NovelToon NovelToon
Cinta Dalam Kebencian

Cinta Dalam Kebencian

Status: tamat
Genre:Romantis / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: La Sha

Canna adalah seorang gadis desa biasa yang di nikahi seorang pengusaha ternama secara diam-diam, setelah insiden memilukan. Bahkan tanpa sepengetahuan dirinya sendiri. Ia mulai menyadari sesuatu saat hatinya sudah mulai terbuka.

Namun, kesungguhan yang diperlihatkan Delano padanya tidaklah nyata. Lelaki tampan itu hanya menginginkan seorang bayi darinya. Setelahnya ia akan menceraikannya.

Rasa cinta yang mulai tumbuh dalam diri Canna, berbaur menjadi rasa benci.

Bagaimanakah nasib rumah tangga mereka kedepannya? Bercerai ataukah bertahan? Mampukah Canna melindungi buah hatinya dari orang-orang yang ingin mengambil keuntungan darinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La Sha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu 2

Setelah selesai membeli cemilan yang di inginkan oleh Canna, Delano kembali masuk kedalam mobilnya. Menatap Canna yang sejak tadi terus menunduk. Selalu menolak berbicara dengannya.

"Apakah kamu marah padaku karena aku menarikmu dan menganggu pertemuanmu dengan kekasihmu?" tanya Delano tanpa melirik padanya.

Canna melirik sekilas kearah Delano, membuka mulutnya ragu kemudian mengatupkan kembali. Menggeleng samar, menolak untuk berbicara.

"Benarkah dia bukan pacarmu? Aku lihat kalian berdua terlihat sangat bahagia saat berbicara tadi!" sindir Delano dengan sinis sambil kembali menghidupkan mesin mobilnya.

Delano membawa mobilnya menuju kearah kediamannya dengan kencang. Sesekali melirik kearah Canna yang terus-terusan menghindari dirinya. Wanita ini benar-benar berbeda dari pagi tadi. Dia sekarang terlihat lebih banyak diam dan menunduk.

"Kalau dia bukan pacarmu lalu dengan apa kamu menggodanya sehingga dia mau berbicara dengan gadis sepertimu?"

Entah kenapa ia merasakan rasa panas saat melihat mereka berbicara berdua tadi. Rasanya ia sangat tidak suka melihat kedekatan mereka, terlebih lagi tatapan Pinus padanya. Ia tahu kalau tatapan Pinus pada Canna adalah tatapan penuh kagum.

Canna mendelik kearah Delano, laki-laki ini selalu memandang rendah dirinya. Seolah dirinya adalah wanita hina dan tidak patut di ajak bergaul.

"Itu bukan urusanmu Tuan Delano yang terhormat. Apapun yang aku lakukan tidak ada sangkut pautnya dengan dirimu. Aku rasa diriku sepenuhnya adalah hakku, milikku!" sahut Canna tegas. Mendengus tidak suka, kembali menatap lurus ke depan.

Delano menggeram mendengarnya, mencengkeram erat stir mobil yang di pegangnya. Wanita ini selalu melawan dengannya. Rasa takutnya hanya sebentar saja, setelahnya kembali memberontak. Bermulut manis saat berbicara dengan lelaki lain tetapi bermulut pedas dan pahit saat bersamanya.

"Tentu saja ada sangkut pautnya denganku. Kamu sebagai pelayanku kalau melakukan kesalahan pada orang lain, yang mendapat predikat buruk adalah diriku sebagai Tuanmu!"

Napas Delano terdengar memburu, tatapannya tajam dan rahangnya mengeras. Tanpa sadar tangannya memukul stir mobil yang ada didepannya.

"Karena orang lebih mengenal diriku dibanding kalian yang bekerja padaku!" suara Delano terdengar meninggi.

Canna terkejut mendengarnya, lelaki ini benar-benar seperti serigala. Benar-benar berbahaya dan menakutkan, bahkan emosinya naik turun secara drastis.

"Dan mulai sekarang! Kamu dilarang keluar kamar kecuali dalam pengawasanku!" Delano kembali berpaling menatap Canna tajam, membuat wanita itu mengerut takut.

"Ingat kata-kataku!" ancam Delano sembari menarik tangan Canna keluar dari mobil dan menyeretnya kearah kediamannya, membuat Canna meringis kesakitan. Beberapa kali ia meronta agar tangannya segera dilepaskan tetapi genggaman tangan Delano sungguh sangat kuat sekali.

"Pelayan! Mandikan dia sebersih-bersihnya. Aku tidak mau bau lelaki lain menempel di tubuhnya!"

Delano menatap Canna yang tersungkur di atas ranjang miliknya setelah dilempar olehnya. Ia berbalik meninggalkan Canna setelah pelayan datang padanya.

"Kenapa Tuan semarah itu pada Nona? Apakah Nona melakukan kesalahan lagi?"

Fiore membantu Canna melepaskan pakaiannya. Menatap prihatin kearah gadis yang baru beberapa Minggu berada di kediaman Delano. Canna pasti tidak mengenal Delano dengan baik sehingga ia selalu membangkang apa yang dikatakan oleh Delano. Canna hanya terdiam dengan tatapan kosongnya.

Ia tidak mengerti dengan keadaannya sekarang. Apakah ia dianggap sebagai tawanan tapi perlakuan Delano padanya bagai seorang budak. Lelaki itu terkadang manis dan baik, tetapi beberapa menit kedepannya ia berubah menjadi kasar dan bengis. Canna sama sekali tidak mengerti dengan perubahan Delano padanya.

Sedangkan pelayan yang lainnya sibuk menyiapkan air sabun untuknya berendam.

"Aku tidak tahu, tapi aku rasa yang membuatnya marah padaku bukan karena aku kabur dari kantornya, tetapi..." gumam Canna terhenti.

"Apa!? Anda berusaha untuk kabur!?" potong Fiore cepat, menatap tidak percaya pada wanita yang duduk dihadapannya, terlihat masih tenang saja setelah mengucapkan kata keramat tersebut.

"Bagaimana bisa Anda melakukan semua itu. Bukankah tempo hari Anda mencoba kabur dan semua kembali berakhir disini. Itu adalah pekerjaan yang sia-sia, Nona. Jadi, mulai sekarang menurut lah pada Tuan!" bujuk Fiore.

Canna menatap tajam Fiore, mengepalkan tangannya erat.

"Kamu membelanya karena dia Tuanmu, bukan?"

Fiore menunduk tanpa menjawab pertanyaan Canna yang sudah pasti jawabannya adalah iya.

Canna mendesah melihat keterdiaman Fiore. Ia sudah tahu jawabannya. Lucu sekali ia menanyakan hal yang mustahil untuk mereka berpaling dari Delano. Bukankah Delano adalah sumber penghidupan mereka bahkan sumber penghidupannya sekarang ini juga.

Canna menatap pergelangan tangannya yang membiru. Mengingat kembali kemarahan Delano setelah ia keluar dari kantor Delano tanpa izin darinya di tambah dengan keberadaan Pinus disisi Canna. Pastilah Delano mengira kalau dirinya ingin kabur dari Delano dengan bantuan Pinus.

"Tanganmu terluka, Nona. Aku akan mengobatinya!"

Fiore berlari keluar kamar Canna. Hanya dalam hitungan menit saja, Fiore kembali menghampiri Canna dengan kotak P3K ditangannya. Dengan perlahan ia mengobati luka lebam dipergelangan Canna. Ia tidak berkomentar lagi soal luka itu karena ia tahu sendiri penyebab dari luka tersebut.

"Nona. Air dikamar mandi sudah siap!" Pelayan lainnya keluar dari kamar mandi.

Fiore mengangguk.

"Mari Nona saya bantu untuk memandikan,Nona!"

Canna ingin menolak tetapi percuma ia menolak hingga pada akhirnya ia kembali pasrah.

***

Delano kembali ke kantornya dan mendapati Key masih berada di ruangannya.

"Dimana kamu meninggalkan kakak ipar? Jangan bilang kalau kakak ipar kamu tinggal di tepi jalan?"

Delano menatap marah kearah Key yang menatapnya dengan khawatir.

"Kamu mengkhawatirkan wanita itu di bandingkan aku sebagai kakakmu?"

Delano mendesah frustasi, mengacak rambutnya kesal. Ia masih teringat dengan sikap Canna yang sangat berbeda dengan perlakuannya pada Pinus. Dan mulai sekarang, ia menganggap Pinus sebagai saingannya.

"Semua ini gara-gara kamu. Seharusnya kamu tidak menyuruhnya untuk keluar dan membeli cemilan. Masih banyak pegawai di kantor ini, juga OB dan OG. Untuk apa aku mempekerjakan mereka kalau mereka tidak berguna!" Suara Delano terdengar meninggi.

Key melongo mendapati kemarahan Delano yang menjadi-jadi. Melirik kearah Derris yang hanya bungkam dan menunduk.

"Aku kasian melihat dirinya yang kesepian. Seharusnya kakak memberikan dia seorang teman disini. Seperti sekretaris mungkin untuk menemaninya bicara," sahut Key masih bersikap tenang.

"Aku menggaji sekretaris bukan untuk menemaninya. Bukankah dia sudah dewasa dan mampu menghadapi hal-hal seperti ini. Kenapa juga kamu harus mengurusinya?"

Key menatap dingin kearah Delano.

"Aku perduli padanya karena dia adalah kakak iparku," sahut Key tegas.

"Dan ingat! Kakak iparmu adalah istriku, kalau kamu lupa!" sahut Delano tajam.

Key terdiam mendengarnya. Ia pasti sudah akan kalah setiap kali berdebat dengan Delano.

"Derris, panggilkan Sita kemari. Aku ingin laporan hasil rapat tadi!" perintah Delano.

Derris mengangguk dan menundukkan sedikit kepalanya. Berjalan meninggalkan kakak adik yang sedang berdebat.

Kenapa juga kamu masih disini menggangguku, bukankah pekerjaanmu masih banyak!" usir Delano.

Key berdecak mendengarnya. Tanpa sepatah katapun ia berjalan meninggalkan Delano yang kembali bergelut dengan pekerjaannya, tanpa menggubris kepergian Key.

"Apa istimewanya lelaki itu dibanding aku?" gumam Delano kesal saat masih ingat sikap Canna tadi. Benar-benar hal yang tidak terlupakan olehnya.

Ia berdiri di depan jendela besar sambil memasukkan tangannya kedalam kantong celananya. Ia tampak berpikir keras.

"Padahal jauh tampan diriku dan juga lebih kaya diriku!" gumamnya lagi.

"Tuan...."

Delano berbalik dan mendapati Derris bersama sekretarisnya.

"Ini laporan yang Tuan inginkan." Sita menyerahkan laporan yang diminta oleh Delano.

Delano berjalan kearah kursinya, duduk dengan tegap dan membuka laporan tersebut. Ia tampak serius hingga tangannya bergerak mengusir Sita agar keluar dari ruangannya.

***

1
ZrLee Darman
ceritanya bagus 👍🏻
ZrLee Darman
aahh sllu saja kmu dijebak sama orang yg sama..hedeehhh
ZrLee Darman
Lou seperti ulat Keket aja disini
Shifa Burhan
sesimple ini pertanyaan nya

kau anggap apa jika ada wanita lain kayak gini, saat kalian (author dan reader) berbuat salah pada suami kalian dan rumah tangga kalian ada masalah dan datang wanita lain yang mendekati dan selalu baik pada suami kalian, wanita itu selalu merayu dan selalu mencari cara mendekati bahkan wabita itu menyarankan suami kalian untuk bercerai dan suami kalian juga bersikap baik pada suami kalian,
jadi kalian anggap apa wanita kayak gini, setelah kalian menilai maka kalian bandingkan sikap kalian pada louis, disitu lah kalian bisa lihat sifat aslinya kalian?
epifania rendo
entalah
epifania rendo
saling terbukalaha
epifania rendo
pasti surat yang di tanda tangan buat urus surat nikah
epifania rendo
kasian canna
epifania rendo
Delano
epifania rendo
menarik
epifania rendo
bagai mana adiknya
epifania rendo
apa isi vidionya
epifania rendo
mampir
Azubair21
😁🥰🥰🥰🥰👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Yulia Rosmita
makanya ungkap semua thor jadi g ada egois salah paham dan kekerasan
Yulia Rosmita
lemot
Yulia Rosmita
kelamaan thor sampe sekarang canna aja masih belum tau dia udah nikah dan sekarang dia hamil delano juga masih gatau
Yulia Rosmita
apa aq kurang update ya di part delano nikah sama canna
Yulia Rosmita
maaf nikah ko g ada kata sah nya klo gitu cuma delano aja donk yg sah
Batara Zalzabil
bosan putar2 trs crtx
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!