NovelToon NovelToon
Loving You

Loving You

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 5
Nama Author: Anny Djumadi

Kisah dimulai dari Aylin yang dari SMP jatuh cinta kepada Jayden, teman mainnya saat kecil.
Tapi Jayden selalu menghindari dan menjauhinya.
Aylin yang selalu percaya dan berharap suatu saat Jayden akan membalas cintanya.

Sampai suatu hari saat perjalanan hidup dan takdir merubah Aylin, yang hilang rasa percaya dan harapannya untuk mendapatkan cinta Jayden lagi.

Perjalanan yang telah merubah kehidupan Aylin, juga akhirnya merubah banyak sifat Aylin saat dewasa.
Akankah cinta Aylin berubah dan berpindah ke yang lain?

Buat yang penasaran, ayo dibaca cerita cinta yang romantis dan dibumbui komedi ini.

Selamat membaca dan semoga terhibur

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anny Djumadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Disana membenci, disini merindu

Pulang dari kuliah Jayden diam di kamar kosnya, dan tidak kemana-mana, padahal hari ini hari Sabtu. Teman kosnya Iwan sudah hilang sejak tadi, mungkin sedang ngapelin pacarnya.

Jayden duduk di meja belajar, tapi tidak mengerjakan apapun. Laptopnya juga dalam keadaan off. Dari tadi dia memainkan pen di tangannya, kadang diputar-putar, kadang dipandangnya begitu lama.

Kali ini tidak diputar lagi, dia memandang pen pemberian Aylin yang berwarna silver itu. Hatinya terasa hampa, dia merasa sudah begitu lama tidak melihat Aylin.

"Entah bagaimana keadaanya sekarang", pikir Jayden dalam hati.

Waktu di Jakarta, dia selalu ke tempat yang suka didatangi Aylin dan berharap bisa bertemu dengan Aylin. Tapi harapan tinggal harapan, dia tidak pernah bertemu sekalipun.

Dulu Aylin sering muncul di depannya, tapi dia tidak pernah menghargai saat itu, sekarang mendadak hilang tanpa jejak, barulah dia merasa kehilangan.

Jayden menatap kembali pen pemberian Aylin. Ada lambang Transformer.

"Huh, dia pikir aku anak kecil", keluh Jayden.

Memang waktu kecil Jayden sangat suka dengan tokoh Transformer, ternyata Aylin masih mengingatnya.

Aylin menghadiahkan padanya, saat dia mau kuliah di sini. Terbayang terus olehnya mata Aylin yang berkaca-kaca saat perpisahan mereka, itulah terakhir kali dia melihat Aylin.

"Ah, gue memang jahat, sudah mau pergi juga masih menyakiti hatinya.Bagaimana keadaan Aylin sekarang ya? apakah sudah bertambah dewasa, atau masih imut kaya dulu." Jayden langsung terbayang wajah Aylin yang cantik seperti boneka.

Jayden saat ini memang jalan dengan Maya, entah statusnya apa Jaydenpun tidak tahu. Dulu waktu Aylin sering mendekatinya dia buru-buru mendekati Maya, untuk menghilangkan Aylin dari pikirannya.

Kalau dipikir-pikir dia memang jahat sama Aylin dan waktu itu cara berpikirnya juga sempit.

Semakin lama rasanya semakin hambar dengan Maya, bahkan sudah hampir sebulan mereka tidak jalan berdua, paling sebatas mengantar Maya pulang ke tempat kos Maya. Mereka satu tempat kuliah, tapi berbeda jurusan. Jayden mengambil bidang teknik, sedangkan Maya di Accounting.

Dia mengantar Maya pulang, itupun karena dia tidak enak hati, arah kosnya,melewati kosnya Maya.

Jadi sudah seperti kewajibannnya untuk mengantar Maya pulang, kalau jam pulang kuliahnya sama.

Karena berbeda jurusan, sekarang Jayden jarang berdiskusi soal pelajaran dengan Maya, tidak seperti dulu waktu SMA.

Mereka sering berdiskusi soal pelajaran bersama, karena otak Maya lumayan encer dan pengetahuannya cukup luas, jadi Jayden yang suka pengetahuan suka berdiskusi dengan Maya.

Tadi Maya sempat mengajaknya nonton bioskop, tapi Jayden menolak dengan alasan sedang ngantuk karena semalam bergadang main game.

Jayden menganjurkan Maya untuk nonton bersama temannya saja. Maya hanya mengangguk dan tidak mengajukan protes, padahal Jayden mulai sering menolak ajakan Maya untuk pergi bersama akhir-akhir ini.

Maya sudah menganggap Jayden pacarnya, walaupun Jayden tidak pernah menyatakan cinta.

Bahkan Maya kadang bingung juga dengan status hubungannya dengan Jayden karena Jayden tidak pernah menjanjikan apa-apa.

Jayden memang orangnya pendiam dan tidak pernah banyak bicara. Ekspresinya pun cuek, dingin, dan jarang tersenyum . Tapi selama ini Jayden tidak pernah jalan dengan perempuan lain selain dirinya.

Lagi pula Maya sangat menyukai Jayden akhirnya Maya hanya menurut dan tidak protes, karena dia takut Jayden malah menjauhinya. Dia belum siap untuk itu. Jadi dia mengambil sikap sabar, mengalah dan hanya menuruti Jayden.

Kalau mereka pulang jam yang sama Jayden selalu mengantar Maya pulang dulu ke kos.

Kadang sebelum sampai ke kos nya, mereka makan dulu.

Tapi akhir-akhir ini mereka sudah jarang makan berdua, Maya langsung diantar sampai ke tempat kos.

Maya tidak berani bertanya pada Jayden, dia takut Jayden putus hubungan dengannya.Dia harus cukup puas dengan hubungan mereka saat ini. Setidaknya Jayden masih cukup perhatian padanya dibandingkan kepada teman yang lain.

Maya juga tahu banyak cewek di kampusnya yang sering memandang iri padanya, karena dia bisa dekat dengan Jayden.

Maya jadi teringat dengan adik kelas mereka yang cantik itu, kalau tidak salah namanya Aylin.

Dia masih ingat Aylin sering mendekati Jayden, kalau tidak salah Aylin adalah teman main Jayden waktu kecil dan rumahnya juga dekat dengan Jayden.

Maya masih ingat terakhir mereka makan bersama, Jayden sikapnya ketus dan dingin pada Aylin, adik kelasnya itu. Tapi Aylin kelihatan sekali sangat memuja dan mengidolakan Jayden.

Maya sering melihat Aylin datang menonton permainan basket Jayden dan teman-temannya.

Maya kadang bingung dengan Jayden, dengan perempuan yang cantik seperti Aylin saja, Jayden tidak perduli.

Padahal banyak juga teman-teman sekelas mereka yang tertarik dengan Aylin.Termasuk Denny yang juga tidak kalah ganteng dengan Jayden.

Kalau ada teman sekelasnya yang menanyakan mengenai Aylin ke Jayden, Jayden tidak begitu mau menjawab, bahkan jawabannya singkat dan ketus. Terhadap temannya Denny yang lumayan akrab saja, Jayden tidak mau membantu. Alasan Jayden cuman satu, Aylin masih terlalu kecil.

Menurut Maya umur segitu zaman sekarang ini syah-syah saja berpacaran. Yang Maya tahu teman yang selalu bersama Aylin itu, juga sudah punya pacar. Bahkan pacarnya teman sekelas mereka, Dimas.

Maya pinter dalam bergaul, temannya juga banyak, jadi beritanya lumayan lengkap. Cuman di depan Jayden dia menjadi diam dan tak berkutik, bahkan sering salah tingkah.

"Huh dasar kolot", keluh Maya. Bahkan Maya yang sering berjalan berdua saja, jarang ada kontak fisik dengan Jayden, boro-boro dicium, digandeng saja jarang.

Padahal Maya sering membayangkan bagaimana rasanya dicium oleh Jayden yang bertampang dingin itu. Ah andai saja bisa seperti drama Korea yang dia tonton, Cowok yang dingin, tetapi begitu mencium kekasihnya bisa menjadi hangat dan romantis.

" Ah cuman ada di film doang yang kaya gitu", keluhnya kesal sendiri dengan pikirannya yang melantur kemana-mana.

Sedangkan Jayden tidak mempunyai banyak teman, dia sepertinya hidup dengan dunianya sendiri. Jayden percaya diri dan teguh pendiriannya. Pelajarannya juga hebat, sepertinya dia tidak membutuhkan bantuan siapa pun.

Jadi Jayden memang pantas seperti itu, karena kalau dilihat dari wajah, fisik, otak dan asal keluarganya.

Jayden pantas-pantas saja bersikap seperti itu, pikir Maya sambil membayangkan Jayden pujaannya.

Kalau bukan karena Maya melihat sendiri sikapnya Jayden yang dingin pada Aylin waktu terakhir mereka makan bersama, Maya masih berpikir Jayden cemburu kalau Aylin didekati cowok lain, karena Jayden menyukai Aylin.

Tetapi dalam hati Maya sangat bahagia, waktu melihat sikap Jayden yang dingin sama Aylin. Bahkan lebih memilih membela dia saat teman Aylin marah dan Jayden memilih mengantarnya pulang daripada pulang bersama Aylin yang rumahnya berdekatan, bahkan dengan alasan gak masuk akal.

"Paling tidak dia tidak harus bersaing dengan Aylin lagi", pikir Maya senang.

Sepertinya dia tertawa di atas penderitaan orang lain, tetapi dia tidak perduli, selama untuk mendapatkan Jayden, pikirannya menjadi jahatpun tidak apa-apa.

Maya kadang berpikir jangan sampai dia harus bersaing dengan Aylin untuk mendapatkan Jayden.

Maya yakin dia akan kalah telak dengan Aylin.

Aylin terlalu cantik jika dibandingkan dengan dia, Aylin juga berasal dari keluarga berada (Maya tidak tahu kalau keluarga Aylin sudah bangkrut).

Dia yang perempuan saja sangat kagum dengan kecantikan Aylin saat dulu pertama kali melihat Aylin, apalagi kalau laki-laki.

Dan bukan rahasia lagi Aylin adalah primadona di kelasnya, bahkan mungkin di sekolahnya.

Banyak laki-laki yang berusaha menarik perhatian Aylin. Tetapi Maya tidak perduli dengan semua itu, yang penting Jayden tidak termasuk di dalamnya.

Benar kata orang, dalamnya lautan bisa diukur, tapi dalamnya hati tidak ada yang tahu.

Jayden sekarang sedang tidur-tiduran di kasur,setelah bosan duduk di meja belajar. Dia sedang tidak konsen belajar, jadi percuma saja.

Matanya menerawang dan kedua tangannya dilipat untuk menyanggah kepalanya, matanya menatap langit-langit kamarnya yang berwarna putih, tapi yang terbayang wajah Aylin terus. Dia juga bingung kenapa makin hari dia makin sering rindu dengan sosok Aylin.

"Apa gue diguna-guna ya?" pikirnya sambil tersenyum sinis, menghibur dirinya sendiri.

Koq nyari Aylin susah banget, seperti nyari jarum di tumpukan Jerami.

"Pokoknya gue harus ketemuin dia", tekad Jayden dalam hati.

Ternyata Maya tidak pernah tahu isi hatinya Jayden, walaupun Maya yang paling dekat dengan Jayden, dibandingkan teman yang lain.

Bahkan Ayah dan ibunya pun tidak tahu isi hati Jayden.

Bukanlah hal yang aneh bila dibandingkan semua itu, karena Jayden yang paling parah, dia juga tidak tahu isi hatinya sendiri.

Baru sekarang dia sadar kalau dia menyukai Aylin, sesudah Aylin tiba-tiba menghilang dari kehidupannya.

Bersambung........

1
Tatik Tabayy
love jayyyyy , bnr2 gentleee
Tatik Tabayy
bsgussssss😍
Tatik Tabayy
yeyyyyy bersemiiii
Tatik Tabayy
Dari kecil sampe sekarang masih jadi super Hero kamu Lo Aylin kak Jay nya .
Tatik Tabayy
Ayo jayyyyyy , kejar itu si Aylin
Tatik Tabayy
Aduhh Aylin kenapa coba inta Deny suruh jemput , kan datang nya sama Ayah nya jaya minimal ya biar di antar Jay lah. ngga mungkin kan mlm2 suruh naik angkutan umum . Scr demy kan juga bkan siapa2 Cuma tmn biasa
Tatik Tabayy
Ayoooooo Pepet trss jay
Tatik Tabayy
Ayo jayyy , jangan nglokro dong ,.kejar trsss.si Aylin nya , keburu yang dpt Deny lohhh
Tatik Tabayy
helloo , Jay berpaling dari mu ? yang benar saja , suka aja tidak malah ber paling ckckck
Tatik Tabayy
horeeew dpt jekpot nih Jayden
Tatik Tabayy
Deny bikin keselll deh , Bikin emosi jayyy. muncak nih pasti
Tatik Tabayy
Ada aja kata2 si Deddy . tapi pas juga sehh
Tatik Tabayy
Jangan datang sama Deny lah , datang sama kak Jay Aja Lin
Tatik Tabayy
sweettttttttt , Ayokkk jayyyy kejar , Aku mendukung mu lohhh
Tatik Tabayy
biar lah , biar pada kaget2an 🤭
Tatik Tabayy
itu namanya kangen lin. ,, gpp kak jay sebener nya udah sayang sama kamu sejak lama Lo
Tatik Tabayy
Ayo dong jayyyyy , Kejar trs Si Aylin . Kata nya sebelum janur melengkung gasss trsss. tapi kok baru gini aja udah mleyhoyyyy
Tatik Tabayy
Aduhhhhhh , ke pie to. mlh dadi masalah kan 🤣
Tatik Tabayy
gassss trsss jayyy
Tatik Tabayy
love love love 😍, ayo jayyyyyy fefet trsss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!