NovelToon NovelToon
Bukan Salah Cinta

Bukan Salah Cinta

Status: tamat
Genre:CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Obsesi / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Snow White

Gladis 24 tahu harus menerima kenyataan bahwa masa depannya berada di tangan kedua orang tuanya. Ia dijodohkan dengan anak rekan bisnis papanya untuk memperkuat perusahaan orang tuanya di kancah Internasional.

Gadis yang mempunyai kekasih bernama Fadli seorang dokter kandungan harus rela putus karena kedua orang tua Gladis tidak pernah merestui hubungan keduanya.
David calon suami Gladis adalah seorang pengusaha muda yang terkesan dingin, ketus, pemarah, tempramen. Akankah pernikahan mereka berlansung bahagia!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Snow White, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merebut Paksa.

Lalu David merebut paksa milik Gladis yang paling berharga, Gladis kecewa bukan main.

S****ial dia masih Virgin! Jadi aku orang pertama yang menyentuhnya.

Akhirnya apa yang selama ini Gladis jaga telah di ambil paksa oleh David calon suaminya di waktu yang tidak tepat, Gladis merintih kesakitan dan menangis tersedu-sedu, rasa kecewa, hancur, sedih campur jadi satu, rasanya sekarang Gladis sudah tidak ada harganya lagi,

"Terimakasih Gladis telah menjaga mahkota milikmu untuk calon suamimu," bisik David pada telinga Gladis dengan nada lembut.

Mendengar ucapan itu Gladis makin menangis hatinya hancur, sudah tidak ada harapan lagi baginya untuk bersama Fadli, rasanya ia malu jika harus bertemu Fadli lagi.

Lalu David bangkit dari duduknya ketika ia hendak berdiri ia melihat noda merah di seprai, ia terkejut bukan main dengan cepat David mengambil handuk dan melilitkan di pinggangnya karena David dan Gladis tidak memakai pakaian sehelai pun. David menutupi tubuh Gladis dengan selimut yang tidak jauh ada di dekat Gladis. Lalu David hendak mengangkat Gladis untuk membersihkan dirinya ke kamar mandi. Gladis kaget dengan cepat ia menghempaskan tangan David.

"Mau apa lagi kamu? lepaskan aku," kata Gladis menghempaskan tangan David.

"Membantumu untuk membersihkan diri," kata David singkat.

"Aku bisa sendiri," tolak Gladis sinis.

Gladis bangkit dan berdiri, ia masih merasakan sakit di daerah sensitifnya dan perih luar biasa, ia mengurungkan niatnya untuk berdiri dan Gadis duduk di ujung tempat tidur itu David yang melihatnya sedikit khawatir.

"Aw!" rintihan Gladis sambil memegang daerah sensitifnya.

"Kamu kenapa? Apa kamu baik-baik saja?" tanya David khawatir.

Gladis tidak menjawab pertanyaan David, ia bangkit dan berjalan menuju kamar mandi, dengan selimut yang membalut di tubuhnya serta jalannya tertatih kesakitan sambil masih menangis keadaannya kacau David hanya terdiam melihat Gladis.

"Argh!" teriak David kesal sambil mengacak-acak rambutnya dengan kedua tangannya.

*Ke**napa aku jadi merasa bersalah*! *Kenapa aku merasa sakit melihat keadaan G**ladis* !

Gladis berjalan tertatih menuju kamar mandi, sambil menahan sakit dan merintih hatinya hancur bukan main, setelah di kamar mandi ia duduk di atas kloset sambil terus menangis dan memegang daerah *********** menahan sakit.

David duduk melamun di tempat tidur sambil menunduk karena menyesali perbuatannya, tidak lama ponsel David berbunyi, ia pun segera mengambil ponsel yang ada di meja dekat tempat tidurnya ternyata pa Rony.

"Halo, bagaimana bajunya?"

"Aku sudah di rumah Tuan Muda," jawab Pak Rony di ujung telepon itu.

"Gantungkan di pintu kamarku," kata terakhir David mematikan ponselnya.

sementara itu di kamar mandi Gladis masih terus menangis, ia teringat akan perkataan David bahwa orangtuanya menjual dia untuk kepentingan bisnisnya, bagaimana ia bisa bertemu dengan Fadli nanti? Apa masih pantaskah ia untuk Fadli.

David melangkahkan kakinya menuju pintu kamarnya, di buka pintu kamar itu ia melihat paper bag warna coklat menggantung di pintu kamarnya, David kembali masuk kamarnya lalu Gladis keluar dari kamar mandi dengan handuk membalut tubuhnya, rambutnya basah tapi matanya sembab dan merah, David menatap Gladis begitu sebaliknya.

"Ini," David memberikan paper bag itu pada Gladis tapi Gladis belum mengambilnya dari tangan David.

"Pakailah ini, baju untukmu," lanjut David.

Gladis terdiam sejenak sambil menatap David, dan belum mengambil paper bag itu dari tangan David.

"Baju milikmu sudah tidak bisa di pakai lagi jadi pakailah ini," tapi Gladis belum mengambil paper bag itu dari tangan David.

Akhirnya David melemparkan sembarang paper bag itu di ke tempat tidur, Gladis hanya terdiam menatap David begitu pun sebaliknya.

"Aku mau mandi dulu setelah itu kita makan siang," kata David.

Baru saja David melewati Gladis beberapa langkah, Gladis mulai berbicara.

"Kenapa kamu melakukan ini pada kepadaku?" tanya Gladis membelakangi David tidak berbalik ke arah lali-laki itu.

Langkah david terhenti ia berdiri tanpa berbalik ke arah Gladis, mereka saling membelakangi sejenak David terdiam tidak menjawab.

"Agar aku berarti untukmu, Gladis," jawab David singkat sambil pergi meninggalkan Gladis sendirian menuju kamar mandi.

lagi-lagi air mata mulai menetes di pipi Gladis.

David menyalakan shower air pun jatuh membasahi kepala dan tubuh David. Ia menyenderkan punggungnya ke dinding memejamkan matanya dengan air terus membasahinya, ia mengingat kejadian tadi ia perbuat.

*K**enapa bisa aku melakukan itu kepada Gladis! Ternyata dia masih virgin dia tidak seperti wanita lain yang aku kenal. Dia wanita baik-baik tapi aku telah merusaknya gara-gara perjodohan ini*.

Beberapa menit berlalu David selesai membersihkan dirinya. Ia keluar dari kamar mandi lalu ia melihat Gladis duduk melamun di ujung tempat tidur dengan dress yang di berikan Pak Roni dress warna coklat amat cantik dan pas di tubuhnya. Tapi tidak dengan wajahnya yang sendu dan sedih, serta matanya masih sembab tatapannya kosong.

David menatap Gladis tidak berkedip ia merasa Gladis amat cantik apa lagi jika wajahnya tidak seperti ini.

*S**ial kenapa Pak Roni tahu saja baju yang pas untuk Gladis, sangat cocok dan cantik. Ah bicara apa sih, aku sudah mulai ngaco*.

"Setelah aku selesai kita turun untuk makan siang," David memulai pembicaraan sambil menuju lemari baju miliknya.

Di buka lemari itu dan di pilihnya baju yang ia ingin pakai.

"Aku mau pulang," kata Gladis singkat tanpa memperhatikan David.

David terdiam ia berhenti sejenak untuk memilih baju yang akan di pakai, lalu ia berbalik ke arah Gladis ia menatap gadis itu dengan lekat.

"Iya, aku akan mengantar kamu pulang, tapi kita makan dulu."

"Aku tidak lapar, aku bisa pulang sendiri," kata Gladis menolak tawaran David.

"Tapi pasti nanti Mama menyuruh kamu untuk makan, karena kamu belum makan."

"Aku tidak bisa bertemu Tante Teresa dengan keadaan seperti ini, David."

David sadar Gladis sedang merasakan kesakitan di daerah sensitifnya.

"Ya sudah, aku akan menyuruh Mbok Sum untuk membawa makan siang jadi kamu tidak perlu turun."

"Aku tidak lapar David, aku hanya ingin pulang," tegas Gladis.

"Lalu kamu pulang dengan keadaan seperti ini! Nanti jika Mama kamu bertanya bagaimana?" kata David bertanya.

"Kamu tidak perlu khawatir, yang jelas aku hanya ingin pulang."

"Tidak bisa, kamu tidak bisa pulang aku tidak mengizinkannya!" bentak David tegas.

Hati Gladis sangat sedih entah hari ini seperti mimpi baginya, kejadian tadi apa benar nyata! Rasanya ia ingin tidur dan berharap jika terbangun nanti ini semua hanya mimpi.

Lalu setelah selesai David turun ke bawah sendirian untuk makan siang semetara Gladis makan siang d kamar sesuai perintah David. Mbok Sum sudah membawakan Gladis makan siang tapi Gladis tidak memakannya dia memilih untuk tidur karena ia merasakan badannya tidak enak dan pusing.

Setengah jam berlalu David kembali menuju kamarnya untuk melihat keadaan Gladis tapi ia mendapati Gladis sedang tertidur pulas Ia melihat makan siangnya masih utuh di atas meja tidak di makan.

Tok...tok...tok...suara pintu kamarnya berbunyi, David tersadar akan siapa yang datang.

"Masuk," kata David dari dalam kamar dan ia melihat mamanya memasuki kamar itu.

"Mama."

"Bagaimana keadaan Gladis," tanya Ny teresa menghampiri David yang berdiri di dekat tempat tidur.

"Lebih baik Ma, tapi dia belum makan."

"Kamu bangunkan dia suruh makan," perintah Ny Teresa.

"Iya Ma," jawab David singkat.

David menuruti perintah Ny Teresa, ketika ia memegang tangan Gladis, ia terkejut David merasakan tubuh Gladis panas sekali, wajahnya kaget bukan main.

"Mah ko badan Gladis panas?" tanya David panik menatap mamanya sambil tangannya masih memegang tangan Gladis.

Ny teresa yang tadinya biasa saja jadi ikutan panik mendengar ucapan David.

"Masa sih! Apa dia demam," tebak Ny Teresa.

Lalu Ny Teresa memegang tangan Gladis, ia tidak kalah terkejutnya dengan David, ia merasakan badan Gladis panas.

"Iya David, Gladis demam cepat panggil Juna kemari."

"Iya Ma," lalu David mengambil ponsel miliknya dan segera menelepon Juna.

"Mama mau menyuruh Mbok Sum untuk membuat teh hangat," pamit Ny Teresa keluar dari kamar David menuju dapur.

15 menit kemudian

Juna sampai di rumah David ia langsung menuju kamar David di antar oleh Mbok Sum dan betapa herannya Juna ketika ia melihat David dan NY teresa sedang duduk baik-baik saja di kamar David. Lalu siapa yang sakit begitulah di pikiran Juna.

"Siang tante!" sapa Juna memasuki kamar David.

"Siang Juna," balas Ny Teresa ketika tahu kedatangan Juna.

"Jadi siapa yang sakit?" tanya Juna heran sambil melihat ke arah David dan Ny Teresa yang terlihat baik-baik saja.

David dan Ny Teresa bangkit dari sofa, mendekati tempat tidur dan berdiri di depan tempat tidur itu.

"Tolong periksa dia ya Juna, badannya panas dari tadi," kata Ny Teresa sambil menoleh ke arah gadis yang tidur di tempat tidur David.

Juna yang tahu akan perkataan Ny Teresa langsung menoleh ke arah tempat tidur itu, Juna melihat seorang gadis cantik sedang tidur amat menawan, berkulit putih bersih Juna terkejut tentu itu bukan Devi adiknya David.

"Itu siapa Tante?" Juna terus melihat Gladis tanpa menoleh ke arah David dan Ny Teresa.

"Calon istrinya David," jawab Ny teresa singkat.

Juna kaget bukan main, ternyata perkataan David tentang perjodohan itu benar.

"Istri lo!" kata Juna bicara pelan ke pada David dan David hanya tersenyum saja membalasnya.

"Tolong di periksa ya Juna," lanjut nya Teresa.

"Iya Tante aku periksa dulu," pamit Juna mendekati Gladis yang sedang tertidur.

Ny Teresa duduk di ujung tempat tidur itu di samping Gladis sementara David berdiri di depan Ny Teresa dan Ny Teresa terlihat sangat panik.

*M**ama kelihatannya panik banget melihat keadaan Gladis, sepertinya Mama bener-bener sayang sama Gladis*.

Juna mulai memeriksa Gladis tidak satu pun yang luput dari pandangannya, ia memeriksa panasnya Gladis ...betapa kagetnya ketika suhu Gladis mencapai 39,1°C.

"Bagaimana keadaannya Juna?" tanya Ny Teresa ketika tau Juna sudah selesai memeriksa Gladis.

"Dia kecapean Tante, kurang asupan nutrisi, stress juga," jawab Juna sambil menatap Ny Teresa dan David.

"Iya dia belum makan siang, kamu bagaimana sih David tadi Mama menyuruh kamu untuk mengajak Gladis makan, bukan menyuruh dia makan sendirian di kamar."

"Tadi sudah David ajak Ma, tapi Gladis ketiduran dan David tidak tega membangunkannya."

"Tidak ada penyakit yang lain kan, Juna?" lanjut Ny Teresa khawatir.

"Tidak ko Tante, nanti aku kasih obatnya sama vitamin," kata Juna menatap Ny Teresa.

"Ya sudah Mama mau telepon Tante Rensa dulu biar Gladis menginap di sini, Mama mau suruh Mbok Sum untuk membuat bubur juga agar bisa di makan nanti sewaktu Gladis bangun," pamit Ny Teresa meninggalkan David dan Juna.

"Ini calon istri lo!" tunjuk Juna tidak percaya menatap Gladis yang masih tertidur.

"Iya."

"Jadi lo seriusan mau nikah!" kata Juna kaget menatap David.

"Menurut lo! Gw berbohong?"

"Gila lo."

Juna kembali menatap Gladis yang sedang tertidur, rasa-rasanya ia mengenal wajah cantik itu dan ups ...Juna kaget bukan main ketika ingat bahwa Gladis itu.

"Dia, kan!"Juna kaget sedikit berteriak sambil menunjuk ke arah Gladis.

David tahu akan reaksi Juna, ia juga tahu pasti Juna akan mengenal Gladis. Terlihat wajah Juna amat terkejut ketika mengetahui bahwa Gladis adalah wanita yang di restoran itu.

"Dia kan cewek yang di resto itu, benarkan!" teriak Juna kaget menatap David, sementara David hanya mengangguk santai.

"Iya," jawab David singkat.

"Jadi dia calon istri lo! Ko bisa! Bukannya dia udah punya pacar!"

"Iya, masih pacaran ko sama pacarnya."

"Lah terus bagaimana ceritanya lo berdua mau menikah jika dia masih punya pacar, memang orang tua dia tidak tahu jika dia punya pacar," cecar Juna terus bertanya aga berisik.

"Lo berisik banget sih, pelan-pelan jika bicara nanti dia bangun bagaimana!"

"Gw kaget bro, bagaimana bisa dia calon istri lo."

"Lah kan gw dan dia di jodohkan, gw juga tidak tahu jika dia yang jadi calon istri gw."

"Beruntung banget lo Vid dapetin dia, tapi dia itu kurang beruntung dapetin lo," ledek Juna.

"Kuya lo ngomong sembarangan!" semprot David kesal tapi Juna malah tertawa.

"Dia tidak kenapa-kenapa, kan," tambah David khawatir.

"Dia hanya kecapean saja, stress juga lo belum jawab dia kan sudah punya pacar."

"Iya, dia tidak mendapatkan restu dari orangtuanya."

"Oh begitu, kasian juga ya. Ya sudah gw balik lagi ke rumah sakit obatnya jangan lupa lo tebus, biar dia cepat minum, gw pamit dulu," pamit Juna sambil berjalan meninggalkan kamar David.

"Jun, tunggu sebentar," panggil David, Juna pun terhenti langkahnya dan berbalik ke arah David.

"Ada apa," jawab Juna lalu David menghampiri Juna yang tidak jauh darinya.

"Gw mau bertanya."

"Ya sudah tanya apa?" Juna balik tanya.

David terdiam sejenak ia bingung harus memulainya dari mana dia menunduk kebingungan. Juna yang aneh melihat David pun jadi penasaran.

"Woy! Mau tanya apa?" Juna mengagetkan.

"Obat untuk penghilang rasa sakit khusus daerah sensitif apa ya, lo tahu tidak!"

Juna keheranan ia kaget ketika David bertanya soal itu.

"Maksud lo daerah sensitif yang mana?" Juna tidak mengerti akan ucapan David.

"Ya daerah sensitif khusus wanita," kata David singkat.

"Maksud lo **** *!" Juna memperjelas.

"Iya, lo tahu tidak."

"Lah memang kenapa, dia sakit apa?"

"Gw sudah meniduri dia, terus dia mengeluh kesakitan sampai berdarah," kata David berterus terang kepada Juna.

1
Thinker Bully ><
cantik dong vid..... Eaaa~
Thinker Bully ><
david udh gk sabar~~😄
Thinker Bully ><
rame ya disini~/Smile/
Snow white❄IG@snow_white97suga: 🤭😄udah kayak pasar ya kak. Happy reading ya Kak. semoga suka
total 1 replies
Surinih Soraya
sedih banget /Cry//Cry/
Lina RA
aneh, kalau dia bilang "kalau kita pertahankan janin itu dia akan cacat seumur hidup". kalau begitu bayi@ dikeluarkan scr paksa dan di gugurkan? emng boleh spt itu.
kemudian, berarti dia tdk menerima kalau bayi nya terlahir cacat.
🙏🙏 kalau sy slh paham
Ralen Leanie
mau tanya donk untuk judul novel yang menceritankan tentang aditya dan rianti judulnya apa ya
Arum Artanto
author tampaknya seneng dengan kata2 "bukan main", banyak banget kata2 itu, hehehe..
Kenzi Kenzi
ari😍😍😍😍😍😍
Kenzi Kenzi
cakep an fadli
Kenzi Kenzi
kehamilan yg disembunyikan
Kenzi Kenzi
fadli is arya...kakak adik rebutan 1 cwe...gw sih mo nya sama fadli saja.....orisinil.....jgn.sama.david,....kakak dulu yg nikah bru adeknya
|•n͜͡k͜͡`
papa n mamanya koq d bahasakan om n NY ya???
Yasmine Putri
bagus ceritanya .ga ngebosenin. kadang lucu jadi senyum sendiri
Snow white❄IG@snow_white97suga: Makasih banyak, Kak. stay terus ya dan jangan lupa ada season 2nya juga.☺️
total 1 replies
Fa Rel
msih kecewa pas david ciuman apa tdr ma rania di apartemen hmmm
Fa Rel
kasian bgt fadly
YuliaBilqis
Nah tu naina belajarlah setia k Ando ... seangat thor 👍
YuliaBilqis
Sabar Gladis
YuliaBilqis
Semangat terus y kk snow 🥰🥰
Snow white❄IG@snow_white97suga: Makasih banyak Kak. selalu setia menunggu up 😍😍😘
total 1 replies
YuliaBilqis
David sama Gladis bahagia terus y
Snow white❄IG@snow_white97suga: Pasti Kak. nanti ada yang keduanya. pernikahan yang tidak direncanakan
total 1 replies
YuliaBilqis
Lama g buka pas buak udah ada lagi 🥰👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!