Xiao Yuan berpindah ke dalam sebuah novel kesukaannya sendiri. Akan tetapi, dalam cerita aslinya ia telah ditakdirkan sebagai seorang penjahat dan pengacau dunia.
Namun, hal ini tidaklah semudah membaca dalam naskah aslinya.
Xiao Yuan merubah seluruh naskahnya sehingga ia pun dikenal sebagai protagonis yang akan menyelamatkan dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Huacheng Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter. 12 - Kehilangan Tubuh Asli
Saat keduanya telah berjalan cukup jauh dari tempat mereka bertemu, Xiao Qing Xuan mendadak berhenti dan bersandar pada salah satu pohon yang berada di dekatnya.
Hawa kebencian yang membuat dantiannya menghitam, membuat Xiao Qing Xuan menjadi sasaran empuk bagi para arwah tanpa tubuh yang ada di sekitarnya. Jika ia tidak waspada, mungkin saja dia sudah diserbu oleh arwah kebencian yang berusaha untuk merasuki tubuhnya sama seperti saat ia berada di dalam lubang mayat.
Sambil memegangi dadanya yang terasa panas, beberapa garis hitam muncul pada permukaan kulitnya bahkan sampai mengenai wajahnya. Garis hitam itu muncul karena hawa kebencian yang ingin menguasai pikirannya.
”Ada apa saudara Xuan?” tanya Jin Quanyao saat ia melihat Xiao Qing Xuan yang tampak menahan sakit dalam dirinya.
Dengan nafas yang terdengar terengah-engah, Xiao Qing Xuan menatap ke arah Jin Quanyao dengan lesu. ”Kau temui saja Ayahmu lebih dulu. Aku akan menyusul nanti.” celetuk Xiao Qing Xuan yang langsung berlari pergi meninggalkan tempat tersebut.
Awalnya Jin Quanyao ingin mengejarnya namun, karena ia tidak lagi melihat Xiao Qing Xuan sedang berlari di depannya. Ia pun akhirnya menghentikan langkahnya dengan wajah yang tampaknya sedang menduga sesuatu.
”Garis hitam tidak beraturan yang muncul di tubuh saudara Xuan, mirip sekali dengan seseorang yang telah dirasuki hawa kebencian sama seperti yang pernah Ayah katakan. Apakah lubang mayat itu telah merasuki saudara Xuan hingga membuatnya seperti itu?” pikir Jin Quanyao yang memperhatikan.
Sementara ini, Xiao Qing Xuan yang telah pergi menjauh dari Jin Quanyao dan memutuskan untuk berhenti di depan sebuah sungai. Ia terduduk di depan sungai tersebut dan mencuci wajahnya dengan tangan yang gemetar hebat.
”Haah,... Kenapa jadi seperti ini? Sepertinya aku benar-benar merusak jalan ceritanya. Kira-kira berapa tahun lagi aku akan hidup di sini? Mungkinkah cerita ini akan berakhir dalam beberapa bab saja?” gumam Xiao Qing Xuan sambil memandangi wajahnya di atas permukaan sungai.
Sudahlah,... Lagipula semua ini sudah terlambat. Mereka yang berasal dari aliran putih pasti akan menolak keberadaan ku jika aku mengatakan hal yang sebenarnya. Apa yang bisa aku lakukan selain kembali ke kediaman keluarga Xiao.
Sesaat setelahnya, ia akhirnya berjalan kembali menuju Sekte yang mungkin saja sudah menjadi medan pertarungan. Dengan munculnya murid-murid sekte puncak Donqiong di sekitar mereka, pastilah mereka semua telah bergerak untuk menyerang Sekte Pedang Beracun.
Saat ia sedang berjalan dengan setengah dari kesadarannya, tiba-tiba jiwanya terlempar keluar dari tubuhnya dan sesosok arwah tanpa tubuh, telah berhasil merasuki dirinya.
”A~ apa yang terjadi? Mengapa aku menjadi dua?!” batin Xiao Qing Xuan yang merasa heran setelah ia melihat sebuah tali biru yang muncul dari belakang punggung keduanya yang menghubungkannya langsung dengan tubuh aslinya.
Tidak lama setelah keduanya terdiam. Tubuh aslinya yang telah dirasuki oleh sesosok arwah menoleh ke belakang dengan tatapan dingin yang dipenuhi dengan rasa dendam.
”Kau adalah Qing Xuan anak dari Lian Lei dan Mu'an Qing?” tubuhnya itu bertanya dan berhasil membuat Xiao Qing Xuan yang asli menjadi sangat bingung. Ia seolah-olah sedang berimajinasi dan berbicara dengan dirinya sendiri.
”Siapa wanita yang bernama Mu'an Qing itu?” batin Xiao Qing Xuan yang merasa terheran saat mendengarnya. ”... Kau ini siapa? Mengapa kau seenaknya saja merasuki tubuhku?!” tanya Xiao Qing Xuan sambil menatapnya dengan serius.
”Aku pinjam tubuhmu sebentar.” celetuk arwah tersebut.
”Untuk apa? Kau bahkan tidak meminta persetujuan dariku!” ketus Xiao Qing Xuan yang mulai kesal dengan arwah yang sedang merasuki tubuhnya.
Arwah tersebut menjawab dengan dingin, ”Untuk memberi pelajaran pada orang yang telah membunuhku.” ucapnya yang langsung menghilang dari tempatnya berdiri dan membuat Xiao Qing Xuan tampak panik karena ia baru saja kehilangan tubuhnya.
”Apa yang harus aku lakukan sekarang?” gumam Xiao Qing Xuan yang diam tidak berekspresi sambil melihat tali arwah miliknya sedang berguncang hebat.
Tali yang menghubungkan antara ruh dengan tubuh aslinya adalah tali arwah yang tidak boleh diputus oleh siapapun. Jika saja seseorang memutuskan tali tersebut, bisa-bisa Xiao Qing Xuan tidak akan bisa kembali ke tubuh aslinya dan ia akan selamanya menjadi hantu yang tidak bisa dilihat oleh siapapun.
”Kurang ajar! Dia ingin membuatku mati dua kali?!”
Sementara ini, hal yang berbeda sedang dialami oleh Liu Zhang Chen yang masih terfokus pada liontin giok miliknya yang baru saja menghilang dari tangannya. Ia tampak kelelahan karena sempat melawan murid-murid Sekte Puncak Donqiong yang sengaja mendatanginya. Sejak awal ia sudah menduga akan datangnya pengikut sekte puncak Donqiong dan karena itulah ia sengaja menjatuhkan diri dari atas jurang dan memanipulasi kematiannya. Namun, ia benar-benar tidak menduga bahwa Sekte Puncak Donqiong akan menghancurkan Sekte mereka.
”Cih! Mereka benar-benar membuat kami terdesak! Sebenarnya apa yang mereka inginkan?!” batin Liu Zhang Chen sambil bertahan pada sebilah pedang yang menancap di tanah.
Tujuh puluh pasukan yang dipimpin oleh Wu Lan, mengepung pergerakan Liu Zhang Chen yang tampaknya telah terpojok oleh mereka semua. Pedang miliknya retak dan ia memiliki darah kering di sudut bibirnya. Wajahnya tampak kesal karena luka di seluruh tubuhnya.
”Anak kemarin sore, apakah saat ini dia juga seperti ini? Mungkinkah dia sudah terbunuh oleh mereka?” pikir Liu Zhang Chen sambil memegangi bahunya yang tampak terluka.
”Guru besar Chen, aku tak menyangka kita bertemu lagi. Ini adalah pertama kalinya aku melihatmu terpojok seperti ini. Kenapa kau tidak menyusul temanmu yang ada di lembah pemakaman jika kau memang teman dekatnya?” tanya Wu Lan dengan senyum seringai yang tidak lepas darinya.
Liu Zhang Chen menggertakan giginya dan mencabut pedangnya kembali. Ia mencengkram pedangnya dengan sangat kuat dan menatap seluruh pasukan ini dengan alis berkerut.
”Kenapa bukan kalian saja? Aku yakin yang Xuan Ying inginkan hanyalah nyawa kalian.” ketus Liu Zhang Chen sambil mengangkat pedangnya kembali.
Wu Lan tersenyum sinis seolah ia sedang menyimpan sebuah rahasia yang tidak bisa diduga olehnya.
”Jiwanya telah lenyap tanpa jejak dan orang mati tidak akan pernah bisa dibangkitkan kembali maupun merasuki orang lain. Xuan Ying yang kau kenal, hanyalah Iblis yang menyamar!” ucap Wu Lan yang langsung bergerak cepat ke arah Liu Zhang Chen sambil mengarahkan sebuah pedang di atas kepalanya.
Saat pedang hampir saja membelah kepalanya, sebuah bayangan hitam muncul dan bayangan tersebut langsung menendang kepala Wu Lan hingga membuatnya terhempas jauh darinya.
Melihat kedatangan seorang anak laki-laki di hadapannya, membuat Liu Zhang Chen merasa sangat terkejut dan merasa direndahkan oleh seorang anak laki-laki yang telah repot untuk menyelamatkannya padahal ia sendiri bisa menghindarinya dengan mudah.
”Guru besar Chen! Apakah kau menganggap ku ini tidak ada?” ucap anak laki-laki tersebut dan suaranya terdengar sangat familiar di telinga Liu Zhang Chen.
”Suara ini, mirip sekali dengan anak kemarin sore akan tetapi, hawa kekuatan spiritual miliknya sangat berbeda dengan biasanya. Anak ini, sedang dirasuki arwah yang dipenuhi kebencian. Qing Xuan, apa yang terjadi padamu?!” batin Liu Zhang Chen yang memperhatikannya dari belakang.
semoga di karya yang baru endingnya tidak gantung lagi