Ini karya pertamaku...
Ada seorang gadis bernama Alsaqueen Azkira Argawijaya mempunyai sifat baik, ramah, murah senyum, manja, dan jail kesemua orang tapi itu DULU. Sekarang namanya Alqueena Azkiya Argawijaya sifatnya sekarang kejam, dingin, datar, dan dia gak akan segan-segan membunuh orang yang telah bermain-main dengan dia mau itu cewek, cowok, tua, muda, anak-anak, maupun bayi. Tapi sifat itu tidak berlaku dengan paman, tante, abang angkat, dan juga sepupu gue.
Dia berubah karena ibunya meninggal dibunuh oleh seorang wanita berumur yang hampir sama dengan ibunya dibantu juga oleh anak perempuannya.
.
.
.
Kalau gak nyambung maaf baru belajar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuni rahayu devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pemanasan
Jam sudah menunjukkan pukul 23.50 Al dkk sedang bersiap untuk pergi kemansion Argawijaya menggunakan jubah mereka masing-masing.
"Siap?" tanya Al.
"Siap!" jawab Chandra dan Kevin kompak.
Mereka pergi kemansion Argawijaya menggunakan motor, Al mengendarai motornya sendiri sedangkan Chandra dan Kevin mereka berdua berboncengan.
Setelah sampai dimansion Argawijaya mereka berpencar Al dari arah depan dan Chandra dan Kevin dari arah belakang, mereka menyimpan paket tersebut lalu melemparkan batu yang cukup besar kejendela membuat satpam kaget, mereka langsung melajukan motornya pergi dari mansion Argawijaya sebelum ketahuan.
"Hei kalian" teriak satpam.
"Jangan kabur" teriaknya lagi.
Seluruh anggota keluarga Argawijaya bangun dan berkumpul diruang keluarga.
"Ada apa tadi?" tanya Ana.
"Sepertinya ada yang mau meneror kita" jawab tuan Doni.
"Siapa dad?" tanya Sifa.
"Daddy gak tau" jawab tuan Doni.
Dion hanya diam saja karena dia seperti tidak dianggap ada dikeluarganya itu.
"Tuan, nyonya ada paket yang mereka tinggalkan" ucap salah satu art sambil menyimpan 3 kotak berwarna hitam.
"Yasudah kau boleh pergi" ucap tuan Doni.
"Isi paketnya apa Dad?" tanya Sifa.
"Daddy gak tau" jawab tuan Doni.
"Coba kita buka" ucap Ana sambil mengambil 1 kotak, berapa terkejutnya pas dia buka ternyata isinya sebuah pisau yang berlumuran darah segar dan ada 1 surat didalamnya.
"Apa isinya Mom?" tanya Sifa.
"Pisau" jawab Ana menaruh kembali kotak tersebut lalu mereka semua melihat isi kotaknya dan benar saja isinya adalah pisau.
"Ada surat" ucap Dion lalu mengambil surat tersebut dan membacanya.
Apa kalian sudah puas menikmati harta keluarga Argawijaya selama aku pergi? Sepertinya belum maka nikmatilah terlebih dahulu karena aku sudah kembali.
...R.A....
Dion membaca isi surat tersebut membuat mereka semua terkejut.
"Siapa dia?" tanya tuan Doni.
"Inisialnya R.A." ucap Dion mereka berfikir sejenak siapa R.A. beberapa detik kemudian.
"Ratu Argawijaya" ucap Ana dan tuan Doni membuat Dion dan Sifa terkejut.
"Mommy masih hidup berarti" ucap Dion.
"Mungkin" ucap tuan Doni, Ana dan Sifa saling pandang mereka hanya diam mematung karena takut kejahatannya terbongkar.
"Coba kita liat kotak kedua" saran Ana sedikit gugup.
Dion lalu mengambil kotak kedua yang isinya fotocopy sertifikat mansion yang terdapat noda darah.
"Fotocopy sertifikat mansion ini" ucap tuan Doni sambil melihat sertifikatnya.
"Pantas saja sertifikatnya tidak ketemu"batin Ana
"Ada surat juga" ucap Dion lalu mengambil dan membacanya.
Pasti kalian mencari sertifikat yang asli bukan? Tenang saja sertifikatnya ada ditangan orang yang aku percayai, yang pasti bukan kalian yang ada dimansion itu.
...R.A....
"Siapa yang me**megang sertifikat mansion, aku harus mencari orangnya"batin Ana.
"Dikasih kesiapa sertifikatnya"batin tuan Doni.
"Akan aku cari orang yang memegang sertifikat itu"batin Sifa.
"Dion gak peduli sama sertifikatnya, kalau bener ini Mommy tolong tunjukkan diri Mommy Dion kangen"batin Dion.
"Buka yang terakhir" ucap tuan Doni. Dion pun membukanya betapa terkejutnya Dion melihat isi kotak tersebut.
"Kenapa Dion apa isinya?" tanya Ana, Dion tidak menjawab dia menaruh kotak tersebut lalu mereka melihat isinya pada saat melihat mereka semua terkejut dengan isi kotaknya.
Isinya adalah pergelangan tangan yang jari-jarinya terputus.
"I i itu jari,putus hiks" ucap Sifa menangis saking terkejutnya.
"Udah sayang jangan nangis, kita bakal tangkap orang yang berani meneror kita seperti itu" ucap Ana menenangkan Sifa sambil mengelus punggungnya.
"Ada surat" ucap Dion lalu mengambil surat tersebut dan membacanya.
Gimana suka gak hadiah yang aku berikan, tadinya aku mau kasih jantung, hati, usus, ginjal, otak tapi gak jadi maaf ya...
Ini belum seberapa, aku tau semua aktifitas yang kalian lakukan selama ini, aku bisa datang kapan saja, aku ada dimana-mana, aku selalu memantau pergerakan kalian semua, jadi berterima kasihlah padaku.
Mulai sekarang berhati-hatilah karena permainan sudah dimulai, tunggu tanggal mainnya saja, siapkan mental kalian semua permainan intinya masih jauh, aku hanya akan melakukan pemanasan saja untuk saat ini.
...R.A....
Mereka semua terkejut bukan main.
"Apa jadi selama ini kita dipantau?" tanya Ana.
"Kurang ajar sekali dia!" ucap tuan Doni marah.
"Sudahlah mas sebaiknya kita suruh mafia black tiger menangkap siapa yang berani meneror kita" saran Ana yang dijawab anggukan oleh tuan Doni.
Black tiger adalah mafia terkejam ke 8 didunia, keluarga Argawijaya biasanya jika ada masalah pasti akan meminta bantuan mafia black tiger. Leader black tiger adalah suami Ana dan Sifa adalah anak dari leader black tiger, mereka bekerja sama untuk mengambil semua harta keluarga Argawijaya. Nama leader black tiger adalah Raja Saputra
"Sebaiknya kita tidur" ucap Ana lalu membawa tuan Doni pergi diikuti Sifa, Dion masih diam disana dia lalu mengambil ponselnya lalu memfotokan isi kotak dan juga surat tersebut untuk ditunjukkan kepada Rizky dkk, setelah memfotokan isi paket tersebut dia lalu pergi kekamarnya. Dia berniat untuk mengajak Rizky dkk ke bar.
Disisi lain Al dkk sedang melihat mereka dari laptop.
"Wow seru sekali" ucap Kevin sambil tersenyum miring.
"Black tiger gak akan mempan coy" ucap Chandra sambil tertawa mengerikan.
"Permainan baru dimulai sayang" ucap Al lembut namun menusuk sambil tersenyum smrik.
"Gimana kalau kita rayain ini" saran Kevin.
"Ke bar milik Al gimana" saran Chandra.
"Dengan senang hati" ucap Al.
"Kita ganti baju dulu gak mungkin kita pakai jubah kesana" ucap Kevin lalu pergi kekamarnya diikuti yang lainnya.
Setelah berganti baju mereka langsung pergi ke bar milik Al. Setelah sampai mereka melihat mobil Rizky dkk dan Naila dkk ada disana.
"Mereka disini" ucap Kevin.
"Mungkin" jawab Chandra.
Mereka lalu masuk kedalam dan memesan minuman setelah memesan mereka dipanggil oleh Rizky dkk dan Naila dkk untuk bergabung, Al dkk pun bergabung bersama mereka.
"Kalian ngapain disini?" tanya Putra.
"Tanding sepak bola, pake nanya kalau kesini mau ngapain lagi coba" jawab Kevin memutar bolanya malas.
"Ehh iya yah lupa" ucap Putra menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Yon ngapain lo suruh kita kesini?" tanya Fatur.
"Gue mau minta pendapat sama kalian" jawab Dion.
"Pendapat apa?" tanya Rizky.
"Keluarga gue diteror dan inisial penerornya R.A. mereka sangka itu Mommy Ratu" jawab Dion.
"Kan Mommy Ratu udah gak ada" ucap Naila.
"Iya kok bisa diteror, emang diteror gimana sih?" tanya Rosa.
"Nih liat" jawab Dion memperlihatkan foto isi paket yang dikirim Al dkk, mereka semua kaget kecuali Al dkk mereka masih sibuk memainkan ponsel mereka masing-masing dengan wajah datar tapi hati mereka tertawa mengerikan.
"Serem juga ya" ucap Risa.
"Lo harus hati-hati mulai sekarang" ucap Rizky yang diangguki oleh mereka semua.
"Iya, tapi isi surat itu bilang kalau sipeneror selalu memantau pergerakan kami semua" ucap Dion membuat mereka diam.
"Bukan hanya keluarga Argawijaya doang tapi keluarga kalian semua termasuk kalian"batin Chandra. Al dkk saling lirik mendengar pembicaraan mereka semua.
"Waduh gawat juga kalau gitu" ucap Fatur.
"Tapi lo gak pernah celakakan selama ini?" tanya Rizky.
"Gak, dia cuman memantau kami semua, tapi mungkin besok atau lusa dia akan mencelakakan kami" jawab Dion.
"Itu kayaknya bukan Mommy Ratu gak mungkin dia akan mencelakakan keluarganya sendiri" ucap Naila.
"Iya bener apa yang dikatakan Naila" ucap Putra.
"Memang bukan Mommy Ratu tapi anaknya"batin Kevin.
"Bukan kami bang tapi mereka, abang gak akan celaka gue memantau abang untuk menjaga abang bukan untuk mencelakai abang"batin Al
"Kalau bukan Mommy siapa dong?" tanya Dion.
"Anaknya gue bilang"batin Kevin.
"Coba lo inget-inget deh, ada gak orang yang berniat balas dendam gitu" ucap Rizky.
"Gue gak tau kayaknya sih ga" ucap Dion menggantung dia seperti memikirkan sesuatu.
"Eh gue inget Alsa, sebelum dia pergi dia pernah nulis sesuatu didinding kamarnya dan dia bilang mau balas dendam, dia nulis itu pakai darah dan dia juga nyuruh gak ada yang boleh hapus tulisan tersebut, tapi masa Alsa sih" jawab Dion.
"Pintar"batin Chandra.
"100 untuk lo"batin Kevin.
"Sungguh cerdas"batin Al.
"Bisa jadi" ucap Rosa.
"Kalau iya kenapa dia gak nemuin gue, gue kangen banget sama dia, dia belum maafin gue waktu itu" ucap Dion sedih.
"Udah jangan sedih lagi, dia pasti maafin lo" ucap Rizky yang dapat anggukan dari Dion.
"Gue udah maafin lo, gue udah nemuin lo, cuman lo yang gak tau gue siapa"batin Al.
Tak lama pesanan mereka datang...
"Banyak banget minumannya" ucap Rosa yang melihat minuman sebanyak itu.
"Kalian pesen sebanyak ini?" tanya Risa.
"Gak kita cuman pesen 5 botol" jawab Fatur.
"Pesanan kita" ucap Kevin sambil meminum minumannya dari botol membuat mereka semua terkejut.
"Kalian pesen sebanyak ini?" tanya Naila yang dapat anggukan dari Kevin, Al dan Chandra hanya fokus dengan ponsel dan minumannya.
"Gak mabuk kalian minum sebanyak ini?" tanya Risa.
"Kalau minum ya pasti mabuklah" jawab Fatur, Risa hanya tersenyum kaku.
"Kalian minum juga?" tanya Kevin kepada Naila dkk.
"Sedikit" jawab Naila.
"Kalian kalau mau ambil aja" tawar Kevin.
"Ini minuman kalau masih pemula, minum sedikit doang mabukkan?" tanya Putra yang dapat anggukan oleh Kevin.
"Gue boleh rasa?" tanya Fatur.
"Ambil aja" jawab Kevin.
Saat ini Al dan Chandra sudah menghabiskan 2 botol, Rizky yang melihat itu khawatir.
"Lo kenapa minum sebanyak ini Al? apa lo gak takut kehilangan kesadaran lo? lo punya masalah apa sih Al sampai minum sebanyak ini? gue khawatir sama lo kalau terjadi apa-apa sama lo gimana? gue akan terima apapun yang ada didiri lo tapi jangan buat gue khawatir"batin Rizky melihat Al yang sedang asik minum.
Al dan Kevin yang mendengar itu saling lirik, Kevin tersenyum jail kepada Al tapi Al tidak memperdulikannya.
Saat sedang asik minum tiba-tiba gelang Al dkk lampu merahnya menyala tapi untungnya Rizky dkk dan Naila dkk tidak sadar karena disana lampunya berkelap-kelip.
Al dkk saling pandang lalu memberikan kode. Al pergi menjauh dari mereka sedangkan Chandra dan Kevin diam disana sambil menyembunyikan tangan yang terdapat gelang tersebut.
Setelah merasa sudah jauh dari mereka semua, Al menekan tombol yang mengeluarkan lampu berwarna merah.
"R dalam bahaya, markas dijalan ***** diserang oleh mafia red dragon" bunyi gelang tersebut, Al lalu menekan tombol untuk berbicara.
"Saya, Mr. W, dan Mr. V akan segera kesana" ucap Al. Mr. W adalah Chandra itu nama samaran pada saat ada di markas, dan Mr. V adalah Kevin. Semua mafia memanggil mereka dengan sebutan itu.
"Baik Queen" bunyi gelang tersebut. Al lalu pergi menemui mereka semua.
"Kita ketempat biasa sekarang!" ucap Al tegas lalu pergi tanpa mendengar jawaban dari mereka diikuti Chandra.
"Kita pergi dulu minuman kalian udah dibayar sama Al, minuman yang lainnya kalian minum aja" ucap Kevin lalu pergi dari sana.
"Mereka mau kemana?" tanya Rosa.
"Gak tau" jawab Putra
"Kayaknya buru-buru" ucap Risa.
"Mungkin ada urusan mendadak" ucap Rizky.
"Semoga gak terjadi apa-apa sama lo Al"batin Rizky.
"Kok gue khawatir sama Al"batin Dion.
"Mereka udah minum banyak banget tapi gak ada yang berubah" ucap Fatur yang kesadarannya 50%.
"Berubah gimana?" tanya Putra yang kesadarannya 60%.
"Berubah jadi setan misalnya haha" ucap Fatur ngelantur.
"Pulang yuk udah jam 02.45" ucap Rizky yang kesadarannya 70%
"Iya bahaya kalau lama-lama disini" ucap Dion yang kesadarannya 65%.
Naila dkk hanya minum 1 gelas jadi mereka masih aman. Mereka pulang kemansion masing-masing, kenapa mereka gak kena marah ortu mereka karena ortu mereka sedang berada diluar kota.
***Bersambung***
kalau disimpan keknya rada ganjal