NovelToon NovelToon
Panglima Perang Kerajaan Xili

Panglima Perang Kerajaan Xili

Status: tamat
Genre:Romansa / Time Travel / Petualangan Fantasi-Penyeberangan dunia lain / Fantasi Urban-Mengubah takdir / Chicklit / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:409.6k
Nilai: 4.6
Nama Author: Lien Machan

Sin Yoona, seorang prajurit perempuan satu-satunya di kesatuan. Saat ini ia sedang melaksanakan tugas negara, yaitu mengupayakan pembebasan para tawanan yang di sandera oleh musuh di wilayah perbatasan negara.

Dia dan rekan lainnya terus menggempur pertahanan musuh sampai berhasil melumpuhkan mereka dan menyelamatkan para tawanan.

Namun apa yang terjadi? Saat mereka sudah berhasil, sebuah bom meledak sebelum mereka kembali ke negaranya. Akibatnya, Sin Yoona dan sebagian prajurit lainnya tewas seketika terkena ledakan bom yang sengaja di pasang musuh.

Sin Yoona merasa dia sudah mati. Tapi, kejadian yang menimpanya di medan perang seolah mimpi baginya. Dia terbangun di tempat yang asing dan dengan identitas berbeda.

Apakah Raja neraka sengaja membangkitkan jiwanya lagi karena berbelas kasih padanya? Tapi, kenapa harus di tubuh yang lemah seperti ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lien Machan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Undangan Ke Istana

Mendengar ucapan pria bertopeng dihadapannya, Xin'er meringis namun tetap acuh tak mau mengakuinya. Tapi, sebaliknya. Pria bertopeng ini justru semakin gencar untuk menggodanya.

"Bagaimana Nona Muda Yun? Apa kamu sudah mengingat kejadian minggu lalu?" tanya pria ini dengan seringai di bibirnya.

"Oh, begitu ya. Aku lupa," ucap Xin'er sambil cengengesan karena ia merasa tak bisa mengelak.

Pria itu menarik tangan Xin'er menjauh dari Mengshu, membuat si empunya terkejut sampai melirik tangan yang ditarik. "Hei, kamu mau bawa aku kemana?" tanya Xin'er sedikit berteriak.

Sekilas pria itu hanya menoleh, kemudian menatap kembali ke depan sambil berkata. "Tak usah banyak bertanya! Cukup ikuti saja langkahku," sahutnya santai.

Xin'er hanya bisa menghela nafas panjang mendengar perkataan pria gila ini. Dia tak bisa membantah atau memberontak lagi, karena takut pria ini akan melakukan sesuai perkataannya dulu jika Xin'er melawan. Yaitu, menciumnya di hadapan semua orang.

Sedangkan Mengshu yang melihat Nona-nya dibawa pria asing tersebut, menjadi khawatir dan panik. Bergegas ia mengejar keduanya namun tak bisa, karena pria itu segera menaiki kuda dan membawa serta Xin'er bersamanya.

"Hiya," hentakan kaki si pria di tubuh kuda, membuat hewan itu berlari dengan kencang membelah jalanan pusat kota Yongsheon.

Mengshu yang berusaha mengejar pun tak bisa mengejarnya, karena kuda itu berlari dengan cepat. "Nona, tunggu!"

"Jangan khawatirkan aku, Ashu. Pulanglah!" teriaknya sambil melambaikan tangan kearah Mengshu.

Xin'er hanya melihat lesu kearah Mengshu, karena dia tak bisa melakukan apapun. Dia saat ini pasrah dibawa oleh pria bertopeng ini, dan berpura-pura lemah dihadapannya.

Padahal jika dia mau, dia bisa melawan pria ini dengan kekuatannya. Namun, ia tak mau menunjukan kekuatannya dihadapan sembarang orang, agar tak ada yang memanfaatkannya dikemudian hari. Seperti Xin'er yang bodoh dan polos. Banyak orang yang ingin memanfaatkan kepolosan gadis ini, termasuk Pangeran Zhaohan.

Sedangkan Xin'er yang sekarang, dia pun tak mau menunjukan kehebatan dihadapan pria asing ini karena dia belum tahu tujuan pria ini yang ingin menjadikannya istri. Apakah dia ini musuh dari keluarganya dan juga kerajaan? Atau, dia hanya pria gila yang asal bicara karena terpesona dengan kecantikannya?

Ah, entahlah!

Setelah cukup lama menunggangi kuda, akhirnya mereka tiba disebuah tempat. Bukit dibelakang kota Yongsheon sangat indah pemandangannya, udaranya pun masih segar.

Dari atas sini, nampak sekali bangunan rumah-rumah yang berjejer apik terlihat indah menghiasi ibukota dan sekitaran desa. Walaupun daerah pedesaan masih banyak gubuk-gubuk kecil dengan atap jerami, namun bangunan seperti itu adalah ciri khas pedesaan di daerah tersebut.

Pria itu turun dari kuda nya, kemudian mengulurkan tangan meraih tangan Xin'er, dan membantunya untuk turun dari kuda. Walaupun sedikit keraguan dihati, tapi Xin'er tetap menerima uluran tangan pria bertopeng tersebut. Keduanya duduk diatas rerumputan yang hijau, dengan pandangan menatap lurus ke depan.

Xin'er melirik sekilas wajah pria itu yang tetap fokus menatap lurus tanpa berniat memalingkannya. Dia memberengut kesal karena merasa diabaikan, setelah mereka sampai di tempat itu.

"Jika tak mau bicara, lebih baik pulang saja!" ujar Xin'er seraya berdiri.

Tapi, pria itu menarik tangan Xin'er tanpa menoleh sedikitpun. "Apa yang kau lihat dari Zhaohan?" Xin'er mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan aneh pria itu. "Apa dia sangat baik, sampai kau menerima dia dan menolak diriku?" tanya-nya lagi membuat Xin'er semakin bingung.

Tapi kali ini, Xin'er bisa melihat wajah serius dari pria dihadapannya tersebut. Dia menautkan alisnya sambil berkata, "Maksudmu apa? Aku gak ngerti!"

Pria itu menarik salah satu sudut bibirnya, kemudian melepaskan tangan Xin'er yang sempat digenggamnya tadi. "Apa kau menyukai Zhaohan?"

Xin'er kembali menatap dengan bingung. "Dari tadi bicaramu itu aneh, membuatku pusing." gerutunya kesal. "Aku sama Pangeran Zhaohan tidak ada hubungan apapun! Apa kau percaya pada kabar burung? Cih," Kemudian, Xin'er menjelaskan seluruh kejadian secara terperinci.

Sikap Xin'er saat ini seperti seorang istri yang menjelaskan kepada suaminya, bahwa dia tak berselingkuh. Pria bertopeng kembali tersenyum. Kali ini, dia sangat senang karena Xin'er meyakinkannya.

"Jadi, kalian tidak ada hubungan? Dia kan seorang Pangeran pertama dari kerajaan besar. Apa kau takkan menyesal karena telah menolaknya?" tanya pria bertopeng.

"Tentu saja. Lagipula, untuk apa aku berhubungan dengan pria seperti itu? Membuatku kesal saja!" jawab Xin'er dengan yakin. "Walaupun dia seorang Raja sekalipun , aku takkan mau menjadi selir ke-tujuh! Yang pertama saja aku takkan sudi, apalagi yang kesekian. Haish, gak kebayang!" lanjutnya kemudian.

Pria bertopeng langsung berdiri dan mendekap tubuh Xin'er dari belakang, sambil mengecup pipinya. "Kalau aku yang menyatakan cinta padamu, apa kau akan menerimaku?"

Mendapat perlakuan seperti itu, Xin'er meronta berusaha melepaskan diri sambil berteriak. "Aku juga tak kan mau menerima pria mesum sepertimu. Dasar pria gila. Lepaskan aku!"

Pria bertopeng tak bergeming, dan semakin mempererat pelukannya. "Jika kau meronta terus, maka sesuatu akan terjadi saat ini juga!" bisik nya lirih tepat ditelinga Xin'er, membuat gadis itu menoleh.

"Apa maksudmu?"

Pria itu kembali mendekatkan bibirnya ditelinga Xin'er dan berbisik. "Tongkat sakti ku sekarang berdiri tegak karena ulah mu, Nona Yun!"

Mata Xin'er membulat sempurna, mendengar ucapan pria bertopeng. "Dasar mesum!" teriaknya keras, membuat si pria tergelak dibuatnya.

"Hahaha!"

...💫💫💫...

Kediaman Perdana Mentri Yun

Malam semakin larut, namun Xin'er tak bisa menutup matanya. Dia terus memikirkan pertemuannya bersama pria bertopeng tadi siang. Walaupun ia tak mengakuinya, tapi saat ini Xin'er benar-benar dibuat penasaran dengan pria bertopeng itu.

Apa hubungan dia dengan Pangeran Zhaohan? Mengapa pria itu seperti membenci Pangeran Pertama Kerajaan Xili itu?

Pertanyaan itu terus berputar dipikiran Xin'er saat ini. Dia sampai tak bisa tidur karena memikirkannya. Terlebih lagi, pria itu ingin menunjukan sesuatu dan juga mengajaknya ke Istana. Bukankah itu berlebihan?

Xin'er beranjak dari tempat tidurnya, dan mulai berjalan menuju jendela. Dibukanya jendela yang terbuat dari kayu tersebut secara perlahan, kemudian matanya menatap ke langit yang berhiaskan cahaya rembulan. Pemandangan yang menyejukkan hati, menurut Xin'er.

Kembali pikirannya terisi semua pertanyaan yang tak ia ketahui jawabannya. Pasalnya, tak ada ingatan Xin'er yang tertinggal di memori otaknya. Sehingga, Yoona sangat kebingungan dibuatnya.

"Siapa Zhaoling itu? Apa dia seorang yang hebat didalam istana? Berani benar dia mengajak seseorang untuk masuk kedalam istana?" tanya Xin'er pada dirinya sendiri.

Zhaoling adalah nama dari pria bertopeng itu. Dia yang mengatakannya pada saat mereka berpisah didepan gerbang Paviliun Josheng, yaitu kediaman Perdana Mentri.

"Ingat untuk datang besok ke pertemuan anggota kerajaan bersama keluargamu! Akan ada sesuatu yang menarik di sana," ucap pria itu. "Dan satu hal lagi yang harus kau ingat, namaku ... Zhaoling. Cari aku sesampainya di sana!" lanjutnya kemudian sebelum pergi dari rumah Perdana Mentri.

Ya, Zhaoling mengantarkan Xin'er kembali ke rumahnya agar keluarganya tidak khawatir. Namun ia tak tahu, bahwa ada beberapa orang yang tak menginginkan Xin'er kembali.

Helaan nafas terdengar berat dari mulut Xin'er. Rasa penasaran terus menari dipikirannya. Ayahnya memang menerima undangan dari kerajaan, untuk menghadiri acara pertemuan anggota kerajaan. Tapi ia tak berniat sama sekali untuk ikut, karena merasa tak tertarik dengan pesta besar. Terlebih lagi yang diadakan di Istana, pasti dia harus menjaga sikap selama berada di sana. Benar-benar membosankan, pikir Xin'er.

Tapi kali ini, ia harus pergi ke Istana karena ucapan pria bertopeng yang bernama Zhaoling ini. Entah mengapa, rasa penasaran begitu besar mendominasi pikirannya.

Apa yang akan terjadi di sana? Apa akan ada pertunjukan seru yang membuat dirinya senang? Ataukah ...

"Baiklah, besok aku akan ikut dengan keluargaku ke Istana. Kita lihat, pertunjukan apa yang akan di pertontonkan oleh si pria gila itu! Apa dia akan membuka topengnya?"

1
Nayira Azzahra
terlalu bodoh,buat apa reinkarnasi KLO hal kyk gitu aja g bisa d imbangi,buat apa juga ilmu bela diri????? sungguh aku kecewa 😔😔😔😔😔
Olan moro
mantap.. 👍👍👍
Wan Trado
serius nih namanya chibai..?? 🤣
Siti S
Luar biasa
Machan: makasih bintang 5 nya, kak Siti🥰
total 1 replies
Sarah Arami
seru
Machan: 🥰 makasih bintang 5 nya, kak Sarah🤗
sehat dan bahagia selalu🙏
total 1 replies
ira kasih
happy ending yeeyy...💕
makasih thor.. semoga selalu sehat dan semangat membuat karya baru
Machan: amiiin, makasih doanya kak Ira. doa terbaik juga untukmu🥰
untuk karya baru masih update fantasi pria, klo berkenan silahkan baca. tinggal klik profil othor😁 tapi klo mau genre sama belum rilis, mungkin setelah selesai yang ongoing🙏
total 1 replies
RIA SARI
semua cerita sama y ....
Albuddin
ceritanya muter" terus
Machan: mungkin othor lupa lagi nyemil gangsing makanya muter"🤣
total 1 replies
Aryanti
karyanya hilang entah kemana😭😭😭

bikin patah hati aja
Endri Yani
kok g nyambung
Aryanti
link pemesanannya donk kak🥺🙏
jesica jesi
bagus
Machan: makasih
total 1 replies
nurul istiqomah
apik
Machan: makasih kakak
total 1 replies
NOiR🥀
Ending yg indah..best
Machan: makasih kakak
total 1 replies
NOiR🥀
penuh drama..begitu sulit...
Littlefairy Bundle
aku nggak mau teruskan LG. bosan dgn karekter xin'ernya yg bodoh
Pengagum setia: kalau ga mau baca gausah maksain apalagi tidak like,kasihan othornya capek mikir cape nulis
total 1 replies
Mami Mara
dna??? jaman kerajaan? typo ya thor?
Mami Mara
kan???? q bru mikir, pasti ada yg komen gini? 🤣🤣🤣
Machan: 😁😁😁 maaf bikin keselek
total 1 replies
Lina Octavianti
Luar biasa
Machan: makasih kakak😊
total 1 replies
Machacy
Mungkin ada baiknya, "mengecilkan suaramu saja," apa lgi ini jaman kekaisaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!