“Bodoh! Kamu udah siap apa?” tanya seorang anak laki-laki berumur delapan tahun yang telah menyelamatkan anak perempuan berumur enam tahun yang hampir tenggelam di sungai persawahan
“siap apa?” tanya anak perempuan tersebut yang hampir tenggelam tadi
“siap di kubur” balas si laki-laki sembari menjitak anak perempuan tersebut
“ngga ada satupun yang aku kuasai. Baik mata pelajaran maupun olahraga. Aku Cuma ingin berusaha” kata anak perempuan tersebut sembari mengusap handuk yang sengaja ia bawa dari rumah
“udah sore, ayo aku antar pulang” kata laki-laki tersebut lalu menggendong anak perempuan yang diselamatkannya tadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayusyah putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
5 C
Malamnya, di dalam kamar.
“apa kamu benar-benar ingin membuat kita repot dengan ulang tahunmu?” tanya livi semabri menatap layar komputernya
“repot? Aku bertindak seperti itu karena ayah ingin melakukannya. Ini tidak seperti aku mirip anak kecil” kata felisa
“lalu seperti apa pesta ulang tahun yang kamu inginkan?” tanya livi sembari mengetik
“pesta yang hangat?” kata felisa
“jelaskan.. jadi katakan seperti apa itu?” tanya livi
“suamiku muncul tiba-tiba dengan berpakaian menarik dan membawa seratus mawar. Sambil berkata surprise. Dan makan malam di restauran dengan pemandangan malam yang mengagumkan. Lalu kak livi menyalakan lilin di kue ulang tahunku serta kak livi dengan manis menyanyikan lagu Happy Birthday padaku. Bukankah itu keren” kata felisa
“yeah, bermimpi itu adalah hal yang baik. Tapi apa yang harus ku lakukan? Aku ada lemburan kerja pada hari itu” kata livi
“aku tahu, jadi perkataanku tadi hanya untuk menghiburku saja. Besok aku akan pulang kampung sendiri, aku mengatakannya karena kak livi suamiku. Di ijinin ngga?” tanya felisa
“jangan pake bis, minta pak didik mengantar” kata livi
“iya makasih udah ijinin. tapi aku lebih nyaman pake kereta. Sekarang aku tidur dulu yah, kak livi juga tidur. jangan tidur kemalaman” kata felisa membaringkan tubuhnya dan menyelimuti dirinya.
Diam-diam livi searching google menuliskan restauran dengan pemandangan yang indah
***
sehari setelah felisa pulang kampung.
"kak liv, mandi dan bercukurlah. meski ini hari minggu, kau terlihat berantakan" komen felisa
lama tidak keluar kamar mandi, felisa dengan sengaja masuk ke dalam. dilihat nya livi sedang melamun di depan cermin sembari memegang sikat dan pasta gigi.
"sudah ku bilang tekan bagian ujung" omel felisa lalu felisa keluar
beberapa menit kemudian livi keluar kamar mandi dengan rambut masih basah.
"kering kan rambut di kamar mandi. jangan buat rambut rontok kak livi berserakan di kasur" omel felisa lagi
kemudian livi masuk ke dalam kamar mandi lagi mengambil hair dryer.
lalu tukk.. kaki livi menabrak dinding kamar mandi membuyarkan lamunannya.
hanya bayangan ku saja ternyata... bisik livi ia merindukan felisa.
*****
kantor D. C. “kamu mau ijin sehari pada tanggal tujuh belas? Itu hari deadline perencanaan kelompok tim kita. Jangan hari itu, tidak ada yang sekompeten kamu saat presentasi. Kalo nanti ada yang protes gimana? Kelompok ngga bisa jawab? Semua yang tertulis dalam laporan kan ide kamu semua” kata pak fajar
“tapi saya ada sesuatu yang mendesak hari itu” kata livi
“tidak bisa. Kamu tidak boleh libur pada hari itu” kata pak fajar dengan tegas menolak
Kemudian livi mendatangi desi. “kamu mau menggantikanku presentasi tanggal tujuh belas nanti?” tanya livi
“kenapa? Ada acara dengan istrimu yah? Sebenarnya aku mau, tapi aku abis patah hati. Tau kamu udah menikah. Jadi aku ngga akan mau menggantikan presentasimu” kata desi lalu pergi
Kemudian livi berjalan ke arah haris. “kamu mau menggantikanku presentasi tanggal tujuh belas nanti?” tanya livi
“ah, aku masih ada tugas lain dari pak fajar. Juga aku tidak tahu kapan aku bisa menyelesaikannya. Kalau ditambah harus membaca makalah presentasimu bukankah mebuat bebanku bertambah?” kata haris menolak dan livi menghela nafas panjang
“katakan tugas apa itu?” tanya livi, kemudian ia semalaman mengetik tugas milik haris. Sedangkan haris menghafalkan makalah yang harusnya dipresentasikan livi sembari sesekali bertanya pada livi.
Awas saja kalian yang menganggap remeh aku... saat aku naik jabatan, akan aku kasih banyak tugas melebihi tugas kalian padaku... bisik livi
@#$%^&*7
tapi akhirnya bahagia ya thor
ko lisa ninggalin livi aku sedih mereka berpisah meski ga berantem mungkin lisa ga kuat hidup d lingkungan orkay yg serba apa2 uang soal lukisan orng d beli d atas namakan lisa itu aku juga kecewa mamerin karya tp karya orng aku ngerti perasaan lisa
lisa kynya pergi cmn buat bikin livi sadar kalo yg dia lakuin (bunuh orang) itu salah
dn livi salah malah suruh lisa terima itu
semangat thor d tunggu lisa ma kak livinya 😘😘😘😘😘
up up up semangt kk San
penasaran aku kk😊
Semangat skripsi nya kk San... Ditunggu up nya😊😊😘😘