NovelToon NovelToon
Kembalikan Pengantinku

Kembalikan Pengantinku

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Petualangan / TimeTravel / Reinkarnasi / Chicklit
Popularitas:36.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nor Laila Rahmah Wati

Menceritakan tentang seorang gadis berusia 25 tahun bernama Felicia Hikaru. Dia sedari umur 15 tahun telah di tinggalkan oleh kedua orang tuannya yang meninggal akibat kecelakaan saat perjalanan bisnis keluar negeri.

Cantik? Pasti.
Kaya? Pasti.
Terkenal? Pasti.
Jenius? Pasti.

Tapi kenapa tidak ada yang bertahan lama kalau berhubungan dengan pacaran?

Penasaran mengapa bisa begitu, mari ikuti ceritanya...

Happy Reading...

Cover beraumber dari Pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nor Laila Rahmah Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terpaksa setuju

...Happy Reading...

...~•~•~•<~•~>•~•~•~...

Bukan apa-apa Xinxin hanya memperkenalkan dirinya sebagai Xin, tapi seperti kata hatinya, jangan langsung percaya pada orang yang baru kita temui, meski itu orang yang telah kita ketahui identitasnya, tapi karena kita tidak tahu bagaimana dalamnya, apalagi orang baru ditemui, kenali dan perhatikan bagaimana sikap dan caranya dalam menanggapi orang, kalau baik yah bisa dipertimbangkan, kalau kasar yah tinggalin aja.

Melihat keseriusan Xinxin, wajah Wuliang yang tadi nya kesal menjadi serius.

"Aku ingin kau membantuku mengembalikan ingatanku, karena aku merasa kau orang yang tepat untuk membantuku," ucap Wuliang.

"Darimana kau yakin kalau aku mau membantumu?" Tanya Xinxin. Dia ingin mengetes apakah pemuda di depan nya ini hanya mencari kesempatan dengan memanfaatkan gadis yang terlihat lemah ini.

"Aku yakin!" Wuliang sedikit memajukan tubunnya dan berbisik.

"Kau menutupi aura mu bukan, dengan teknik penutup aura," ucapnya dengan senyum miring.

Sempat kaget, karena dia sudah yakin teknik penutup aura yang dia gunakan sudan dia tingkatkan, sehingga orang yang lebih kuat darinya satu tingkat tak akan menyadarinya, tapi pemuda ini menyadarinya? Sudah pasti pemuda ini orang kuat.

"Aku tidak tahu pasti elemen apa yang kau miliki tapi ku yakin itu sangat bagus dan tak banyak orang memilikinya," Wuliang kembali duduk tegak di seberang Xinxin sambil bersedekap dada menatap mata Xinxin yang terlihat sempat membulat, tapi tak lama karena setelah itu wajahnya kembali seperti semula.

Dengan wajah datar Xinxin berkata. "Kau mengancamku atau apa? Wajarkan kalau aku menyembunyikan auraku, aku saja tidak dapat menebak tingkatanmu," ucap Xinxin santai dengan wajah datarnya tak lupa kedua tangannya juga bersedekap menatap lurus ke mata Wuliang.

"kekeke," Wuliang terkekeh kemudian kembali dengan wajah datar andalkan nya.

"Aku tidak mengancammu, aku hanya meminta bantuan meski di bumbui dengan paksaan sih," ucap Wuliang tak tahu malu. Dimana seseorang yang bak orang tertindas sebelumnya? Bagaikan ilusi, pemuda di depannya ini sungguh hebat dalam memerankan peran orang teraniaya.

"Ck!" Decakan kesal Xinxin begitu jelas terlihat dimata Wuliang, tapi mungkin karena dasarnya bodo amatan orangnya, dia tetap bersikap santai. "Lalu bagaimana aku harus membantumu?" Lanjutnya. Bisa saja Xinxin menolak akan tetapi ada baiknya jika seseorang yang kuat ada disisinya, mereka bisa saling menguntungkan.

"Bantu aku pergi ke hutan Kabut! Intuisiku mengatakan aku harus kesana, tapi karena keadaan yang sekarang aku tidak bisa pergi sendiri, karena ku dengar hutan kabut adalah hutan yang berbahaya dan tidak ada yang pernah keluar setelah masuk," ucap Wuliang.

"Baiklah!" Setuju Xinxin cepat. Kebetulan dia juga akan kesana bukan.

Wuliang menatap menyelidik terhadap Xinxin. "Ku kira kau setidaknya berpikir terlebih dahulu, tapi... Kau juga akan kesana?" Ucap Wuliang diakhiri dengan petanyaan.

Xinxin menggidikkan bahunya. "Entahlah!" Xinxin tak menjawab membuat banyak bertanya dikepala Wuliang.

Apakah di depannya ini memang benar seorang gadis? Dia berpikir mengajak atau meminta bantuan dengan seorang pria saja belum tentu di setuju, ini bahkan Xinxin langsung menyetujuinya, bahkan tanpa berpikir. Wuliang tak bisa memahami gadis di depannya ini. Apa isi kepalanya sehingga mau membantunya ke hutan Kabut yang berbahaya itu, dia juga tidak berniat mengambang atau apapun itu, tapi karena keadaannya terdesak saat ini mau tak mau diam harus, dan tanpa di duga gadis ini mau membantunya meski dengan kesal pastinya.

Mereka pun akhirnya selesai makan setelah beberapa kali pertanyaan Wuliang yang tak di tanggapi Xinxin.

...~•~•~•<•>•~•~•~...

Xinxin bersama Wuliang Sampai di pinggir hutan kabut pada saat malam hari akan datang dan mereka memilih makan dan beristirahat dan memilih besok pagi memasuki hutan.

"Silahkan makan!" Ucap Xinxin. Memang makanan itu sudah di beli Xinxin sebelumnya di pasar, karena tidak mungkin dia akan berburu di hutan kabut ini, apalagi pada malam hari.

Wuliang mengangguk dan memakan makanan yang diberikan Xinxin.

Selesai makan mereka mulai tidur di dahan pohon, tidak mungkin mereka tidur di tanah, karena ini hutan yang di dalamnya tidak di ketahui isinya, kemungkinan besar banyak sekarang buas, dan bisa saja mereka keluar hutan untuk mencari makan.

Saat matahari bahkan belum terlihat membumbung di langit, Xinxin sudah bangun.

"Wuliang, bangun!" Ucap Xinxin membangunkan Wuliang.

"Hm," Wuliang bangun dan meregangkan tubunnya yang kaku.

"Turunlah! Kita akan sarapan dulu sebelum masuk ke hutan," ucap Xinxin yang saat ini menyiapkan makanan.

Setelah selesai makan mereka membereskan sisa makanan dan memasukkan sampah ke tas Xinxin.

"Ayo masuk!" Ucap Xinxin.

"Hm,"

"Dingin amat," batin Xinxin jengah.

Rencananya, Xinxin ingin mencari tanaman herbal untuk membuat pil peningkat, penempa tubuh dan pil lainnya. Meski belum pernah membuatnya, Xinxin akan mencobanya melalui buku yang dia pelajari.

Memang di pasaran banyak yang menjual tanaman herbal, akan tetapi dengan uang yang masih tak memadai, dia memilih mencurinya di hutan terdekat, yaitu hutan kabut ini.

Tidak terburu-buru masuk ke dalam Xinxin memilih mengamati terlebih dahulu, karena dia tidak tahu bahaya apa yang menantinya di balik kabut tebal itu.

Walaupun Xinxin tidak tahu apa di dalamnya, tapi setiap hutan pasti memiliki hewan buas di dalamnya.

Matahari sudah sudah muncul, Xinxin dan Wuliang sudah berjalan selama setengah jam dan belum bertemu apa-apa selain tanaman herbal biasa yang ada di sepanjang pinggir hutan.

Xinxin tiba-tiba berhenti tatkala dia melihat kabut yang tidak setebal di tempat lainnya.

"Apakah ini jalan masuknya?" Tanya Xinxin, minta pendapat kepada Wuliang.

"Mungkin?!" Wuliang juga ragu, tapi hanya di sini kabut yang tidak terlalu tebal.

"Masuk," putus Xinxin.

Sekitar setengah jam mereka memasuki kabut sampai pada dalam hutan yang ternyata tidak berkabut sama sekali.

"Wah, ternyata kabutnya tidak sampai di dalam, hanya di luar sana yang berkabut," ucap Xinxin melihat tempat mereka masuk barusan.

"Benar! Ku kira, kabut ini akan menutupi seluruh hutan, tapi ternyata hanya bagian luarnya saja," komentar Wuliang seraya memperhatikan dalam hutan kabut yang tak jauh berbeda dengan hutan lain kecuali kabut yang menutupi sekeliling jalan keluar.

Mereka pun masuk lebih dalam dan mengambil tanaman herbal di sepanjang jalan yang mereka lewati. Hanya Xinxin sih yang mencabut, serta memetik beberap tanaman herbal yang dia cari.

"Kita sudah lama berjalan semakin masuk, lalu apakah kamu sudah mendapatkan tanda tentang sesuatu yang kau cari?" Tanya Xinxin yang tak menatap Wuliang karena mencabut tanaman herbal.

"Entahlah, belum ada tanda," jawab Wuliang yang juga membantu Xinxin mencabut tanaman herbal dengan interuksi Xinxin.

Tak berapa lama terdengar gemerisik yang berasal dari semak belukar yang tak jauh dari tempat mereka.

Grrr

Grrr

Dan suara geraman juga terdengar. Mereka berdua bersiap siaga kalau-kalau ada serangan, memasukkan tanaman herbal yang berhasil di cabut lalu menginteruksi Wuliang agar perlahan maju ke arah semak, karena tidak ada penyerangan dari sesuatu yang berasal dari semaki itu.

Mengangguk yakin untuk menyingkap semak itu dengan gerakan tangan 1, 2, 3.

¤

¤

¤

Next...

1
Ida Blado
maleslah,ceritanya terlalu monoton dn mc nya oon,,, sorry ya thor gk berniat menghina karyamu,tpi buatlah cerita yg berbeda dri yg lain,krn ceritamu sama aja dgn yg lain
Ida Blado
mc nya tulalit,kurang persiapan dan akal.sudah tahu di jadiin buronan mestinya pinter dong gimana caranya nyamar,kan dia berssal dri masa depan bkn dri jaman batu
Fransiska Husun
aigooo🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️ kasian juga tu para penjaga
Ida Blado
knp xinxin hk menyamarkan wajahnya di banding makai cadar,,, dia kn darindunia modern pasti tahu efek make up lah,,,, kemampuannya kok terlalu sederhana bgy
Fransiska Husun
tp lucu juga sih 😁😁😁
Fransiska Husun
🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️aih-hhhhh berat juga ya🤭🤭🤭mau sampai kapan kabur x xinxin. nnt sang kaisar greget n turun tangan sendiri mau kabur kemana lagi coba??
Fransiska Husun
up up lagi semangat Thor
Ida Blado
jgn jodohin sama kaisar pemaksa itu thor,,, please,,, buat si kausar menikahi wanita lain aja dan biarkan xinxin bertemu dgn pria ygencintai dan di cintai xinxin,,, krn apa bosenlah ceritanya sama kek yg lain,,, ikutan pemilihan permeiauri meski kga suka hrs terima,,,buat sesuatu yg beda dong
Ida Blado
aq harap di selametin wuliang dan akhirnya babay kaisar 😅
Rara ayla
keren, di tunggu up slanjut nya Thor..🤔😄😄
Ida Blado
bego nih xinxin mlh molor,padahal dia bisa ambil kesempatan buat mengalah,kalau memang ingin kabur.padahal aq berharap xinxin pergi dn mulai menjalani hidupnya sendiri dn mandiri,eh mlh ikut drama permeisuri
Ida Blado
kaalau jelas ngincer xinxin ngapain ngadain pemilihan segala,tinggal tunjuk kok repot bener
Ida Blado
tpisaya gk rela kalau xinxin lolos jdi permeisuri,krn itu hsnya nguntungi kekuarga bejat itu
Ida Blado
xinxin kalau gk mau lolos tinggal membuat diri sendiri kalah dn gk usah berusaha menang walauoun di cemoh
Ida Blado
mas xinxin mau di jodohin sama aki aki sih
Ida Blado
kpn xinxin pergi dri rumah terkutuknya sih
Ida Blado
kenapa gk di jelasin wuliang sampai hilang ingatan,,,,, dan apakah mereka akan berjodoh,,, kasihan loh kalau jdi sad boy,dari kecil dia udah hidup srndiri
Ida Blado
kenapa gk langsung pergi aja sih,pasti lbh mudah mau apa2 jg
Ida Blado
kalau cerita begini tuh aq menunggu keluarga durjananya di lepeh dn di tinggal pergi
Fransiska Husun
up up lagiiiii semangat thor 💪♥️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!