NovelToon NovelToon
Mencari Tuan Muda [DROP]

Mencari Tuan Muda [DROP]

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Petualangan / Teen / Contest / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.6
Nama Author: cloud_white

Harya Aditya Mura, seorang pemuda yang hidup dalam kesederhanaan di desa ternyata bukan sekedar pemuda desa biasa.

Satu persatu orang datang padanya dan menyuruh nya untuk pulang ke rumah. tetapi bukannya rumah nya di Desa?

Rahasia apa yang selama ini disembunyikan darinya? tidak, rahasia apa yang tidak diketahuinya selama ini.

Kisah perjalanan seorang pemuda Desa yang ingin mencari tahu siapa dirinya setelah ditimpa kemalangan saat masih kecil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloud_white, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sepeda Dari Pak Wahyu.

Harya berjalan menyusuri pinggir jalan raya yang ramai akan mobil-mobil mewah, jarang sekali ia melihat seseorang yang menggunakan motor disini.

Saat berjalan Harya melihat seorang wanita dengan Lipstick merah menyala dan rambut yang ditata seanggun mungkin, sedang turun dari sebuah mobil Lamborghini bewarna putih.

Ia menatap Harya sekilas, "Eh sini kamu"

Harya merasa terpanggil pada akhirnya ia berjalan mendekati perempuan itu.

"Ada apa ya?" tanya Harya sopan

"Dimana Universitas Aksara, kamu pasti tau kan" tanya nya ketus dan tidak membalas sikap sopan Harya

"Ada di jalan depan sana bu, kalau ibu mau kesana tinggal lurus saja" jawab Harya memperhatikan dari atas rambut hingga ujung kaki wanita itu 'Sultan lagi ya?'

"Bu?! kamu manggil aku ibu?! bisa-bisa nya kamu manggil aku yang masih muda ini sebutan ibu!" kesal wanita itu pada Harya

"Ya maaf, habisnya Lipstick nya terlalu tebal kaya ibu kost saya jadi saya kira sudah ibu-ibu" ucap Harya menahan tawa yang akan keluar dari mulutnya

"Nona Jessi, sudah waktunya kita pergi" seorang sopir memberitahu wanita itu dan membukakan pintu mobil mewah itu.

Harya melangkah pergi dari sana karna curiga bahwa ia akan ditabrak akibat membuat nona itu marah, ia berjalan melewati mobil mewah itu tanpa sepatah kata pun hingga akhirnya ia menghilang.

"Dasar lelaki sialan! lihatlah jika aku bertemu dengan mu lagi maka akan ku hajar dirimu" kesal nona bernama Jessi itu

Sesampainya Harya di Universitas Aksara, ia disambut oleh Arsyi yang menunggu dirinya, Arysi masih di perban di bagian yang terluka berdiri di pintu masuk Universitas.

'Arsyi lagi, apa dia tidak jera setelah aku hajar seperti itu' pikir Harya lesu

Ia terus melangkah hingga, "Berhenti...jangan berpura-pura tidak melihat ku"

Harya berhenti dan menatap Arsyi dengan malas, "Apa lagi hari ini? kau mau menghajar ku lagi seorang diri?"

Arsyi menggeleng, "Tidak, aku mengaku kalah padamu dan hari ini aku akan menraktir mu"

Harya terkaget-kaget akan ucapan Arsyi, 'Apa Dunia sudah terbalik sekarang?!' begitu pikirnya

"Jika kau tidak keberatan, bisakah aku belajar padamu untuk Tes yang akan mendatang nanti" ucap Arsyi malu sehingga menundukan kepalanya

"Hahaha kau sangat lucu hari ini Arsyi haha, sangat jarang aku melihat mu bertingkah seperti ini" tawa Harya "Tapi aku akan istirahat bersama si Rama"

"Rama sedang tidak masuk karna hari ini ada perebutan proyek besar antar pembisnis, jadi ia tak hadir" ucap Arsyi

Harya terpana karna Rama yang masih muda sudah bisa terjun ke medan pertempuran para pembisnis seperti itu.

"Hehe kau mau menraktirku supaya aku mengajari mu untuk Tes nanti hah" goda Harya

"Baiklah baiklah kau sudah membongkar kedokku, kau harus mengajari ku oke" pasrah Arsyi

Mereka berdua memasuki gedung dengan canda tawa satu sama lain, tidak lagi saling menindas seperti dulu.

Saat waktu jam pulang, Harya berkemas dan pergi meninggalkan Universitas untuk pergi bekerja di Cafe Sakura Food, walau Harya mempunyai kunci Cafe tapi yang ia pegang adalah kunci cadangan dan pemegang kunci utama adalah pak Wahyu.

Cafe Sakura Food.

Harya memasuki cafe sehingga bell yang terpajang di pintu berbunyi dan membuat para karyawan menatap kearah pintu.

"Hai, saya bukan pelanggan loh ya" cangungg Harya karan ditatapi

"Ya kami tau loh Dek Harya, ada-ada saja kamu ini" balas Cindy

Harya mendekati Cindy dan bertanya tentang tugas miliknya.

"Kamu jadi kasir bareng mas Raul gapapa kan? teman kerja nya mas Raul berhenti" ucap Cindy memberitahu Harya

Harya mengangguk dan pergi menuju ruang ganti untuk mengganti pakaiannya, saat keluar ia mencari pria yang bernama Raul itu.

"Mas Raul ya?"

Seorang pria dengan rambut yang diikat menatap Harya dengan mata hijaunya, pria itu tersenyum dan menjawab.

"Iya saya Raul, kalau adek siapa ya?" tanya nya

"Udin om"

Orang-orang yang mendengar ucapan Harya langsung tertawa terbahak-bahak bahkan ada yang hampir mengeluarkan air mata.

Suara cempreng terdengar dari kerumunan, "Saya yang Udin! kamu ini jangan asal sebut nama orang"

"Mas Udin sabar mas, nama mu yang benar siapa?" tanya Raul yang juga habis tertawa

"Saya Harya om, nanti bakal jadi rekan kerja om" ucap Harya memperkenalkan dirinya

"Jangan panggil om dong, ketuaan saya jadinya...panggil abang aja" pinta Raul malu-malu

"Oh okelah bang Raul"

"Ekhem, asik ketawa baru pada nggak kerja ya? bagus kalian semua...mau gajinya dipotong?"

Suara pria paruh baya itu terdengar tak asing dan saat dilihat ternyata pak Wahyu yang sedang bersender di pintu belakang yang berbicara.

"Maaf pak, kami bakal balik ke kerjaan masing-masing" ucap Cindy meminta maaf, begitu pula yang lainnya

Semua karyawan balik pada pekerjaan mereka masing-masing tak terkecuali Harya yang fokus pada pekerjaan barunya.

"Jangan terlalu tegang, jangan lupa senyum juga kalau ngelayani pelanggan" saran Raul yang berada di sebelah Harya

"Iya bang Raul, ngomong-ngomong Harya tetap nyuci piring nggak mbak Cindy?" tanya Harya pada Cindy yang tengah menyapu lantai

"Ya iyalah, Harya kerja nya Double karna masih muda" balas Cindy

Cling...

Seorang gadis masuk dengan menggandeng anak yang lebih kecil darinya, ia mendekati kasir tempat Harya berada.

"Selamat siang nona cantik, mau makan apa?" tanya Harya saat melayani gadis itu

"Eh..Uhm..Selamat siang s-saya mau pesan O-Omurice nya 2 sama Milkshake Vanilla" gugup sang gadis saat melihat Harya yang tersenyum padany

"Baik, silahkan nona cantik mencari tempat duduk dan teman saya akan mengantarkan pesanannya" ucap Harya memberikan kertas berisi pesanan pada orang yang didapur

"Nggak bisa mas nya saja yang ngantar?" tanya gadis itu

"Hah?"

"Nggak apa mas, saya duduk disana"

Gadis itu pergi menuju meja didekat jendela dan Harya masih termenung akan perkatan gadis tadi.

"Itulah susahnya jadi orang ganteng Har, coba jadi orang biasa-biasa saja" keluh Raul mendengus di sebelah Harya

"Kayak bang Raul aja yang ganteng, barulah Harya yang dibilangin ganteng sama mbaknya" ejek Harya membuat Raul memukul punggung nya kesal

Waktu berjalan tak terasa, jam sudah menunjukan pukul 10 malam dan Cafe harus ditutup.

"Sudah nyuci piring Har?" tanya Cindy yang keluar dari ruang ganti

"Sudah mbak, Harya mau ganti baju dulu baru pulang"

Harya mengganti pakaiannya dan keluar dari Cafe, ia melihat pak Wahyu yang sedang kebingungan dengan sebuah sepeda di hadapannya.

"Eh pak Wahyu, nggak pulang pak? ini kan sudah malam" sapa Harya

"Belum Har, bapak bingung mau taruh dimana sepeda ini" keluh pak Wahyu

Harya melihat sepeda gunung bewarna merah itu, kelihatan masih bagus dan layak dipakai.

"Emang bapak mau taruh dimana?" tanya Harya

"Tadinya saya mau taruh di gudang tapi gudang sudah penuh dan sekarang saya bingung mau taruh dimana, ini punya anak saya dan sekarang dia sudah tidak mau pakai...dia maunya naik mobil mewah juga" jelas pak Wahyu yang menghembuskan nafas pasrahnya

"Tidak dijual saja pak? kan lumayan tuh" saran Harya

"Bapak tidak mau jual, mending bapak kasih ke kamu saja ya Har...kan lumayan bisa kamu pakai ke Kampus" ucap pak Wahyu

"Eh, kok dikasih ke saya pak...saya tidak enak buat menerima sepeda bapak ini" tolak Harya

"Kamu anak baik, ambil cepat sepeda nya bapak mau pulang dulu..istri sudah nunggu" ujar pak Wahyu

Pak Wahyu masuk kedalam mobilnya dan melaju meninggalkan Harya dengan sepeda gunung itu di halaman Cafe.

"Yaampun, disaranin buat dijual aja malah dikasih aku" pasrah Harya

Di elusnya stang sepeda itu, "Mungkin ini rezeki buat aku kali ya...dari Yang Maha Kuasa"

Harya menaiki sepeda itu dan mulai melaju untuk pulang ke Kost dan beristirahat mengakhiri hari yang berat ini.

...----------------...

1
Jabrik Keren
Biasa
Edo Masamba
gak ada sambungannya
Sabar Priatna
gak bener ending nya
Sabar Priatna
gak bener ending nya.
MrQues Ques
ceritanya kayak gak masuk akal...🤣🤣
Royal Kekelengen
pliiis...
anang sujarwo
authooor kontoooool...
udah baca dari awal endingya kaya taaaai anjiiing..
Emang Noveltoon anjiiiing
Saleh Hermanto
thor prolognya kagak jelas.... tu anak siapa.... hidup dizaman apa....hilangnya kenapa... tau. tau nongol di saluran irigasi....
Jusanto
up
Ima Diah
sekeluarga soplak...🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ima Diah
itu si kakek yg siap GK bayar...terus di pukuli sama yg punya warung kan ....🤣🤣🤣🤣
syarif bakti
kok ngga lanjut knp ngga ada bayarannnya ya
syarif bakti
knp thor tudak lanjut
Jjlynn Tudin
logo tamat ku kira suda tamat up sekalinya gini Aja😒
Jjlynn Tudin
jadila petani yg berjaya Bwa BPA mamamu mkn nasi di kg hasil tani Aja🤣
Jjlynn Tudin
orang kaya aku heran sudala kaya melaintir buat anak satu Dua Aja pastu Masih tamak banyak harta Masih rebutan 🤭🤣🤣
Irin Nizam
Lumayan
Sri Juliani
lho koq org tua bidoh,gK car masalanya knapa harya di usir,dan gak ada penyelikan thor,biar seru..tapi org berkuasa,masak bisa di obrak abrik keluarganya..
Sri Juliani
wah gregatan gue,,koq gak di bawa aja langsung si arya bu...
Sri Juliani
perjalanan yg melelahkan..bagi arya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!