NovelToon NovelToon
Secret Of The Kingdom

Secret Of The Kingdom

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Contest / Cintapertama / Balas Dendam / Chicklit / Tamat
Popularitas:59k
Nilai: 5
Nama Author: Kazuma_Hans

Yukari adalah seorang puteri yang dituntut untuk menjadi seorang pangeran oleh sang ayah..!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kazuma_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Adikku Disana

Kerajaan Kurosawa

Perang masih berlangsung, bahkan semakin banyak korban yang berjatuhan. Para prajurit terluka parah dengan sayatan pedang dan tusukan anak panah. Bahkan banyak juga mereka yang tumbang tergeletak ditanah.

Ada yang masih bertahan di posisinya walaupun tenaga mereka sudah diambang batas.

Sang Raja sendiri masih belum menyerah melawan semua serangan dari pihak musuh. Hidan masih berdiri kokoh saat Temujin sudah menyerang nya berkali-kali.

Ia tidak perduli saat dirinya terluka, matanya menyorot tajam. Dirinya tidak bisa dibandingkan dengan rakyatnya yang membela kerajaannya mati-matian, nyawa mereka lebih berharga dari pada nyawanya. Sebab sebuah kerajaan tanpa rakyat, takkan bisa menjadi kerajaan. Ia menatap luka yang ada di tubuhnya, luka yang didapatnya tak sebanding dengan luka mereka. Bahkan masih banyak orang yang terluka karena melindungi nya.

Hatinya gusar saat melihat para prajuritnya tergeletak mengenaskan. Istanannya kini bagaikan lautan darah. Dalam hati ia memanjat doa permohonan maaf untuk sang ayah karena telah mengotori Istana dengan adanya perang ini.

Hidan menatap tajam Temujin, pegangan pada pedangnya kian mengerat. Ia sudah bertekad untuk mengalahkan Temujin. Ia takkan menyerah begitu saja, demi rakyatnya, ibunya serta dirinya sendiri.

"Yang mulia! Awas ada musuh di belakang anda!" teriak Kei.

Hidan terkejut namun dengan segera ia menghindar, ia menoleh kearah Kei dan tersenyum tulus meski singkat. Kembali, ia menyerang musuhnya yang mencoba menyerangnya dari belakang.

Dalam satu sentakan di pedangnya, musuhnya tumbang, ia menatap darah yang mengalir dipedangnya. Sangat sulit melawan para musuh yang datang silih berganti. Sementara Temujin tengah duduk bersimpuh sambil memegang anak panah yang menancap di bahu kirinya.

"Cepat beri tahu Sasori bahwa kerajaan kita sedang diserang" titahnya pada Deidara.

"Baik yang mulia!" setelah mendapat perintah dari sang Raja, Deidara memasuki istana untuk mengirim surat.

Hidan kembali menghunuskan pedangnya ketika panglima dari kerajaan Iblis tiba-tiba menyerangnya, ia menyeringai saat Zen terkena serangannya.

"Keparat kau Hidan! Aku bersumpah akan membunuh mu dengan tanganku sendiri" ujar Zen geram.

"Bunuhlah aku, jika kau mampu"

balas Hidan sambil terkekeh pelan.

"Badebah!"

"Terima kasih atas pujiannya" kekehnya pelan, nada yang biasa tenang mendadak serius.

****

Acara pertunangan putri Temari dengan pangeran Neji berjalan mulus, kini mereka tengah menikmati hidangan yang telah disediakan oleh koki kerajaan Takahashi.

Memang mereka tidak banyak mengundang tamu, namun cukup ramai walau hanya para keluarga serta menteri yang hadir di acara tersebut, termasuk Yuuren dan Sasori.

Makan malam berlangsung dengan kaku, seperti makan malam kerajaan pada umumnya.

Yuuren melihat Sasori beranjak bangun ia berinisiatif untuk mengikutinya, pelan namun pasti. Ia mengikuti Sasori tanpa ketahuan. Dahinya mengerut saat tempat yang dituju Sasori adalah gudang kerajaan yang terletak di gedung sebelah timur dekat dengan sel penjara bawah tanah.

Dalam hati ia bertanya-tanya, 'untuk apa Sasori datang ketempat ini?'

Sosok Sasori semakin jauh hingga ia kehilangan jejaknya di ujung koridor, Yuuren bergegas mengejar nya.

"Kemana dia pergi? Cepat sekali hilangnya" keluhnya pelan. Matanya menatap ke sekeliling, tak ada seorang pun di sana. Bahkan pengawal pun tidak ada, ia terkejut saat tiba-tiba ada yang menariknya sambil membekap mulutnya dari belakang.

Hampir saja ia berteriak atau melakukan perlawanan, sebelum ia mendengar suara seseorang yang dikenalnya berbisik pelan di telinganya.

"Ini aku Sasori" ujarnya pelan, Yuuren menyikut tepat diperut sosok yang membekapnya.

"Kenapa kau membekapku heh?" tanyanya kesal setelah Sasori melepaskannya, ia menatap tajam pada Sasori.

Sasori mendengus samar, sebelum menjawab.

"Seharusnya aku yang marah, kenapa kau mengikuti ku sejauh ini?" ia bertanya balik, sebelah alisnya terangkat melihat gelagat Yuuren yang mendadak aneh.

"Awalnya aku ingin meminta maaf padamu" jawab Yuuren jujur.

"Lalu?"

"Ya kau melihatnya sendiri sekarang"

"Kuhargai niatmu itu, lantas mengapa kau mengikuti ku? Kau bisa menemuiku lain waktu"

"Entahlah, aku hanya penasaran mengapa kau pergi. Padahal makan malam belum selesai" jawab Yuuren pelan, ia memalingkan wajahnya kearah lain. Ia malu karena ketahuan mengikuti Sasori dari belakang.

"Perbuatanmu membuat nilai seorang pangeran turun dimataku" ujar Sasori datar.

"Bukankah kau juga seorang pangeran?" tanya Yuuren sedikit tak mengerti dengan cara bicara Sasori.

"Tidak yang mulia, sekarang saya adalah seorang menteri. Bukan pangeran" jawab Sasori, nadanya masih datar dan menekan di akhir kalimat.

"Peranmu itu membingungkan, seharusnya kau pilihlah salah satunya" ujar Yuuren kesal.

"Aku tidak bisa" sergah Sasori cepat. Matanya menyorot tajam sampai Yuuren terpaku dibuatnya.

"Pilihan yang sulit memang, tapi kau harus memilih salah satunya Sasori" tanpa sadar Yuuren meninggikan nada suaranya.

Sasori tahu hal ini akan terjadi, dimana ia harus memilih. Jika ia tetap mempertahankan keduanya. Itu berarti ia serakah dan ia tidak mau menjadi manusia yang tamak akan kekuasaan.

"Kau benar, tapi aku membutuhkan waktu untuk memikirkan nya" ujarnya kemudian, matanya mendongak menatap langit yang tertutup kabut.

"Yah kurasa kau memang memerlukan nya" ucap Yuuren yang kini ikut memandang langit, entah kenapa perasaan nya tidak enak saat melihat langit.

"Apa yang terjadi jika aku memilih keduanya?" tanya Sasori pelan, nyaris berbisik.

"Kau seperti menyepelekan pekerjaan mu kalau begitu, bahkan kedudukanmu sebagai seorang pangeran" ucap Yuuren tepat sasaran.

"Aku sudah memilihnya, salah satu" balas Sasori, nadanya terdengar tenang tanpa sadar Yuuren menghembuskan nafas lega.

"Benarkah? Apa kau yakin dengan pilihanmu?" tanya Yuuren penasaran.

"Ya aku sangat yakin dengan pilihanku"

"Lalu apa keputusanmu?"

"Aku memilih menjadi mentri dan memutuskan untuk meninggalkan kedudukanku sebagai seorang pangeran" rautnya datar saat mengatakan kalimat tersebut. Ini memang lah hal tersulit baginnya, namun apalah arti seorang pangeran jika tidak bisa menjadi Raja? Tahtanya dilengserkan saat ibu dan ayahnya tak lagi menjabat sebagai Raja dan Ratu, padahal ia seorang putra mahkota. Calon raja berikutnya.

"Kupikir kau akan menjadi pangeran lalu memutuskan untuk berhenti menjadi menteri, kenapa kau memilih kerajaan lain? Bukan kerajaan ini yang tak lain adalah keluarga mu sendiri, sekaligus tempat untukmu pulang"

"Entahlah, tapi aku sangat yakin dengan pilihanku saat in-"

Keduanya berhenti berbicara saat ada seekor burung merpati yang hinggap di bahu Sasori. Yuuren mengerjpakan matanya pelan, terkejut.

Sasori mengambil gulungan kecil yang bertengger manis di leher si burung, ia segera membuka gulungan tersebut.

Danna, kembalilah ke kerajaan secepatnya! Lekaslah kembali ini darurat! Tak perduli siang ataupun malam, kerajaan kita tengah diserang oleh musuh!

Berhati-hatilah saat menuju kemari, jika kau berpapasan dengan rombongan dari kerajaan Nakamura. Kau bunuh saja mereka!

Cepatlah!

Deidara.

Setelah selesai membaca surat yang dikirim oleh Deidara untuk nya, Sasori bergegas menuju tempat penyimpanan kuda.

Yuuren mengekori Sasori dibelakang sedari tadi, walaupun kadang langkahnya kalah tapi ia tak pernah menyerah untuk menyusul Sasori.

"Aku harus pergi sekarang" Ujar Sasori setelah mendapatkan kudanya.

"Kemana?" Tanya Yuuren bingung, masalahnya malam kian larut. Tak mungkin jika Sasori melakukan perjalanan ditengah malam kan?

"Pulang ke kerajaan" jawab Sasori pelan lalu menaiki kudanya.

"Tapi ini sudah larut Sasori!" ujar Yuuren mengingatkan.

"Aku tak perduli! Aku akan tetap kesana!" balas Sasori dingin, ia sudah siap menjalankan kudanya. Ia terkejut saat Yuuren menunggangi kudanya juga.

"Ada apa?Apakah sesuatu hal terjadi?" tanya Yuuren penasaran. Ia tidak perduli saat Sasori menatap tajam dirinya.

"Mereka menyerang kerajaan Kurosawa, tempatku pulang" jawab Sasori jujur, ia hanya ingin segera meninggalkan kerajaan Takahashi untuk menyelamatkan Senju yang tengah diserang oleh musuh.

"Kuro-sawa...?" lidah Yuuren terasa kelu mendadak.

"Ya, ada apa? Kenapa kau cemas pangeran? Tenang saja, bukan kerajaan mu yang diserang m-" kalimatnya terpotong.

"Adikku disana!" seru Yuuren tertahan.

"Appa?"

"Adikku sedang menuju kesana aku ingin menyelamatkan adikku! Aku akan ikut denganmu!" ujar Yuuren lugas, ia menatap tajam balik pada Sasori yan sepertinya enggan membawanya ikut serta.

"Tapi yang muli-"

"Aku akan ikut denganmu, cepat jalankan kudanya sekarang Sasori" ucap Yuuren rendah, ia tak suka dibantah.

"Tapi bagaimana jika pangeran Gaa-"

"Kau jangan khawatir, biar aku yang menjelaskannya"

"Baiklah, kalau begitu peganganlah yang erat. Aku akan memacu kudaku secepat mungkin"

"Hai, maaf merepotkanmu"

"Tak apa"

Merekapun berangkat membelah angin malam menuju kerajaan Kurosawa.

"Bertahanlah kumohon" ucap keduanya bersamaan di dalam hati.

Tbc..

1
astri kurniasari
ini keereeeeen banget lain dari pada yg lain thor😘😘
di awal emang ceritanya membingunkan tpi mkin masuk terus gak mau berenti aq, akhirnya baru komen sekarang,,,, keren abis,,, kasian hidan bunuh diri akhirnya....
Kazuma Hans: Wah makasih.. btw.. Makasih juga sudah mampir..🙏😉
total 1 replies
Fatin Ashydqiah
terimakasih kembali 😁😍😘
yuliana.manggala
yah udah tamat aja,tapi makasi thor ceritanya aku suka dan aku sangat terhibur semangat thor,lahirkan karya lain yang lebih bagus dari sebwlumnya
Kazuma Hans: Terimakasih kembali, terimakasih sudah mendukung karya saya sejauh ini. Aamiin..
total 1 replies
Arib Haikal Malik
1thn lgi mngkin bru pnulis slesai mikirin klnjutnx
Fatin Ashydqiah
selalu dtunggu up nya thor
yuliana.manggala
akhirnya nikah juga sama gara,bikin raja hidan menyesal semenyesal2 nya thor,lanjuut
Trise Anggraeni
cinta sejatinya yureen bukan hildan
Ayu
bagus bagusss
Ayu
semanggattttt kak ☺️
Ayu: sama sama kak
total 2 replies
Trise Anggraeni
berat ya yuuren. thor kpn terbuka rahasia yuuren
Kazuma Hans: kapan² 🤭
total 1 replies
Nurujima Dypari
Yakin semoga bagus

Jangan lupa untuk mengunjungi karyaku juga ya

Seorang pemuda yang hanya ingin menyelesaikan tugasnya, namun ia harus menghadapi permasalahan demi permasalahan yang ada
Mampukah ia menyelesaikan permasalahan yang ada?
Baca kisahnya di : Hantaran Rahasia, Tinggal buka profil dan lihat dengan judul yang sama

Trims untuk jempol dan Kunjungannya
Itu sangat berarti untukku 😊
Arib Haikal Malik
yg nulis ini msih mikir alurx mngkin...lma skli nunngu lnjutanx
Kazuma Hans: Harap bersabar, saya sudah update dari kemarin. Ini juga saya ngga tau kenapa belum berhasil di review dari pihak NovelToon 🙏
total 1 replies
Trise Anggraeni
hildan buat yureen kl begitu.
Arib Haikal Malik: lnjut
total 1 replies
Helvia Irani Umar
i give u vote.. S. E. M. G. A. N. G. A. T
Kazuma Hans: Thanks 🙏
total 1 replies
Fithria Sulaeman
mantap bagus ceritanya.
aku hadir kak, jempol ku mendarat di karya mu baru sampai sini 😜😜
Fithria Sulaeman: terima kasih kembali 😎
udah mau mau mampir juga di ceritaku yg masih recehan 😜
total 2 replies
Emma The@
Keren kak.Cinta CEO untuk Gadis Butik datang membawa like
Nadia Fitri
bnnugrr
yuliana.manggala
ah aku maunya garaa berjodoh sama yuuren
yuliana.manggala
semoga garaa berjodoh sama kknya yukatta
yuliana.manggala
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!