Nada adalah seorang gadis yang berusia 22 tahun, kedua orang tuanya telah tiada dan dengan terpaksa ia harus tinggal bersama bibi nya, Nada hanya dijadikan tulang punggung keluarga oleh bibinya. Bibinya berstatus single parent dengan satu putri.
Nada bekerja di salah satu perusahaan ternama dan terbesar sebagai office girl, namun nasib baik mengubah nya hingga menjadi asisten pribadi seorang nyonya muda. Hingga sampai suatu saat dan karena alasan tertentu Nada harus menjadi istri kedua dari seorang CEO muda yang tampan yang telah memilik seorang bayi perempuan yang mungil.
namun setelah menikah, Nada hanya berperan layaknya seorang pengasuh.Di karenakan suami nya tak pernah menyentuh Nada sama sekali sampai suatu saat keajaiban pun datang dan mengubah semuanya..
Tak sampai di situ, masih banyak Lika liku kehidupan yang harus Nada hadapi sampai akhirnya ia menemukan kebahagiaan yang sebenarnya.
mau tau kelanjutan nya? yuk di baca 👉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azalea Novarina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Nada terdiam sendiri dengan memutarkan bola matanya mengingat dengan apa yang ia ucapkan sebelumnya. "apa aku sudah salah paham?" gumam nya. Tak lama Cassie kembali dengan membawa segelas air dan memberikannya pada Nada.
"minumlah, sekalian cuci otak mu agar pikiran mu bersih" ucap Cassie menyodorkan segelas air.
"makasih bu" ucap Nada yang tertunduk karena masih malu.
"jadi apa yang membuatmu tadi pergi secara tiba-tiba?" tanya Cassie.
"bukan apa-apa kok Bu, aku cuma ada sedikit urusan keluarga"
Karena tau Nada sedang berbohong, Cassie menatap Nada dengan begitu menyeramkan bagaikan seekor singa yang akan menerkam nya. ia kembali menakuti Nada dengan mendekatkan wajahnya ke hadapan Nada yang hanya berjarak 5cm. Sontak semua itu membuat Nada kaget dan memundurkan kepalanya hingga ia bersandar di sebuah sofa yang ia duduki, namun Cassie bukan nya berhenti melihat Nada yang ketakutan ia malah terus maju.
"bicara jujur atau. . ." ucap Cassie dengan suara lembut dan menjukurkan lidah nya menggoda Nada.
"astaga!" seketika Nada memalingkan pandangan nya ke samping. Hati yang dag dig dug, suasana hening yang membuatnya tegang, dan tubuh yang sedikit bergetar membuat Nada pasrah dengan keadaan.
"haish.. apa cara ini gak mempan untuk kamu bilang semuanya?" ucap Cassie yang kembali normal.
"fiuuhh. ." Nada membuang nafas panjang, ia lega akhirnya Cassie bisa menjauh dari posisi yang menyeramkan itu.
"baiklah, kalau kamu masih gak mau bicara, lalu bagaimana dengan ini?" ucap Cassie yang memegang sebuah kalung milik Nada.
Seketika Nada tercengang dengan apa yang ia lihat di tangan Cassie. "bagaimana mungkin kalung itu berada pada Bu Cassie" batin Nada yang masih terdiam.
"Nada... lama-lama aku bisa stress tau gak, ayo bilang" ucap Cassie.
"yang ada aku yang stress bukan ibu" ucap Nada dengan suara kecil.
"kamu stress kenapa? beban apa yang menempel di pikiran mu? ayo bilang" ucap Cassie dengan penuh penasaran.
"tingkah ibu yang membuat aku stress, ibu selalu menunjukkan sikap yang seolah-olah ibu gak normal padahal kan aku masih suka pria" ucap Nada.
Apa yang di ucapkan Nada tentu saja membuat Cassie kaget dan mengeluarkan tawa lepas nya hingga memenuhi seluruh ruangan yang kosong itu. Tak hentinya Cassie terus tertawa hingga merasakan sakit di perut nya dan mengeluarkan air mata. Nada hanya bengong melihat boss nya yang terlihat benar-benar seperti orang tidak waras. Setelah tawa nya mulai mereda Cassie mengambil gelas yang berisi air dan segera meminumnya.
"udah sadar Bu?" tanya Nada.
"yak! apa kau benar-benar menganggap ku gila?" tanya Cassie.
"hampir sih" jawab Nada dengan santai.
"ck, sungguh ingin rasa nya aku mencekik mu Nada" ucap Cassie dengan ekspresi yang gemas campur kesal pada Nada.
"baiklah aku tegas kan, aku Cassie Kimberly seorang wanita normal yang mempunyai suami tampan bernama Elvin, dan satu lagi apa kau tau semalam aku telah melakukan itu dengan nya?" ucap Cassie menjelaskan.
"ha? melakukan apa?" tanya Nada yang penasaran.
"melakukan sesuatu yang membuat suasana menjadi panas dan ahh... aku tak sanggup untuk melanjutkan nya, sudahlah nanti juga kamu merasakan sendiri, jadi apa kamu masih gak mau cerita dengan kalung ini?" ucap Cassie dan mengembalikan topik pembicaraan utama.
Dengan terpaksa Nada menceritakan semuanya pada Cassie mulai dari keluarganya hingga sampai saat ini ia yang menjadi tulang punggung keluarga bibi nya. Nada bercerita dengan sedetail mungkin sampai akhirnya Cassie menyuruh Nada untuk berhenti menceritakan semuanya.
"stop! udah cukup air mata ku sudah terlalu banyak menetes karena mendengar cerita mu, dan ini ambillah" ucap Cassie mengembalikan kalung milik Nada yang ia gadaikan di pagi hari.
"ibu bisa menyimpannya untuk sementara, dan nanti aku akan mengambilnya setelah aku mempunya uang" ucap Nada.
"bodoh, uang kamu juga aku yang kasih kalo mau aku tinggal memotong gaji mu, tapi ya karena aku baik hati jadi aku gak mau uang kamu, jadi simpanlah barang ini baik-baik bukan kah itu salah satu barang berharga milik mu?" jelas Cassie.
Sebelum Nada menjawab, Cassie menyambung kembali ucapan nya "jangan berterimakasih dan jangan bilang merasa tidak enak, karena nanti juga kamu akan memiliki semua yang aku punya, ayo pergi" ucap Cassie yang berjalan lebih dulu keluar dari ruangan itu dan di susul oleh Nada yang masih belum mengerti dengan apa yang di katakan boss nya di kalimat terakhir.
Untuk sementara Nada tidak memikirkan dengan apa yang Cassie katakan di ujung kalimatnya, dan saat ini ia hanya fokus menemani Cassie saat bekerja. Saat sedang melakukan Photoshoot tiba-tiba ponsel Cassie yang berada di genggaman Nada berdering, sesuai dengan perintah Cassie dengan segera Nada menerima telpon tersebut.
"hallo" ucap Cassie pada saat menerima telpon tersebut.
"Cassie jadwal check up kamu udah lewat satu hari kenapa kamu masih belum kesini?" ucap seseorang yang menelpon Cassie.
"maaf tuan, ini dengan asistennya, Bu Cassie sedang melakukan photoshoot" saut Nada.
"ahh.. baiklah kalau gitu, nanti sampaikan pesan saya padanya untuk segera kesini dan jangan lupa untuk selalu mengingatkan nya minum obat" ucap orang tersebut.
"baiklah" saut Nada yang kemudian mematikan sambungan telpon nya.
"check up? obat? apa Bu Cassie sakit? tapi dia terlihat baik-baik aja" gumam Nada yang masih menggenggam ponsel milik Cassie.
Seketika Nada tersadar dari lamunan nya ketika Cassie menepuk nya dan telah berada di sampingnya. Nada menoleh ke arah Cassie dengan tatapan yang penuh dengan tanda tanya. "em... itu. . maaf Bu tadi aku menjawab sebuah telpon dan menyuruh ibu untuk segera menemuinya" ucap Nada sambil mengipasi Cassie yang sedikit berkeringat.
Cassie telah mengetahui kalau yang menelpon pasti dari seorang dokter yang sedang merawat nya. Namun ia harus menyembunyikan semua itu dari semua orang, termasuk Nada dan Elvin yang selaku suaminya. "Nad.. hari ini kamu boleh pulang awal, aku ada urusan pribadi" ucap Cassie yang telah bersiap untuk pergi.
"apa ibu yakin akan pergi sendiri? aku bisa menemani ibu kok, siapa tau ibu nanti butuh bantuan aku" ucap Nada.
"gak usah Nad, sebelum ada kamu juga aku biasa pergi sendiri, pulang lah istirahat atau gak kamu bisa jalan-jalan tapi ingat jangan genit dengan cowok manapun, dan ini beli lah semua barang yang kamu suka" ucap Cassie yang memberikan sejumlah uang pada Nada dan melangkahkan kaki nya.
"heuh?" Nada selalu di buat bingung dengan kalimat terakhir yang Cassie ucapkan. "apa maksudnya aku gak boleh genit dengan cowok manapun? aku wanita normal Bu" gumam Nada sambil berjalan mengejar boss nya yang begitu absurd.
***
Bersambung. . .
Mohon dukungannya nya jangan lupa like komen vote 🙏