NovelToon NovelToon
Perjuangan Calista

Perjuangan Calista

Status: tamat
Genre:CEO / Selingkuh / Dokter / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Dalam keadaan hamil besar Calista harus menerima kenyataan bahwa sahabatnya yang bekerja sekantor dengan suaminya berselingkuh. Dalam perjuangan membesarkan anaknya, ternyata dia harus menerima kenyataan anaknya mengidap penyakit Kanker Leukimia, sebagai dokter dia juga ketakutan. Apakah Calista yang seorang dokter mampu mengatasi semua cobaan ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pahlawan Liam

Sebulan ini, Christian meluangkan waktu buat kedua anak kandungnya. Jelas perhatian ini membuat Lisa sangat marah. Apalagi Liam yang sepuluh tahun dia rawat, juga sudah tidak mempunyai waktu bersama Lisa, dia lebih memilih bersama kakaknya Daniel. Bahkan sekarang dia sendiri meminta kepada omanya untuk tinggal di rumah utama, kamarnya di paviliun papanya minta di pindahkan. Tentu Melany tantenya sangat senang.

Situasi ini membuat Lisa menjadi terpojok. Bahkan sedikit demi sedikit dia mulai membuka kasus lama tentang tuan Wijaya, opanya Daniel dan Liam. Papanya Melany dan Christian. Christian melalui orang - orang kepercayaan bisa menghilangkan apa yang di ekspos oleh Lisa.

"Kamu tidak akan bisa melawan saya Lisa. Saya belum menceraikan kamu, karena saya mau itikad baik dari kamu."

"Kamu akan menyesal Christian. Aku akan hancurkan keluargamu." Tian yang mendengar apa yang di ucapkan Lisa, mukanya memerah, menahan marah. Namun dia mendekat ke arah Lisa.

"KAMU TAHU BAHWA AKU MENYESAL MENINGGALKAN CALISTA MAMI DARI ANAK - ANAKKU. DAN AKU AKUI, KAMU BERHASIL MEMISAHKAN CINTA KAMI. SELAMA EMPAT BELAS TAHUN AKU HIDUP TERSIKSA, AKU JALANI KARENA DOSA YANG AKU BUAT BAGI WANITA HEBAT YANG AKU CINTAI CALISTA GUNAWAN. JIKA KAMU MERUSAK KELUARGAKU. KAMU AKAN HANCUR DI TANGANKU SENDIRI."

Christian meninggalkan ruangan kerja Lisa manager hukum di perusahaannya. Lisa mengamuk semua barang - barang di ruangan itu dia hancurkan. Sampai asisten dan sekretarisnya merasa heran dan takut.

Christian sudah memerintahkan orang untuk mencari bukti sepak terjang Lisa, semua barang yang ada di ruangannya di amankan termasuk meja asisten dan sekretarisnya.

Siang itu, Lisa yang mengetahui bahwa Calista sudah tinggal di Jakarta membuat Janji untuk bertemu dengannya disebuah restoran. Lisa tidak terima atas apa yang dia alami.

"Seperti apa kataku, bahwa apa yang kamu curi akan kembali kepada pemiliknya."

Selama pertemuan itu, Calista hanya mendengar semua amukan Lisa, yang menurutnya penyebabnya adalah aku. Namun kata - kata akhir yang keluar dari mulut Calista membuat Lisa kembali menghancurkan barang - barang restoran yang ada di meja. Hal itu membuat Lisa harus ganti rugi. Namun perbuatannya membuat semua orang melihat dan mengabadikan lewat vidio bahkan ada yang mengirim ke wartawan. Akhirnya berita itu viral. Christian juga sudah mendapat vidio itu.

Dan dia meminta orang kepercayaannya untuk takedown berita yang ada muka Calista. Lisa kembali ke kantor semua mata memandang kepadanya. Bahkan semua staf di perusahaan itu menggosipkan dirinya.

"Ternyata mencuri suami sahabatnya." kata itu yang keluar dari mulut banyak orang.

Diruangannya kembali Lisa marah - marah. Dia kembali mau menghancurkan barang - barang yang ada di ruangan itu. Namun oleh asisten dan sekretarisnya aksi itu tidak terjadi.

"Kalau kamu seperti ini, saya yakin kamu akan hancur."

"Kamu membiarkan aku hancur??"

"Kalau memang tidak ada jalan, terpaksa."

"Kamu tega Nita setelah apa yang saya berikan kepadamu."

"Aku anggap pemberian kamu, karena hasil kerjaku." Lisa menatap asistennya Nita denga tatapan tajam. Dia tidak menyangka Nita akan berkata seperti itu. Nita keluar dari ruangan.

Sementara di sekolah Christian mendapat informasi dari guru disekolah anak - anaknya bahwa Daniel pingsan tidak sadarkan diri. Christian langsung menuju ke rumah sakit tempat Daniel di bawa. Namun dia menghubungi Calista. Betapa kagetnya Calista. Dia langsung menghubungi suaminya dan mereka bertiga melakukan komunikasi bersama untuk kesembuhan Daniel.

"Sebenarnya Liam bisa mendonorkan sum - sum tulang belakangnya untuk kesembuhan Daniel."

"Mas... Liam masih sepuluh tahun."

Dokter Ezra Pratama mulai masuk kedalam link bank pendonor sum - sum tulang belakang untuk penderita Leukimia. Tama yang terbatas pergerakannya karena dia masih sekolah, hanya bisa membantu lewat laptopnya.

Hasil pemeriksaan Daniel sudah keluar, dan betul Leukimia Daniel kambuh lagi. Keluarga harus mencari pendonor sum - sum tulang belakang. Christian, Calista dan Liam bahkan Melany semua sudah melakukan pemeriksaan darah. Calista memeluk Liam anak laki - lakinya.

"Mami,... Ade takut." Calista memeluknya erat.

"Tenang sayang mami ada disampingmu."

Hasil pemeriksaan darah, hanya Liam yang memenuhi syarat, namun hanya lima puluh persen untuk kesembuhan Daniel. Pukulan terbesar bagi Calista. Tama mendapat donor karena sebagai dokter onkologi, Tama mempunyai peluang ada dalam grup pendonor - pendonor itu. Dan Tama langsung menghubungi pendonor itu. Dan dia mau.

Posisi pendonor itu ada di luar negeri. Tepatnya di Jerman. Dia orang Indonesia campuran dengan Jerman. Semua informasi tentang pendonor itu sudah di peroleh oleh Christian, dan keluarga Wijaya bersiap membayar berapapun untuk mendatangkan pendonor itu.

Setelah permohonan dan untuk keselamatan manusia. Dokter Ezra Pratama di ijinkan oleh kesatuan bahkan sekolah perwiranya untuk merawat anaknya yang menderita penyakit Leukimia.

Kondisi Daniel sangat buruk. Harapannya hanya ada di pendonor itu. Kurang satu hari keberangkatan pendonor dari Jerman, semua uang tiket dan saku yang di kirim oleh Christian di kembalikan. Christian mendapat berita itu, langsung lemas. Sedangkan mamanya sudah pingsan. Calista juga pingsan. Akhirnya kedua perempuan itu di bawa ke ruang perawatan.

"Calista dan mama aku yang urus. Kamu lihat keadaan Daniel. Berbicaralah dengan papinya baik - baik."

Tian menemui Tama yang baru saja meredakan kondisi kritis Daniel. Kedua laki - laki ini saling bertatapan.

"Apa yang harus aku lakukan dokter Tama untuk anak kita."

"Kondisi Daniel memburuk. Dia harus segera di donor." Liam dan opanya menemui papi dan papanya.

"Liam saja papi. Dari bayi Liamkan sudah menjadi malaikat kaka. Liam mau."

"Sayang......" Tama memeluk Liam.

"Liam mau kakak selamat, kakak hidup."

Christian langsung memeluk Liam. Dia sudah tahu dari Tama, bahwa Liam akan kesakitan pada saat sum - sum tulang belakangnya di ambil. Namun efek dari hanya lima puluh persen akan ada efek samping bagi Daniel.

Dokter Tama dan Christian bersama tuan Wijaya sudah ada di ruang rawat Calista dan nyonya Wijaya. Mereka membicarakan prosedur untuk menolong Daniel. Calista yang masih lemas pun keruangan dimana Liam siap sebagai pendonor.

"Sayang....."

"Mami..... Adek siap."

Tama mengijinkan Christian berada di ruangan itu. Dia membiarkan istrinya dan mantan suaminya memberi kekuatan kepada Liam. Dan benar Liam memeluk mami dan papanya sambil prosedur donor sum - sum di lakukan. Karena kesakitan Liam pingsan. Calista tetap berada di samping Liam.

Tama sudah mulai melakukan operasi untuk menolong Daniel, dengan berharap sum - sum ini bisa diterima oleh tubuh Daniel.

"Aku harus mengecek apa yang menyebabkan pendonor itu membatalkan untuk mendonorkan sum - sum yang sudah dia sepakati."

"Kamu curiga siapa dek." Melany bertanya kepada adeknya Christian atau biasa di panggil Tian.

"Lisa."

"Tetapi selama ini, dia tidak perna ada di rumah sakit ini."

"Aku akan mulai dengan CCTV."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!