NovelToon NovelToon
Selingkuh Demi Keturunan, Suamiku Akhirnya Menyesal

Selingkuh Demi Keturunan, Suamiku Akhirnya Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Rumah tangga Xena dan Reyhan terlihat sempurna, penuh cinta dan kesetiaan. Apalagi dari dulu hingga sekarang, Reyhan selalu memperlakukan Xena dengan baik. Malah cenderung meratukan istrinya tersebut.

Tapi semuanya hancur ketika terdengar kabar bahwa Reyhan diam-diam menikahi wanita lain demi mendapatkan keturunan karena Xena tak kunjung hamil. Lebih menyakitkan lagi, wanita itu adalah tetangga mereka sendiri yang selama ini terlihat baik di depan Xena.

Dikhianati setelah semua pengorbanannya, Xena memilih pergi. Tapi sebelum itu, ia membongkar identitas dan rahasia besar yang selama ini ia sembunyikan dari suaminya. Saat kebenaran terungkap, Reyhan baru sadar bahwa wanita yang ia sia-siakan ternyata bukan wanita biasa, dan penyesalannya datang ketika semuanya telah terlambat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sorenya Ketika Reyhan Pulang

Akhirnya Xena memutuskan untuk membatalkan kepergiannya sore itu. Ia segera mengetik pesan singkat dan mengabarkannya kepada Reyhan, memberi tahu suaminya bahwa urusannya ditunda dan ia akan tetap di rumah saja menjaga Aksara.

Mendapat kabar tersebut, Reyhan pun mengurungkan niatnya untuk izin pulang cepat dari kantor. Pria itu bernapas lega, mengira sang istri akhirnya patuh dan menuruti kemauannya tanpa tahu ada rencana besar yang sedang Xena susun di balik ketenangannya.

Waktu bergulir hingga sore hari. Di dalam rumah, Nadine ternyata masih setia berada di sana. Ia sama sekali belum beranjak pulang, sengaja mengulur waktu demi menunggu kepulangan pria yang dicintainya.

Tanpa perlu disuruh oleh siapa pun, Nadine langsung berinisiatif mengambil alih dapur. Ia mulai sibuk memotong sayuran, menyiapkan bumbu, dan memasak beberapa menu makan malam. Langkah ini sengaja ia ambil untuk mencuri perhatian dan mencari muka. Apalagi di ruang tengah masih ada Ibu Mirna, si biang recet yang tak henti-hentinya mengawasi dengan pandangan menilai.

Benar saja, keberadaan Nadine di dapur menjadi bahan bakar baru bagi Ibu Mirna untuk memojokkan menantu pertamanya. Sepanjang sore, mulut beliau tidak berhenti mengolok-olok dan membandingkan Nadine dengan Xena.

"Tuh, Xena, kamu lihat sendiri kan? Nadine itu feminin sekali, rajin, pintar memasak, dan tahu betul bagaimana cara menyenangkan hati orang tua. Menantu idaman ya begini ini, tanggap di dapur."

Xena bukanlah tipe menantu lemah yang bisa ditindas begitu saja. Ia tipe wanita yang memiliki harga diri tinggi dan selalu punya jawaban cerdas untuk membalas.

"Ya bagus dong, Bu, kalau Nadine rajin. Jadi saya bisa lebih fokus menjaga Aksara dan mengurus hal penting lainnya. Tugas kan memang harus dibagi-bagi, Bu, biar adil."

Jawaban menohok dari Xena seketika membuat Ibu Mirna snewen. Ia kesal karena lagi-lagi gagal membuat Xena merasa tersudut atau menangis.

Sementara itu, dari balik sekat dapur, Nadine diam-diam menguping pembicaraan mereka. Nadine sangat menikmati interaksi panas tersebut. Baginya, semakin Xena terlihat membangkang di mata Ibu Mirna, maka akan semakin tinggi pula nilai dirinya di hati sang ibu mertua.

Tidak berselang lama deru mobil terdengar berhenti di halaman rumah. Reyhan akhirnya pulang kerja. Ibu Mirna yang memang sudah menunggu momen ini, langsung bergerak cepat menghampiri anak kesayangannya.

"Reyhan, kamu baru pulang, Nak? Sini lihat, semua masakan enak di meja makan ini, Nadine yang masak sendirian dari sore tadi. Dia repot-repot menyiapkan makan malam buat kita semua."

Reyhan menghentikan langkahnya sejenak, lalu menatap ke arah meja makan dan beralih ke Nadine yang baru saja keluar dari dapur sambil membawa mangkuk terakhir. Ekspresi wajah Reyhan tampak biasa saja, cenderung datar untuk menjaga profesionalitas di depan Xena.

"Oh... terima kasih ya, Nadine. Tak usah repot-repot begini padahal, kamu kan tamu di sini."

"Enggak apa-apa kok, Mas. Aku sama sekali enggak merasa direpotkan. Lagian aku juga berniat sekalian bantu-bantu Mbak Xena di rumah."

Mendengar kalimat manis itu keluar dari mulut Nadine, Ibu Mirna membatin dalam hati dengan penuh kepuasan.

Duh, adik madu idaman banget sih kalau kayak gini sifatnya. Adem didengar. Tapi bagaimanapun juga aku harus tetap berusaha membuat Nadine menjadi satu-satunya menantu sah di rumah ini. Dia yang paling berguna dan punya bobot untuk menaikkan derajat keluarga. Kalaupun nanti Reyhan masih keras kepala tidak mau menceraikan Xena, akan kuusahakan Xena turun pangkat jadi babu gratisan saja di rumah ini.

Sangat ironis. Padahal Ibu Mirna sendiri kondisinya sedang sakit dan harus berobat jalan secara rutin, namun hatinya masih saja dipenuhi oleh niat-niat jahat untuk menindas menantunya sendiri.

Setelah makan malam bersama yang diselimuti ketegangan terselubung, Ibu Mirna akhirnya mengutarakan niat yang sempat tertunda tadi siang.

"Reyhan, Ibu mau kita secepatnya mengadakan acara syukuran akikah buat Aksara. Ibu mau mengundang kerabat dan tetangga. Bagaimana?"

Reyhan tidak berpikir panjang. Demi menyenangkan hati sang ibu, ia langsung mengangguk setuju. "Iya, Bu. Nanti kita atur waktunya. Reyhan setuju saja kalau itu memang baik."

Ibu Mirna tersenyum penuh kemenangan, lalu melanjutkan misinya yang kedua. "Nah, satu lagi. Karena urusan syukuran ini butuh banyak persiapan dan obrolan, malam ini biarkan saja Nadine menginap di sini untuk sementara waktu. Biar dia bisa bantu-bantu Ibu juga."

Dalam hati, Reyhan tentu saja ingin langsung menjawab setuju karena bagaimanapun Nadine adalah ibunya Aksara. Namun akal sehatnya masih berjalan. Ia takut jika langsung mengiyakan, Xena akan menaruh curiga pada satusnya dengan Nadine.

Maka untuk mencari aman, Reyhan menoleh ke arah Xena.

"Bagaimana menurut kamu, Xena? Apakah tidak apa-apa kalau Nadine menginap di sini dulu?"

"Iya, boleh kok. Nggak apa-apa, biarkan saja Nadine menginap di sini."

Mendengar jawaban tak terduga itu, Reyhan seketika merasa sangat lega.

Bahkan kejutan dari Xena tidak berhenti sampai di situ. "Nadine, kamu pakai baju-baju milikku saja dulu selama menginap di sini. Ada beberapa helai baju yang masih baru di lemari dan belum pernah kupakai sama sekali. Kamu bisa pakai itu."

"Eh, enggak usah, Mbak Xena. Jadi enggak enak. Nanti biar aku..."

"Sudahlah, pakai saja. Boros dan sayang uangnya kalau kamu harus repot-repot pergi beli baju baru lagi ke butik malam-malam begini cuma buat menginap. Pakai saja apa yang sudah ada di rumah ini."

Xena sengaja memberikan penekanan yang sangat dalam dan penuh arti pada kalimat terakhirnya: Pakai saja apa yang sudah ada di rumah ini. Kalimat yang sejatinya memiliki makna ganda yang sarkas, seolah menyindir posisi Nadine yang selama ini memang hanya bisa memakai dan merebut apa yang sudah menjadi milik Xena, termasuk suaminya sendiri.

Melihat sikap Xena yang tampak begitu murah hati dan pengertian malam ini, Reyhan merasa sangat tersentuh. Secara spontan di depan ibunya, Reyhan mengulurkan tangan dan mengelus lembut pipi Xena.

"Terima kasih ya, Sayang. Kamu memang istri yang sangat pengertian."

Ibu Mirna pun tidak kalah kegirangan melihat pemandangan itu. Beliau merasa menang besar malam ini. Tumben-tumbenan sekali menantunya yang keras kepala ini tidak banyak tingkah dan tidak mengeluarkan argumen yang bertentangan dengan kemauannya.

Beberapa saat kemudian, ketika Reyhan sedang sibuk ke kamar mandi dan Nadine sedang membersihkan sisa makanan di dapur, ada sebuah kesempatan emas di mana Ibu Mirna mendapati Xena sedang sendirian di ruang tengah.

"Wah, wah... Xena. Rupanya kamu sekarang sudah mulai sadar diri dan bisa menerima takdirmu untuk diduakan ya? Baguslah kalau begitu. Terserah kaulah mau bagaimana. Tapi ingat, aku bisa saja mempertimbangkan untuk mempertahankanmu di rumah ini sebagai tenaga gratisan, kalau kamu memang masih nekat dan bersikeras ingin terus hidup bersama Reyhan."

Mendengar rentetan kalimat menyakitkan itu, Xena sama sekali tidak membalas. Ia hanya terdiam membiarkan mulut sampah ibu mertuanya itu berkicau puas meluapkan seluruh kesombongannya.

Begitu merasa puas memaki dan merendahkan menantunya tanpa ada perlawanan, Ibu Mirna beranjak pergi dengan senyum kemenangan yang mengembang di bibirnya.

Xena menekan tombol stop untuk mematikan rekaman suara tersebut. Ya, dia sengaja merekam seluruh kalimat kasar yang diucapkan oleh Ibu Mirna barusan. Xena menyimpannya dengan rapi, sewaktu-waktu bisa ia keluarkan jika dibutuhkan.

Nikmati saja dulu kemenangan semu ini, Bu. Taruh semua kaki kalian di atas kepalaku sekarang, karena saat waktunya tiba nanti, aku yang akan memastikan kalian semua jatuh sejatuh-jatuhnya.

Bersambung.

1
MULIANA 💦
aku juga gak sabar 🤭
MULIANA 💦
gak usah membandingkan bu. lah, ini pilihan ibu sendiri /Proud/
MULIANA 💦
mending jangan deh, jangan /Facepalm//Facepalm/
MULIANA 💦
heleh, kok mainnya dukun sih bang /Facepalm//Facepalm/
MULIANA 💦
tapi sayang, kamu cari muka dengan orang yang salah 🤭
〈⎳ FT. Zira
jangan menyesal loh ya Xena🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
berpikirkan mak...🤧🤧 masih nanya🤧🤧
〈⎳ FT. Zira: astaga... typo... berpikirlah maksudnya
total 1 replies
sunaryati jarum
Bener tebakan emak, semoga proses cerai langsung putus.Setelah masa Iddah habis langsung nikah
sunaryati jarum
Dokter Ibra,ya
sunaryati jarum
Baru ditinggal Xena beberapa hari di rumah Rayhan kacau keadaan rumah dan keuangan.Bu Mirna langsung merasa kecewa
Teteh Lia
mulai kelihatan perbandingan na
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
PD amat
Zenun: ehehehe
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
nama Grup nya kayak nama bus lintas sumut-jakarta, ALS
Zenun: oh iya kah😁
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sesama makhluk menjijikkan ga usah saling ngatainlah
〈⎳ FT. Zira
tamparan keras buat ibu mertua kalo suara hati Nadine terdengar
Zenun: lama-lama kedengeran juga
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
astaga Reyy...pikiranmu ini perlu di reset kyknya
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
sunaryati jarum
Yang minum benda pelet dari dukun Nadine,dia jadi gila karena makin terpesona dengan Reyhan.🤣🤣🤣
Zenun: ehehehe iya ya
total 1 replies
MULIANA 💦
eh, sampai kayak gini
Zenun: ya begitulah
total 1 replies
MULIANA 💦
dan aksara juga bukan anak nadine. pantas bisa haheho ketika masih hitungan hari nifas /Facepalm/
MULIANA 💦
maksudnya? sama-sama mandul? 🤨
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!