💚ELLEANORE 💚
Sebagai putri bungsu di keluarga Alexander, Elleanore Queen Alexander mempunyai kehidupan sempurna yang selalu bergelimang kasih sayang dan harta berlimpah. Namun sayangnya, kisah cinta gadis 22 tahun tersebut tidak semulus yang dibayangkan.
El terjebak cinta di antara empat pria dan merasa bingung harus menjatuhkan pilihan pada siapa.
Pada Edward yang sejak awal pertemuan sudah membuat El tergila-gila, meskipun sudah berulang kali pria itu menolak El?
Atau pada Juan, yang tak pernah lelah mengejar El, meskipun El terus menolaknya?
Ataukah pada Victor, pria yang akan dijodohkan dengan El?
Atau justru pada Henry yang merupakan teman rasa pacar El di masa lalu?
💚RICHARD 💚
Trauma masa lalu saat kisah cinta pertamanya kandas, mengubah Richard menjadi sosok yang dingin dan anti jatuh cinta. Hingga tuntutan kedua orangtuanya untuk segera menikah membuat Richard nekat menyewa gadis muda pecicilan sebagai pacar bayaran. Akankah Ashley Umika yang bawel dan pecicilan berhasil melelehkan gunung es di hati Richard?
💚MAGIKA💚
Profesinya sebagai model, menjadikan Magika seorang playboy yang kerap bergonta-ganti pacar dan menganut gaya hidup bebas. Hingga pertemuannya dengan seorang gadis galak bernama Tiffany berhasil membuat dunia Magika menjadi jungkir balik. Siapa sebenarnya Tiffany dan mampukah gadis polos itu membuat Magika tobat dari tingkah nakalnya sebagai playboy?
💚MAINAKA💚
Pertemuan tak sengaja Mainaka dengan Sunny, membawa Mainaka bertemu juga dengan Mama kandung Sunny yang berusia sepuluh tahun lebih tua darinya, Alsya Attala.
Mainaka diam-diam menaruh hati pada Alsya dan bertekad menjadi papa sambung untuk Sunny. Namun sayangnya, niat baik Mainaka tersebut malah mendapat tentangan dari banyak pihak karena perbedaan umur yang sangat jauh antara Mainaka dan Alsya. Bagaimana cara Mainaka meyakinkan semua orang, terutama Alsya kalau ia benar-benar serius?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENJEMPUT EL
Elleanore keluar dari kawasan kampus bersama Cecilia, saat gadis itu melihat mobil Victor yang sudah terparkir di depan kampus.
Lah!
"Itu mobil Victor!" Celetuk Cecilia yang sudah langsung hafal.
"Iya, Kak! Tumben disini," jawab Elleanore seraya mendekat ke mobil Victor. Cecilia tentu saja mengikuti langkah Elleanore dan ikut menyapa Victor.
"Hai, Victor!" Sapa Cecilia terlebih dahulu.
"Hai, Cecil!" Balas Victor seraya tersenyum pada Cecilia.
Cecilia ikut tersenyum dan wajah gadis itu langsung bersemu merah.
"Sedang apa disini?" Tanya Elleanore tanpa menyapa Victor.
"Jemput kamu! Disuruh Mami!" Jawab Victor malas.
Disaat bersamaan, sebuah mobil tiba-tiba berhenti di belakang mobil Victor.
Tunggu!
Bukannya itu mobil Abang Naka?
Abang Naka mau menjemput Elleanore juga?
Namun sesaat kemudian, seseorang yang keluar dari pintu kemudi malah membuat Elleanore berdecak.
"El!" Sapa Juan seraya tersenyum pada Elleanore.
"Abang Juan! Darimana? Kok bawa mobil Abang Naka?" Cecar Elleanore.
"Habis antar Naka ke airport tadi. Trus kebetulan lewat sini, jadi mau jemput kamu sekalian. Udah pulang kuliah, kan?" jelas Juan sekaligus bertanya.
Cecilia yang masih berdiri di samping Elleanore langsung berdecak dan bersedekap.
"Yang jemput sampai dua orang, El? Dasar Queen!" Bisik Cecilia dengan nada sinis dan sedikit kesal.
Elleanor sangat paham kalau sebenarnya Cecilia sedang cemburu kepadanya. Secara, Cecilia yang sepertinya naksir berat pada Victor. Dan Victor yang kelihatannya juga tertarik pada Cecilia. Apa Elleanore comblangin saja mereka berdua, ya?
"El! Kok bengong?" Tegur Juan yang langsung menyentak lamunan Elleanore.
"Eh, iya!"
"Victor, aku pulamg bareng Abang Juan saja!"
"Trus ini Kak Cecilia katanya mau ke toko buku atau kemana tadi, Kak?" Elleanore mendorong Cecilia ke arah Victor.
"Hah? Siapa yang mau ke toko buku, El?" Tanya Cecilia merasa bingung.
Perasaan Cecilia tak pernah mengatakan pada Elleanore kalau ia ingin ke toko buku.
"Tolong kamu antar, ya, Victor! Nanti sekalian kamu antar pulang Kak Cecil-nya! Jangan ditinggal jangan sampai hilang!" Cerocos Elleanore pada Victor.
"Memangnya kamu pikir aku bocah balita!" Sergah Cecilia bersungut-sungut.
"Iya, sudah! Pergi sama Victor sana! Aku mau ada urusan sama Abang Juan!" Usir Elleanore masih sambil mendorong-dorong Cecilia ke arah Victor. Lalu setelahnya Elleanore buru-buru menghampiri Juan. Elleanore mengedipkan sebelah matanya ke arah Cecilia.
"Yaudah! Aku akan mengantar Cecil saja!" Ucap Victor seraya membukakan pintu mobil untuk Cecilia.
"Makasih, ya!" Bisik Cecilia ke arah Elleanore sebelum gadis itu masuk ke dalam mobil Victor.
"Bye!" Elleanore melambaikan tangan dengan lebay ke arah mobil Victor, sebelum kemudian mobil itu melaju pergi.
"Jadi, kau mau aku antar kemana?" Tanya Juan berbasa-basi pada Elleanore.
"Langsung pulang aja, Bang! Takutnya Abang Juan masih banyak kerjaan di kantor," jawab Elleanor seraya membuka pintu mobil Abang Naka yang dibawa oleh Juan. Gadis itu langsung masuk dan meninggalkan Juan begitu saja seolah tak peduli.
"Sedang tak ada pekerjaan di kantor, El! Jadi tenang saja!" Jawab Juan santai yang sudah menyusul Elleanore masuk ke dalam mobil.
"Begitu, ya, Bang!" Elleanore tersenyum ke arah sahabat Abang Naka tersebut.
"Yaudah! Langsung anterin El pulang aja!" Lanjut Elleanore lagi sebelum kemudian gadis itu sibuk mengutak-atik ponselnya.
Ck!
Jual mahal sekali adik Naka ini!
Juan tak berhenti menggerutu dalam hati dan pria itu segera menyalakan mesin mobil lalu hendak melaju pergi, saat tiba-tiba ada seorang mahasiswi yang menyeberang tiba-tiba.
"Aduh!" Pekik Elleanore yang kepalanya terbentur dashboard mobil saat Juan mengerem mendadak. Sepertinya Elleanor belum memasang sabuk pengamannya.
"Ck! Hati-hati dong, Mbak!" Seru Juan kesal pada mahasiswi tadi yang hanya nyengir tanpa dosa.
"Maaf!" Ucapnya sebelum ngacir pergi meninggalkan mobil Juan.
Dasar menyebalkan!
"Kamu baik-baik saja, El?" Tanya Juan yang buru-buru memeriksa kepala Elleanore.
"Iya baik-baik saja, Bang! Cuma kaget tadi," jawab Elleanore masih sambil mengusap-usap keningnya yang tadi terbentur dashboard mobil.
"Coba lihat!" Juan sedikit menyibak poni Elleanore lalu memeriksa kening gadis itu. Juan juga meniupnya sesekali.
"Memar," gumam Juan merasa bersalah.
"Udah nggak apa-apa, Bang!"
"Jadi anterin El pulang , nggak?" Ujar Elleanore seraya memakai sabuk pengamannya.
"Iya, jadi! Maaf, ya!" Ucap Juan sekali lagi seraya mengusap kening Elleanore.
"Iya, udah nggak apa-apa, Bang!" Jawab Elleanore santai. Juan kembali menyalakan mesin mobil dan akhirnya melaju pergi meninggalkan kampus Elleanore.
****
Ashley baru keluar dari kelas saat gadis itu membaca pesan dari Richard.
[Sore ini jam 4 aku jemput, pakai gaun yang sopan! Kita akan bertemu Mom dan Dad] -Richard-
[Harus gaun? Boleh pakai tunik?] -Ashley-
[HARUS GAUN!!!] -Richard-
[Biasa aja, Bang direktur! Nggak usah nge-gas!] -Ashley-
Tak ada jawaban lagi dari Richard. Dasar kanebo kering!
Ashley melirik jam di tangannya dan langsung mengangguk. Ashley akan ke butik dulu dan membeli gaun, lalu baru pulang ke panti asuhan. Ashley buru-buru keluar dari kampus dan tepat saat gadis itu tiba di depan gerbang, ada taksi yang melintas.
"Taksi!" Panggil Ashley seraya melambaikan tangannya. Ashley menyeberang begitu saja tanpa sadar ada sebuah mobil yang hendak lewat di depannya. Mobil mengerem mendadak, dan Ashley ikut kaget.
"Hati-hati, Mbak!" Omel pengemudi mobil yang sepertinya kesal pada Ashley yang menyeberang sembarangan.
"Maaf!" Ashley hanya myengir tanpa disa dan lanjut menyeberang jalan, lalu naik taksi dan segera pergi ke butik. Ashley akan menghamburkan uang Richard untuk membeli gaun mahal.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.
GMN HAMIL ASHLEY, APA KEMBAR JUGA