Heezend, seorang laki-laki SMA pada umumnya, sekaligus seorang pembunuh bayaran kelas atas. Dia mati saat sedang dalam perjalanan karena pekerjaannya, dan dia di reinkarnasi kan ke dunia lain dengan tujuan yang absurd.
Volume 1 (Arc New World) dari chapter 01-36
Volume 2 (Arc New Family) dari chapter 36-58
Volume 3 (Arc Journey Dawn) dari chapter 58-
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zevera Thirty-One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Take 12 : Pet dan Rahasia
"Master... Master... Bangunlah master, bukannya hari ini kau akan pergi ke ibukota?" Ucap Sakura sambil membangunkan Enzi yang masih terlelap tidur.
"Hmn... Ya, ya... Aku akan bangun" ucap Enzi yang baru saja bangun.
"Sarapan sudah siap" ucap Sakura.
"Ya, sebentar, aku mau pergi ke kamar mandi terlebih dahulu" balas Enzi sambil berjalan menuju kamar mandi dengan lesu.
Setelah 10 menit lamanya Enzi di kamar mandi, akhirnya dia keluar dengan pakaiannya yang sudah rapih.
"Silahkan, dinikmati selagi hangat" ucap Sakura sambil memberikan sup dan roti untuk sarapan Enzi.
"Ya, terima kasih Sakura" ucap Enzi sambil memakan sarapannya.
"Oh iya, sebelum itu... Ambillah ini" ucap Enzi sambil memberikan cincin.
"Apa ini master?" Tanya Sakura.
"Itu adalah cincin yang akan melindungimu dari bahaya, dan cincin ini bisa menjadi alat komunikasi denganku" jelas Enzi "ketika kau ingin menghubungiku, kau cukup alirkan sedikit mana ke cincin itu dan bayangkan saja wajahku" lanjutnya menjelaskan fungsi dari cincin itu.
"Terima kasih master, aku akan menyimpannya seumur hidupku" ucap Sakura sambil menggenggam cincin itu.
"Kau terlalu berlebihan" ucap Enzi sambil mengusap-usap kepala Sakura "kalau begitu aku berangkat sekarang" lanjutnya.
"Ya, hati-hati di jalan" balas Sakura.
Enzi hanya mengangguk untuk merespon perkataan Sakura, dan langsung bergegas menuju gerbang Utara kota Marth. Dalam perjalanan, Enzi melompat-lompat di atap rumah, karena langkah Enzi tidak menimbulkan suara, jadi hal tersebut tidak mengganggu orang lain.
"Aku sudah tidak sabar untuk beradu kekuatan" batin Enzi.
Setelah 20 menit lamanya, akhirnya Enzi sampai di gerbang Utara kota Marth. Zell dan Nico sudah menunggu Enzi di dekat gerbang.
"Maaf membuat kalian menunggu" ucap Enzi yang baru sampai.
"Tidak, sesuai jadwal, dalam 2 hari akan sampai jika tidak ada masalah di perjalanan" ucap Nico.
"Baiklah! Kita berangkat!" Teriak Zell dengan penuh semangat.
"Ngomong-ngomong kita akan berjslsn kaki?" Tanya Enzi.
"Tidak, kita akan menunggangi Pet untuk ke ibukota" ucap Nico.
"Pet? Apa itu?" Tanya Enzi.
"Eh?" Ucap Zell dan Nico yang kaget.
"Eh?" Balas Enzi yang tidak mengerti apa-apa.
"Kau... Serius bertanya seperti itu?" Tanya Zell.
"Ya, aku serius" balas Enzi "sebegitu mengejutkannya kah? Yah, mau bagaimana lagi, aku bukan orang dari dunia ini" batin Enzi.
"Ehem... Pet merupakan makhluk panggilan yang akan melayani dirimu jika kau berhasil membuat kontrak dengannya. Jika kau tidak berhasil membuat kontrak dengannya, makhluk yang kau panggil kemungkinan yang baiknya akan pergi tanpa mengatakan apa-apa dan kemungkinan terburuknya, kau akan di bunuh oleh makhluk yang kau panggil" jelas Nico.
"Entah kenapa ini mengingatkanku tentang Mount yang sering ada di dalam game... Namun Mount cenderung harus mencari dan menundukkan agar dapat membuatnya menjadi pet" batin Enzi.
"Jadi? Apa yang aku harus lakukan jika aku ingin memiliki pet?" Tanya Enzi.
"Kau harus memanggil makhluk tersebut lewat sihir pemanggilan. Sihirnya pun cukup simpel" ucap Zell.
"Baiklah, aku akan membuat kontrak terlebih dahulu" ucap Enzi.
"Kita akan melakukan itu di hutan, di sini takutnya membuat keributan yang besar" ucap Nico.
"Ya, kalau begitu kita menuju hutan terlebih dahulu" ucap Enzi.
Setelah itu mereka pun keluar dari gerbang untuk menuju hutan tempat berburu monster, karena melakukan pemanggilan di kota akan menyebabkan keributan yang besar.
20 menit kemudian
"Kita akan melakukannya di sini" ucap Nico.
"Baiklah, jadi apa yang harus aku lakukan?" Tanya Enzi.
"Ulangi saja kata-kataku dan beri energi di kata-kata tersebut" ucap Nico.
"Aku mengerti" balas Enzi.
"O creatura dal nulla, ascolta questa chiamata e vieni davanti a me!" Ucap Nico.
(Note:bahasa di atas di ambil dari bahasa Italia)
Enzi pun mengatakan apa yang barusan Nico katakan, namun Enzi memberi kata-kata tersebut dengan energinya.
Setelah Enzi selesai mengucapkan mantra tersebut, tiba-tiba muncul sebuah lingkaran sihir di depan Enzi.
Cuaca yang tadinya cerah, tiba-tiba menjadi mendung di iringi dengan Sambaran Guntur yang sangat keras.
"Apakah kau yang memanggilku kesini?" Ucap makhluk yang baru saja keluar dari lingkaran sihir, namun wujudnya masih belum terlihat karena awan hitam yang mengelilinginya.
"Ap–apa-apaan jumlah energi ini?!" Ucap Nico yang menyadari energi yang di keluarkan oleh makhluk yang dari lingkaran sihir.
"Ya, aku yang memanggilmu" ucap Enzi "aku ingin membuat kontrak denganmu" lanjutnya.
"Hoo... Seorang manusia ingin membuat kontrak denganku?" Ucap makhluk tersebut sambil mengeluarkan aura intimidasi yang kuat.
Nico dan Zell mulai berkeringat dingin karena aura yang di keluarkan makhluk tersbeut, namun hal tersebut tidak berlaku bagi Enzi. Enzi dengan santainya berjalan menuju makhluk tersebut.
Perlahan-lahan awan hitam yang mengelilingi makhluk tersebut mulai menghilang dan menampilkan wujud makhluk tersebut.
"Itu benar" ucap Enzi.
Penampilan makhluk tersebut menyerupai serigala, namun berbeda dengan serigala pada biasanya. Serigala ini memiliki taring yang panjang dan tajam, besarnya melebihi sapi yang ada di bumi, di kepalanya terdapat lambang bintang dan tanduk, ekornya pun ada 2.
"Dasar manusia rendahan! Berani sekali ingin membuat kontrak denganku!" Ucap makhluk tersebut dengan nada yang terdengar kesal "baiklah, jika kau memenuhi persyaratan untuk menjadi tuanku, aku akan menjadi peliharaan milikmu" ucap makhluk tersebut.
"Jadi? Apa persyaratannya itu?" Tanya Enzi dengan santainya.
"Kau harus membuktikan kekuatanmu! Jika kau lebih lemah dariku, aku akan membunuhmu!" Ucap makhluk tersebut.
"Baiklah, tunggu sebentar" ucap Enzi sambil berbalik menghadap Nico dan Zell.
"Maaf kalian berdua, untuk sekarang kalian lebih baik tertidur [Sleep]" ucap Enzi yang membuat Nico dan Zell seketika tertidur dengan lelap.
"Baiklah, sekarang aku akan memperlihatkan wujud asli milikku!" Ucap Enzi.
"[First Avatar]!" Ucap Enzi.
Perlahan-lahan wujud Enzi berubah menjadi wujud Immortal miliknya. Aura yang di keluarkan wujudnya membuat suasana di sekitar berubah seketika, langit yang tadinya gelap perlahan-lahan langsung menjadi cerah.
Serigala tersebut terlihat sangat terkejut karena orang yang memanggilnya adalah seorang Immortal. Dengan kata lain dia adalah makhluk terkuat yang ada di dunia ini.
"Ini adalah wujud asliku!" Ucap Enzi sambil menatap serigala tersebut.
Serigala tersebut langsung berlutut di hadapan Enzi.
"Mohon maafkan saya yang tidak dapat melihat seseorang yang hebat seperti tuan" ucap Serigala tersebut dengan nada yang ketakutan.
"Jadi apa keputusanmu?" Tanya Enzi.
"Ya, sebuah kehormatan bagi saya menjadi peliharaan tuan" ucap serigala tersebut.
"Baiklah, jadi? Apa yang harus aku lakukan agar bisa membuat kontrak denganmu?" Tanya Enzi.
"Tuan hanya perlu memberi saya sebuah nama" jawab serigala tersebut.
"Sebuah nama?" Tanya Enzi.
"Ya" jawab serigala tersebut.
"Baiklah, kalau begitu mulai sekarang kau akan menggunakan nama Azrael" ucap Enzi.
"Dengan senang hati saya akan menerima nama Azrael yang tuan berikan" ucap Serigala tersebut dengan tubuh yang bersinar.
"Dengan begini selesai. Aku akan kembali ke wujud kedua ku" ucap Enzi.
"[Second Avatar]!" Ucap Enzi.
Wujud Enzi pun perlahan-lahan berubah ke bentuk manusianya.
"Baiklah, mohon kerja samanya Azrael" ucap Enzi.
"Ya, mohon bimbingannya tuan" balas Azrael.
"Sekarang... Tinggal membangunkan mereka berdua dan bergegas berangkat ke ibukota" ucap Enzi "tapi sebelum itu" lanjutnya sambil melihat ke arah semak-semak yang tidak jauh dari lokasi Enzi.
"Keluarlah! Aku sudah tau kau ada di sana sejak awal!" Ucap Enzi namun tidak ada jawaban.
"Aku akan memberikanmu 2 pilihan. Pilihan pertama kau keluar dan perlihatkan wujudmu, pilihan kedua kau tetap di sana dan menungguku untuk membunuhmu" ucap Enzi sambil mengeluarkan aura intimidasi.
"Ba–baiklah, aku akan keluar" suara orang yang ada di semak-semak.
"Eh? Suara ini... Terdengar tidak asing" batin Enzi.
Perlahan-lahan lahan wujud orang yang ada di semak-semak mulai terlihat. Betapa terkejutnya Enzi saat tau orang yang mengawasinya dari tadi adalah Lora.
"Lo–Lora?! Kenapa kau ada di sini?!" Tanya Enzi dengan nada yang panik.
"Ma–maaf! Tadi aku melihat kalian bertiga di gerbang dan diam-diam mengikuti kalian masuk ke hutan" ucap Lora.
"Cerobohnya aku" ucap Enzi dengan nada yang terdengar menyesal "kalau sudah begini aku tidak dapat mengelak lagi" ucap Enzi yang pasrah.
"Te–tenag saja, aku tidak akan membocorkan apa yang aku lihat hari ini" ucap Lora dengan nada yang terdengar panik.
"Benarkah?" Tanya Enzi.
Lora hanya menjawabnya dengan anggukan yang terlihat seperti orang yang ketakutan.
"Haahh... Aku sudah mengira kalau rahasiaku ini suatu hari akan terbongkar, tapi aku tidak menduga akan secepat ini" batin Enzi.