NovelToon NovelToon
Cinta Istri Ketiga

Cinta Istri Ketiga

Status: tamat
Genre:Poligami
Popularitas:3.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Muhammad Yunus

"Siapa wanita yang rela Suaminya Menikah lagi..??"

Sama halnya dengan wanita bernama
Afifah Hilya Nafisah (21), wanita berdarah Sunda dan Jerman tersebut, entah mengapa kontra sekali dengan kata POLIGAMI.

Kalo di tanya mengapa dia begitu benci poligami bahkan dia sendiri belum menikah? alasannya karena kebanyakan sekarang orang berpoligami karena kepuasan batin semata ,(nafsu). bukan seperti Nabi. yang memang niat untuk membantu para janda.

Lantas bagaimana ??
Ketika takdir justru membawa dia kedalam kehidupan POLIGAMI, bukan menjadi wanita yang yang justru terusik akan adanya madu, Namun justru dirinyalah yang menjadi madu??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penasaran.

 

Karena rasa nyaman keduanya terlelap tidur bersama di ranjang sempit namun tidak membuat keduanya merasa tidak nyaman justru Azam dan Afifah begitu menikmati tidur mereka, hingga Azam duluan membuka matanya.

 

Senyum Azam kembali merekah menikmati pemandangan indah di depan matanya, tangan Azam terulur merapikan anak rambut nakal Afifah yang menyembul diluar hijabnya, Afifah yang merasa ada yang membelai pipinya membuka kedua matanya.

"Mas maaf Fifah ketiduran, apa mas butuh sesuatu..??"

"Maaf , mas mengganggu IFA, mas ingin ke kamar mandi".

 

"Jangan sungkan mas, mas Azam tidak menggangu Fifah kok, ini sudah menjadi kewajiban Fifah melayani mas Azam" Afifah memberikan senyum tulusnya.

"Terimakasih istrinya mas" Azam membalas senyuman istri nya dengan lembut.

"Sama-sama" dengan cekatan Afifah turun dari ranjang , mengitari ranjang Azam mengambil infusnya dan menuntun sang suami menuju kamar mandi. Afifah menunggu Azam di depan pintu kamar mandi, setelah selesai dengan urusannya, Azam memanggil Afifah untuk membantunya. hubungan Afifah dengan Azam masih sebatas peluk , cium, tidak lebih dari itu jadi untuk menemani Azam di kamar mandi Afifah masih canggung, lagian Azam juga berkata bisa melakukannya sendiri.

Beberapa saat setelah kembali berbaring di ranjang, Afifah menyuapi Azam makan, mengajak ngobrol sesekali Afifah menceritakan tentang dirinya yang merasa rindu dengan anak-anak Azam.

 

"Mas mba Susi dan mba Ismi kok belum datang..??"

 

"Mereka kemarin berangkat ke Singapura, Susi harus kontrol, Ismi menemaninya."

"Apa ada masalah dengan kandungan mba Susi mas..?"

"Susi tidak mengandung IFA, bagaimana Susi bisa mengandung kalau sebenarnya dia..a......"

Azam mengantungkan kalimatnya, sedangkan Afifah menunggu kelanjutan kalimat Azam yang ingin memberitahukan kalo sebenarnya Susi dia, dia kenapa??, ada apa sebenarnya?? sedangkan jelas kemarin dulu Afifah mendengar bahwa Susi positif, namun kalo Azam mengatakan bahwa Susi tidak sedang mengandung lantas apa arti kata positif, selama ini kata itu setau Afifah untuk mengabarkan kabar bahagia, ataupun duka, apa Susi sakit' sesuatu?? namun kenapa seandainya positif yang dialami Susi adalah sebuah penyakit mengapa kemarin mereka bertiga bahagia??.

 

"Mas akan menceritakan semuanya nanti , mas belum siap IFA, mas harap IFA mau sedikit bersabar"

 

Afifah yang sudah sangat penasaran, hanya bisa mendesah kecewa, namun Ia tidak bertanya lebih lanjut, hanya anggukan kepala yang afifah berikan dan pastinya senyum tulusnya.

Azam membalas senyuman istri nya

 

"Kata Dokter besok mas boleh pulang, mas janji akan mencicil bercerita kepada IFA, tapi bisakah IFA berjanji IFA akan tetap disisi mas apapun yang IFA ketahui nanti , bisakah Fifah mempercayai mas, ketika mas menceritakan semua kejadian masalalu mas , mas takut IFA akan meninggalkan mas "

 

Fikiran Afifah berkecamuk, kenapa Azam menyuruhnya untuk berjanji tidak meninggalkan Azam? apa yang sebenarnya Azam sembunyikan, apa Azam seorang..

 

"Dek!" suara Azam menyadarkan Afifah pada pikiran ngelanturnya. "apa IFA mau berjanji akan mempercayai mas dan IFA tidak akan meninggalkan mas?"

Meski ragu namun Afifah tetap mengangguk, sudah menjadi ke putusanya untuk mengetahui segala sesuatu tentang keluarga suaminya, agar nantinya tidak menambah ke salah fahaman, dan Afifah tidak mau memiliki prasangka kepada para saudarinya.

(istri istri suaminya) insyaallah apapun kenyataannya nanti Afifah akan selalu mendampingi Azam, bagaimanapun Azam sekarang adalah suaminya, sebagai makmum Afifah akan mengikuti imam nya, baik buruknya masa lalu Azam adalah kenangan,dan masa sekarang yang harus Afifah jalani, namun demikian Ia tetap mengharapkan agar Azam bisa terbuka kepadanya.

" Bismillah...

baik' mas insyaallah Afifah berjanji akan mempercayai mas Azam dan insyaallah Afifah berjanji akan selalu sisi mas azam." Jawaban Afifah mantap.

1
Sandisalbiah
𝙻𝚄𝙰𝚁 𝙱𝙸𝙰𝚂𝙰
Sandisalbiah
𝚕𝚑𝚊𝚊.. 𝚠𝚎𝚜 𝚎𝚗𝚝𝚎𝚔 𝚝𝚘𝚑... 𝚑𝚊𝚑𝚑.. 𝚖𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚗𝚊𝚐𝚒𝚑 𝚕𝚑𝚘..
Sandisalbiah
𝚔𝚊𝚕𝚊𝚞 𝚐𝚒𝚗𝚓𝚊𝚕 𝚍𝚛. 𝚂𝚘𝚎 𝚌𝚘𝚌𝚘𝚔 𝚞𝚝𝚔 𝙵𝚒𝚏𝚊𝚑 𝙿𝚊 𝚐𝚊𝚔 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚞𝚝𝚔 𝙰𝚣𝚊𝚖 𝚓𝚞𝚐𝚊...?
Sandisalbiah
𝚍𝚛 𝚊𝚠𝚊𝚕 𝚔𝚊𝚝𝚊² 𝚍𝚛. 𝚂𝚘𝚎 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚒𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚜𝚞𝚊𝚝𝚞, 𝚝𝚎𝚛𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚍𝚒𝚊 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚍𝚕𝚖 𝚔𝚘 𝚜𝚒𝚜𝚒 𝚜𝚊𝚔𝚒𝚝 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚒𝚝𝚞 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚔𝚛𝚒𝚝𝚒𝚜𝚗𝚢𝚊 𝚍𝚐𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚢𝚊𝚔𝚒𝚝 𝙰𝚣𝚊𝚖
Sandisalbiah
𝚠𝚘𝚠.. 𝚓𝚞𝚓𝚞𝚛 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚎𝚝 𝚙𝚊𝚔 𝙳𝚘𝚔𝚝𝚎𝚛...
Sandisalbiah
𝚐𝚒𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚖𝚊𝚝 𝚒𝚝𝚞 𝚙𝚊𝚙𝚔 𝚍𝚘𝚔𝚝𝚎𝚛 𝚍𝚊𝚙𝚎𝚝 𝚗𝚘 𝙵𝚒𝚏𝚊𝚑.. 𝚓𝚐𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚍𝚘𝚔, 𝚒𝚝𝚞 𝚒𝚜𝚝𝚛𝚒 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚕𝚑𝚘..
Sandisalbiah
𝙰𝚣𝚊𝚖 𝚙𝚛𝚒𝚊 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚓𝚒𝚔𝚊 𝚜𝚊𝚊𝚝 𝚒𝚗𝚒 𝚍𝚒𝚊 𝚝𝚎𝚛𝚝𝚒𝚖𝚙𝚊 𝚖𝚞𝚜𝚒𝚋𝚊𝚑 𝚒𝚝𝚞 𝚊𝚍𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚋𝚎𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚞𝚓𝚒𝚊𝚗 𝚞𝚝𝚔 𝚍𝚒𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝙰𝚏𝚒𝚏𝚊𝚑...
Sandisalbiah
𝙰𝚣𝚊𝚖 𝚐𝚊𝚐𝚊𝚕 𝚐𝚒𝚗𝚓𝚊𝚕 𝚔𝚊𝚑..
Sandisalbiah
𝚑𝚊𝚍𝚎𝚑.. 𝙷𝚊𝚜𝚒𝚖 𝚜𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚏𝚊𝚑𝚊𝚖 𝚕𝚊𝚐𝚒.. 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚜𝚞𝚊𝚖𝚒 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚝𝚎𝚗𝚐𝚒𝚗 𝚕𝚑𝚘 𝚒𝚜𝚝𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚙𝚎𝚕𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚖𝚊 𝚙𝚛𝚒𝚊 𝚕𝚊𝚒𝚗..𝚍𝚒 𝚝𝚎𝚐𝚞𝚛,𝚍𝚒𝚝𝚊𝚗𝚢𝚊𝚔 𝚓𝚐𝚗 𝚖𝚊𝚒𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚐𝚒 𝚍𝚐𝚗 𝚜𝚎𝚓𝚞𝚝𝚊 𝚙𝚛𝚊𝚜𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊 𝚍𝚒 𝚑𝚊𝚝𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚒𝚔𝚒𝚛𝚊𝚗..
Sandisalbiah
𝚍𝚊𝚗 𝚒𝚝𝚞 𝚊𝚛𝚝𝚒𝚗𝚢𝚊 𝙰𝚣𝚊𝚖 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚜𝚞𝚔𝚜𝚎𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚙𝚎𝚖𝚒𝚖𝚙𝚒𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚒𝚖𝚊𝚖 𝚢𝚐 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚞𝚝𝚔 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚠𝚊𝚗𝚒𝚝𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚋𝚊𝚑𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊 𝚙𝚍 𝚓𝚘𝚍𝚘𝚑 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚋𝚊𝚑𝚊𝚐𝚒𝚊𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊
Sandisalbiah
𝚜𝚎𝚋𝚎𝚗𝚊𝚛𝚗𝚢𝚊 𝚊𝚐𝚊𝚔 𝚑𝚎𝚛𝚊𝚗 𝚍𝚐𝚗 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚔𝚎𝚛𝚓𝚊 𝙷𝚊𝚜𝚒𝚖 𝚒𝚝𝚞, 𝚔𝚘𝚔 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚋𝚊𝚛 𝚏𝚒𝚝𝚗𝚊𝚑 𝚔𝚎𝚓𝚒 𝚝𝚎𝚗𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚂𝚞𝚜𝚒 𝚙𝚊𝚍𝚊𝚑𝚊𝚕 𝚍𝚒𝚊 𝚐𝚊𝚔 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚊𝚑 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚗𝚝𝚎𝚛𝚊𝚔𝚜𝚒 𝚍𝚐𝚗 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚔𝚎𝚛𝚓𝚊 𝚌𝚘𝚠.. 𝚓𝚎𝚕𝚊𝚜 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊 𝚜𝚎𝚗𝚐𝚊𝚓𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚛𝚘𝚟𝚘𝚔𝚊𝚜𝚒 𝙷𝚊𝚜𝚒𝚖
Sandisalbiah
𝚓𝚐𝚗 𝚋𝚒𝚕𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚊𝚕𝚊𝚞 𝚂𝚞𝚜𝚒 𝚓𝚞𝚜𝚝𝚛𝚞 𝚜𝚞𝚔𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝙵𝚒𝚏𝚊𝚑... 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚐𝚊𝚜𝚠𝚊𝚝 𝚒𝚝𝚞
Sandisalbiah
𝚜𝚞𝚜𝚒 𝚌𝚎𝚖𝚋𝚞𝚛𝚞
Sandisalbiah
𝚖𝚞𝚗𝚐𝚔𝚒𝚗 𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚝𝚒𝚐𝚊 𝚜𝚊𝚑𝚊𝚋𝚊𝚝 𝚒𝚗𝚒 𝚊𝚍𝚎𝚖 𝚊𝚢𝚎𝚖 𝚍𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚙 𝚍𝚒𝚗𝚐𝚒𝚗..
Sandisalbiah
𝚝𝚎𝚛𝚔𝚎𝚓𝚞𝚝 𝚍𝚐𝚗 𝚏𝚊𝚔𝚝𝚊 𝚔𝙻𝚊𝚞 𝙰𝚣𝚊𝚖 𝚊𝚠𝚊𝚕𝚗𝚢𝚊 𝚋𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚞𝚜𝚕𝚒𝚖.. 𝚗𝚊𝚖𝚊𝚗𝚢𝚊 𝙼𝚞𝚑𝚊𝚖𝚊𝚍 𝙰𝚣𝚊𝚖 𝚕𝚑𝚘... 𝚒𝚜𝚕𝚊𝚖𝚒𝚔 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚎𝚝 𝚗𝚊𝚖𝚊𝚗𝚢𝚊...
Sandisalbiah
𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚒𝚝𝚞 𝚒𝚗𝚍𝚊𝚑 𝚝𝚙 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚜𝚞𝚊𝚖𝚒 𝚙𝚙𝚙..?? 𝚋𝚊𝚑𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚎𝚖𝚙𝚞𝚊𝚗 𝚢𝚐 𝚜𝚎𝚜𝚊𝚋𝚊𝚛 𝙵𝚒𝚏𝚊𝚑 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗𝚒 𝚝𝚊𝚔𝚍𝚒𝚛 𝚍𝚛 April, 𝚑𝚊𝚝𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙 𝚋𝚎𝚛𝚐𝚎𝚓𝚘𝚕𝚊𝚔
Sandisalbiah
𝚊𝚍𝚊 𝚊𝚕𝚊𝚜𝚊𝚗 𝚢𝚐 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚞𝚊𝚝 𝙰𝚣𝚊𝚖 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚔𝚊𝚑𝚒 𝚒𝚜𝚝𝚛𝚒²𝚗𝚢𝚊.. 𝚝𝚎𝚛𝚖𝚊𝚜𝚞𝚔 𝙵𝚒𝚏𝚊𝚑 𝚍𝚊𝚗 𝚍𝚛 𝚐𝚎𝚕𝚊𝚐𝚊𝚝𝚗𝚢𝚊 𝚔𝚞𝚜𝚞𝚜 𝙵𝚒𝚏𝚊𝚑 𝚜𝚒 𝙰𝚣𝚊𝚖 𝚋𝚊𝚛𝚞 𝚖𝚎𝚕𝚒𝚋𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚝𝚒𝚗𝚢𝚊, 𝚔𝚛𝚗 𝚞𝚝𝚔 2 𝚒𝚜𝚝𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚐 𝚕𝚊𝚒𝚗 𝚖𝚞𝚗𝚐𝚔𝚒𝚗 𝚜𝚎𝚔𝚎𝚍𝚊𝚛 𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋, 𝚎𝚗𝚝𝚊𝚑𝚕𝚊𝚑.. 𝚓𝚍 𝚙𝚎𝚗𝚊𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗 🤔🤔
Sandisalbiah
𝚖𝚎𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚍𝚒 𝚝𝚒𝚙𝚞 𝚢𝚊 𝙰𝚏𝚒𝚏𝚊𝚑, 𝚝𝚙 𝚔𝚎𝚗𝚊𝚙𝚊 𝚔𝚎𝚍𝚞𝚊 𝚘𝚛𝚐 𝚝𝚞𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚐𝚊𝚔 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚊𝚝𝚊 𝚓𝚞𝚓𝚞𝚛 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚝𝚊𝚝𝚞𝚜 𝙰𝚣𝚊𝚖?
Sandisalbiah
𝚜𝚎𝚖𝚘𝚐𝚊 𝚐𝚊𝚔 𝚜𝚊𝚍 𝚎𝚗𝚍𝚒𝚗𝚐
Rika Anggraini
gaya lama.
lagi seru2 nya ada gangguan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!