NovelToon NovelToon
Queen Is [Cruel] To King [Cold]

Queen Is [Cruel] To King [Cold]

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Misteri / Balas Dendam / Reinkarnasi / Chicklit
Popularitas:97.7k
Nilai: 5
Nama Author: Penulis Lepas

Kisah yang banyak mengandung misteri dan kekerasan, berusaha mempertahankan milik dan merebut milik yang lain.

"Aku memang terlatih menjadi senjata, jadi tidak salah bukan jika aku kejam dan beringas. Dulunya aku adalah seorang Wakil Pemimpin anggota mafia, tapi sekarang ... aku adalah Ratu kejam untuk Raja Dingin." ~ Freya.

"Dia memang kejam, keras kepala namun cerdas. Semua sikapnya membuatku semakin tertarik padanya, dia Lebah Kecilku, dia Ratuku." ~ Sean.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penulis Lepas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Identitas Putri Pedagang Kelana

"Apa maksudmu dengan memancing ikan? Jangan bilang kau sengaja melaporkan pembunuhan ini karena mengetahui sesuatu?" Keith menatap penuh curiga kepada Freya, entah sadar atau tidak gadis itu telah mengungkapan sesuatu yang membuat Keith curiga padanya.

Sean pun merasakan hal yang sama, berpikir tidak mungkin jasad Earl Kerry ditemukan Freya secara tidak sengaja, meski Sean baru-baru mengenal Freya tapi dia tahu gadis itu memiliki kecerdasan tinggi terlebih lagi berbakat dalam hal bela diri, bukan tidak mungkin Freya bisa membunuh Earl Kerry.

Freya menyeringai tipis sembari dia memberikan tatapan penuh makna kepada empat pria di depannya, "Menurut kalian bagaimana bisa mungkin secara kebetulan aku menemukan mayat ini? Meskipun alasanku tadi cukup masuk akal, aku yakin Penasihat Keith dan Yang Mulia tidak akan percaya begitu saja."

Duke Dalbert dan Jenderal Bryan mengernyit mereka berdua tampak tidak paham apa yang dimaksud Freya. Tapi Penasihat Keith dan Sean paham, ternyata Freya memang berhubungan dengan kematian Earl Kerry.

Keith menatap tajam Freya, sekarang di matanya gadis itu tidaklah sesederhana seperti yang dia ketahui. Seorang pembunuh yang selama ini terlihat lemah dan selalu diam, tiba-tiba saja berubah menjadi cerdas, Keit merasa Freya sangat berbahaya. Tapi melihat jelas Freya tidak menutupi perbuatannya di hadapannya dan Raja Sean sendiri, berarti Freya memiliki tujuan tertentu.

"Nona Freya, katakan apa yang kau ketahui dan apa maksudmu dengan semua ini? Kau pasti memiliki tujuan tertentu?" tanya Keith penuh penekanan.

Freya tersenyum lagi, "Apa yang aku inginkan? Apakah aku terlihat seperti orang yang menginginkan sesuatu, jika aku mau sudah sejak lama aku terus menggoda Yang Mulia." Freya menggeleng pelan tampak sedang meledek kebodohan Keith meski pertanyaan Keith tidak ada yang salah, "Aku hanya ingin membantu kalian. Earl Kerry telah berkhianat pada kerajaan kalian," jelas Freya dengan serius.

"Berkhianat?" sahut Keith, Dalbert dan Bryan bersamaan, cukup terkejut mendengar Freya dengan santainya mengatakan Earl Kerry berkhianat sedangkan mereka bertiga sangat mengenal Earl Kerry ialah pejabat yang baik.

"Berikan alasan jika memang benar Earl Kerry berkhianat?" sahut Sean dengan pandangan serius, sepertinya Sean sedikit mempercayai ucapan Freya. Sean cukup menilai dari cara kerja Freya membuat skenario ini berarti Freya memang seharusnya tidak berbohong.

Freya menatap Sean sesaat, tidak menyangka sosok pria itu akan mempercayainya begitu cepat. Seharusnya Sean bersikap sebaliknya sebab Freya telah menuduh pejabatnya tanpa memberikan bukti terlebih dahulu. Freya merasa sedikit terharu.

"Lencana yang dimiliki Earl Kerry bukanlah lencana biasa, seharusnya kalian tahu lencana itu hanya dimiliki bangsawan kerajaan Thema." Freya mulai menjelaskan dengan nada tenang, "Lencana itu digunakan para pendatang luar masuk ke dalam wilayah kerajaan Thema lebih cepat, seperti kartu pintas. Earl Kerry menggunakan lencana itu keluar masuk kerajaan Thema sembari dia menyelundupkan sebagian emas ke sana." Freya menatap ke empat pria itu menunggu reaksi apa yang akan empat pria itu berikan.

"Menyelundupkan emas?" sahut Keith terkejut, dia menatap Freya dengan tatapan tidak percaya. Freya baru saja menuduh Earl Kerry terlalu berlebihan menurutnya. Yah, meski Keith tahu lencana itu bukan lencana biasa, tapi tidak mungkin Earl Kerry melakukan kejahatan besar seperti itu. Menyelundupkan sebagian emas kerajaan Felix ke kerajaan Thema adalah pengkhianatan besar.

Duke Dalbert terbelalak kaget, reaksinya bahkan lebih mengejutkan dari pada reaksi Keith, "Tidak mungkin, Earl Kerry tidak mungkin melakukan kejahatan itu. Selama ini aku mengawasinya dan tidak pernah melihat dia memiliki kesempatan melakukan kejahatan itu. Nona Freya sebaiknya kau berpikir dulu sebelum berbicara," sahutnya tegas sangat tidak suka Freya dengan mudahnya memfitnah seseorang yang begitu dia kenal.

Duke Dalbert sudah berkawan cukup lama dengan Earl Kerry dan dia tahu seperti apa sifat Earl Kerry dari pejabat mana pun di kerajaan Felix.

Jenderal Bryan menatap nanar Freya, tidak akan dia sangka Freya begitu berani berkata seperti itu, menuduh seseorang yang telah mati. Tidakkah Freya terlihat memanfaatkan kematian Earl Kerry?

Meskipun Keith, Duke Dalbert dan Jenderal Bryan bersikap tidak percaya kepada Freya, tapi Sean justru bersikap sebaliknya. Walaupun masih sedikit meragukan ucapan Freya tapi dia tahu gadis itu tidak mungkin berbohong, entah kenapa Sean begitu percaya padanya.

Freya mendengus pelan, "Aku tidak sangka Earl Kerry adalah pejabat yang paling berbahaya dari pejabat lainnya. Dia bahkan mampu merenggut kepercayaan dari Penasihat Keith dan Duke Dalbert dengan baik, pantas saja kejahatannya tidak diketahui." Dua makna terkandung dalam kalimatnya, Freya memuji keahlian sandiwara Earl Kerry dan juga meledek kebodohan Keith dan Duke Dalbert.

"Kau!"

"Tahan, Duke Dalbert. Dia sengaja memancing kemarahanmu," sahut Sean menghentikan Duke Dalbert yang ingin memaki Freya.

Duke Dalbert menatap Sean tidak percaya, bagaimana bisa Raja itu masih terlihat tenang setelah mendengar seorang wanita berstatus pembunuh memfitnah pejabat kerajaan. Tidakkah perkataan Freya juga sama halnya menyinggung kinerja Sean kurang kompeten? Sikap Freya barusan sungguh terlewat batas.

Freya tertawa kecil sambil menutup mulutnya, tidak dia duga Sean dengan mudahnya menebak rencananya. Freya memang sengaja memancing kemarahan Duke Dalbert sebab ingin mempermalukan pria itu setelah Duke Dalbert sempat memarahinya beberapa waktu yang lalu. Jika bukan karena Sean menghentikannya, Duke Dalbert pasti akan dibuatnya begitu malu di hadapan Sean dan lainnya.

"Jika Duke Dalbert dan Penasihat Keith tidak percaya dengan apa yang aku ucapkan, kalian bisa memeriksa pembukuan upeti rakyat," balas Freya penuh percaya diri tinggi, tentu dia tahu buku upeti rakyat akan mempermalukan ke dua pejabat tua itu.

Sean segera memerintah Jenderal Bryan memanggil Count Blade, pejabat yang bertanggung jawab soal keuangan kerajaan, wakil dari Count kerajaan. Jenderal Bryan segera melaksanakan tugas, segera pergi meninggalkan aula utama.

Kembali lagi kepada Freya, Sean semakin tertarik dengan gadis itu, tidak hanya berbakat dalam ilmu bela diri tampaknya juga memiliki kecerdasan tinggi. Entah Sean harus bangga memiliki istri seperti Freya atau tidak, dia telah memperlakukan gadis itu seperti penjahat dan seharusnya gadis itu menyimpan kebencian padanya.

"Freya." Panggilan Sean terhadap Freya telah berubah, "Dari mana kau tahu tentang hal itu?" tanya Sean dingin.

"Dari mana aku tahu? Tampaknya raja kita terlalu baik sampai membiarkan para pejabat busuk berada di sekitarnya," balas Freya meledek Sean secara terbuka di hadapan dua pejabat pengikut setia Sean.

"Lancang sekali! Hanya seorang pembunuh tapi berani mengatakan hal lancang seperti itu. Tampaknya Yang Mulia terlalu baik padamu!" sahut Duke Dalbert keras, tidak bisa tenang setiap mendengar ucapan yang Freya keluarkan.

Jangankan Duke Dalbert, Keith juga sama marahnya seperti Duke Dalbert. Freya benar-benar kelewatan, berani sekali berbicara tidak sopan di hadapan seorang Raja. Apalah Freya tidak takut kepalanya dipenggal sekarang juga?

"Nona Freya, sebaiknya jaga sikapmu jika kau ingin dihormati," ucap Keith tenang namun menekan.

Freya melipat tangannya di depan dadanya sembari bibirnya itu mendengus lagi, "Bukankah yang aku katakan memang benar? Jika saja Yang Mulia Raja Sean bisa lebih tegas lagi, seharusnya pengkhianat seperti Earl Kerry tidak pernah ada." Freya menatap sinis Duke Dalbert dan Keith, ingin melihat apakah ke dua pejabat itu mengelak apa yang dia ucapkan atau tidak.

"Kau!" Duke Dalbert benar-benar sudah tidak tahan lagi, dengan langkah tegas Duke Dalbert mendekati Freya berniat menampar gadis itu biar jera sedikit dalam berbicara. Namun, sesuatu mengejutkan terjadi. Baru saja tangannya melayang menghampiri wajah mulus dari gadis di depannya, tiba-tiba saja sebuah tangan lain menghentikan tangannya. Seketika saja semua pandangan tertuju kepada sosok yang menahan pukulan Duke Dalbert.

"Yang Mulia?" ucap Duke Dalbert lemah.

"Duke Dalbert, sudah kukatakan tahan amarahmu, dia sengaja memancing kemarahanmu," balas Sean sembari memberikan tatapan prihatin kepada Duke itu. Sean sedikit prihatin bagaimana bisa Duke Dalbert terus-terusan terpancing oleh ucapan Freya sedangkan kentara sekali gadis itu ingin mempermainkannya. 'Jangan bodoh Duke Dalbert, wanita itu lebih licik dari apa yang kau pikirkan,' ucap Sean dalam hatinya.

Duke Dalbert segera menurunkan tangannya ketika Sean telah melepaskannya, dengan penuh rasa malu Duke Dalbert meminta maaf kepada Sean sebab bersikap tidak sopan di hadapan Rajanya itu, "Yang Mulia, aku sungguh minta maaf. Sikapku sangat tidak sopan."

Sean memijit keningnya dengan tangan kiri sedangkan tangan kanannya terangkat melambai beberapa kali, "Tidak masalah Duke Dalbert, aku memaklumimu." Pandangan Sean beralih menatap Freya bersamaan dengan itu Freya membuang pandangnya ke sisi lain, sengaja menghindari tatapan Sean, "Freya, jika kau masih tidak bisa menjaga sikapmu. Aku tidak akan menahan Duke Dalbert lagi memukulmu, sikapmu sudah sangat keterlaluan." Sean memperingati Freya, jika gadis itu memang tidak bisa mengatrol bahasa kasarnya paling tidak Freya jangan terus-terusan sengaja memancing kemarahan Duke Dalbert.

Freya mendengus lagi, "Baiklah, tampaknya kau memang mulai mengenalku," balas Freya ketus.

"Kesampingkan masalah ini, Freya jelaskan padaku dari mana kau tahu Earl Kerry berkhianat. Tampaknya kau mengetahui sesuatu, bahkan lencana bangsawan kerajaan Thema pun kau juga mengetahuinya." Sean mengalihkan topik, tidak ingin masalah ini semakin berlarut jauh. Sekarang lebih penting dari mana Freya tahu pengkhianatan yang dilakukan Earl Kerry dan tentang lencana perak itu.

Pandangan Freya kembali menatap Sean, melihat pria itu masih bisa bersabar setelah apa yang dia perbuat Freya mengagumi kesabaran pria itu. Tidak biasanya Sean mau bersabar kepadanya, biasanya Sean tampak dingin dan kejam.

"Aku besar dari keluarga pedagang, dari sejak kecil aku selalu ikut bersama Ayah dan Ibuku berdagang ke setiap wilayah. Jadi tentu saja aku tahu lencana milik Earl Kerry adalah lencana bangsawan kerajaan Thema." Freya mulai menjelaskan, "Dulu Ayahku juga memiliki lencana seperti itu, karena bisnisnya cukup pesat di wilayah kerajaan Thema, Ayahku mendapat kepercayaan dari salah satu bangsawan di sana, yaitu Raja Terrence, Ayah dari Raja Niel. Raja Terrence dengan baik hati memberikan lencana itu kepada Ayahku, sebagai bukti kalau Ayahku adalah tamu istimewanya."

"Jadi kau adalah anak dari pedagang?" sahut Keith cepat, sangat terkejut mengetahui identitas Freya tidak sesederhana yang dia duga. Terlebih lagi Freya tampaknya memiliki banyak informasi menarik.

"Benar, tapi suatu hari Ayahku menitipku di rumah bibi dan pamanku. Dia berkata akan pergi ke sesuatu tempat jauh dan akan kembali, tapi ternyata dia membohongiku, sejak saat itu Ayah dan Ibuku tidak pernah kembali dan kabarnya mereka berdua telah dibunuh oleh sekelompok bandit," jelas Freya lagi dengan nada lemah. Meskipun ini hanyalah identitas dan kenangan pemilik tubuh ini, tapi reaksi emosional yang dikeluarkan tubuhnya tidak bisa dia tahan. Jika menceritakan tentang asal-usulnya selalu saja menyakiti perasaanya.

Pemilik tubuh Freya memang anak dari sepasang pedagang kelana, memiliki banyak langganan hampir di setiap wilayah kerajaan. Ke dua orang tua Freya bukan penduduk asli kerajaan Felix, namun karena sering menghambiskan waktu lebih banyak di sini secara tidak sengaja ke dua orang tuanya menjadi warga kerajaan Felix. Freya juga tidak tahu pasti dari mana asal sebenarnya orang tuanya itu sebab setiap kali dia bertanya ke dua orang tuanya itu selalu mengatakan mereka hanyalah pedagang kelana yang tidak memiliki tempat asal.

Orang tua Freya juga tidak hanya akrab dengan Raja Terrence tapi juga sangat akrab dengan Raja terdahulu kerajaan Felix, bahkan saking akrabnya Raja terdahulu menganggap orang tua Freya seperti saudaranya sendiri.

Sebab itu juga ke dua orang tua menetapkan diri mereka sebagai penduduk kerajaan Felix.

Raja Aldrich, atau Raja terkasih, Ayah dari Raja Sean, begitulah para rakyat mengenalnya. Selama masa pimpinan Raja Aldrich dan Ratu Malca, rakyat hidup tenang dan damai begitulah para rakyat mengakuinya. Namun karena perang internal antar saudara, Adik dari Raja Aldrich membunuh Kakaknya sendiri demi menjadi menduduki posisi Kakaknya itu. Bahkan dia juga membunuh Kakak ipar demi membiarkan Kakaknya itu bisa pergi bersama istri tercintanya. Karena kejadian itu juga Sean bisa menjadi Raja muda di usia 13 tahun, dan Sean sendiri jugalah yang membunuh Pamannya bernama Albern dengan pedangnya. Kejadian itu sudah berlalu tujuh tahun lama namun kebencian Sean masih belum reda meski dia telah membunuh seluruh keluarga Pamannya.

Ditambah lagi kematian adiknya Putri Selena dua tahun yang lalu, bagaimana bisa dia tidak marah ketika Freya entah sengaja atau tidak telah menjatuhkan adiknya ke kolam dan membuat adiknya itu kehilangan nyawa.

"Putri dari pedagang? Mungkinkah bocah kecil yang selalu kulihat datang bersama pria bertopi hitam?" gumam Sean mengingat-ngingat, tampaknya identitas Freya begitu tidak asing baginya.

"Benar, Yang Mulia kita beberapa kali bertemu sewaktu kecil. Mungkin Yang Mulia mengingat sebutan Lebah kecil," sahut Freya membalas gumaman Sean.

"Lebah kecil?" Sesaat Sean berpikir mengingat kembali sebutan itu, dan dalam waktu cepat saja dia mengingatnya, "Jadi itu kau, si Lebah kecil yang selalu membawa roti selai madu jika datang ke kerajaan?" Sean menatap Freya terkejut, setelah mengetahui jelas ternyata Freya memiliki hubungan masa lalu dengannya. Bahkan bisa dikatakan kedekatannya dulu dan Freya cukup dekat, apalagi Freya sangat akrab dengan Adiknya Sean, Putri Selena.

Freya mengangguk pelan mengiyakan tebakan Sean, "Benar Yang Mulia, akulah Lebah Kecil putri dari pedagang kelana."

_________

A/N: Ternyata pernah saling kenal 😧 nape gak jujur dari awal neng 😩

1
37421🥀✨
srru buanget dahh 🥰🥰🥰🥰
smngat thor upnyaa
jngan lam² thor..ditnggu ya thor kelanjutannya😉
Icye Anun
Lama sudah tidak update. Karya ini mungkin tidak ada sambungan lagi. Sayang sekali...
Sri Aisyah
maju mundur cantik kata syahrini 😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
Naaa
mampir kuy "Menikahi Sang Vampire"
cumi
😔😔 nunggu up ,Thor tolong kasih kejelasan lanjut gak nya 😔
cumi
Thor ceritanya bagus up yg banyak ya 🤗
kutus_ herbal
ko ga lanjut thor up ya lm bgt???
Alberta_ra
cepet up kak
yeoja
lanjut thor.......spirit, let's update again
kutus_ herbal
thor ko blm up ya dah mau sebulan
Lira Nur
Aku lupa kapan terakhir kali novel ini update-_
yeoja
Thor kpn up nie?
cejaa_★
lanjut thor
totoro
wah si ivy mencurigakan
Nuraini Aini Aza
ditunggu kelanjutannya
amni
up banyak" yuh thor hhe
kutus_ herbal
up yg sering dong thor....
kutus_ herbal
thor kmn?? lm ga up😱😱😱
anca
meskipun mgkn hanya mimpi tapu ga seharusnya nyerah gtu aja utk mati tenggelam dlm mimpi,,,ga peka banget sama tanda
🦆 Wega kwek kwek 🦆
cewek yg bar bar aku suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!