Di hari anniversary mereka yang ketiga tahun, Grizla ingin menaikkan jabatan suaminya dari Manager menjadi CFO dalam diam.
Tapi malam itu, ia terpaksa mengurung niatnya karena ibu dan adiknya ikut campur di hari perayaan anniversary mereka.
Dan lebih menyakitkan lagi, mertuanya itu membawa wanita asing bersama mereka yang membuat ia tidak nyaman dan membuat ia ragu harus menyerah posisi itu.
Lama kelamaan, suaminya mulai bersikap dingin, tidak ada keharmonisan ruma tangga yang ia dambakan. Akhirnya suaminya selingkuh dengan wanita tersebut yang ternyata satu kantor dengannya, alasan selingkuhnya adalah ia menginginkan seorang anak.
Plot twist-nya adalah, perusahaan itu miliknya, yang mengangkat suaminya sebagai manager adalah dirinya melalui orang Kepercayaan yang menjadi CEO sementara di perusahaan G' Jaya.
"Hari ini buka matamu lebar-lebar, siapa yang telah mengangkat derajatmu!" - Grizla
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
Jam dinding di ruang CEO menunjukkan pukul lima sore. Jam pulang kantor telah tiba. Grizla berdiri di dekat jendela besar yang menghadap langsung ke area parkir bawah.
Dari lantai atas, ia bisa melihat Antonio yang berjalan gontai, membawa gulungan cetak biru proyek lapangan dengan bahu yang merosot. Tidak ada lagi langkah tegap penuh kesombongan seperti tadi pagi.
Grizla membalikkan tubuhnya, menatap Siska yang sedang merapikan beberapa berkas di meja.
"Siska, siapkan mobil biasa untukku. Bukan limosin perusahaan," perintah Grizla sambil melepas blazer mahalnya, menyisakan blus satin sederhana.
Ia lalu mengambil sebuah tas belanjaan dari butik ternama yang berisi daster katun pudar, pakaian lamanya yang sengaja ia bawa dari rumah sebagai penyamaran.
Siska sempat tertegun, namun segera mengangguk patuh. "Baik, Nyonya. Mobil sedan hitam tanpa logo perusahaan sudah siap di basement khusus. Tapi... Anda benar-benar akan pulang ke rumah itu malam ini?"
Grizla tersenyum tipis, sebuah senyuman yang membuat Siska bergidik. "Tentu saja. Pertunjukan di kantor sudah selesai untuk hari ini. Sekarang, saatnya babak kedua di rumah."
Satu jam kemudian, Antonio tiba di rumahnya dengan wajah sekusut pakaian kerjanya. Mobilnya ia parkir dengan asal. Kepalanya masih pening memikirkan bagaimana asisten yang selama ini ia babu-babukan kini berbalik memerintahnya di depan semua orang.
Begitu membuka pintu rumah, suasana sepi dan gelap menyambutnya. Amarah Antonio yang tertahan sejak di kantor seketika menyundul ubun-ubun.
"Grizla! Grizla!" teriak Antonio, melempar tas kerjanya ke atas sofa dengan kasar. "Perempuan tidak berguna! Di mana kau?! Suami pulang bukannya disambut, rumah malah seperti kuburan!"
Kebetulan Mertua dan adik Anton tidak di rumah, sehingga mereka tidak sadar jika Grizla pulang ke rumah.
"Aku di dapur, Mas," sebuah suara menyahut pelan.
Antonio melangkah lebar-lebar menuju dapur. Di sana, Grizla sedang berdiri membelakanginya, mengenakan daster pudar yang longgar, tampak sibuk memotong sayuran dengan gerakan yang sengaja dibuat lambat dan gemetar. Di atas meja makan, hanya ada lauk seadanya, tahu goreng dan sayur bening.
"Dari mana saja kau kemarin malam, hah?! Berani-beraninya kau tidak pulang dan mengabaikan teleponku!" bentak Antonio, mencengkeram bahu Grizla dan membalikkan tubuh wanita itu dengan kasar.
Grizla menundukkan kepalanya dalam-dalam, menyembunyikan binar matanya yang dingin. Ia membiarkan tubuhnya sedikit terhuyung, berakting menjadi istri yang ketakutan seperti biasanya.
"Maaf, Mas... kemarin malam ponselku mati. Aku... aku menginap di rumah temanku. Aku tidak bermaksud..."
"Alasan!" potong Antonio sengit.
Ia melepaskan cengkeramannya hingga Grizla mundur selangkah. "Kau tahu tidak, hari ini aku sedang sial di kantor?! Jabatanku diturunkan, draf proyekku direbut orang lain! Dan saat aku pulang ke rumah untuk istirahat, yang kutemukan cuma istri tidak becus yang menyajikan makanan sampah seperti ini!" Antonio menunjuk mangkuk sayur bening dengan jijik.
Grizla meremas ujung dasternya, berpura-pura terisak pelan. Namun di dalam hatinya, ia tertawa geli melihat suaminya yang frustrasi akibat ulahnya sendiri.
"Maaf, Mas... hanya ini ada di kulkas, jadi aku masak seadanya saja," ucap Grizla dengan nada suara yang dibuat serak dan memelas.
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
kuy.. yg banyak geh ...😭
yg banyak lagi to Les... nanggung bacanya..
tak kasih kopi nih.. biar terang kontestrasinya... 😂😂🤭
yg semangat upnya, tak kirim kopi..💪
jgn kelamaan grizla yg disiksa di rumah hantu itu..