Belum selesai Revisi
Bagaimana rasanya jika dijodohkan dengan orang yang tidak kita Cintai? Bisakah Kita menerima perjodohan dengan menunggu kepastian masa lalu yang menghilang tanpa kabar?
Siapakah yang akan Muti pilih? Renald atau Rizky?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perasaanku tidak sekuat itu
Yunda dan Renald kini duduk berdua di Restoran tempat mereka janjian, sejak Renald datang dia hanya diam saja, Setelah lama mereka terdiam Yunda mencoba untuk membuka pembicaraan.
"Aku fikir ka' Renald lupa kalau kita janjiyan disini?" Yunda tersenyum.
"Enggak... hanya saja tadi ada salah satu karyawanku yg jatuh pingsan, Aku mengantarnya ke rumah sakit."
Yunda tersenyum lalu memanggil pelayan Restoran itu untuk memesan makanan.
"Ka' Renald mau pesan apa?" Ucap Yunda setelah pelayan Restoran memberikan buku menu pada mereka berdua.
"Escargot minumannya calvados." Ucap Renald datar.
"Baiklah."
lalu Yunda memesannya dan memesan makanan untuk dirinya sendiri, Yunda menatap Renald yang tidak seperti biasanya, Renald lebih banyak diam dan tidak bicara jika Yunda tidak mengajaknya bicara, dan sikapnya lebih dingin dari biasanya.
Setelah pesanan datang, kini mereka makan dengan tanpa suara, sambil sesekali Yunda menatap Renald.
"Aku langsung kembali ke kantor, maaf aku tidak bisa mengantarmu, karna setelah ini aku masih ada meting." Ucap Renald setelah menghabiskan makanannya.
"nggak apa apa ka', aku bisa pulang sendiri." Yunda tersenyum canggung.
"Aku duluan." Renald berdiri dan langsung keluar dari restoran itu, sedangkan Yunda menatap punggung Renald sendu.
"Salahkah aku jika mencintaimu ka'?"
Yunda memang menyukai Renald sejak dulu, tapi Renald tak pernah sekalipun memandangnya, karna Renald hanya mencintai Muti, dan Muti adalah segalanya bagi Renald.
"Aku tidak ingin menusuk Muti dari belakang, tapi salahkah aku jika aku mengejar orang yang ku cintai, karna Muti juga sudah milik orang lain."
"Maafkan aku Muti, maafkan aku, kali ini aku harus egois, aku tidak akan membiarkanmu untuk bertemu dengan ka' Renald, karna ka' Renald harus menjadi milikku, sudah cukup selama ini aku mengalah, tapi sekarang tidak lagi, aku akan mengejar cintaku dan tidak ada satu orangpun yang boleh menghalanginya, termasuk kamu." Batin Yunda sambil tersenyum sendu.
*******
Sieeeeyyyyttttt....
Muti membuka pintu ruang rawat suaminya, dan betapa bahagianya hati Muti karna melihat suaminya yg sudah sadar.
"Mas sudah sadar?" Muti tersenyum sambil mendekat ke arah ranjang pasien.
Rizky tersenyum juga sambil menganggukkan kepalanya.
"Apa kata dokter nak?" Tanya Bunda Rizky pada Muti, setelah Muti berdiri di samping ranjang Rizky.
"Mas Rizky.... " Muti menggantung kalimatnya sambil menatap Rizky sendu.
"Aku sudah tau, kau tidak perlu menatapku seperti itu, seolah-olah aku akan Mati saja." Ucap Rizky tersenyum.
"Tapi Mas.... "
"Aku tidak perlu di kasihani, aku yakin aku akan sembuh." potong Rizky.
Rizky merasa, Muti baik karna hanya mengasihani Rizky saja, dan Rizky tidak mau di kasihani oleh Muti, yg Rizky mau Muti menyayanginya bukan karna kasihan tapi tulus dari lubuk hati Muti.
"Memangnya kau sakit apa nak?" Tanya Bunda Rizky, yang penasaran karna menatap menantunya seperti orang yang lagi sedih.
"Sakit Jantung Bun." Ucap Rizky
"Astagfirullah.... " Ucap Bunda dan Ayahnya Rizky bersamaan.
"Kenapa kamu nggak cerita sama Bunda Nak...?" Bunda Rizky berbicara sambil menangis menatap putranya yg lagi tersenyum di tengah sakitnya.
"Sudahlah Bun... Rizky akan sembuh kok, Bunda nggak perlu khawatir." Rizky mengusap air mata Bundanya yg terus saja mengalir tanpa permisi.
"Bagaimana Bunda nggak khawatir, ini bukan penyakit yg sepele nak." Bunda Rizky memegang tangan putranya yg sedang mengusap air matanya.
"Rizky, Ayah percaya kau lelaki yang kuat, kau tidak perlu capek-capek bekerja, jika kau ingin bekerja, kembalilah ke perusahaan Ayah." Ucap Ayah Rizky.
..."Apa aku kembali ke perusahaan Ayah saja, Aku tidak akan betah bekerja dengan Tuan Renald, perasaanku tidak se kuat itu, aku tidak akan mampu melihat orang yg dicintai oleh istriku setiap saat." Renald membatin....
"Nanti akan Rizky fikirkan Yah... " Ucap Rizky tersenyum, sedangkan Muti hanya diam saja mendengarkan obrolan mereka.
🍁🍁🍁🍁🍁
Bersambung...
Semoga aja yg berkenan mampir betah,,, Aku nggak minta vote cukup like aja... karna karyaku masih berantakan, ada yg berkenan baca aja udah Alhamdulillah...
sukses
semngat
mksh
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa