Reinkarnasi pasti tak asing di telinga kalian, hanya saja akan asing jika kalian mengalaminya. Tidak untukku, empat kali kesempatan hidup terbuang percuma.Yang aku dapatkan hanyalah warna hitam dan putih.
Reinkarnasi mungkin sudah menjadi hal yang wajar bagiku. Klasik. TAPI KENAPA AKU BISA ADA DI TUBUH ANTAGONIS DALAM SEBUAH NOVEL!?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Estellaafseena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.13
...| Login |...
...Tanggal 21 Bulan 6 Tahun 765 Kalender Helga...
...| Location |...
...Istana...
...| Stamina anda sepenuhnya pulih dalam waktu 2 j |...
Lucifer terperanjat, sontak berdiri dari kursi. Aku melihatnya sambil mengucek-ucek mata.
"Kenapa? Ini pagi kan?" Tanyaku heran, menatap luar jendela. Benar kok.
"Kau.. benar-benar.." Lucifer menghela nafas. Aku mengernyit tak paham. Menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhku, hendak turun dari tempat tidur.
Lucifer mendekat. "Tunggu sebentar. Kau mau kemana?" Tanyanya.
"Saya ingin keluar. Badan saya rasanya sangat kaku." Aku berdiri perlahan.
...| Ledakan Kekuatan akan terjadi dalam 10s |...
...9s...
...8s...
Aku tersentak, menatap Lucifer. Dia menatapku bingung.
"Y-yang mulia, bisakah anda keluar sebentar?" Ujarku cepat, sedikit panik.
...| Ledakan Kekuatan |...
...5s...
Lucifer kebingungan. "Ada ap-"
"Saya ingin ganti baju apakah anda bisa keluar sebentar?!" Aku sedikit berteriak. Lucifer terkejut, belum selesai keterkejutannya aku mendorongnya ke arah pintu dengan cepat.
"Maaf yang mulia"
Aku bicara cepat, lalu Blam! Menutup pintu dengan keras, mengunci pintu.
...| Ledakan Kekuatan |...
...1s...
...0s...
...| Start |...
...5 menit...
Seperkian detik, jantungku berdebar kencang rasanya panas ingin meledak. Sulit bernafas. Sama persis seperti yang dikatakan Tenn.
Aku menekan bagian jantungku, untuk meminimalisir sakitnya. Percuma. Aku berjalan perlahan mendekat ke tempat tidur, namun tubuhku terjatuh. Tak tahan dengan rasa sakitnya.
"Si...alan. Awas saja.."
...| Start |...
...4 menit...
Lucifer mengetuk pintu. "Hei, kau baik-baik saja kan?" Dia bertanya.
"I-iya ten- ugh!"
Rasanya, semakin aku bertahan maka rasa sakitnya akan meningkat. Lucifer terus menerus mengetuk, terkadang dia mengetuknya dengan keras lalh menanyakan hal yang sama.
Berisik! Kenapa lima menit berasa satu jam?! Ini sangat lama. Pikirku mulai geram. Aku semakin menekan bagian jantung.
...| Start |...
...3 menit...
"Kau, buka pintunya. Ini terlalu lama" Lucifer berteriak dibalik pintu.
"Tunggu... Sebentar" Aku bersusah payah bicara, entah dia mendengar suaraku atau tidak.
Tak lama, entah kenapa ramai di luar sana. Samar ku dengar Lucifer bicara dengan orang lain. Aku berusaha berdiri, namun terjatuh lagi. "Sialan.."
...| Start |...
...2 menit...
Suara dobrakan pintu terdengar. Aku menoleh perlahan. Sialan si kampret itu, tidak bisa sabar ya?
Aku berusaha berdiri lagi, tubuhku gemetar menahan sakit. Beberapa kali terhuyung, rasanya tak ada tenaga dalam tubuhku.
Brak!
Suara pintu terbuka dengan kasar terdengar. Bersamaan dengan itu tubuhku tak kuat berdiri, lalu terhuyung kebelakang dan jatuh. Seseorang menangkap tubuhku.
...| Start |...
...1 menit...
"Pelayan! Panggil dokter kerajaan sekarang!" Teriak seseorang di belakangku. Aku mendongak, dengan nafas tersengal.
"Tunggu sebentar, mereka akan datang dengan cepat." Ujarnya lembut, suaranya gemetar.
...| Start |...
...45s...
Aku tersenyum tipis. "Kau.. benar-benar.. tidak.. sopan.. Cifer.."
Lucifer terdiam sejenak, lalu tersenyum. "Kau yang tidak sopan karena telah memanggil nama kecilku. Kira-kira apa ya hukuman yang cocok untukmu?. Sepertinya akan seru jika aku menghukum mu. Karena itu, kau harus..."
...| Start |...
...5s...
Pandanganku mulai kabur. Pendengaran ku di sekitar tak berfungsi. Aku tidak bisa mendengar apa yang diucapkan oleh Lucifer.
Seseorang mengecek nadi di pergelangan tangan ku. Aku yakin, itu dokter kerajaan. Samar namun jelas, aku melihat ekspresi Lucifer. Lalu, semua gelap, mati rasa. Aku tidak bisa merasakan apapun.
...| New System Upgrade |...
***
"Ledakan!"
Aku refleks berteriak, terbangun langsung terduduk. Orang-orang di ruangan itu langsung terperanjat kaget, panik.
"Ledakan?!"
"Ledakan?! Dimana?! Semua! Cepat kelu- eh?"
Semua melihat kearah ku. Aku berkedip beberapa kali, memeriksa tubuhku. Menghela nafas lega. "Ah.. ku kira aku akan mati. Aku lanjut tidu-"
Devian memegang kedua pundakku. "Kau baik-baik saja? Ada yang sakit? Dimana? Cepat katakan!" Dia mengguncang tubuhku.
"H-hei aku-"
"Kak! Jika kau seperti itu dia akan tambah sakit. Minggir, aku yang akan memeriksanya. Kau, ini berapa?" Alvin menambah. Menunjukkan kedua jarinya.
Aku mengernyit. "Aku bukan-"
"Bukan seperti itu, Alvin. Kau harus mengecek suhu tubuhnya, biar aku saj-"
"Anda tidak perlu repot-repot, pangeran Leo, saya yang akan mengeceknya-"
"KALIAN BANYAK BAC-" ingin sekali aku berteriak begitu. Tapi tidak bisa, itu hanya akan mengurangi pahala dan juga tenggat waktu hidupku.
Aku menghela nafas. Di ruangan ini entah kenapa sangat ramai. Aku mengabaikan perdebatan mereka.
"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Duke.
Aku menatapnya. "Saya baik-baik saja. Anda tak perlu khawatir karena saya tidak akan membuat keributan lagi." Ujarku datar, mengalihkan pandangan.
"Maaf" Duke bicara pelan. Aku mendengarnya, ku abaikan.
...| Pengertian anda terhadap Character Duke meningkat |...
...Level 2...
'Dia marah? Sepertinya aku terlalu tidak memperdulikannya. Aku ayah yang buruk.'
Aku tersenyum tipis. Duke, kau baru sadar sekarang? Kau sangat menyebalkan. Pikirku.
"Bisakah kalian diam sebentar? Dan silakan pergi dari ruangan ini" Aku bicara, semua menatapku.
"Tidak. Bagaimana kalau kau sakit lagi nanti?" Devian menolak, diikuti anggukan Alvin dan Leo.
Aku berdecak pelan. "Aku ingin berganti pakaian. Kalian masih ingin di sini?"
Mereka tersentak, gelagapan. Duke diam menatap mereka tajam.
'Anak-anak brengsek. Beraninya mereka.'
Aku menahan tawa. Ternyata Duke bisa berpikir begitu juga.
"Kalian tidak percaya? Kalau begitu panggil saja pelayan wanita kemari untuk mengawasi, kalian keluar." Ujarku.
"Turuti dia. Ayo keluar." Duke bicara dingin, melangkah keluar. Mereka merasa merinding.
"B-baiklah. Tunggu sebentar."
Akhirnya mereka bertiga ikut pergi. Aku menghela nafas lega. "Cek"
...| Information |...
...New System Upgrade...
...Akan muncul saat anda menggunakan skill...
"Harus menggunakan ya.."
Tak lama, seseorang mengetuk pintu kamar. Aku menoleh. "Iya.." jawabku.
Seorang pelayan wanita masuk. Aku sedikit terkejut. "Selamat siang Nona. Saya Karin, akan membantu Nona hari ini." Ujarnya tersenyum cerah.
Aku tersenyum. Diperlakukan seperti ini tidak buruk juga.
^^^つづく^^^
Arigato for reading~(◕ᴗ◕✿)