Cerita ini menceritakan tentang kehidupan seorang mahasiswa baru di sebuah Universitas di Indonesia.
Seorang gadis broken home yang sederhana, yang memiliki sifat arogan, jutek, dan enggan dekat dengan laki-laki. Sejauh ini, dia selalu menghindar dari para lelaki yang mendekatinya. dia tidak ingin dekat dengan lelaki2 itu. Hal ini, disebabkan karena dia sangat kecewa kepada papanya yang telah meninggalkan dia dan mamanya demi wanita lain. Hingga dia menutup rapat hatinya, untuk menghindari lelaki-lelaki yang mendekatinya. Dia memasang wajah arogan dan sangat jutek. sebenarnya, dia sangat manis apalagi kalau tersenyum. Sayangnya, senyuman itu hanya berlaku untuk orang terdekatnya
di sisi lain, ada seorang pria tampan yang selalu menganggap semua wanita itu sama. mengejar pria hanya memandang harta dan rupa, yahh karena selama hidupnya para gadis yang mendekatinya hanya selalu memikirkan wajah tampan dan kekayaannya saja. Baginya, hanya Maminya lah wanita yang berbeda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Avralia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulang bareng
-Talia dan Kenan-
Talia sangat senang bisa pulang diantar Ken, sebenarnya dia sudah menolak tadi karena merasa tidak enak, tapi Ken memaksa karena dia takut dimarahi Rey
Di mobil Ken
"Kak Ken udah punya pacar?" Tanya Talia polos
Ken terkekeh
"Belum, lo sendiri?"
"Belum juga dong kak, wah sama sama jomblo nih kita" Celetuk Talia tiba tiba, membuat Ken tertawa keras. Dia merasa Talia sangat polos dan lucu
"Kak kenapa lo kok ketawa terus sih dari tadi" Talia mendengus kesal
"Lo lucu"
Blush
Pipi Talia mendadak panas
"Kak Ken, kenapa lo gak punya pacar?" Tanya Talia lagi, dia heran tidak mungkin kan Ken tidak laku?
"Kenapa emangnya? Apa lo berharap gue punya pacar?" Tanya Ken sambil menaikkan salah satu alisnya menggoda Talia
"Eh enggak, kalo lo punya pacar gue gak ada kesempatan dong" Ujar Talia cepat semakin membuat Ken tertawa dengan kepolosannya, tidak ada cewek jaim dan gengsi yang biasa dia temui
"Kesempatan apa?" Keb pura pura tidak tahu, padahal dia peka apa maksud gadis di sebelahnya itu
"Kesempatan deketin lo" ujar Talia sambil menutup wajahnya. dia sangat malu sekarang.
"Hahahaha.. Lo itu cantik, baik. Emang gak ada yang deketin?" Tanya Ken lagi, dia berkata jujur. Talia memang cantik, lucu, polos dan baik.
"Walaupun ada yang deketin, juga gak ngaruh"
"Maksudnya?"
"Soalnya, gue maunya lo kak dan cuman lo"
Ken terdiam. Kali ini, wajah Talia berubah serius dari yang tadi ekspresinya bercanda. Ken takut, kalau Talia merasa diberi harapan oleh Ken, dan akan terobsesi dengannya
"Hahahahahah" Tawa Talia pecah
Ken semakin bingung dibuatnya
"Kok lo ketawa?" tanya Ken bingung
"Kak, lo lucu kenapa mukanya tiba tiba tegang gitu? gue bercanda kali"
Ken menghela nafasnya lega
"Gue terkejut aja"
"Terkejut karena ditembak cewek cantik?" Lagi lagi Talia menggodanya
"Yaa.. gue terkejut ada cewek cantik yang nembak gue di hari pertama kenalan" jawab Ken kemudian mereka tertawa lagi terbahak bahak
Krukkk...Krukkk
'Mampus, ini perut gue malu malu in banget sihh' umpat Talia dalam hati
"Hahahahahahaha" Ken tertawa lagi
"Lo laper?" tanya Ken pada Talia dengan masih tertawa
"Eh.. enggak kak enggak, gue gak laper" Talia mengelak
"Perut lo lebih jujur, kita cari makan dulu aja"
"Eh gak usah kak, langsung balik aja. Kos gue udah deket kok, itu gang depan itu" Ucap Talia sambil menunjuk gang di depan mereka
"Makan dulu. Kebetulan gue juga belum makan"
"Yaudah"
Mereka singgah di sebuah warung makan pinggir jalan
"Kak Ken, lo biasa makan di tempat kayak gini?" Tanya Talia heran, biasanya orang kaya hanya akan makan di tempat tempat mahal dan berkelas
"Iya, kenapa?"
"Gakpapa. gue kira lo gak level makan di tempat kayak gini" Ujar Talia membuat Ken terkekeh
"Gak ada level-level an, selagi makanannya enak sehat bersih kenapa enggak?" Jawab Ken yang hanya dijawab anggukan oleh Talia.
Talia semakin jatuh hati dalam pesona Ken, sudah ganteng, kaya, baik, gak sombong lagi.
Saat mereka sedang menikmati makanan mereka, mata Talia menangkap sosok yang dikenalnya.
"SESILLL" Teriak Talia, yang membuat Ken terkejut dan mengikuti arah mata Talia
"Talia?" Sesil mendekat
"Kak Ken juga?" ujar Sesil, sedikit terkejut dengan kebersamaan Talia dan Ken
"Hai Sil" sapa Ken
"Oh hai, kak" balas Sesil sedikit canggung
"Kalian kok bisa bareng? terus dimana Aluna?" Tanya Sesil
"Tadi Aluna diajak sama Kak Rey, gak tau kemana terus aku dianterin sama Kak Ken" Jelas Talia
"Rey?" Sesil bingung, pasalnya sejauh ini yang dia tahu Aluna tidak pernah dekat dengan lelaki manapun
"Temen gue" Jawab Ken saat menyadari kebingungan Sesil
"sepertinya gue melewatkan sesuatu. Lia, bisa jelasin?" tanya Sesil lagi
"Yaahhh, jadi cowok menyebalkan yang sering Aluna ceritain itu Kak Rey temennya Kak Ken dan bos di cafe tempat kerja baru gue sama Aluna" jelas Talia
"Oh my God, dunia begitu sempit" pekik Sesil, sambil melirik ke arah Ken yang terlihat tenang melanjutkan makanannya
"Emm yaudah gue duluan ya. kalian lanjutin makan?" Sesil beranjak pergi, tapi tangannya ditahan oleh Ken yang membuat Sesil menatapnya
"Ehm.. sorry" ujar Ken saat menyadari tindakannya
"Kenapa gak gabung aja?" tanya Ken setelah dia melepas genggaman tangan Sesil
"Iya sil, gabung sini" Ajak Talia
"Enggak usah, gue udah selesai kok. mau balik aja, duluan ya" Ujar Sesil dengan langkah sedikit berlari
Huh
Ken menghela nafasnya berat
"Lo kenapa kak?"
"Gapapa, lanjutin"
Setelah makan Ken langsung mengantar Talia ke kos nya dan langsung pergi.
"Aluna belum pulang? dibawa kemana itu anak sama Kak Rey, gue jadi khawatir" Talia bergumam sampai handphone nya berbunyi
"Mama? mampus gue" Pekik Talia saat melihat yang menghubunginya adalah Mama Aluna
"Hallo Assalamualaikum ma" jawab Talia dengan ragu-ragu
"Waalaikumsalam sayang, dimana Aluna? kenapa hp nya tidak aktif? dia baik baik saja kan ? kalian gak kenapa kenapa kan? kamu dimana sekarang Lia? lagi sama Aluna kan?" pertanyaan beruntun dari mama Aluna
"Ma.. Mama tenang dulu, ini aku lagi di kos kok ma, iya sama Aluna tapi Aluna nya udah tidur baru aja, kasihan mau bangunin. handphone nya gak aktif soalnya lagi dicharger ma, maka tenang ya jangan khawatir"
'Maafin aku ma, aku bohong sama mama' batin Talia
"Alhamdulillah kalo gitu, mama takut aja daritadi mama hubungin kok gak bisa. kamu juga kok baru diangkat dari tadi"
Ya, karena tadi saat makan hp Talia ditinggal di mobil Ken, setelah mereka bertukar nomor telepon
"Maaf ya ma, tadi hp aku ke silent soalnya tadi waktu matkul jadi silent hp, lupa belum aku aktifin lagi deringnya"
'Ya Allah, bohong lagi, Maafin Talia ya Allah. Mama maafin Talia:). Talia terpaksa bohong, Talia juga gak mungkin bilang kalo kita kerja, yang ada mama sama bunda nyuruh kita berdua balik ke kampung' batin Talia
"Yasudah, kamu juga tidur. Besok suruh Aluna telfon mama ya nak?"
"Iya ma, mama juga tidur jaga kesehatan ya ma. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki, lalu
Ceklekk... Pintu terbuka
"Astaga Alunaaaa lo dari mana aja? lo gak diapa apain kan sama kak Rey? lo baik baik aja kan? masih utuh kan? masih perawan iya?" cerocos Aluna
"Woi gila ya lo? sembarangan kalo ngomong. gue cuman dari rumah Rey aja" jawab Aluna sambil melepas sepatunya
"What? Ngapain lo kesana?" Pekik Talia
"Gak ada.. cuman dikenalin sama Bonyok nya"
"APA?" Talia berteriak
"Apasih lo, berisik"
"Ngapain lo dikenalin sama Bonyok nya, jangan jangan lo mau dikawinin yaaa" Goda Talia
"Gak tau gue, emang Rey tadi ngenalin gue sebagai calon mantu"
"APAA? WHAT THE HELL??" Lagi lagi Talia berteriak
"Duh apasih lo, dah lah gue mau mandi" Aluna pergi ke kamar mandi
"Heh tunggu dulu, lo belum jelasin yang bener ke gue. Alunaaa"
"Diemmm!!!" Bentak Aluna, sontak saja mulut Talia tertutup rapat
TBC