Hati memang tak pernah bisa dikendalikan oleh otak ketika berbicara tentang cinta. Hati akan menemukan jalan sendiri untuk menemukan siapa yang akan menjadi penjaganya. Sepintar apa pun kamu, bisa menjadi makhluk paling bodoh jika sudah terpapar virus cinta.
Rosalia, dikejar oleh Dion Wijaya tetapi lebih memilih Rud Dinata yang terjebak cinta pada pandangan pertama. Sayang, kisah indah itu berakhir tragis. Rud pergi tanpa permisi.
Akankah Dion bisa mengambil hati Rosa yang tersakiti? Ataukah Rosa tetap mengharap cinta Rud?
Bersiaplah untuk jatuh cinta. Bersiaplah untuk bergelut dengan perjalanan cinta Rosalia yang berteman kalut bersama Dion Wijaya dan berteman rahasia bersama Rud Dinata. Kisah ini akan mencabik perasaanmu dan mengacak acak waktumu.Selamat membaca!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aldekha Depe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rud Dinata
Maya PoV
"Mas, juga mau ke kondangan?" tanyaku.
"Aku cuma pengen cepet dapet undangan,"
Aku bingung dengan jawaban mas Rendra.
"Ayo ke kasir!" ajak Mas Rendra.
"Tapi, aku masih bingung pilih yang mana mas,'' ujarku.
"Bungkus semuanya!" jawab santai mas Rendra.
Aku hanya bisa tersenyum bahagia.
"Tau gitu, tadi aku milih 3," godaku pada Mas Rendra.
"Kalau kamu mau, aku beliin sekalian sama mbak-mbaknya," ungkap mas Rendra.
"Aku gak mau kalau sama mbak-mbaknya, aku maunya sama mas Rud aja," celetukku.
"Kamu jangan nakal, kamu fokus ke aku aja, Rud dah punya cewek," Mas Rendra beranjak keluar dari butik setelah membayar belanjaanku.
" Beneran mas?" Aku meyakinkan.
"Siapa pacarnya mas? Secantik aku kah? Aaahh mas pasti bohong nih," aku penasaran sekali.
Mas Rendra tak memperdulikan ocehanku. Dia terus saja melangkah ke parkiran yang ku ikuti dengan langkah besar dengan mulut yang terus bertanya-tanya tentang Rud.
*****
Di dalam mobil berwarna black metalic yang tengah melaju itu, hanya terdengar lantunan sebuah lagu berbit rendah. Dua nyawa yang tengah duduk di kursi kemudi dan sebelahnya itu, tak sedikitpun hendak mulai bicara.
"Iya ma, ada apa?" aku mengangkat telpon yang memecah keheningan suasana.
"Oh begitu, baiklah gak papa," aku menyudahi telponku.
"Ada apa?" tanya lelaki yang mas Rendra sebut bernama Rud itu.
"Orang-orang rumah malah makan diluar," jelasku.
"Kalau gitu, kita makan dulu aja ya, kan kamu gak buru-buru!" ajaknya.
"Baiklah."
Aku mengiyakan tawarannya kali ini. Karena sejatinya, aku juga sudah menahan lapar dari tadi. Dia menghentikan mobilnya di parkiran sebuah restoran.
"Gak pa pa kan, kita makan disini?" izinnya.
"Aku bisa makan dimana aja kok," terangku.
"Mau makan apa?" tanyanya.
"Samain aja!"
Aku langsung duduk di bagian lesehan, meja nomer 2 dari ujung. Dia kemudian memilih duduk di sebelah kiriku. Sementara aku, bersebelahan kanan dengan tembok.
"Kamu, sudah mengingatku siapa?" dia mengawali pembicaraan.
"Pak Rud, kan?" jelasku.
"Itu kan Rendra yang bilang," tukasnya.
"Emang bukan?" tanyaku.
"Kenalin, aku Rud Dinata, panggil aja Mas Rud bukan Pak Rud,"kenalnya sambil mengulurkan tangan.
"Sama aja," jawabku tanpa merespon uluran tangannya.
"Beda dong, aku mas-mas ganteng bukan bapak bapak perut buncit," kilahnya sambil menyunggingkan senyum maut.
Oh Tuhaaann ... aku klepek-klepek. Tapi sebisa mungkin aku datarkan ekspresiku.
"Sa, kamu suka nulis diary?" tanyanya setelah melihat diaryku yang tercecer keluar tas, saat aku mengambil HP.
"Iya, ini hobiku, nulis."
"Boleh aku lihat?" pintanya.
" Jangan dong, ini isinya pribadi, aku malu kalau kamu sampai tahu," jelasku.
"Takut ketauan ya?"
"Emang aku ngapain? Ohya, emang mas tau nama aku siapa kok panggil Sa?" selidikku.
"Rosalia Citra Atmadja biasa dipanggil Rosa. Iya kan? Jangankan cuma namamu, aku juga tau ulang tahunmu tanggal 19 April," ucapnya meyakinkan.
"Emejing ... emejing ...." batinku.
"Secret admirer ku ya?" cercaku kemudian.
"Kalau secret admirer, aku gak bakalan disini. Yang ada aku ngumpet-ngumpet, ngikutin kamu kemana aja, nyuri-nyuri foto kamu. ngerti?" jelasnya kemudian.
Ngerti sih, ngerti mas, tapi tatapanmu itu loh yang buat aku gak ngerti. Aku gak ngerti, kenapa jantungku jadi dag dig dug kalang kabut. Aku gak ngerti, kenapa aku jadi ingin senyum senyum sendiri. Dan aku gak ngerti kenapa kamu mengerti aku sebanyak ini.
Rud Dinata ... siapa kamu sebenarnya?
aku suka banget karakter2 yg di suguhkan disini..kalem2 banget dan kehidupan yg di suguhkan TDK terlalu bikin kita yg ngiler2 banget untuk menghadapi kenyataan tetep berkelas tp tidak melebih2 kan 😘😘😘😘♥️♥️♥️
lanjutkan perjuangan mu
meski berUang tp tetep kehidupan seperti para reader's jadi Ndak smpk membayangkan kehidupan bang Alex dan rianti sementra ini yg begitu sempurna nyata di dunia novel 👏👏👏
para pria penjaga wanita yg sesungguh nya
Dion mas Rud Aryan 😘😘😘😘lovepulll kak Depe
tp tenang saja bang Alex mnjdikan mas Rud bodyguard nya hny untuk mnjdikan mas Rud orang yg lebih kuat dalam artian menghadapi musuh2 dlm dunia bisnis nya kelak dlm mngurus perusahaan ayah nya
trjwab sdh kak Depe ....akhirnya kau sampaikan klau ayah mas Rud mninggal
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
gabungan yg bikin penasaran smpk2 bacanya tengah mlam gini
❣️❣️❣️❣️❣️♥️♥️♥️♥️♥️🥰🥰🥰🥰🥰🥰
untuk kak Depe
hingga detik ini ku baca masih gentayangan aja ad apa di balik semua itu
apakah karena keluarga Ardi ???
yg ku tahu dr bang Alex perusahaan mas Rud merugi dan ayah nya meninggal dan mas Rud di pasrahkan ke baba nya bang Alex dan akhirnya jdilah bodyguard nya rianti dan lyca
alasan apa sg di tinggal kan nya mbak Rosa 😕😕
sabar ya mas Rud tunggu jandanya mbak Rosa 🤭🥺
tukang bual gombal seperti William Sean
kak Depe 👍👍
3 lelaki sekaligus di depan mata
sungguh kak author kuat menahan ke 3 pesona lelaki2 itu.
aku jadi Rosa akan menghilang dr ke 3 lelaki itu..sangat jauh
tak sanggup menghadapi seru ombak dalam hati semua nya memiliki kharisma masing2 😩😩😩
dan mas Dion dimana aku bisa menemukan orang sebaik sebijak sewibawa anda
jadi penasaran kan kalau ga di lanjut baca nya
kesederhanaan aku suka aku suka 👍👍
lanjut baca nya meski bee belit2 ya biar Ndak penasaran 👍👍