NovelToon NovelToon
PEMAKSAAN BERUJUNG CINTA

PEMAKSAAN BERUJUNG CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Lari Saat Hamil
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Sir Leonardo, Komandan Militer Inggris, memburu pemberontak yang membunuh orang tuanya. Setelah berhasil menemukan si pemberontak dan membunuhnya beserta istri tapi menyisakan putri mereka. Balas dendam Leo tidak berhenti hanya dengan kematian pembunuh kedua oran tuanya, namun menjadikan putri si pemberontak sebagai pelampiasan amarah, nafsu, gairah dan perasaan lainnya. Apa yang terjadi dengan putri si pemberontak kemudian? Apakah dia akan bertahan atau menyerang balik seorang Leonardo?

Cerita lainnya :
1. Putri Jenderal bersama Mafia (Haile & Antonio)
2. Putri Duke bersama Bos Wine (Katy & Terios)
3. Cinta saudara Tiri (Eliza & Zane)

Mana cerita pemaksaan cinta yang paling kalian sukai? Jangan lupa dukung author yaaaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TEMAN DI KANDANG MUSUH

Di kediaman keluarga Davarza, lebih tepatnya di bagian belakang rumah itu, didalam sebuah pondok, Eliza datang dan mengobati luka di tubuh Agatha.

Saat Eliza datang, wanita ini tidak menunjukkan kebencian terhadap Agatha yang memberinya obat tidur. Agatha juga terkejut dengan sikapnya.

"Kali ini Tuan Muda benar benar menerkam mu" celetuk Eliza saat mengolesi banyak luka luka kecil di punggung dan pundak serta leher wanita tawanan majikannya.

"Hmm..aku memang pantas menerimanya" sahut Agatha.

"Maafkan aku, Eliza. Aku sangat keterlaluan kepadamu. Keegoisan ku merusak pertemanan kita" lanjutnya.

"Aku memaafkan mu, Agatha. Sebagai wanita, aku juga akan merasakan kebencian jika diperlakukan seperti ini. Tapi jika ada yang kedua kalinya mungkin aku benar benar akan membalas apa yang telah kamu perbuat kepadaku meskipun aku sudah menganggap mu teman" ujar Eliza.

"Tidak ada yang kedua, aku janji" balas Agatha.

"Baguslah jika memang seperti itu. Jika kamu tau, aku hidup di keluarga Davarza ini sejak kecil. Semua penghuninya laki laki kecuali aku, ibuku, dan Nyonya besar ketika hidup. Aku tidak memiliki teman. Maka dari itu saat Tuan Muda membawa mu kesini, aku merasa bahagia" jelas Eliza.

"Aku mengerti. Sekali kali, maafkan aku" ujar Agatha dengan nada sesal.

Eliza tidak bersuara hanya tersenyum di belakang tubuh Agatha.

"Sudah. Lukamu sudah aku olesi cream ini. Resep dari Dokter Zane cukup manjur" ucapnya kemudian.

Agatha membenarkan pakaiannya lalu membalikkan tubuh menghadap Eliza.

Ia tersenyum.

"Aku akan membalas kebaikanmu ini, Eliza" celetuknya.

"Sudahlah. Kamu menganggap ku temanmu kan? Jadi jangan sungkan padaku" balas Eliza.

"Aku tidak menyangka bisa mendapatkan teman dari sisi musuhku sebaik ini" ucap Agatha.

"Ya, aku juga. Aku tidak menyangka akan memiliki teman dari tawanan majikanku" balas Eliza dengan senyum lebar.

"Oh iya, aku mendapatkan info dari Dokter Zane jika adikmu aman. Tapi dia dipindahkan ke tawanan bersama. Hanya saja kemarin malam, dia menangis dan berteriak membuat tawanan yang lain terganggu membuat Dokter Vania memberikan obat penenang untuknya" ucap Eliza.

"Dokter Vania? Dia dokter di tempat tawanan?" tanya Agatha.

Eliza mengangguk.

"Iya. Lebih tepatnya tawanan anak anak. Tuan Muda membedakan tawanan anak anak dan orang dewasa ataupun remaja" jelasnya.

"Kenapa seperti itu?" tanya Agatha semakin penasaran.

"Hanya Tuan Muda yang memiliki alasannya. Aku cuma menyayangkan tindakanmu kemarin untuk dirimu sendiri dan adikmu. Tuan sudah berbaik hati memberikan tempat nyaman untuk adikmu di sebuah panti asuhan yayasan milik keluarga Davarza, tetapi kamu membuatnya marah" jawab Eliza.

Agatha menghela nafas panjang.

"Ya aku memang salah. Seharusnya aku tidak melibatkan adikku dalam pelarian diri kemarin" ucapnya.

"Meskipun untuk dirimu sendiri jangan pernah berfikir akan melarikan diri dari Tuan Muda. Aku peringatkan kamu sebagai teman karena jika kamu menurut dan bisa membuat hati Tuan Muda Leonardo lunak, entah apakah bisa terjadi, tapi ada kemungkinan kamu akan dilepaskan" ujar Eliza.

"Membuat hatinya lunak? Apakah aku harus membuatnya jatuh cinta?" tebak Agatha.

Eliza terlihat ragu ragu untuk menjawabnya tapi ia berikan anggukan.

"Aku dengar dia sudah memiliki tunangan? Bagaimana dengan wanita itu? Selama 6 bulan disini, aku tidak pernah melihatnya datang" tanya Agatha.

"Nona Katy hanya diperbolehkan tuan muda datang ke kediaman ini sebulan sekali itupun hanya sampai diruang tamu saja. Dan dia belum tau ada kamu disini" jawab Eliza.

"Kapan rencana mereka akan menikah? Jika 6 bulan sudah berlalu, seharusnya mereka akan segera menikah bukan?" tanya Agatha lagi.

"Tuan Leo selalu mengundurnya. Duke William sampai murka 2 bulan lalu dan memukuli tuan muda dirumahnya" jawab Eliza.

"2 bulan lalu?" sahut Agatha sambil mengingat memorinya 2 bulan lalu.

"Oh waktu dia tidak datang kesini selama seminggu itu ya?" tebaknya.

"Benar, kamu tidak mencarinya sehingga aku pun tidak perlu menjelaskan hal ini padamu waktu itu" sahut Eliza.

Agatha terlihat berfikir lagi.

"Makanya malam setelah seminggu dia tidak datang, dia hanya minta tidur bersama tanpa berhubungan lebih" batinnya.

"Tapi aku dengar dengar, akhir tahun ini, antara setelah natal dan tahun baru, pernikahan mereka akan diselenggarakan" ucap Eliza.

"Jadi kamu hanya memiliki waktu 2 bulan lagi untuk meluluhkan hati tuan karena jika sudah ada nyonya baru dirumah ini dan mengetahui keberadaan mu, aku tidak tau apa yang akan terjadi di kediaman Davarza" lanjutnya.

Agatha terdiam.

"2 bulan ya" gumamnya.

Eliza menyadari dirinya sudah banyak bercerita dan sudah 1 jam lebih berada di pondok membuatnya sadar Ester akan segera mencarinya untuk menyiapkan makan siang bagi penghuni rumah yang lain seperti penjaga, pengawal, dan petugas kediaman Davarza.

"Baiklah, Agatha. Aku harus kembali. Sampai jumpa besok" pamitnya.

"Oh iya, satu hal lagi yang perlu aku peringatkan. Meskipun kamu berusaha membuat hati Tuan Muda luluh, jangan gunakan anak untuk itu. Tuan Muda tidak ingin membuatmu hamil anaknya, jadi kamu harus hati hati dan benar benar meminum obat yang aku berikan setiap hari. Aku duga setelah kejadian tadi malam, tuan muda tidak akan melepaskanmu semudah itu" lanjut Eliza.

Agatha mengangguk tapi suara hatinya berlawanan.

"Ya kita lihat saja, apakah adanya anak diantara kami nanti bisa membuatnya bertekuk lutut dihadapanku?" batinnya.

Eliza pun pergi meninggalkan pondok.

Agatha kembali sendirian.

"Ketakutan Tuan Muda Leonardo akan aku usahakan terjadi. Mungkin jalan ini bisa menjadi jalan balas dendamku untuknya" gumamnya dengan tersenyum smirk.

"Aku akan membuat obat herbal untuk kesuburanku. Meskipun aku meminum racikan obat kontrasepsi yang dibawa Eliza setiap hari, obat herbal itu setidaknya bisa mengurangi efeknya" lanjutnya.

Setelah berfikir panjang dan mencari resep untuk obat herbal yang ia butuhkan, Agatha pun keluar pondok dan kembali berkebun.

.

Di tempat lain, di penjara bawah tanah yang lembab dan gelap, Leo menghajar babak belur seorang pria yang menjadi pelayan samaran pemberontak Irlandia.

"KATAKAN!! SIAPA MATA MATA IRLANDIA YANG LAIN DISINI?!" teriaknya.

"Hahahaha...ka..kamu takut kan? Aku sudah membocorkan rahasia kelompok ku tapi..tapi kalian masih saja tidak puas? Hahaha" sahut si pemberontak.

DOR!

Langsung saja tembakan peluru dari pistol Leo menembus dahi pria penyusup itu.

"KOMANDAN!!" teriak Betrand.

"Dia pantas mati. Jenderal sudah menugaskanku untuk mencari siapa pemberontak yang menyusup kesini jadi cara yang kugunakan akan bisa dia terima" sahut Leo.

"Penggal kepalanya, lalu gantung di depan kantor" lanjutnya.

"Siap, Ndan!" sahut Betrand dan tentara lainnya yang bertugas di penjara.

Leo keluar ruangan gelap itu dan kembali ke kantornya.

Saat sudah masuk, ia cukup terkejut sudah ada sang tunangan yang duduk dengan santai di kursinya.

"Sayang, kamu sudah datang" sapa Katy ramah lalu berjalan menghampiri Leo.

Pintu ruangan pun ditutupnya.

Tatapan Leo langsung tidak suka tapi bagi Katy, pandangan tunangannya yang tajam dan dingin ini sudah biasa untuknya.

"Ngapain kamu kesini? Kamu tidak tau jika ini kantor?" tanya Leo.

"Aku merindukanmu. Kamu hanya memperbolehkan ku datang ke rumahmu sebulan sekali, aku menurut. Tapi hari ini aku mendengar kabar jika wanita pengkhianat cintamu itu sudah datang. Haile, sudah kembali. Aku buru buru kesini untuk memastikannya" jawab jujur Katy.

"Jangan bikin masalah dengan putri jenderal. Aku tidak ingin Jenderal membuatku turun jabatan" ujar Leo.

"Hahaha, tidak mungkin sayang. Ayahku sudah membuat jabatanmu aman dan sebentar lagi mungkin kamu akan menggantikan jenderal Marcel" sahut Katy.

"Aku tidak perlu bantuan ayahmu untuk bisa menjadi jenderal" balas Leo.

"Ck..kamu selalu seperti ini..aku dan ayahku ingin membuat namamu semakin dikenal dalam perjuangan Inggris memberantas pemberontak, masa depanmu..masa depan keluarga kita akan semakin terkenang di kerajaan Inggris" ucap Katy.

"Aku tidak peduli dengan semua itu, Kat. Saat Inggris sudah mengamankan kekuasannya, mungkin aku akan pensiun dini dan menikmati kehidupan damai di desa" ujar Leo.

"Hah di desa? Aku gak mau ya tinggal di desa. Kehidupanku di London sudah sangat nyaman" balas Katy.

"Maka dari itu, batalkan pertunangan kita jika kamu tidak ingin hidup susah bersamaku" minta Leo.

"hahahaha, permintaanmu ini tidak akan aku kabulkan, kamu akan segera menikahiku akhir tahun ini, Leo. Itu janji keluargamu kepada keluargaku untuk membalas hutang budi. Kamu harus sadar jika keluarga Davarza tidak akan ada nama jika tidak dibantu keluargaku" ucap Katy.

Leo terlihat semakin muak dengan omongan tunangannya tapi ia sudah lelah berdebat dengannya.

"Terserah kamu saja" sahutnya setelah menghela nafas panjang.

"Aku memintamu dengan baik baik, pulanglah. Aku akan menjemput mu dirumahmu sepulang aku kerja. Kita akan makan malam bersama" bujuk Leo.

Wajah Katy langsung berbinar. Jarang jarang Leo berinisiatif mengajaknya makan malam.

"Beneran yaa?!! Okeee siap, komandan. Aku tunggu nanti malam" sahut wanita glamor itu.

Saat Katy hendak memeluk Leo, pria itu menahan tubuhnya.

"Kamu tau jika aku tidak suka disentuh siapapun, jadi jangan mencoba menyentuhku jika tidak aku izinkan" peringatan Leo.

"Iya iya aku tau. Aku terlalu senang karena sudah lama kamu tidak mengajakku makan malam" ucap Katy.

Leo tidak mengubrisnya malah membukakan pintu ruangan.

Katy keluar dengan perasaan bahagia meskipin diusir dari ruangan tunangannya.

Leo menutup kembali pintu tersebut setelah Katy pergi dari hadapannya.

Ia duduk di kursinya dan beraandar, menghela nafas beberapa kali.

"Aku sudah muak dengan semua ini, jika bukan karena hutang budi, aku tidak akan menerima pertunangan ini" gumamnya sambil memijat pelipis.

Leo terlihat cukup lelah hari ini.

Urusan rumah, urusan pemberontak, urusan wanita, semuanya ia pikirkan dalam waktu bersamaan.

1
Mia Camelia
aduh leo kau kejam😂
Mia Camelia
semangat thor😄
cerita nya seru👍
SariRani: Terima kasih kakak 🙏🏻 mohon dukungannya biar semangat berimajinasi hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!