NovelToon NovelToon
Sistem Kaisar Abadi

Sistem Kaisar Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: fareva

Tiga tahun jadi sampah!

Itulah yang dialami Arya Langit setelah meridiannya hancur. Dari jenius nomor satu Perguruan Langit Biru, dia jatuh jadi pecundang yang bahkan tidak bisa mengangkat pedang.

Di hari pertunangannya, tunangannya sendiri Kezia Adinegara membatalkan pernikahan di depan seluruh tetua demi pria lain dan memberinya 100 Batu Roh sebagai uang hinaan.

Tepat saat tamparan itu mendarat di wajahnya, Sistem Takdir Harem Kaisar Abadi bangkit!

Mata Takdir aktif. Arya bisa melihat masa depan tragis setiap wanita dengan Takdir Kaisar.

Sekar Embun, Bidadari Pedang nomor satu yang dingin seperti es, akan lumpuh total dalam 7 hari dan mati kedinginan di lembah terpencil.

Luna Maheswari, Ratu Iblis yang mempesona, akan menjadi kuali kultivasi dan meledak mati.

Kirana Lestari, Putri Kerajaan yang manja, akan diracun pada malam pernikahannya.

Satu-satunya cara menyelamatkan mereka adalah menjadikan mereka istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fareva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18: Istri Pertama

Malam di Puncak Embun turun dengan sangat pelan dan sangat indah.

Bulan purnama yang bulat sempurna menggantung tinggi di langit, cahayanya yang putih keperakan memantulkan kilauan indah di atas salju abadi yang menutupi seluruh puncak. Angin malam yang biasanya dingin dan menusuk tulang, malam ini terasa sedikit lebih hangat dan lembut, seolah ikut merasakan kebahagiaan yang ada di dalam pondok bambu kecil di tengah puncak itu.

Di dalam pondok bambu, di kamar Sekar Embun yang harum dengan aroma teratai es, Arya Langit masih tertidur pulas di atas tempat tidur yang empuk dengan kelambu putih.

Wajahnya yang tadinya pucat pasi karena kehilangan setetes Darah Naga Murni kini sudah mulai kembali merona merah sehat, berkat energi es murni yang terus disalurkan oleh Sekar Embun yang duduk di tepi tempat tidur dan menjaganya tanpa henti sejak sore tadi.

Luna Maheswari sudah pulang kembali ke kediamannya di Puncak Tamu Kehormatan setengah jam yang lalu setelah meminum Pil Pemurni Jiwa dan memastikan bahwa racun di dalam tubuhnya sudah hilang total. Sebelum pulang, dia menatap Arya yang masih pingsan itu dengan mata yang penuh dengan rasa terima kasih dan rasa cinta yang semakin dalam, lalu berbisik pelan di telinga Arya yang tertidur.

"Tunggu aku, Arya. Satu bulan lagi, saat ritual Pemurnian Jiwa selesai, aku akan datang lagi. Saat itu, aku tidak akan menjadi Putri Suci yang lemah lagi."

Setelah itu, dia terbang kembali ke Puncak Tamu dengan pipi yang sedikit memerah.

Kini, di dalam kamar itu hanya tinggal dua orang, Arya dan Sekar Embun.

Sekar Embun masih mengenakan gaun putih sederhananya, rambut hitam panjangnya tergerai indah di punggungnya, wajahnya yang biasanya dingin seperti gunung es kini terlihat lembut dan penuh dengan kekhawatiran saat menatap wajah Arya yang tertidur pulas di depannya.

Di dalam kepalanya, isi hatinya yang biasanya dia sembunyikan dengan wajah dinginnya itu kini bergejolak dengan sangat kencang.

Sejak tadi sore, setelah sistem mengumumkan bahwa kepercayaannya sudah mencapai 100% dan dia resmi menjadi Istri Kaisar pertama bagi Arya, ada sesuatu yang berubah di dalam tubuhnya.

Tubuh Meridian Embun Bekunya yang sudah menyiksanya selama dua puluh dua tahun, yang membuat setiap malamnya terasa seperti berada di dalam neraka es, tiba terasa sangat hangat dan sangat nyaman. 20% sisa es yang membeku di meridian terdalamnya yang seharusnya membutuhkan satu sesi penyembuhan lagi untuk dicairkan, tiba tiba mencair dengan sendirinya karena gejolak emosi cinta dan khawatirnya yang sangat besar saat melihat Arya pingsan karena memberikan darahnya untuk orang lain.

Kultivasinya yang sudah lama tertahan di Alam Raja Langit tingkat satu puncak karena Tubuh Meridian Embun Beku yang rusak, tadi sore langsung naik dengan sendirinya menjadi Alam Raja Langit tingkat tiga! Dua tingkat sekaligus!

Dan yang paling penting, di dalam jiwanya, dia bisa merasakan sebuah ikatan yang sangat samar namun sangat kuat dan sangat hangat yang terhubung antara jiwanya dengan jiwa Arya yang sedang tertidur di depannya. Ikatan itu membuatnya bisa merasakan detak jantung Arya, bisa merasakan napas Arya, bahkan bisa merasakan sedikit mimpi Arya.

Ikatan Istri Kaisar.

Itulah hadiah utama dari sistem setelah kepercayaan mencapai 100%. Sebuah ikatan jiwa yang hanya bisa terbentuk antara Kaisar Abadi dan istri istrinya yang tulus mencintainya.

Melalui ikatan itu, Sekar Embun bisa merasakan betapa tulusnya cinta Arya padanya, betapa besarnya pengorbanan Arya untuknya selama tiga hari ini, dari menyembuhkan tubuhnya, melindunginya di Balai Utama, membunuh Tetua Darah untuk melindungi Puncak Embun, hingga memberikan buah termahal dan menjaga harga dirinya sebagai seorang guru.

Air mata yang sudah lama tidak pernah keluar dari mata Bidadari Pedang Embun yang dingin itu, malam ini akhirnya menetes dengan pelan.

Satu tetes, dua tetes, jatuh di atas punggung tangan Arya yang masih digenggamnya.

Arya yang tertidur itu sedikit mengerutkan keningnya merasakan ada air hangat yang jatuh di tangannya, lalu perlahan lahan membuka matanya.

Cahaya bulan purnama yang masuk melalui jendela bambu menyinari wajah Sekar Embun yang sedang menangis dengan air mata yang berkilauan seperti kristal es di bawah cahaya bulan.

"Guru... kenapa Guru menangis?" tanya Arya dengan suara serak dan lemah, masih sedikit pusing karena baru bangun dari pingsan dua jam.

Melihat Arya sudah bangun, Sekar Embun buru buru menghapus air matanya dengan punggung tangannya dengan gerakan panik seperti seorang gadis kecil yang ketahuan menangis, wajahnya langsung memerah.

"Si... siapa yang menangis! Aku... aku tidak menangis! Mataku hanya kemasukan debu salju! Kamu jangan berpikir macam macam!" kata Sekar Embun dengan gugup, sama sekali tidak ada wibawa seorang Bidadari Pedang Embun.

Arya yang masih lemah itu tersenyum lemah melihat tingkah gurunya yang tsundere itu. Dia mencoba untuk duduk, tapi tubuhnya masih sangat lemas.

Sekar Embun dengan cepat menahan bahu Arya agar tidak jatuh dan membantu Arya bersandar di kepala tempat tidur dengan bantal yang dia atur dengan lembut di belakang punggung Arya.

"Jangan bergerak dulu. Kamu baru saja kehilangan setetes darah esensi naga. Tubuhmu masih sangat lemah. Berbaring saja dulu," kata Sekar Embun dengan suara lembut.

Arya bersandar di kepala tempat tidur dan menatap wajah cantik Sekar Embun yang sangat dekat dengannya. Di bawah cahaya bulan purnama, wajah Sekar Embun terlihat jauh lebih cantik dari biasanya, seperti seorang dewi bulan yang turun ke dunia.

"Guru, apakah sesi penyembuhan ketiga kita sudah selesai? Saya merasa Tubuh Meridian Embun Beku Guru sudah sembuh total. Bahkan kultivasi Guru sudah naik ke Alam Raja Langit tingkat tiga," tanya Arya dengan pelan.

Sekar Embun mengangguk dengan wajah yang masih sedikit memerah, tapi matanya menatap mata Arya dengan tatapan yang dalam dan penuh dengan rasa cinta yang tidak lagi dia sembunyikan.

"Sudah sembuh... 20% sisa es di meridian terdalamku mencair dengan sendirinya tadi sore saat kamu pingsan... Mungkin karena... karena aku terlalu khawatir padamu..." kata Sekar Embun dengan suara yang sangat kecil, hampir tidak terdengar, tapi Arya bisa mendengarnya dengan jelas.

Di dalam kepala Arya, suara sistem yang sudah lama diam sejak sore tadi akhirnya berbunyi lagi dengan nada yang sangat bahagia dan meriah.

[DING! Selamat Tuan Rumah! Target Takdir Kaisar pertama Sekar Embun telah sembuh total dari Tubuh Meridian Embun Beku dan kultivasinya naik ke Alam Raja Langit tingkat 3!]

[Kepercayaan Sekar Embun: 100%! Status: Istri Kaisar Pertama!]

[Fitur Malam Pertama: Ikatan Jiwa Kaisar dan Istri Kaisar telah aktif!]

[Untuk menyempurnakan ikatan jiwa dan membangkitkan kekuatan sejati dari Tubuh Meridian Embun Beku yang sudah sembuh total, dibutuhkan Sesi Penyembuhan Terakhir: Penyatuan Jiwa Es dan Naga!]

[Sesi ini membutuhkan kedua belah pihak untuk membuka hati dan jiwa mereka sepenuhnya satu sama lain tanpa ada rahasia dan tanpa ada penyesalan! Setelah sesi ini selesai, Sekar Embun akan sepenuhnya menjadi milik Tuan Rumah seumur hidup, dan Tuan Rumah akan mendapatkan hadiah besar: Tubuh Meridian Naga Langit tingkat 4, Kultivasi naik ke Alam Jiwa Kesatria tingkat 6, dan Teknik Pedang Embun Beku tingkat sempurna!]

[Apakah Tuan Rumah ingin memulai Sesi Penyembuhan Terakhir malam ini?]

Arya membaca notifikasi sistem itu dengan jantung yang berdegup kencang.

Sesi Penyembuhan Terakhir, Penyatuan Jiwa Es dan Naga. Dari namanya saja dia tahu ini adalah sesi yang sangat penting dan sangat intim, sesi yang akan menentukan apakah Sekar Embun benar benar akan menjadi istrinya seumur hidup atau tidak.

Dia menatap Sekar Embun yang masih duduk di tepi tempat tidurnya dengan wajah memerah dan mata yang penuh dengan cinta dan sedikit gugup.

"Guru..." Arya berkata dengan suara yang lembut dan sedikit serak. "Sistem... maksud saya, saya merasakan bahwa masih ada sedikit es yang tersisa di dalam jiwa Guru, bukan di meridian, tapi di dalam jiwa terdalam Guru yang membuat Guru masih belum bisa menggunakan kekuatan sejati dari Tubuh Meridian Embun Beku. Untuk mencairkannya, kita butuh satu sesi terakhir malam ini. Sesi Penyatuan Jiwa. Apakah... apakah Guru bersedia melakukannya dengan saya malam ini?"

Arya berkata dengan sangat hati hati dan penuh dengan rasa hormat, memberikan pilihan sepenuhnya kepada Sekar Embun, tidak ada paksaan sama sekali.

Mendengar kata Penyatuan Jiwa, wajah Sekar Embun yang sudah memerah itu langsung memerah total hingga ke lehernya yang putih bersih. Sebagai pemilik Tubuh Meridian Embun Beku, dia tentu tahu apa arti dari Penyatuan Jiwa itu. Itu adalah ritual sakral di mana dua jiwa saling membuka dan saling menyatu, berbagi semua rahasia, semua rasa sakit, dan semua cinta tanpa ada yang disembunyikan.

Itu adalah ritual yang hanya bisa dilakukan oleh suami dan istri yang saling mencintai dengan tulus.

Sekar Embun menundukkan kepalanya, tidak berani menatap mata Arya, kedua tangannya yang dingin itu saling meremas ujung gaunnya dengan gugup. Jantungnya berdegup dengan sangat kencang hingga Arya bisa mendengarnya melalui ikatan jiwa mereka.

Setelah hening selama hampir satu menit penuh yang terasa seperti satu jam bagi Arya, Sekar Embun akhirnya mengangkat kepalanya dengan perlahan.

Matanya yang indah menatap mata Arya dengan tatapan yang penuh dengan air mata bahagia, penuh dengan cinta yang sudah dia tahan selama dua puluh dua tahun, dan penuh dengan tekad.

"Bodoh... kenapa kamu masih memanggilku Guru setelah semua yang terjadi..." Sekar Embun berkata dengan suara yang bergetar pelan, tapi ada senyum bahagia yang sangat indah di wajahnya. "Aku... aku sudah menunggumu selama dua puluh dua tahun... Tubuhku yang dingin ini... hatiku yang beku ini... semuanya sudah menjadi milikmu sejak kamu pertama kali menggenggam tanganku di Balai Utama dan berkata akan melindungiku..."

"Jadi... jadi jangan panggil aku Guru lagi... Panggil aku... panggil aku Sekar... malam ini... dan seterusnya..."

Setelah berkata begitu dengan suara yang penuh dengan keberanian yang dia kumpulkan selama dua puluh dua tahun, Sekar Embun perlahan lahan menutup matanya, menunggu dengan wajah memerah dan jantung berdegup kencang.

Arya yang mendengar pengakuan cinta tulus dari Bidadari Pedang Embun yang dingin itu, hatinya terasa sangat hangat dan bahagia hingga tidak bisa digambarkan dengan kata kata.

Dia perlahan lahan mengangkat tangannya yang masih sedikit lemah itu dan dengan lembut menyentuh pipi dingin Sekar Embun yang memerah itu.

"Sekar... istriku..."

Arya berbisik dengan suara yang penuh dengan cinta dan janji.

Mendengar panggilan istriku itu, tubuh Sekar Embun sedikit bergetar, air mata bahagianya akhirnya jatuh menetes lagi, tapi kali ini dia tidak menghapusnya, dia membiarkannya jatuh.

Malam itu, di dalam pondok bambu kecil di atas Puncak Embun yang diselimuti salju abadi dan cahaya bulan purnama yang indah, dua jiwa yang satu dingin seperti es abadi dan satu panas seperti darah naga, akhirnya saling membuka dan saling menyatu sepenuhnya tanpa ada rahasia lagi.

Cahaya biru es dan cahaya emas naga menyatu dan berputar di dalam kamar itu, membentuk sebuah kepompong cahaya yang sangat indah yang menyelimuti kedua orang yang berpelukan di atas tempat tidur itu, menghangatkan seluruh Puncak Embun yang dingin.

Di luar pondok, salju abadi yang sudah membeku selama ribuan tahun di Puncak Embun itu, untuk pertama kalinya dalam sejarah, mulai mencair sedikit demi sedikit karena kehangatan cinta dari dua orang di dalam pondok itu, dan dari balik salju yang mencair itu, bunga teratai es yang tak terhitung jumlahnya mekar dengan indah di tengah malam, membuat seluruh Puncak Embun terlihat seperti lautan bunga di bawah cahaya bulan purnama.

Malam pertama Istri Kaisar pertama, akhirnya tiba, dengan indah, hangat, dan penuh dengan janji seumur hidup.

Dan jauh di kaki gunung, di Puncak Tamu Kehormatan, Luna Maheswari yang sedang duduk di tepi jendela dan menatap Puncak Embun yang tiba penuh dengan cahaya biru es dan emas serta lautan bunga teratai es yang mekar di tengah malam itu, merasakan sedikit rasa cemburu dan sedikit rasa bahagia yang aneh di dalam hatinya.

"Sepertinya... aku terlambat selangkah ya, Kakak Senior Sekar..." bisik Luna dengan senyum yang sedikit sedih tapi juga tulus bahagia untuk teman barunya itu. "Tapi aku Luna Maheswari tidak akan menyerah semudah itu. Satu bulan lagi, aku juga akan membuatmu memanggilku istri, Arya Langit."

Malam di Perguruan Langit Biru itu menjadi malam yang paling indah dan paling bersejarah bagi Puncak Embun, malam di mana Bidadari Pedang Embun yang dingin itu akhirnya menemukan kehangatannya, dan malam di mana Naga Langit akhirnya memiliki sarang pertamanya.

1
Hadi Hadi
mantap😍😍
fareva: lanjut 🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
up up up💪
Hadi Hadi
iwik iwik😍😍
Hadi Hadi
mantap😍😍
Hadi Hadi
semangat💪💪
fareva: makasih bang
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
fareva: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up😍😍
Hadi Hadi
lanjut
fareva: Siap. tolong bantu koreksi kalau ada yang kureng
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
good💪💪
Hadi Hadi
mantap😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!