

Slash!

Bruak!

Alexander yang selesai menebas berjalan pelan ke depan menuju lambung kapal, sedangkan Space Pirates yang menyerang dirinya sudah terbelah menjadi dua di lantai.

Saat Alexander berjalan, dia sudah melihat banyak Tentara bayaran yang mati dengan luka tusukan dari belakang.

“Sepertinya orang itu benar-benar cocok menjadi Assassin, tapi sayangnya dia salah menemukan lawan”

Alexander memuji lawannya tadi, jika orang itu hidup di dunia dia sebelumnya, maka Alexander bisa memastikan orang itu akan menjadi pembunuh mengerikan.

Tapi sayangnya Alexander sangat peka akan niat membunuh, ditambah orang itu baru sampai tahap menyamarkan tubuh fisik belum sampai menyamarkan keberadaan, nafas, jiwa, dan mencapai tahap ketiadaan, jika sudah mencapai tahap itu, Alexander bahkan di puncaknya tidak mungkin bisa dengan mudah mengalahkan orang yang sudah mencapai tahap itu.

Alexander tiba di lambung pesawat, dan fokus Alexander tertuju pada pertarungan antara Kepala Cabang tentara bayaran dengan Space pirates mata satu.

“Hahaha, ternyata kemampuanmu tidak berkembang sedikitpun” Ejek Mata satu.

Kepala Cabang kali dalam kondisi yang kurang diuntungkan, Mata satu dengan sukses menekan terus menerus.

“Sialan kau mata satu!” Kepala cabang berteriak kesal.

Pertarungan mereka berdua sangatlah sengit, Mata satu sendiri memiliki kemampuan Metal Bander, logam apapun yang dalam jangkauan bisa dengan mudah dia kendalikan.

Sedangkan Kepala Cabang sendiri merupakan seorang Evolver dengan kekuatan Enhancement, memperkuat tubuhnya sendiri, dan semua perlengkapan yang dia kenakan, tidak membuat Kepala cabang dalam kondisi diuntungkan.

Setiap kali Kepala Cabang mendekati Mata satu, Mata satu selalu saja membuat dirinya menjadi seperti di dalam tempurung kura-kura yang memiliki duri landak.

Tidak sampai disitu saja, setiap kali Kepala cabang mengupas perlindungan Mata satu, semua logam yang sudah jatuh segera kembali ke posisi awal.

“Sepertinya Kepala cabang akan kalah” pikir Alexander.

Melihat ke lokasi lain, pertarungan antara tentara bayaran benar-benar seimbang, bahkan BR sudah digunakan, namun mereka tidak berani membuat ledakan besar, takut akan merusak lambung kapal, kemudian membuat semua orang yang ada di dalam pesawat akan kehilangan kendali mereka.

Bagaimanapun gravitasi buatan yang ada di dalam pesawat tidak akan berguna jika badan kapal memiliki kebocoran.

Dari pertempuran ini Alexander tidak ingin terlalu ikut campur sementara waktu, karena dia masih ingin terus mengamati setiap kemampuan para evolver.

Karena dari pengamatan Alexander, Rank rendah dan tinggi terkadang memiliki kemampuan yang sama, namun memiliki tingkat yang berbeda, hal ini yang ingin dicari tahu Alexander.

Alexander dengan tenang mengamati, tidak ada satupun orang yang merasakan keberadaannya, karena Alexander sendiri sudah memakai teknik menghilangkan keberadaan, menjadikan dirinya satu dengan lingkungan sekitar, kecuali ada orang yang langsung menatap dirinya, baru Alexander bisa ditemukan.

“Ternyata seperi itu” gumam Alexander paham.

Dari pengamatan Alexander, dia tahu bahwa hal yang membeda kemampuan antara Evolver dengan tipe sama terletak pada penguasaan mereka, ditambah setiap Evolver memiliki tingkatan yang sama seperti dirinya.

Jika Alexander menggunakan Circle sebagai pengukur kekuatan, maka para Evolver memiliki suatu kunci Gen, semakin banyak Kunci Gen terbuka, maka semakin kuat kemampuan Evolver.

Hal ini diketahui dari percakapan antara Tentara bayaran yang melawan Space Pirates.

Tentara bayaran itu dengan telak menang melawan Space pirates, padahal mereka berdua memiliki kemampuan tipe Api.

Bahwa Si tentara bayaran telah membuka 3 Kunci Gen, sedangkan si Space Pirates masih membuka 2 kunci Gen.

Perbedaan Kunci Gen inilah yang membuat para Evolver memiliki perbedaan, sedangkan Rank sendiri adalah tingkatan yang ditentukan oleh Manusia untuk menentukan peringkat resmi.

Terkadang masih ada Evolver yang telah membuka 5 Kunci Gen berada di Rank F, karena sifat dari Kunci Gen sangatlah rahasia, jadi tidak mungkin bisa diumbar sesukanya.

Kemudian dari pertarungan yang terjadi, Alexander juga menemukan bahwa setiap Evolver memiliki musuh alami sesuai kemampuan mereka.

Seperti Evolver tipe Air, sangat rentan melawan Evolver dengan kekuatan petir atau listrik, karena kemampuan Air mereka akan membantu tipe Listrik atau petir menjadi lebih luas jangkauannya.

Selesai mengamati, Alexander memutuskan untuk ikut bergabung.

“Cara termudah untuk mengakhiri ini adalah melakukan taktik pemenggalan kepala naga” Pikir Alexander dengan wajah serius.

Alexander kemudian menatap Mata satu yang bertarung dengan kepala cabang.

“Cukup singkirkan orang itu”

Alexander kemudian bergerak dengan cepat untuk mendekati Mata satu.

Meliuk liuk diantara evolver, Alexander sangat tenang, pertarungan skala seperti ini masih sangat kecil di mata Alexander.

“Tebasan tidak mungkin bisa membelah cangkang besi orang itu, dengan kekuatan ku saat ini, hanya teknik tusukan yang bisa membuat orang itu terluka” Alexander dengan serius memvisualisasikan cara untuk mengalahkan mata satu.

Alexander yang sudah mendekati pertarungan berdua, bersembunyi untuk menunggu kesempatan yang pas melakukan penyerangan.

“Hahaha, matilah kau!!” teriak mata satu.

Tinju raksasa yang terbuat dari logam mengarah ke arah Kepala cabang yang sudah tertunduk di lantai.

“Sial!” kutuk Kepala cabang yang sudah pasrah.

Namun sebelum pukulan itu sampai ke arahnya, sebuah cahaya kilatan tiba-tiba muncul dengan sangat cepat mengarah ke mata satu.

“Apa itu!” seru Kepala cabang yang terkejut.

Thrust!

“Pedang menusuk Langit!”

Alexander yang sudah berdiam diri akhirnya melihat kesempatan, dan mengumpulkan semua kekuatannya dalam satu serangan.

Stab!

Alexander dengan sangat cepat menusuk tubuh Mata satu yang tertutup oleh Armor logam

“Ahhh!!!”

Mata satu berteriak kesakitan karena serangan ALexander yang tiba-tiba, dan dia segera melihat siapa yang menyerang dirinya.

“ARg!!! bajingan!!!” teriak Mata Satu marah.

Alexander yang ingin menarik pedang miliknya keluar, sama sekali tidak bisa, Pedang miliknya seolah sudah menjadi satu dengan tubuh Mata satu.

“Sial!”

“Tinju Barbar!”

Kepala Cabang yang melihat kesempatan tidak tinggal diam, dia melancarkan tinju miliknya ke arah pedang yang tertancap di tubuh Mata satu.

Tinju Kepala cabang seperti Martil yang menghantam paku, dan pedang Alexander tertancap semakin dalam.

“Arrrg!!!!!”

Kali ini Mata satu baru merasakan sakit yang luar biasa, tusukan pertama Alexander hanya mampu menyentuk permukaan daging mata satu, tapi setelah ditinju oleh Kepala Cabang, pedang Alexander menancap dalam ke tubuh mata satu.

“Biadab!!!”

Mata satu yang putus asa meledakan Armor miliknya ke arah Alexander dan Kepala cabang.

Alexander yang ingin menghindar terdiam, karena semua tenaganya sudah habis.

Kepala cabang segera berlari untuk melindungi Alexander, sedangkan Mata satu terpaksa kabur setelah meledakan Armornya.

“Mundur!!!”

Perintah Mata satu kepada semua awak miliknya.

Boom!

Armor logam yang sangat berat menimpa Kepala Cabang dan Alexander.

1
Max Dillon
tidak perlu banyak alasan Thor..... memang tidak ada bakat nak jadi penulis novel..... cuba tengok berapa banyak tulisan yang dibuat tapi tidak ada 1 pun yang berjaya ditamatkan 👎👎👎👎🤮🤮🤮
Komik Adult
lanjutin cerita nya
Vincent Da Vinci
ada 3 cerita, tp 1 pun tiada yang mampu ditamatkan. mending tulis 1 cerita sahaja thor kalau rasa tak mampu.
Vincent Da Vinci
cerita yg bagus, tp saya harap cerita akan terus bersambung, jangan seperti penulis lain yg hanya buat beberapa epiasod lepas tu hilang/mati.
Pardi Ansyah
keren thor
Muhammad
mana ini udah tahun 2023 lo🥲
Dwii Iraa
novel bagus. SEMOGA tetap lanjut
dholpin👅🎉🎉
cepat sembuh thor
Nur ilham a
hiatusnya kok lama thor
Nur ilham a
hiatusnya kok lama thor😔
Juan
cepat sembuh thor
zero
semoga cepat sembuh
Ftm
cepat sembuh thor
Empires
iya istirahat dulu Thor kesehatan lebih utama
Brav Volling
mantap thor
Juan
ohhhh begitu gpp thor setiap orang pasti ada masalah
Zulkarnain Supu
oalah okey thor👍👍

btw semangat trus thor 😁😁😁
™DEWA•[PHOENIX]
Akibat dari terlalu sombong
Empires
sudah tidak update lagi kah Thor?
Empires: astaga, semoga diganti yg lebih baik dari sebelumnya
total 2 replies
Yorosan
lanjuttttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!