Bella Anastasya Wijaya. Seorang gadis yang dulunya seorang artis terkenal, namun karena sebuah masalah dia harus mundur dari dunia artis nya, dan fokus sekolah saja.
Elang Saputra, kakak kelas, sekaligus keyos yang nantinya akan menjadi pasangan hidup Bella. Namun itu semua tidak berjalan dengan semudah hayalan. Karena hanya author yang maha membolak-balik kan jalan ceritanya, hehe😁
Novel ini bukan hanya tentang percintaan, tapi juga persahabatan yang pastinya akan membuat siapapun iri membacanya (author nya aja iri, hehe)
Solidaritas tinggi dan kekonyolan yang luar biasa menjadi bumbu pelengkap persahabatan mereka. Ada yang terjebak cinta juga dalam persahabatan mereka😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon liif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Semalam
tet tet tet
"Yes udah bel, waktunya pulang, yuhuuu" Teriak Sinta girang.
"Mari pulang, mari lah pulang, mari lah pulang, bersama-sama" Bella menyanyi sambil berlarian menuju kelas nya untuk mengambil tas dulu disusul teman-teman nya.
*******
"Tumben mama papa di rumah mang? "tanya Bella pada mang Ucok sebelum keluar dari mobil.
"Katanya ada yang mau diomongin sama eneng" jawab mang Ucok.
"Yaudah Bella masuk dulu ya mang" Bella berlari mencari keberadaan orang tua nya.
"Assalamualaikum ma, pa" Bella mencium tangan kedua orang tua nya.
"Waalaikumsalam nak, sini duduk" Mama Windi menepuk sofa di samping nya.
"Gini nak, mama sama papa mau pergi keluar negeri" Ucap mama Windi
"Yaelah ma. Bella kira ada apa. Ternyata cuma beginian. Selow ma, Bella kan udah biasa ditinggal keluar negeri" Bella hendak beranjak dari duduk nya namun ditahan oleh mama nya.
"Kebiasaan deh main potong aja orang mama belom selesai ngomong" Mama Windi mengerucut kan bibir nya.
"Hehe lanjut ma" cengir Bella
"Papa aja deh. Gini bel, mama papa mau keluar negeri selama 1 bulan karena ada pekerjaan. Kamu mau tinggal di rumah budhe Dewi dulu atau tetep disini ditemani anak temen nya mama papa?" ucap papa Jaya panjang lebar.
"Yang jelas Bella gak mau tinggal sama budhe, apalagi 1 bulan. Bisa botak Bella pa, dengan kelakuan ke3 anaknya" Bella bergidik ngeri mengingat kelakuan ke3 sepupu nya yang sangat nakal.
"Berarti kamu pilih yang ke 2 ya bel?" tanya mama nya.
"Kenapa harus ditemenin sih ma, kan Bella udah gedhe, siapa sih orang nya" tanya Bella yang tiba-tiba penasaran.
"Assalamualaikum" suara orang dari luar.
"Waalaikumsalam, masuk" teriak papa Jaya.
"Eh kamu nak, sini, duduk" mama Windi mempersilahkan Elang untuk duduk. Elang langsung duduk dengan senyuman diwajahnya.
Berbeda dengan Bella yan menatap Elang heran "E lo ngapain kesini?"
"Elang ini yang akan jagain kamu nak" Sontak Bella melotot mendengar perkataan papa nya.
"Papa bercanda nih. Ngapain nyuruh dia sih pa. Mending Bella sendirian aja pa. Bella bisa kok jaga diri sendiri kan ada bi Asih sama mang Ucok" tawar Bella
"Udah gak usah nawar bel, mama yakin kok Elang pasti jagain kamu dengan baik. Dan dia pasti jadi teman baik kamu" Mama Windi mengusap pelan rambut Bella.
"Ya tapi ma, bel.." Belom sempat Bella meneruskan kata-katanya sudah dipotong dulu oleh papa nya.
"Jangan nawar lagi Bella, ini udah keputusan mama papa. Yuk ma, kita berangkat sekarang, sebelum telat" Ajak papa Jaya.
*******
tok tok tok
"Masuk bi!" Bella sudah menyangka pasti bi Asih yang sudah mengetuk pintu nya. Dia tetap sibuk mencari baju di lemari nya, tanpa berniat untuk menoleh sedikitpun. Ya, Bella baru saja selesai mandi. Tubuh nya hanya di tutup handuk dari dada sampai paha, menampilkan tubuh nya yang elok. Ternyata yang mengetuk pintu nya bukan bi Asih, melainkan Elang. Elang menelan ludah melihat pemandangan di depan nya.
"Tahan nafsu lo lang" Batin nya
"Ekhem" Elang berdehem untuk menetralkan jantung nya. Sementara Bella terlonjak kaget mendengar nya.
"Lo ngapain masuk kamar gue" Teriak Bella.
"Pikun ya lo? Orang lo sendiri yang nyuruh gue masuk" Elang dengan santai duduk di pinggir kasur Bella.
"Gue kan ngira nya bi Asih. Lagian lo mau apa sih" tanya Bella dengan tangan yang memegang handuk di dada nya.
"Gue nyuruh lo buat belajar selama 1 jam sebelum makan malam. Setelah makan malam terserah deh lo mau apa. Tapi ingat tidak boleh tidur larut malam, maksimal jam 10 lah" jawab Elang santai.
"Enak aja lo nyuruh-nyuruh. Mana belajar nya 1 jam lagi, nggak! Bella menolak dengan tegas.
"Sekarang gue yang diberi tugas buat jagain lo, dan lo harus nurut semua aturan yang gue buat" Elang memang tidak suka jika ada yang menolak aturan nya.
"Seenak jidat banget sih lo. Udah dateng tak diundang, sekarang malah ngasih peraturan gak jelas, kejam banget sih lo. Gue laporin bokap nyokap gue tau rasa lo!" Ancam Bella.
"Bokap nyokap lo pasti belain gue. Secara aturan yang gue buat kan emang semua nya baik" Elang menanggapi dengan santai
"Ihh sumpah ngeselin!!" Bella mengepalkan tangan nya dan menatap Elang tajam. Dia hendak melayangkan 1 pukulan di wajah Elang.
"Mau mukul gue lo? Ntar handuk lo melorot lagi" Elang cekikikan sambil melirik handuk di tubuh Bella.
Bella yang menyadari arah pandangan Elang langsung menyilangkan tangan di dada nya.
"Mau gue colok tuh mata" sinis Bella.
"Gue normal kalik, ya gue liat lah" Elang menjawab dengan santai nya.
"Dasar mesum! Keluar lo!!" Bella mendorong tubuh Elang sampai keluar kamar lalu mengunci pintu nya.
Elang masih setia di depan pintu menunggu Bella keluar, karena dia berniat untuk memastikan Bella belajar dengan benar.
Ceklek
Suara pintu kamar dibuka dan penampilan Bella dengan piyama karakter hello kitty favorit nya.
"Mau apa lo? Kenapa masih ada disini" Bella terkejut dengan keberadaan Elang.
"Lo lupa ya? Ini udah masuk jadwal belajar" Dengan santai nya Elang masuk ke kamar .
"Gue gak mau kalo di mulai sekarang, besok aja! "Tolak Bella yang masih berdiri di ambang pintu.
"Gak usah kebanyakan nolak. Lo mau gue laporin bonyok lo" Elang menarik paksa tangan Bella.
"Sumpah ya lo, ngeselin banget"
Dengan sangat terpaksa akhirnya Bella mau belajar. 15 menit pertama masih aman, Elang juga ikut belajar di kamar Bella. Namun konsentrasi mereka buyar karena suara deringan hp Bella.
"Hallo" Bella mengangkat telfon nya.
......................
"Iya iya gak mungkin Bella lupa. Udah dulu lah bang, ganggu orang belajar aja lo"
tut.. Bella memutuskan panggilan telfon nya sama sepihak.
"Siapa bel? " tanya Elang penasaran. Btw baru kali ini Elang memanggil nama Bella. Sedangkan Bella masih belum pernah memanggil nama Elang.
"Kepo lo" Ketus Bella sambil meletak kan hp nya.
Elang hanya mendengus sebal. Lalu mereka melanjutkan belajar nya. Waktu belajar pun selesai.
"Turun yuk kita makan malam" ajak Elang.
"Lo duluan aja deh, capek banget gue" Bella malah beranjak ke kasurnya mengistirahatkan pinggang nya sejenak.
Elang yang melihatnya memutar bola mata nya dengan malas, lalu menghampiri Bella. Niat Elang terhenti melihat paha mulus Bella yang semakin terpampang nyata saat Bella terlentang.
Glek. Elang bersusah payah menelan ludah nya. "*Untung orang nya merem, kalo melek bisa tengsin nih gue"
tok tok tok*.
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Elang menampilkan bi Asih disana. Pintu memang sengaja tidak ditutup, karena tidak mungkin Bella dan Elang berduaan di kamar yang tertutup.
"Maaf den, makan malam sudah siap" Bi Asih membungkuk kan badan nya lalu pergi.
Elang memutar badan nya menghadap Bella lagi.
"Woy cabe kering, jangan tidur dulu. Makan dulu" Elang menggoyangkan bahu Bella
"Rese banget sih lo" Bella melempari Elang dengan bantal.
"Kalo lo gak nurut, gue laporin bo..." Kalimat Elang dipotong oleh Bella.
"Iya iya gue bangun nih ketos yang terhormat" Bella berlarian meninggalkan Elang yang masih ada di kamar nya.
"Masak apa bi?" Tanya Bella pada bi Asih yang kebetulan ada di meja makan meletak kan susu pisang kesukaan Bella.
*Eh non Bella. Ini non masak ayam geprek, udang asam manis, sama tumis kangkung" jawab bi Asih.
"Perfect, kesukaan Bella semua tuh" Bella menatap binar makanan di depan nya lalu duduk disusul Elang yang baru datang.
Mereka makan berdua dengan hening tanpa ada pembicaraan. Bella selesai makan dulu, lalu mengambil susu pisang favorit nya, dan meneguk sampai habis. Saking semangat nya Bella meminum, sampai tak sadar jika ada sisa susu di bibir atas nya. Dengan sigap Elang membersihkan nya.
Elang mendekat lalu mengulurkan tangan nya dan mengusap bibir Bella. Bella yang tidak mengetahui apa yang terjadi hanya diam dengan keterkejutan nya. Sebenarnya jantung Elang berdegup kencang saat mengusap bibir Bella apalagi jarak mereka sangat dekat. Selesai mengusap bibir Bella, Elang menatap lekat mata Bella, begitu juga dengan Bella. Untuk sepersekian detik pandangan mereka bertemu, saling mengagumi dalam hati.
"Emang ya, kalo lagi pacaran dunia terasa milik berdua, yang lain ngontrak" Suara dari ujung meja makan mengagetkan Bella dan Elang. Dengan otomatis mereka saling menjauhkan posisi duduk nya, lalu menoleh ke sumber suara.
"Elo bang, ngagetin aja" Ternyata orang itu adalah Kevin, manager Bella yang tadi menelfon.
Sedikit info, Kevin adalah saudara jauh nya Bella. Bella menganggap nya sebagai kakak. Hingga suatu hari muncul lah ide Kevin, untuk menjadikan Bella seorang model, dengan modal wajah cantik Bella dan tubuh proporsional nya.
Selama ini Bella tidak mau terlalu jauh mendalami profesi nya, dengan alasan masih kecil. Dia berjanji pada Kevin jika dia sudah SMA, dia akan serius mendalami profesi nya, dan tidak hanya menjadi model di majalah saja, dia akan menjadi model iklan juga, dan sekarang lah saatnya
Kevin duduk di samping Bella lalu mengambil makanan. "Iya ini gue, napa lo dek? Sebel ya karena tadi gue gangguin elo sama pacar lagi uwu-uwuan"
"Sembarangan lo bang orang dia bukan pacar gue" Bella tidak mau ada kesalahpahaman. Sementara Elang hanya diam tak menyangka apa yang terjadi barusan. "Jantung masih aman kan"
"Gue kesini mau bilang, besok ada pemotretan, dan ini baju lo" Kevin memberi Bella paperbag sambil terus mengunyah makanan nya.
"Sok sok an mau bahas jadwal, bilang aja lo mau numpang makan" Sungut Bella.
"Pinter nih artis gue" Kevin mengacak gemas rambut Bella. "Ngomong-ngomong dia siapa dek?" Lanjut nya lagi
"Asisten gue bang" Celetukan ngawur Bella dihadiahi jitakan oleh Elang.
"Sembarangan lo" Sinis Elang "Kenalin gue Elang bang, gue anak nya temen bonyok nya Bella" Elang mengulurkan tangan nya yang disambut hangat oleh Kevin.
"Gue Kevin, asisten nya nih dugong. Btw, lo ngapain ada disini, mau apel ya? tanya Kevin lagi.
"Nggak bang, gue kesini disuruh jagain ni bocah" Elang menunjuk Bella dengan dagu nya.
"Yang satu bilang dugong, yang satu bocah, ngeselin lo pada, lama-lama gue usir juga lo" sinis Bella.
Mereka bertiga ngobrol di meja makan sampai akhirnya Kevin memutuskan untuk pulang karena sudah malam, pukul 21.00.
"Inget ya dek, besok pulang sekolah gue yang jemput kita langsung ke lokasi" Kevin mengingatkan lagi sebelum pulang.
"Iya iya bawel, sono pulang lo, ntar dicariin emak lagi" usir Bella
Kevin sudah pulang, Bella dan Elang hendak menuju kamar nya masing-masing. Namun, belom sampai tangga langkah mereka terhenti dengan suara ketukan pintu yang kuat. Dengan emosi Bella membuka pintu tersebut, betapa terkejutnya dia melihat siapa yang ada di depan nya. Bella memeluk erat lelaki di depan nya, sontak Elang yang sedang berdiri di samping Bella pun terkejut.
"Gila, titisan gorila is come back" histeris Bella
"Iya dong, gue kangen sama bayi simpanse gue" Pria itu melepas pelukan nya
"Titisan gorila? Bayi simpanse? Ini rumah apa kebun binatang sebenarnya sih? Terus dia siapa? Batin Elang.
"Oh iya bel, ini siapa?" Tanya nya sambil menunjuk Elang.
"Kenalin gue Elang, yang jagain Bella selama bonyok nya diluar negeri" Elang mengulurkan tangan nya.
"Oh iya bang, gue Doni, sahabat kecilnya Bella. Tuh rumah gue" Doni menunjukkan rumahnya yang berada pas di depan rumah Bella.
"Dia bukan abang lo bege, ngapain lo manggil dia abang, gue aja gak manggil abang. Eh duduk dulu yuk" Bella berjalan ke arah sofa di ruang tamu nya.
"Muka nya kayak abang-abang" cengir Doni.
"Santai aja kalik don, panggil Elang aja. Gue masih kelas 11 kok. Paling lo kelas 10 ya kayak Bella" tebak Elang.
"Sotoy lo bang. Gue masih kelas 8 kalik. Aslinya Bella ini masih kelas 8 sama kayak gue secara umur kita kan sama, tapi dia malah milih loncat kelas, SD 5 tahun, SMP 2 tahun. Jadi gak enak lah kalo gue manggil lo Elang doang." Doni menjelaskan panjang lebar.
"Widih ternyata hebat juga ya lo bel" Elang tak menyangka. Karena di fikiran nya, Bella hanyalah gadis bermasalah, dan jauh dari prestasi.
"Makanya lo gak usah nyuruh gue belajar sampe 1 jam, bukan nya pinter malah botak nih kepala gue ntar" ucap Bella
"Seorang Bella belajar, sejak kapan bel?" Doni malah tertawa
"Eh gue tidur dulu ya, ngantuk banget nih gue" pamit Elang
Doni dan Bella melanjutkan obrolan nya walaupun malam semakin larut, sudah biasa mereka ngobrol hingga larut begini. Apalagi dengan kedatangan Doni dari rumah neneknya selama 3 hari membuat mereka semakin rindu dan enggan untuk menyudahi obrolan nya.
Pukul 02.00 dini hari, Elang turun menuju dapur untuk mengambil minum. Betapa terkejutnya dia, saat melihat Bella dan Doni yang masih ada disana, bermain kartu, dengan yg wajah keduanya yang sama-sama cemong dengan goresan kapur.
"Ternyata elo belom tidur. Pantes elo selalu telat, ternyata ini kebiasaan lo" Elang menjewer telinga Bella.
"Aww sakit kuping gue, lepasin ah, ntar kuping gue panjang" Bella meringis kesakitan sambil memegang tangan Elang.
"Biarin! Gue disini disuruh buat jagain lo dan lo harus nurut sama aturan gue. Mau gue laporin bonyok li" Bukan nya melepas jerawat nya, Elang malah semakin kuat menarik telinga Bella.
"Elo juga. Besok lo sekolah kan, ngapain masih main jam segini. Pulang sana, tidur" Usir Elang pada Doni.
"I iya bang" Doni langsung ngibrit pulang.
"Sekarang elo tidur, cepet! Gue gak mau besok ngelihat muka lo di barisan orang telat" Elang menatap Bella.
"iya iya, lepasin dulu dong tangan lo, sakit nih kuping gue" Bella masih memegang tangan Elang di telinga nya.
"Oh iya lupa" Elang melepaskan jeweran nya. Dan benar saja telinga Bella sudah merah sekarang. Bella mengusap telinga nya sambil berlarian menuju kamarnya.
"Dasar bocah. Ini baru semalam gue jagain tuh bocah, besok-besok gimana ya, apa gue sanggup, tingkahnya bikin sakit kepala" Elang memijit pelipis nya pelan.
jangan lupa vote, komen dan like, serta jadikan novel ini favorite kalian, Terimakasih..
lanjutin dong Thor kok lama bener sihhhh
Terimakasih utk support kalian selama ini🤗
mohon maaf ya, karena suatu kendala author tdk bisa melanjutkan novel ini. Hp author ke restart, dan aku gk inget kata sandi email buat login di akun ini😭
Jadikan aku buat akun baru😉 Dimohon utk support di karyaku di akun yg baru ya, Terimakasih 😘
"Aku Hamil Anak Pacarku."
Mampir yuk ke ceritaku. Dijamin seru👌
Menceritakan kisah gadis SMA berprestasi yang hidupnya hancur karena mengandung anak pacarnya.
wih jejak ku disetiap bab ada,bakal ada yg protes ga sie,soalnya dinopel sebelah ada yg ngegas gara2 jejak aku berserakan disetiap bab,,🤣🤣🤣