Gue Alana Pradipta. Kalau lu liat penampilan , gue yakin lu bakalan berpendapat gue cewek gak bener, preman dan cewek kasar. Gue maklum sih kenapa lu bisa mikir gitu.
Sampe hari gue ketemu malaikat kecil yang gue jamin bikin lu yang sekeras batu karang bisa leleh kayak es krim kepanasan.
Angel minta gue jadi ibu sambungnya.
Yang bikin gue binggung adalah gue sayang sama Angel tapi gak sama bapaknya. Belum lagi sosial ekonomi kita yang nge jomplang banget.
Apa siap Angel punya ibu sambung preman kayak gue gini? Terus pernikahan tanpa cinta sama Pak Ricard gimana? Masa iya ngabisin hidup gue sama orang yang gak gue cinta dan mencintai gue?
cover source : wallbox. ru
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Darl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua belas
...Aku mau tato...
...🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸...
"Tante... " gue bergerak cepat ke ranjang Angel ketika mendengar suara rintihan.
"Kenapa cantik? Ada yang sakit?"
"Angel pengen pee." katanya.
"Tunggu sebentar ya, appa nya Angel masih di kamar mandi. Nanti sekalian seka. Tadi orang rumah udah bawain baju gantinya Angel." gue merapikan rambut Angel yang berantakan.
Beberapa menit kemudian Tuan Richard keluar dari kamar mandi dengan wajah lebih segar. Sepertinya dia habis mandi.
"Kamu sedang makan?" Rupanya Tuan Richard memperhatikan bungkus makanan terbuka yang ada atas meja makan. "Angel sama appa dulu, ya. Tante Lana biar makan dulu." appa nya Angel mengantung handuk dijemuran yang ada didekat pintu.
"No appa. Angel mau seka sama tante Lana." tolak Angel.
"Tidak apa - apa, tuan. Biar Angel sama saya saja. Tuan kalau mau makan, silahkan. Tadi uwak bawain banyak." gue rapikan bekas makan gue. Setelah meja makan bersih, gue keluarin satu bungkus nasi padang dari kresek.
"Duh Lee Min Ho bisa makan nasi padang ga ya?" gue cuman bisa ngomong dalam hati sambil nyiapin makanan buat appa nya Angel.
"Ayo." Gue gendong Angel setelah infusnya gue pindahin ke tiang dorong. Gue jalan sambil menggendong Angel dan mendorong infus. Tiba - tiba tuan Richard datang membantu gue mendorong tiang infus sampai kedalam kamar mandi.
Gue membantu Angel untuk bersih - bersih diri dengan hati - hati. Luka dihati gue kembali tersayat melihat lebam ditubuh Angel yang terlewati oleh waslap basah. Beres dengan tubuhnya, gue bantu Angel menyikat giginya.
Karena tidak membawa baju ganti ke kamar mandi, gue melilitkan handuk di tubuh Angel dan kembali menggendongnya hingga ke atas ranjang.
Angel lebih segar dan juga sudah wangi bedak bayi. Gue sisir dan rapikan rambutnya. Angel kembali terlihat seperti peri kecil hanya saja belum ada senyum dibibirnya.
"Angel makan, ya? Tante suapin." tanpa menunggu jawaban Angel gue ambil bubur yang ada dimeja makan. Memasukkan suapan demi suapan ke mulut Angel. Kadang gue menyuap Angel sambil bertanya sesuatu atau kadang gue sambil main. Sampai akhirnya Angel menghabiskan makanannya.
"Wah Angel hebat. Habis lo... " Gue mencium kening Angel sebagai hadiah.
"Tante Lana, boleh gak Angel bikin tato faith kayak tante? Appa enggak ngijinin Angel bikin tato." tanyanya dengan polos.
Gue dan Tuan Richard saling memandang. Gue takut salah menjawab. Angel kan bukan anak gue.
"Eemm kenapa Angel mau bikin tato faith?" Angel anak yang kritis, gue yakin pasti ada sebab nya dia mau bikin tato kayak gue.
"Biar Angel selalu ingat untuk yakin sama Tuhan. Kalau Tuhan pasti selalu punya hal baik buat Angel." jawabnya polos.
"Angel enggak yakin sama Tuhan?" gue penasaran.
"Kadang Angel ngerasa Tuhan jahat, tante. Temen - temen Angel punya eomma. Setiap hari mereka bisa cerita eomma nya masakin apa, bisa jalan - jalan, bisa nemenin tidur. Tapi Angel tidur sendiri."
"Angel sudah jadi anak baik, kenapa Tuhan minta eomma Angel nemenin Tuhan di surga?"
"Kata tante, Tuhan selalu punya rencana baik dan kita harus yakin. Jadi Angel mau inget terus itu, biar Angel gak sedih dan marah sama Tuhan."
Gue peluk Angel seketika itu juga. Air mata gue udah gak bisa lagi di tahan. Betapa Angel sangat merindukan sosok mama dihidupnya.
Gue hapus air mata gue dan memberikan senyuman terbaik gue. "Gini aja, sekarang tante gambarin dulu tulisan Faith pake spidol, kapanpun tulisannya hilang, Angel boleh minta tante untuk menuliskan lagi. Nanti kalau Angel udah sebesar appa nya Angel, kita omongin lagi. Okey?"
Akhirnya senyum Angel tercetak dibibir mungilnya.
Gue juga melihat senyum dibibir Tuan Richard, untungnya dia gak keberatan dengan ide gue. Tuan Richard meminta asisten nya untuk membelikan spidol hitam.
Gue mulai menulis di tangan kanan Angel, gue bikin semirip mungkin dengan tato gue. "Makasi tante." Angel meluk gue setelah tato temporari nya selesai
Bahagianya gue karena bisa melihat senyum Angel lagi.
"Angel" tiba - tiba ada seorang wanita paruh baya yang menerobos masuk ke kamar rawat Angel.
...🌼🌼🌼 Jangan lupa masukin list favorit ya, Like dan komen. Ngasih gift seiklasnya ajah 🌼🌼🌼...
Kasian Angel pengen ortu yg lengkap..