NovelToon NovelToon
Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.7
Nama Author: Hamiya Muminah

CERITANYA DIJAMIN SERU, LUCU, ROMANTIS, UWU, N BIKIN BAPER!


Nadira Khansa Salsabila. Atau biasa dipanggil Dira.
Tidak pernah terpikir di benaknya harus menuruti kemauan kedua orang tuanya untuk menikah di usianya yang masih 18 tahun!
Ya, di saat sedang antusias-antusiasnya karena memasuki bangku kuliah, tiba-tiba saja dia dipaksa menuruti kemauan orang tua nya untuk menikah dengan Muhammad Fahri.
Fahri merupakan sahabat sang kakak di waktu kuliah.
Dira tidak sadar, kalau sebenarnya awal perkenalannya dengan Fahri adalah sebuah skenario kedua orang tua nya dan sang kakak, Adit. Yang sudah sejak lama memang merencanakan menjodohkan Dira dan sahabat kakak nya itu.
Tidak sulit untuk Fahri jatuh cinta pada Dira yang cantik, supel, dan ceria.
Namun kebalikannya, Dira justru merasa perjodohannya dengan Fahri merupakan awal malapetaka baginya. Dia yang baru saja memasuki bangku kuliah, dan ingin merasakan kebebasan menjadi mahasiwi. Masih ingin menikmati jalan-jalan bareng teman-temannya, berlama-lama di salon, shopping, atau sekedar flirthing cowok-cowok keren di kampusnya. Malah harus terikat dengan sebuah pernikahan dengan lelaki yang tidak dicintainya, dan itu artinya, masa-masa mudanya akan terenggut oleh belenggu pernikahan yang sama sekali tak diinginkannya! OMG!
Karena sesungguhnya, dibalik semua itu, ada suatu alasan sehingga kedua orang tua nya menikahkan Dira di usianya yang masih sangat belia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamiya Muminah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

"Alhamdulillah... Ya Allahh...! Maa, Paa, Mas Aditt...! Dira luluusss...!" Dira berteriak nyaring sambil jingkrak-jingkrakan di depan laptopnya.

Nggak lama kemudian, Mama, Papa, dan Adit bergegas menghampirinya di ruang tengah.

"Alhamdulillah ya Allah... Selamat yaa Sayang," ucap Mama terharu.

"Selamat ya Nak. Papa bangga sama kamu," sambung Papa sambil mengelus pucuk kepala Dira.

Saat ini jam di dinding menunjukkan pukul 20.03 WIB .

"Ciyeeee, selamattt yaa cantikku. Mas yakin kalo kamu tuh hebat," timpal Adit.

"Makasiiihhh semuanyaa," balas Dira terharu sambil memeluk mereka semua erat.

"Dira yakin, ini semua juga berkat doa kalian..."

*****

Dira kembali ke kamarnya. Dia buru-buru menelepon sang sahabat.

Saat sudah terdengar nada sambung, dan telepon diangkat...

"Diraaaaa...! Oh My God, Ya Allahhh...! Gue seneng banget Diiirrrr...! Gue luluusss, gue luluussss...!" suara pekikan yang sangat nyaring langsung menyapa telinga Dira. Busyet, budeg bisa-bisa kupingnya.

"Iyaaa...! Tapi kira-kira dong lo. Budeg nih nanti kuping gue,"

"Iyaa, alhamdulillah yaa Sii. Kita bisa lulus bareng-bareng. Itu artinyaaa, impian kita untuk kuliah di tempat yang sama, akan segera terwujud...!"

"Iya bener banget honey. Akhirnya perjuangan kita nggak sia-sia ya,"

"He-eh,"

"Jangan lupa ya, nanti daftar ulangnya juga harus bareng,"

"Pastinyaa lah,"

*****

Hari-hari selanjutnya, Dira disibukkan dengan mempersiapkan segala berkas yang harus dibawa saat daftar ulang nanti.

"Ya, halo Si." dia mengangkat telepon dari sahabatnya. "Iya jadi nanti hari Rabu, kita ketemuan di kampus aja ya. Lo bawa mobil sendiri kan? Iya... Paling gue dianter Papa. Hmm, sip sip... Oke Sii, bye"

Dira berlari pelan menuruni anak tangga.

Ya, siang ini tampak sepi seperti biasanya. Karena Papa dan Adit sedang kerja seperti biasa. Hanya ada Mama dan Bik Iroh di rumah.

Dia berjalan ke arah dapur. Tangannya meraih gagang lemari es. Mengambil sekotak jus mangga, dan sebungkus besar potato chips. Dan membawanya ke meja makan.

Dia-pun mulai meneguk perlahan jus hasil jarahannya. Dan mencemili potato chips itu.

"Dir," tiba-tiba Mama melintas di hadapannya.

"Hmm?" Dira menoleh ke arah mamanya.

"Tolong teleponin Adit dong... Bilang, ada pesen dari Mama. Nanti pulangnya mampir beliin martabak manis kesukaan Mama. Gitu,"

"Hmm, iya..."

"Jangan lupa ya..."

"Iyaa... Iihh, Mama nih kayak orang ngidam aja,"

Mama cekikikan.

*****

Hari Rabu, pagi pukul 07.15 WIB.

Dira sudah berada di dalam mobil Papa. Papa memacu mobilnya dengan kecepatan sedang. Melintasi jalanan ibu kota yang tampak ramai dan padat seperti biasanya.

Namun untunglah kondisi lalu lintas tidak terlalu macet pagi itu.

"Dir, nanti Papa tinggal gak papa kan? Kamu pulangnya bareng Sisi kan...?"

"Iyaa Paa,"

"Soalnya jam setengah 10 nanti juga Papa ada janji dengan client yang mau menandatangani kontrak,"

Dira mengangguk-anggukan kepala.

"Hmm... Papa gak menyangka. Gadis kecil Papa sebentar lagi sudah mau menjadi seorang mahasiswi," tiba-tiba Papa melow.

"Iihh, Papa... Kok jadi melow gitu sihh? Dira kan jadi ikutan sedih..." entah kenapa, tiba-tiba mata Dira menjadi berkaca-kaca mendengar ucapan papanya barusan.

Papa tersenyum kecil. "Itulah kehidupan Sayang. Rasanya baru kemarin Papa gendong-gendong kamu. Sekarang, kamu sudah mau menjadi mahasiswi. Setelah lulus, kamu akan mengejar karir impianmu. Lalu, mungkin ada seorang lelaki baik datang, dan melamar kamu... Dan itu artinya, Mama dan Papa harus siap melepas kamu..." nada suara Papa seolah tak mampu membendung kesedihannya.

Mata Dira semakin berkaca-kaca, "Iihh, Papa apaan sihh...? Kok ngomongnya jadi makin jauh gitu...? Segala ngomongin nikah... Ini juga baru mau masuk kuliah Paa... Ngomongnya udah jauh banget kesanaa,"

Lagi-lagi Papa tersenyum kecil, "Kita tidak akan pernah tau takdir ke depannya, Sayang,"

Dira tidak mau menanggapi ucapan papanya lagi. "Eh, Pa, Pa. Udah fokus nyetirnya. Tuh kampusnya di depan situ. Ntar kelewat lagi," tunjuk Dira.

1
Wirda Wati
kasihan alif
Wirda Wati
lanjuut...
penasaran
Wirda Wati
kayaknya Fahri suka dg dira
Wirda Wati
visualnya thort...
penasaran
Wirda Wati
😂😂
Wirda Wati
masa paling indah masa sma
Wirda Wati
keluarga cemara
Wirda Wati
mampir thort
Panta Jhoni Panta Wsl
next
Riskiya ahmad
dasar pelakor keganjenan ga tau suami org main embat aja,dasar jahat
Ipti Rokhah
wah si fahri calonnya dira ni💗💗
Ipti Rokhah
senangnya puny kurarga bahagia
Ipti Rokhah
mengimak dulu
Ipti Rokhah
mengimak dulu ya thorr
Eni Trisnawati Mmhe Winvan
waduuuuh lama banget MP nya berhasil belah duren 😁😁😁😁
Eni Trisnawati Mmhe Winvan
iiih gak papa xaliiiii di ajak makan siang
Eni Trisnawati Mmhe Winvan
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
Eni Trisnawati Mmhe Winvan
semangat author 💪💪🏼
Eni Trisnawati Mmhe Winvan
aku hadiiiiiirrrr thor
ririn
ulhgkglhkglvkhlv
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!