Ini lanjutan Hello Mr Mafia.
Lucifer Xylander Zweihander, Tuan muda dari keluarga Zweihander yang sangat di takuti dan dihormati di negara tersebut.
Memiliki sifat dingin dan datar tidak membuatnya menyesal, justru dengan begitu membuat para wanita semakin berlomba-lomba untuk mendapatkannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terluka
Pagi hari Yoora menggeliatkan tubuhnya dan Melihat jam pukul 6 kurang, namun tiba-tiba saja Yoora merasakan sakit di lengan kanannya.
"Shhhh...Aku lupa kalau aku sedang terluka" Ringis Yoora.
"Selamat pagi nona muda" Sapa seorang wanita pelayan.
"Pagi bibi Yun, bibi tolong bantu aku melepaskan pakaian ini" Pinta Yoora.
"Baik nona"
Mereka sudah tahu bahwa Yoora sedang terluka karena Lucifer menceritakan semua kejadiannya pada mereka agar tidak salah paham.
Hari ini Yoora terpaksa tidak bisa membawa mobilnya karena tangannya masih terasa linu, saat berada di bawah apartemen nya Yoora Melihat sosok Lucifer yang berdiri tak jauh dari tempatnya.
Lucifer terlihat tampan memakai kacamata hitam nya, lengan jas nya ia gulung hingga siku. Banyak yang melihat sosok Lucifer dengan tatapan berbinar-binar.
"Kenapa Lo disini?" Tanya Yoora dengan ketus.
"Menurut Lo?" Balik tanya Lucifer dengan membuka kacamata nya.
"Cih ...." Kesal Yoora dan segera berbalik untuk masuk kedalam mobilnya namun Lucifer malah menarik tangannya dan memasukkan Yoora kedalam mobilnya.
"Apa-apaan sih Lo!! Keluarin gue Sekarang!" Marah Yoora.
"Tidak bisa" Keukeh Lucifer.
"Lo kenapa sih?" Kesal Yoora.
"Gue juga ogah datang kemari jika saja Aurel tidak merengek meminta gue untuk mengantar jemput Lo!" Ketus Lucifer.
"Cihh alasan!" Balas Yoora dan segera memalingkan wajahnya keluar jendela.
"Terserah!" Ucap Lucifer dengan datar.
Mereka saling diam dalam perjalanan nya, Untung saja jarak apartemen Yoora dan sekolah sangat dekat hingga tidak membuat Yoora mati karena kesal di dalam mobil Lucifer.
Lucifer keluar dari mobilnya dengan santai, para mahasiswi berteriak heboh dengan sosok Lucifer, Yoora yang melihat itu hanya mendengus sebal dan segera keluar dari mobil Lucifer dengan tatapan datar nya.
Kini mereka mendadak hening Setelah Melihat Yoora yang baru saja keluar dari mobil Lucifer, mereka menatap Yoora dengan tatapan benci dan juga penasaran.
Tanpa mengatakan apapun, Yoora pergi begitu saja meninggalkan Lucifer yang diam saja tanpa mencegah atau memanggil Yoora.
"Kakkakkkkk...yoooorrraaaaaaa....." Teriak seseorang dengan heboh.
"Eh?" Kaget Yoora.
BRUGHHHHH
Aurel langsung memeluk tubuh Yoora dengan erat dan menangis Bombay dalam pelukan nya.
"Hwaaaaaaaa....kakak....apa kak Luci tidak membunuh kakak? Tanya Aurel dengan pura-pura menangis.
"Bahkan setiap kali aku melihatnya rasanya aku ingin melenyapkan nya" Balas Yoora.
"Benarkah?" Tanya Aurel.
"Hmm"
"Wahhhh kakak sangat hebat, di saat wanita lain mengincar nya tapi kakak justru berbeda" Kagum Aurel.
"Hahaha kau ini" Tawa Yoora.
Yoora terkejut melihat laki-laki yang ada di belakang Aurel, laki-laki itu hanya tersenyum lebar dengan menunjukan deretan gigi nya yang putih.
"Halo kakak cantik" Sapa nya dengan melambaikan tangannya.
"Halo" Balas Yoora dengan tersenyum tipis.
"Kakak kenalkan, dia saudara sepupu ku. Sama seperti kak Lucifer" Jelas Aurel.
"Halo kak, aku Bayu" Sapa nya dengan ceria.
"Halo Bayu" Sapa Yoora dengan tersenyum.
"Ayo kak, aku akan mengantarkan kakak ke kelas" Ajak Bayu dan Aurel dengan menggandeng kedua lengan Yoora namun Aurel sangat berhati-hati karena lengan kanan Yoora masih terluka.
"Wahhh apakah kalian lihat? Bukankah itu Aurel sepupu dari Lucifer?" Tanya seorang wanita dengan heboh.
"Benar, mereka terlihat dekat. Bukankah kalian tahu bahwa selama ini Aurel sangat susah untuk di dekati? Begitupun dengan Bayu"
"Benar, ternyata Yoora sangat dekat dengan mereka"
"Aku semakin yakin bahwa hubungan Yoora dan Lucifer tidak seperti yang kita kira, mereka memang terlihat seperti musuh namun kita tidak tahu bagaimana mereka di belakang kita semua"
"Hahaha benar, bisa saja keduanya sama-sama menjaga image nya"
Mereka terus saja membicarakan kedekatan Yoora dengan Lucifer, hingga terdengar ke telinga Emelyn yang baru saja masuk.
"Sialan!! Jala***ng kecil itu!" Geram Emelyn.
"Kita harus segera menyingkirkan nya!" Tambah Ayu dengan marah.
"Benar, sebelum mereka semakin dekat!"
Emelyn menatap Yoora dengan penuh kebencian, begitupun dengan kedua sahabatnya itu yang sangat mencintai Aldo dan Gavin.
•••••••••
"Sampai jumpa kakak cantik" Pamit Bayu dan Aurel dengan melambaikan tangannya.
"Sampai jumpa" Balas Yoora dengan tersenyum.
Yoora masuk kedalam kelas nya, dan Melihat Rosa yang sedang melambaikan tangannya pada Yoora.
"Selamat pagi my princess star" Sapa Rosa dengan terkekeh.
"Pagi juga Rosa yang cantik" Balas Yoora dengan tersenyum.
"Oh ya Ra, hari ini Loli tidak masuk. Dia harus menjaga Adam di rumah sakit" Jelas Rosa.
"Oh baiklah, untuk rumahnya gue udah siapin." Balas Yoora.
"Ohh syukur deh, untuk kerja sampingan nya juga udah gue bilangin sama papa gue dan dia tidak mempermasalahkan nya. Justru gue di suruh untuk membantu nya" Jelas Rosa.
"Papa dan mama mu pasti baik" Ucap Yoora dengan tersenyum.
"Mereka memang baik, oh ya... Gimana kalau kapan kapan Lo main dan nginep di rumah gue? Mama gue pengen ketemu sama Lo dan Loli" Ucap Rosa dengan semangat.
"Tentu, lalu bagaimana dengan Loli? Bukankah dia harus menjaga Adam?" Heran Yoora.
"Iya sih, tapi Loli pernah bilang kalau dia masih memiliki bibi yang akan pulang 1 Minggu sekali karena bekerja"
"Baiklah"
"Oh ya, gue perhatiin tangan Lo terluka deh" Penasaran Rosa dengan menyentuh lengan Yoora.
"Awww...." Ringis Yoora.
"Apa tidak apa-apa? Kenapa Lo bisa terluka?" Cemas Rosa dengan eskpresi khawatir nya.
"Ini ....Semalam gue nolongin ga sengaja ngeliat cewek yang di culik sama preman, Lo tahu siapa dia? " Tanya Yoora.
"Siapa? Jangan-jangan..."
"Ya, Aurel. Dia sepupu dari Lucifer" Jelas Yoora.
"Lalu kenapa Lo bisa terluka?"
"Gue kurang hati-hati sehingga terkena sayatan pisau"
"Apaaa? Lo udah pergi ke rumah sakit?" Panik nya.
"Sudah"
"Hhh... Syukurlah..." Lega Rosa.
Saat mereka mengobrol, rombongan Lucifer datang. Yoora berniat duduk di samping Rosa karena Loli sedang tidak masuk.
"Selamat pagi my princess star" Sapa Gavin, Aldo dan Elang.
"Hmm" Balas Yoora dengan berdehem.
"Apa Lo sibuk malam ini?" Tanya Aldo dengan duduk di depan Yoora.
"Ya" Singkat Yoora.
"Hmm... Gimana kalau siang ini gue traktir?" Tanya Gavin dengan memegang lengan Yoora.
Jangan lupa like dan komen yahh ❤️❤️❤️
ceritamu the best thor... aq dh ksih bunga ya thor