"1 salah 5 ciuman"
"Enak aja lo,gak gue gak mau!"
"Terserah"
"Ehh lo mau apa!?"
"Ngelaporin lo ke pak bima"
"Ehh setan jangan! iya udah iya! gue mau"
***
Fika lavina maureen. murid yang terkenal bodoh dalam pelajaran matematika, nilai nya yg selalu anjlok dan jauh dari kkm, membuat dirinya harus les privat matematika bersama seorang murid yg terkenal pintar, namun seorang itu tak lain adalah tetangga nya sendiri.
Arkan keano. tetangga Fika, menurut Fika sifat Arkan berbeda dengan nya, jika Arkan disekolah sangat sangat menyebalkan, namun bersama dirinya sifat nya berubah total.
lalu bagaimanakah kisah kedua nya?
apa mungkin mereka tidak menjalin hubungan?
"SUMPAH SUMPAH GUE BAKAL STRESS!"
***
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aniya Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12. Aland atau Arkan?
Episode 12
“Fika!” teriak seseorang dari belakang. Fika membalikan tubuh nya.
“Ehh Aland?” tenggok Fika saat melihat siapa yang meneriaki namanya.
Saat sudah sampai di depan tubuh Fika, ia seperti ngos-ngosan.
“Lo kok ada disini?” tanya Fika.
“Gue baru pindah” jawabnya, Fika hanya meng’O’kan saja.
“Lu kelas berapa Fik?” Tanya Aland.
“MIPA 1”
“Yah sayang, gua MIPA2” ekspresinya kini berubah menjadi cemberut.
“Ohya? Gakpapa donk” Fika tersenyum menyemangati Aland.
Trriiiinnnggggg…!
Bel sekolah berbunyi menandakan bahwa murid akan masuk kelas.
“Gue ke kelas yap” ujar Fika lalu melambaikan tangannya.
Sementara Aland, menatap nanar Fika yang hampir menghilang dari pandangan. Lalu tersenyum
Tiba-tiba pundak nya dipegang oleh seseorang, ia lalu membalik tubuh nya melihat cowo dengan tatapan dingin nya menatap dirinya.
"Jangan macem-macem, tau batasan" ujar orang itu yg tak lain Arkan.
***
“Keluarkan tugas yang Ibu kasih kemarin” Bu Nur.
Tugas?
Pas kemaren?
Yang mana?
Anjir?
Arkan gak ada?
Mampus lo Fika!
“Fika? Dimana tugas kamu dan Arkan?” Tanya Bu Nur menatap ke arah Fika.
“Ee.. Anu Bu…. Tadi... Arkan.. Fika gak tau Bu” gugup nya,
“Dasar kamu! Maju!” suruh Bu Nur. Fika maju, menjadi sorotan utama dari tatapan anak murid MIPA 1.
“Tugas kamu mana?” Tanya Bu Nur horror.
“Kan saya tadi bilang gak tau..” jawab Fika.
“Kamu ngapain aja sampe tugas segampang itu gak tau?” Bu Nur dengan tatapan horror yang lebih seram.
“Huhff..huhff..huhff” ngos seseorang dari pintu. Fika melihat siapa orang itu dan… Arkan.
“Arkan? Dari mana kamu?” ucap Bu Nur, mendekati Arkan.
"Kesiangan” jawab nya.
“Ooo begini ya kerjaan kalian berdua! Sekarang Ibu tanya, dimana tugas yang kemarin Ibu kasih?” Arkan mengeluarkan tugas yang telah selesai dan menyerahkannya kepada Nu Nur.
Fika membulatkan matanya!
Kok tu tugas dah selesai? Setan yang ngerjain?
Fika mulai mengingat-ingat bahwa tadi malam ia tertidur di kamar Arkan, bangun-bangun sudah berada dikamar nya. Dan akhirnya Fika selamat ya Allah.
“Kalian berdua lari lapangan 10 kali” perintah Bu Nur.
Fika mulai angkat bicara. kampret nih guru, gue kasi ketek Pak Maman, baru tau rasa dia!
“Bu kan saya sama Arkan sudah ngerjain Bu, masa dihukum” protes Fika.
“Nilai dan hukuman beda, cepat! Ibu akan memperhatikan kalian dari sini” tegas Bu Nur. Fika menoleh ke arah lapangan.
Gila mutung gue bisa-bisa…Ish nyusahin.
Arkan mulai berlari deluan, meninggalkan Fika yang sedang menatap kearah Bu Nur dengan tatapan tajam ala Fika.
“Nunggu apalagi kamu? Cepat lari!”
“Iyaiyaa” balas Fika dengan suara malas.
Fika menyeimbangi larinya dengan Arkan, ketika sudah bersampingan Fika mulai angkat bicara.
“Lo ngapain aja, dihukum kan gue” kesal Fika cemberut.
Arkan tidak mendengarkan ucapan Fika, saat itu juga ia mempercepat langkah kakinya sehingga Fika tertinggal.
Sudah 7 putara, keringat sudah membasahi tubuh Fika dan Arkan. Baju Fika transparan, branya yang terlihat berwarna hitam, Hingga sekerumpulan cowo yang melihatnya menelan ludah.
Putaran ke 9, Fika gak kuat! Fika aussss, pake bangettt. Arkan malah udah mau selesai.
Tiba-tiba Fika merasakan pusing yang berada di kepalanya, pandangannya buram. Dan semuanya berakhir dengan gelap. Terakhir matanya sebelum menutup, Arkan berlari ke arahnya.
***
Pusing… kunang-kunang.
Minum paramek.
Fika mulai sadar.
Arkan yang sejak dari tadi menunggu Fika sadar akhirnya…
Fika menatap ke atas. Pandangannya kunang-kunang.
“Maag lo kambuh, nih gue bawain lo roti, makan! Gue cabut” ucap pria yang Fika yakini adalah suara Arkan.
Arkan khawatir sama gue? Kok rasanya beda ya? Tauu ahh
Fika mulai mendirikan tubuhnya supaya duduk, mengambil roti yang diberikan Arkan tadi. Saat ingin melahap rotinya, Fika melihat cewe berada di depan pintu UKS. Ya Fika memang berada di UKS.
Cewe itu menatap Fika gugup. Fika menatapnya dari bawah sampai atas. Gila tuh anak cupu?
“Ha..hai” sapanya, lalu masuk ke dalam UKS menemui Fika. Fika tidak kenal dengan gadis yang berada di depannya saat ini.
“Kenalin aku Fara” ucapnya mengulurkan tangannya, seperti meminta Fika untuk menjawab uluran tanganya.
“Fika” Fika mejabat tangan Fara.
“Fika aku mau nanya boleh?”
“Silahkan” ucap Fika sambil mengunyah roti dimulutnya.
“Kamu kenal Aland?”
“Kenal. Kenapa?” tanya Fika.
“Emm.. Aku mau minta nomor dia boleh?” ucapnya menyodorkan ponsel miliknya.
“Gue gak punya, kenapa gak minta langsung?”
“Aku.. Aku takut diejek Fika… kamu tau penampilan aku kumuh.. engga kayak kamu” lirihnya menundukkan kepala.
“Yaudah ntar gue pintain” ucap Fika. Ia yakini gadis yang berada di hadapannya ini akan senang.
“Yey..! makasih Fika” ucapnya ingin memeluk, namun dihentikan oleh Fika.
“Kita baru kenal” ucapnya sambil memakan roti yang diberikan Arkan tadi, tidak menawarkannya kepada gadis itu.
“Eehh iya hehe” cengegesannya
***
Trrriiiiinggggggg… suara bel pulang.
“Fika!” panggil Aland dari arah belakang.
“Iya?” jawab Fika menoleh ke belakang.
“Pulang bareng gue yuk?” ajak Aland dengan senyum semangat.
Gak papa kali yaa? Mayan gak keluar duit. Gra-tiss!
“Ngga ngerepotin?” sae lu Fik, dalam hati pengen’ayok!
“Engga lah kan gue ajak”
“Yodah gaskeeeen” Fika menaiki motor Aland. Fika berpegangan di belakang gagang motor Aland.
Ni norak kali yaa? Batinnya.
“Lah Fik, pegangan aja disini” ucap Aland mengambil kedua tangan Fika dan menautkannya diperutnya.
“Eegghh…”
Sementara itu seseorang tengah menatap mereka dengan tajam. Siapa lagi kalau bukan Arkan.
serahknlah mlikmu kpda yg brhak n yg sdah halal.