Seorang sang Casanova yang tidak mempercayai cinta menikahi wanita keturunan Arab,karena sebuah tanggung jawab atas perbuatannya.
Kebiasaan buruknya harus berakhir pada wanita yang bernama Azzahra.
lama kelamaan tubuh Azzahra sang istri menjadi candu bagi sang Casanova yang bernama Chris Smith,asisten sekaligus wakil CEO dari David Bryan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengapa aku selalu salah di matamu??
Chris pun membuang jasnya di sofa,lalu melempar sepatunya sembarang.
dia melonggarkan ikatan dasinya lalu duduk di sofa.
"Zahra....Ambilkan minum" perintahnya dengan sedikit berteriak
Aku yang mendengar teriakannya pun bergegas keluar kamar dan menghampirinya.
Melihat sepatunya tidak pada tempatnya,jas juga tergeletak di sofa dengan posisi hampir jatuh membuatku takut.
"Ada apa tuan,"tanyaku dengan takut.
"Ambilkan minum"ucapnya dengan nada tinggi.
Aku pun melangkahkan kaki ke dapur untuk mengambil minum.
"Ini tuan"ucapku lalu menyodorkan air pada Chris.
Aku memunguti sepatu dan mengambil jas Chris.
"Kenapa dibuang sih tuan?"tanyaku lalu ikut duduk di sofa.
Chris pun melempar tatapan padaku,
"Semua gara gara kamu,aku kena marah bosku,aku telat semua gara gara kamu,semenjak kamu hadir hidupku menjadi kacau."jawab Chris dengan menatapku tajam.
Ntah kenapa aku sakit hati pada ucapan Chris,air mataku lolos begitu saja.
"Kenapa aku selalu salah di matamu,kenapa aku selalu salah atas perbuatan yang kamu perbuat.
Aku tidak ingin hadir dalam hidupmu,saat itu kamulah yang hadir dalam hidupku,seandainya malam itu kamu tak menginginkan aku untuk menemanimu tentu semua ingin tak akan terjadi,aku tidak memintamu untuk tanggung jawab atas anak ini namun lagi lagi kamu lah yang datang padaku dan menawarkan diri untuk tanggung jawab,aku disini juga bukan kemauanku kamu lah tuan yang memintaku untuk disini,lalu letak kesalahanku dimana???,aku disini cukup tau diri.
Aku mencoba melayani dirimu dengan baik walaupun kamu selalu sesukamu menyuruh aku,yang lebih tepatnya mengerjai ku.
Pernahkah kamu berfikir tentang anak yang ku kandung???selama ini aku tidak pernah meminta aneh aneh tuan,seperti wanita hamil pada umumnya,karena aku cukup tau siapa aku dan siapa kamu.
Setelah meluapkan uneg unegku aku pun pergi ke kamar lalu memberesi bajuku.
"Aku membencimu Chris,sungguh membencimu!"seruku dengan menangis
Chris yang mendengar kataku pun merasa bersalah sebab apa yang aku katakan memang benar.
Lalu Chris menyusul ku,melihat aku memberesi baju membuatnya merasa bersalah, dia pun menarik tanganku dan memasukan kembali bajuku di lemari.
"Aku akan pergi,please lepaskan aku tuan...."kataku dengan menangis.
"Maafkan aku zahra,maaf...."katanya dengan memelukku.
"Untuk apa aku disini kalau kamu menjadikan aku tempat salahmu"kataku dengan terisak.
Chris pun memelukku dengan erat bahkan berkali kali mencium keningku.
"Maafkan aku yang tidak peka Zahra,aku hanya bingung dengan apa yang aku rasakan,rasa ini benar benar membuatku gila,"lirihnya.
Mendengar ucapannya membuat aku mendongakan kepala,
"Rasa apa tuan???"tanyaku karena tidak mengerti.
"Entahlah Zahra,aku tak pernah merasakan hal ini sebelumnya"jawab Chris dengan menangkupkan tangan ke wajahku.
Aku mengajukan pertanyaan pada Chris
"Seandainya aku mencintai ayah dari anakku,apakah aku salah tuan???"tanyaku dengan nanar.
Chris pun memelukku,
"Tidak Zahra,tidak salah sama sekali bahkan aku pun merasakan hal yang sama padamu,itulah yang membuat aku gila." katanya
Mendengar kata katanya membuatku memeluknya dengan erat,tak menyangka seorang Chris juga memiliki rasa yang sama dengan rasaku
"Jadi bisakah kamu melayaniku malam ini!??"goda Chris yang membuatku takut.
Chris pun tertawa melihatku ketakutan,
"Maaf aku hanya bercanda,aku tidak akan melakukannya Zahra,ku hargai ketaatan mu pada Tuhanmu,sesegera mungkin aku akan mengurus pernikahan kita,setelah itu kamu harus melayaniku setiap hari"imbuh Raka dengan tersenyum.
Tak ku sangka seorang Casanova seperti Chris menghargai wanita seperti aku.Bahkan dia juga menghargai ajaran agamaku.
"Terima kasih ya Rabb,insha allah ku bawa dia menjadi hamba mu"batinku lalu tersenyum.