NovelToon NovelToon
Ibu Pengganti Kesayangan Papa

Ibu Pengganti Kesayangan Papa

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mande Qita

Zeya diam terpaku ketika melihat suaminya sedang jalan bergandengan tangan dengan wanita yang tak Zeya kenal.
Ryan yang kebetulan juga melihat Zeya melengos tanpa mau menyapa istrinya tersebut, malah Ia bergegas meninggalkan Zeya.
Menikah dengan Ryan keputusan hidup yang Zeya sesali, manis di awal ternyata hanya kedok belaka, agar bisa menikah dengan mantan kekasihnya.
Zeya menerima perceraian itu dan melanjutkan hidupnya dengan pindah ke kota besar.
Akankan Zeya menemukan kebahagiaannya sendiri, atau Zeya terus di bayang bayangi oleh masa lalunya.
Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Ryan setelah menikah dengan mantan kekasihnya itu?, Kenapa dia kembali mengejar cinta nya Zeya?
Pergulatan batin Zeya dimulai di saat tuan Gatra ingin menikahinya sedangkan mantan istri Gatra ingin kembali rujuk dengan Gatra, ditambah lagi dengan Ryan yang kembali membayangi hidupnya…
Akankan keputusan Zeya akan merubah semuanya..?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mande Qita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 12 Kekhawatiran

Malam itu dilewati dengan rasa penyesalan di hati Ryan, ternyata dihatinya masih ada nama Zea terpatri indah sebagai wanita yang dicintainya, bukan Freya seperti yang selama ini Ryan rasakan.

“Ternyata hatiku milik Zea, Freya adalah obsesi dari masa lalu ku, penolakan yang keluarga Freya lakukan padaku memicu kemarahan dan penghinaan yang tak akan bisa aku lupakan seumur hidupku, dan itu membuatku terobsesi untuk membuktikan kalau aku pantas untuk menikahi putri mereka”

“Tapi rasa itu tiba tiba hilang seiring kepergian Zea dari hidupku, apa yang akan aku katakan pada mama dan papa mengenai kepergiaan Zea karena perselingkuhan ku dengan Freya”

Ryan bingung sendiri menghadapi masalah hidupnya ini, Ryan tahu mamanya sangat menyayangi Zea, karena berkat Zea lah Ryan bisa mengejar semua cita cita dan harapannya, yang dalam waktu singkat sudah bisa menjadi pebisnis hebat di kota ini.

Ponsel Ryan terdengar berbunyi dengan nyaring, Ryan tersentak kaget ketika melihat nama mamanya yang ada di layar handphonenya, Ryan tertegun sejenak memikirkan jawaban apa yang akan dikatakannya ketika mamanya menanyakan Zea.

[Tumben mama menghubungiku malam malam seperti ini, biasanya mama menghubungi Zea kalau mau menanyakan hal mengenaiku, apa mama sudah menghubungi Zea tapi tak di jawab sama sekali, sama ketika aku menghubungi Zea]

gumam Ryan, Ia tak sadar kalau mamanya sudah berulang kali menghubunginya, panggilan yang entah keberapa kalinya Ryan baru menyapa mamanya.

“halo ma…” sapa Ryan

“Kamu lagi ngapain sih Ryan! lama banget angkat telepon dari mama” tegur mamanya Ryan dari seberang sana.

“Maaf ma, tadi Ryan habis dari kamar mandi, ada apa ma?” Ryan dengan cepat memberikan alasan yang masuk di akal.

“Mama tadi mencoba menghubungi Zea tapi nggak bisa Ryan! Zea mana nak? mama mau bicara sebentar” mamanya Ryan langsung mengatakan apa yang dialaminya ketika tadi menghubungi Zea, menantu kesayangannya.

[Aduh mama mau bicara dengan Zea, apa yang harus aku jawab mengenai hal ini?] Ryan tersentak kaget mendengar mamanya yang menanyakan keberadaan Zea.

“Ryan…!” panggil Bu Wina mamanya Ryan.

“Eh iya ma, ada apa?” sahut Ryan

“Kamu kenapa sih! mama bicara kok di abaikan seperti itu? kamu lagi ada masalah Ryan?” tegur Bu Wina yang kesal karena pertanyaannya tidak dijawab oleh putranya tersebut.

“Ngga ada apa apa ma, bukan mengabaikan mama, tadi Ryan…” belum selesai Ryan mengatakan alasannya sudah dipotong oleh mamanya.

“Jangan cari cari alasan Ryan, sekarang mana Zea! mama mau bicara sebentar, ada yang mau mama katakan pada Zea, cepat sana kasih ponsel kamu pada Zea” perintah Bu Wina dengan tak sabar.

“Zea sedang pergi ma” dengan cepat Ryan memberikan alasan agar mamanya berhenti menanyakan Zea.

“Pergi? Zea pergi kemana Ryan! mana ponselnya nggak aktif lagi, nanti kalau kenapa napa dijalan bisa bahaya ryan, mana sudah malam” balas Bu Wina, Ia mengkhawatirkan menantunya tersebut.

“Belum larut malam ma, paling sebentar lagi Zea pulang” sahut Ryan, Ia lega setelah memberikan alasan lagi pada mamanya.

“Aduh mama perlu banget nih sama Zea” keluh Bu Wina

“Mama ada perlu apa dengan Zea ma?” Ryan memberanikan dirinya menanyakan keperluan mamanya mencari Zea.

“Nggak tahu kenapa ya hati mama gelisah dari tadi siang, mama kepikiran Zea dari tadi makanya mama mencoba menghubunginya Zea tapi nggak aktif ponselnya, Zea sehat kan Ryan?”

ternyata Bu Wina sangat gelisah teringat dengan Zea, mendengar apa yang mamanya katakan Ryan tersentak kaget Ia menarik nafas panjang lalu menghembuskan perlahan.

“Sehat ma, kok mama kepikiran Zea sih ma?” tanpa diduga Ryan malah memperpanjang pembicaraannya mengenai Zea.

“Nggak tahu ya kok mama tiba tiba kepikiran Zea, mama sangat khawatir takut Zea ada masalah diluar sana, kamu memangnya seharian tadi tidak berkabar dengan Zea?”

Ungkap Bu Wina sambil menanyakan komunikasi Ryan dengan menantunya tersebut.

“Nggak ma, pekerjaan Ryan sangat banyak..” jawab Ryan

“Kamu sesibuk apapun asih perhatian pada istri kamu itu Ryan, Zea sudah terlalu banyak mengalah padamu selama ini, kamu ingat kan sejak pertama kalian menikah Zea jarang kamu ajak liburan”

“Karena kamu sangat sibuk mengejar karirmu Ryan! luangkan lah waktu untuk Zea, dia terlalu baik dan pengertian jadi istri, sekarang ekonomi kalian kan sudah bagus, berpikirlah untuk mengajak Zea bersenang senang dan pergi liburan”

“Zea tidak akan pernah menuntut waktumu Ryan karena dia sangat paham dengan banyaknya pekerjaanmu, kamu seharusnya yang peka dengan keadaan, jangan sampai Zea protes lalu akan menimbulkan masalah di antara kalian berdua”

Penjelasan mamanya membuat Ryan terdiam, Ia kembali di ingatkan oleh mamanya dengan keadaan dirinya berumah tangga selama ini dengan Zea, istri yang sangat baik dan penurut, tidak pernah menyulitkan Ryan selama ini.

“Iya ma..” sahut Ryan, hanya itu yang bisa di jawab oleh Ryan

“Jangan iya iya saja ryan, kamu akan menyesal kalau Zea sudah marah” mamanya Ryan kembali mengingatkan putranya tersebut.

“Iya ma…”

“Ya sudah kalau gitu, teleponnya mama tutup dulu..” ucap Bu Wina

“Iya ma, selamat malam ma, salam untuk papa”

“Hhmmm sampaikan pada Zea, mama ingin ketemu dengannya”

“Iya ma..” setelah itu mereka berdua menutup sambungan telepon tersebut

[Huufftt Zea bukan hanya marah ma, dia sudah pergi meninggalkan Ryan, karena perselingkuhan yang Ryan lakukan dengan Freya, maafkan Ryan ma]

Ryan mengusap wajahnya dengan kasar, rasa penyesalan menghinggapi hatinya sekarang.

***

Lain halnya dengan Zea, sesampai di Jakarta dia langsung menghubungi paman dan bibinya, menceritakan garis besar masalahnya dengan Ryan, dan juga memberi tahu dimana keberadaannya sekarang.

Dan juga meminta pada paman dan bibinya agar jangan memberi tahu siapapun tentang dirinya yang sekarang tinggal di Jakarta, membuka kembali lembaran hidup barunya.

“Paman, bibi nanti kalau ada surat dari pengadilan agama tolong di ambil ya bi, karena Ryan akan segera mengurus surat perceraian kamu, karena dia akan segera menikah dengan wanita yang dicintainya bi” ungkap Zea.

“Iya Ze, kami akan melakukan apa yang kamu inginkan, baik baik disana ya, kabarin kamu kalau kamu ada keperluan yang lainnya” balas Paman Zea

“Iya Paman jangan terkecoh oleh ucapan Ryan ya Bi, Ia sangat pandai bicara pasti akan menyalahkan Zea” sahut Zea

“Kamu jangan khawatir kan masalah itu Ze, Ryan sudah keterlaluan kalau dia berani datang kesini Paman akan kasih pelajaran padanya, kurang ajar benar, dulu datang kesini melamarmu berjanji tidak akan menyakiti kamu Zea, buktinya dia malah selingkuh “ umpat paman Zea.

“Biarkan saja paman, bibi….Zea sudah malas melihat wajah nya, Zea mau beberes barang dulu bi, besok Zea akan langsung mengurus pekerjaan Zea disini” Zea pamit pada paman dan bibinya.

“Iya nak, hati hati disana, baik baik jaga diri…” sahut Bibinya Zea

“Iya bi, paman terima kasih…” balas Zea, Ia duduk termenung setelah memutuskan sambungan telepon dengan paman dan bibinya.

“Hai jangan bengong, tetangga gue bengong tiba tiba dilamar bos” goda Tari ketika melihat Zea melamun.

“Ha ha ha mau dong dilamar bos…” balas Zea tertawa, dan mereka pun tertawa bersama.

“Gimana cerita perselingkuhan Ryan kamu ketahui Zea?” Tari yang sudah tidak sabar mendesak Zea untuk menceritakan lebih banyak lagi, mengenai perselingkuhan Ryan dan Freya

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!