NovelToon NovelToon
Istri Mafia Masuk Ke Tubuh Ibu Susu Tuan Kejam

Istri Mafia Masuk Ke Tubuh Ibu Susu Tuan Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Transmigrasi / Ibu susu
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mom Ilaa

Vivian Marvis, putri tunggal klan mafia Marvis, dinyatakan meninggal setelah melahirkan putri pertamanya.

Sejak saat itu, Kayden Gilbert—suami yang dulu mencintainya sepenuh hati—berubah menjadi pria berhati es. Bahkan, membenci darah dagingnya sendiri.

Namun kematian bukanlah akhir bagi Vivian.

Jiwanya terbangun dalam tubuh Arini, seorang wanita malang yang kehilangan segalanya. Dengan identitas baru, Vivian kembali ke Kediaman Gilbert demi bertemu putrinya, Deana.

Sayangnya, Deana hidup tanpa kasih sayang sang ayah.

"Auntie... jadi Mama Dea saja, ya? Dea kesepian."

Mendengar kata-kata itu, hati Vivian hancur.

Akankah Vivian berhasil menyatukan kembali keluarganya? Ataukah ia akan merebut putrinya dan membuat Kayden Gilbert menyesali semua yang telah terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ikatan Batin

Karena Vivian hanya diam saja, Nicolas merasa tidak nyaman. Mantan mafia itu akhirnya menghela napas, lalu menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi.

Ia memutuskan untuk menarik kembali pertanyaannya. "Sudahlah. Lupakan pertanyaan saya tadi. Kamu tidak perlu menjawabnya jika itu membuatmu tertekan."

Vivian diam-diam tersenyum lega.

Merasa urusannya sudah selesai, Vivian membungkuk hormat. "Kalau begitu, Tuan Marvis, saya izin keluar untuk memeriksa kondisi Baby El dan Deana."

Namun baru saja Vivian berbalik badan dan hendak menuju pintu, Nicolas tiba-tiba menyuruhnya berhenti. "Tunggu. Berhenti di sana."

Deg!

Vivian tersentak kaku di tempatnya. Jantungnya kembali berpacu liar. Jangan-jangan... Ayahnya menyadari sesuatu? Apa insting Nicolas sekuat itu hingga bisa menebak kalau jiwa wanita asing di depannya ini adalah putri kandungnya?

Perlahan, Vivian membalikkan badannya kembali dengan raut wajah tegang.

Namun, dugaannya ternyata salah besar. Nicolas sama sekali tidak menyadarinya. Pria itu justru membuka laci mejanya, lalu mengeluarkan sebuah amplop coklat tebal yang tampak penuh, lalu meletakkannya di atas meja.

"Ambil ini," ujar Nicolas datar. "Saya memberikan amplop ini sebagai tanda terima kasih karena kamu sudah berani mempertaruhkan nyawamu membawa cucu saya keluar dari sana."

Vivian menatap amplop itu dengan ragu, namun kalimat Nicolas berikutnya justru membuat ia melotot syok.

"Tidak hanya itu," lanjut Nicolas, menatap Vivian lekat-lekat. "Saya ingin menawarkan pekerjaan untukmu. Mengingat Deana tampak nyaman bersamamu, saya ingin kamu bekerja di sini sebagai pengasuh pribadi cucu saya. Untuk gajinya... saya akan membayarmu sepuluh kali lipat. Seratus juta dalam sebulan."

Mendengar nominal fantastis yang keluar dari mulut sang ayah, jiwa miskin di dalam diri Arini yang kini diisi jiwa Vivian seketika bergejolak hebat. Matanya melebar sempurna dengan binar bersemangat.

Seratus juta sebulan?! Kalau ditambah jadi setahun bisa lebih satu miliar, bukan? Wow! Aku bisa kaya mendadak dan tak perlu pusing mikirin popok Baby El! Ayah… sungguh kaulah penyelamatku saat ini.

Tanpa berpikir dua kali, Vivian mengangguk cepat dan menerima tawaran itu. Pikirnya, ini adalah kesempatan emas. Selain mendapatkan uang tunai dalam jumlah besar, bekerja di mansion ini sama saja artinya dengan mendapatkan tempat perlindungan paling aman di dunia dari kejaran Kayden Gilbert, langsung di bawah ketiak orang tuanya sendiri.

Namun, tepat setelah tangannya menerima amplop cokelat tebal itu, air mata Vivian mendadak jatuh lagi tanpa bisa ia bendung. Bulir-bulir bening itu meluncur bebas melewati pipinya, membuat Nicolas yang menyaksikannya seketika mengernyitkan alis, merasa bingung. Di kepala Nicolas, ia mengira wanita muda di hadapannya ini menangis karena terlalu terharu dan syok bisa mendapatkan pekerjaan berdaya jual tinggi di rumah mewahnya.

Tapi, Nicolas salah besar. Bukan itu yang membuat dada Vivian sesak hingga menangis.

Ia menangis karena betapa dermawannya sang Ayah pada orang biasa sepertinya. Sifat Nicolas yang selalu royal, pelindung, dan berhati emas di balik topeng mafianya ini adalah sifat yang paling ia sukai dulu.

Seketika, penyesalan masa lalu kembali menguliti batin Vivian. Sungguh, ia merasa dirinya begitu bodoh di masa lalu. Bagaimana bisa dulu ia tega melarikan diri dari Ayah sehebat ini, hanya demi kawin lari dengan bajingan kejam seperti Kayden Gilbert yang pada akhirnya justru membuat putrinya kekurangan kasih sayang?

Melihat wajah Nicolas dari dekat, kerinduan Vivian memuncak. Rasanya ia ingin sekali memeluk erat tubuh Ayahnya dan menangis di dadanya sepuas mungkin. Namun, Vivian buru-buru menahan diri. Jika ia nekat memeluk pria paruh baya itu dengan wujudnya yang sekarang, bisa-bisa ia malah dicap sebagai wanita penggoda alias pelakor di rumah ini!

Menahan seluruh sesak di dadanya, Vivian akhirnya mendongak. Ia menatap lurus ke dalam manik mata Nicolas, lalu mengulas sebuah senyuman tipis yang teramat tulus. Sebuah senyuman penuh kasih sayang dari seorang anak kepada ayahnya.

Melihat senyuman itu, Nicolas diam di tempatnya berdiri. Jantungnya tiba-tiba berdegup dengan ritme yang sangat aneh. Senyuman wanita bernama Arini itu... terasa begitu familier dan hangat di matanya.

Nicolas refleks memegangi dadanya yang bergemuruh aneh, terus menatap punggung Vivian yang perlahan berjalan keluar dan menutup pintu ruang kerja. Nicolas termenung sendiri dalam keheningan. Ia tahu, debaran di dadanya saat ini sama sekali bukan debaran cinta atau ketertarikan pria pada wanita.

Melainkan perasaan spiritual yang sangat sulit diartikan oleh logikanya... seolah-olah darah dagingnya yang hilang baru saja menyapanya kembali.

Siapa sebenarnya dia? Mengapa hatiku rasanya aneh begini?

Setelah punggung Vivian menghilang di balik pintu, Nicolas tidak mau buang waktu lagi. Perasaannya campur aduk, tetapi logika mafianya tetap berjalan. Dengan cepat, ia menyambar ponsel di atas meja dan menekan sebuah nomor.

"Perketat keamanan di seluruh pos penjagaan. Aktifkan pengawasan penuh dua puluh empat jam di wilayah kediaman utama. Jangan biarkan lalat sekalipun masuk tanpa izin," perintah Nicolas dengan suara berat penuh penekanan.

Ia tahu betul siapa Kayden Gilbert. Pria itu tidak akan tinggal diam setelah tahu putrinya kini berada di mansion Marvis. Perang dingin antara dua klan besar ini bisa pecah kapan saja.

.

.

.

Vivian kini melangkah pelan menuju kamar tamu yang telah disediakan untuknya. Begitu pintu terbuka, ia langsung disambut oleh suara rengekan kecil. Di ujung ruangan, Baby Elvano sedang rewel dan gelisah di dalam gendongan seorang gadis pelayan.

Melihat kedatangan Vivian, pelayan itu tampak lega. "Aduh, syukurlah Anda sudah kembali, Mba. Sejak tadi bayinya tidak mau tenang."

Pelayan itu pun segera memindahkan Baby Elvano ke dalam dekapan Vivian. Dan secara ajaib, begitu tubuh mungil itu bersentuhan dengan dada Vivian, tangisan Baby Elvano langsung mereda. Bayi itu mengendus kecil, lalu terdiam dengan tenang dalam sekejap.

Pelayan itu tertawa kecil, merasa gemas melihat pemandangan tersebut. "Wah, ajaib sekali. Bayi tampan ini sepertinya tahu betul kedatangan Ibunya sendiri. Ikatan batin kalian kuat sekali, Mba."

Ibu?

Vivian hanya bisa menyunggingkan senyum kecut mendengar pujian itu. Dadanya terasa sedikit sesak. Ingin rasanya ia berteriak dan mengatakan bahwa bayi di pelukannya ini adalah anak dari gundik atau selingkuhan Kayden Gilbert. Jika ia jujur, pelayan di depannya ini pasti akan syok setengah mati. Namun, demi keselamatan dan perlindungan Baby Elvano dari kebencian klan Marvis, Vivian memilih bungkam dan membiarkan pelayan itu mengira demikian.

Vivian perlahan mendudukkan dirinya di atas sofa empuk, lalu mulai menyusui Baby Elvano. Bayi mungil itu mengisap dengan lahap sementara jemari kecilnya bergerak-gerak mencari kenyamanan.

Sembari mengelus rambut halus Baby Elvano, Vivian mendongak menatap pelayan khusus yang ditugaskan untuk membantunya itu. "Bila boleh tahu, di mana Deana sekarang?"

"Nona Muda Deana sedang bersama Nyonya Besar Alettha, Mba. Dia sedang menemani Nyonya Besar tidur siang di kamar utama," jawab gadis pelayan itu dengan senyum ramah.

Mendengar hal itu, rasa rindu kembali menggelitik hati Vivian. Setelah memastikan Baby Elvano kenyang dan tertidur lelap di atas ranjang bayi, Vivian segera berdiri. Kakinya melangkah lebar keluar dari kamar, bergerak impulsif menuju ke kamar ibunya.

Vivian melangkah dengan sangat yakin melewati lorong demi lorong mansion. Ia masih ingat betul setiap jengkal dan letak kamar orang tuanya. Namun, langkahnya yang tanpa ragu itu tanpa sadar membuat pelayan khusus yang berjalan di belakangnya mengerutkan kening heran.

Pelayan itu agak bingung.

Bagaimana bisa wanita ini yang baru pertama kali menginjakkan kaki di rumah majikannya bisa tahu persis letak kamar utama tanpa tersesat atau bertanya sama sekali? Aneh, bukan?

....

1
Hesty
up gi thooor ☺
Intan Noer
stok itu, gimana dong Thor, tar klau blik ketubuh tubuh penggantinya gimana trus klau g blik tar g ada yg tau atau author mau ksih roh orang lain di dlm tubuh Vivian. aduh jngan Thor tar kyk cerita sblh tbhnya diambil jiwa lain yg jahat SM ank2nya
A R
wahhh apa vivian bakal pindah ke tubuh asli nya??? kasian arini tp 😭😭😭
Ayudya
semoga ada keajaiban biar Vivian sadar dari koma nya😢😢😢😢
Ayudya
nah tu para tuyul Uda mulai ribut lagi🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
nah kan kayden ga mau jujur ma anaknya.mala buat deana tambah benci ma kamu kayden
Uthie
Sukkkkaaa BANGETTT ceritanya 👍👍👍🤩
Uthie
dasar niii para bocil 😁
Hesty
thoor bikin jiwa vivian kembali lagi keraganya... 🙏☺
Dew666
🩵🩵🩵🩵
Uthie
Oooo... begitu tohhhhh ternyata 😁
Uthie
Wahhhh... Dea 🤩
aristi
apakah itu tubuh Vivian yg diawetkan????
A R
sdh kudugaaa sih kl el anak vivian jg. hrsnya biarin deana ketemu vivian. siapa tau kl diajak ngmg vivian bisa sadar
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Uthie
makin seru dan menarik cerita nya 👍👍😍
Uthie
Apa itu jangan-jangan jasad nya Vivian yaaa 😁😁
tapi bagaimana mungkin bisa melahirkan anak bayi lagiii 😁
Uthie
Ciieee... si Alex mulai menandai Dea niii nantinya 😁
Uthie
Wahhh.. lagi seru-serunya baca 😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!