NovelToon NovelToon
Rahasia Kalung HW

Rahasia Kalung HW

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Action / Dark Romance
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Sejak kecil, Ice Meng selalu menjadi orang yang berkorban untuk keluarganya. Membayar utang judi ayahnya, membantu biaya pernikahan kakaknya, hingga menanggung kuliah adiknya.

Di tengah hidup yang penuh tekanan, ia hanya memiliki sebuah kalung berinisial HW, hadiah dari pria asing yang pernah ia selamatkan beberapa bulan lalu.

Tidak lama kemudian Ice menyadari kalung itu bukan benda biasa.
Orang-orang yang ingin menyakitinya mendadak mundur saat melihatnya.

Dan seorang pria bernama Howard Wang perlahan kembali hadir dalam hidupnya.

Saat Ice mulai jatuh hati, ia menemukan fakta mengejutkan.

Kalung HW yang selama ini ia kenakan ternyata bukan sekadar hadiah ucapan terima kasih, melainkan simbol yang membuat banyak orang ketakutan.

Lalu... siapakah sebenarnya Howard Wang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Setelah selesai menggoreng cakwe dan menyiapkan semangkuk bubur hangat, Ice menata semuanya dengan rapi di atas sebuah nampan.

Ia memandang sarapan sederhana itu sambil tersenyum tipis.

“Tuan Howard sudah banyak membantuku. Aku tidak punya apa-apa untuk membalas kebaikannya. Semoga saja dia tidak keberatan menerima sarapan sederhana ini,” gumam Ice.

Ia menarik napas pelan, lalu mengangkat nampan itu dan keluar dari apartemennya.

Beberapa langkah kemudian, Ice berdiri di depan unit milik Howard.

Ia sempat ragu.

“Semoga saja dia sudah bangun... dan tidak menganggapku mengganggunya.”

Dengan hati-hati, Ice menekan bel pintu.

Ting... tong...

Ia menunggu dengan sedikit gugup sambil memegang erat nampan di kedua tangannya.

Tak lama kemudian, terdengar langkah kaki dari dalam apartemen.

Gagang pintu perlahan berputar.

Pintu perlahan terbuka.

Howard berdiri di balik pintu dengan pakaian santai berwarna putih. Rambutnya masih sedikit basah, sepertinya baru selesai mandi.

Melihat Ice berdiri di depan pintunya, raut wajahnya tampak sedikit terkejut.

“Ice? Ada apa pagi-pagi begini?” tanyanya.

Ice tersenyum canggung sambil mengangkat nampan yang dibawanya.

“Aku membuat sarapan. Memang tidak seberapa, tapi... aku ingin mengucapkan terima kasih karena kau sudah banyak membantuku.”

Howard menatap bubur hangat dan cakwe yang tersusun rapi di atas nampan.

“Kau yang membuat semuanya?”

Ice mengangguk.

“Kalau rasanya tidak enak, jangan dipaksa dimakan.”

Howard tersenyum tipis.

“Siapa bilang? Masakan buatanmu pasti enak.”

Wajah Ice langsung memerah mendengar pujian itu.

“Masuklah,” ucap Howard sambil menyingkir dari pintu, memberi jalan.

Ice menggeleng pelan.

“Tidak usah. Aku juga harus segera berangkat bekerja.”

Howard mengambil nampan itu dari tangan Ice.

“Terima kasih. Sudah lama tidak ada yang membuatkan sarapan untukku.”

Mendengar ucapan itu, Ice sedikit terdiam.

“Kalau begitu... aku berangkat dulu.”

“Baik. Hati-hati di jalan,” balas Howard.

Ice mengangguk pelan, lalu berbalik menuju apartemennya.

Howard masih berdiri di depan pintu, memperhatikan punggung gadis itu hingga menghilang di balik pintu unitnya.

Tanpa sadar, senyum tipis terukir di sudut bibirnya. “Sudah bertahun-tahun... akhirnya aku bisa merasakan masakan buatanmu,” gumamnya lirih.

Sementara itu, di lantai bawah apartemen.

Pria yang sebelumnya membawa Ice ke apartemen itu akhirnya datang, sesuai perintah Howard.

Begitu melihatnya, Ice segera menghampiri.

“Tuan, akhirnya Anda datang. Apakah Anda ingin mengambil kembali apartemen itu? Saya memang sedang ingin bertemu dengan Anda,” ucap Ice dengan sopan.

Pria itu langsung melambaikan kedua tangannya.

“Tidak... tidak, Nona. Anda tetap bisa tinggal di sana.”

“Benarkah?” tanya Ice terkejut.

Pria itu segera mengeluarkan ponselnya.

“Saya sudah menghubungi teman saya, pemilik apartemen ini. Dia bilang, sewanya dihitung murah saja.”

Ia kemudian menunjukkan layar ponselnya kepada Ice.

“Ini pesannya. Teman saya juga mengatakan bahwa dia masih ada urusan di luar negeri dan tidak akan pulang dalam waktu dekat. Dia justru meminta Anda menjaga apartemen itu selama dia pergi.”

Ice membaca pesan tersebut dengan saksama.

“Tapi... bukankah apartemen ini sangat mewah? Apa benar sewanya hanya sebesar ini?” tanyanya penuh keraguan.

Pria itu mengangguk cepat.

“Benar, Nona. Dia tidak terlalu memikirkan uang sewanya. Yang terpenting baginya, apartemen itu tetap bersih dan ada yang merawatnya.”

Ice akhirnya menghela napas lega.

“Kalau begitu... terima kasih. Tolong sampaikan rasa terima kasih saya kepada teman Anda.”

“Tentu, Nona,” jawab pria itu sambil diam-diam menyeka keringat di dahinya.

Dalam hati ia bergumam, Untung saja Nona Meng tidak curiga. Kalau sampai rencana Bos gagal, habislah aku.

Beberapa jam kemudian.

Di Toko Vas Yun Hua.

Suasana toko kembali ramai oleh para pelanggan yang datang silih berganti.

Ice duduk di sudut ruang kerja, fokus membentuk sebuah vas keramik. Jemarinya yang ramping bergerak dengan terampil di atas tanah liat, sementara celemek yang dikenakannya telah dipenuhi noda tanah.

Saat itu, pintu toko terbuka.

Seorang pria berkacamata hitam melangkah masuk dengan langkah tenang. Ia mengenakan setelan rapi, memancarkan aura yang berbeda dari pelanggan biasa.

“Selamat datang, Tuan. Ada yang bisa kami bantu?” sapa salah seorang rekan kerja Ice dengan ramah.

Namun pria itu tidak langsung menjawab.

Tatapannya tertuju pada Ice yang sedang membentuk vas keramik.

Ia memperhatikan setiap gerakan tangan gadis itu tanpa berkedip.

Sesaat kemudian, pria itu berjalan perlahan mendekati meja kerja Ice.

Ice yang menyadari ada seseorang berdiri di depannya pun mengangkat kepala.

“Selamat siang, Tuan. Apakah Anda ingin melihat-lihat atau memesan vas keramik khusus?” tanyanya sopan sambil tersenyum tipis.

“Bos kami akan berulang tahun bulan depan,” ucap pria berkacamata hitam itu. “Saya ingin memesan sebuah vas keramik dengan desain yang benar-benar berbeda dari yang lain. Apa Anda bisa memberikan rekomendasi?”

Ice segera meletakkan peralatan di tangannya, lalu berdiri.

“Tentu bisa, Tuan.”

Ia berjalan menuju rak pajangan dan mengambil beberapa contoh vas.

“Kalau untuk hadiah ulang tahun, biasanya pelanggan memilih desain yang lebih elegan dengan ukiran tangan. Selain itu, warna dan motifnya juga bisa disesuaikan dengan selera penerimanya.”

Pria itu mengamati satu per satu vas yang ditunjukkan Ice, tetapi hanya menggeleng pelan.

“Masih terlalu biasa.”

Ice berpikir sejenak.

“Kalau begitu, bagaimana kalau dibuat satu-satunya di dunia? Saya bisa membuat desain khusus sesuai permintaan Tuan. Bentuk, motif, hingga ukirannya tidak akan saya buat lagi untuk orang lain.”

Mendengar itu, pria tersebut akhirnya tersenyum tipis.“Itu yang saya inginkan.”

“Kalau begitu, boleh saya tahu seperti apa karakter Bos Anda? Dengan begitu saya bisa menentukan konsep yang paling cocok.”

Pria itu terdiam sejenak sebelum menjawab,

“Dia... menyukai sesuatu yang sederhana, tetapi memiliki makna yang dalam. Begini saja... bagaimana kalau Nona bertemu dengan Bos saya? Beliau ada di restoran?" tanya pria itu.

"Boleh juga!" jawab Ice dengan sopan.

"Rencana awal berhasil," batin pria itu.

Tanpa Ice sadari pria tersebut adalah utusan musuh yang mengincar Howard.

1
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
deg degan
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
tanpa basa-basi ya Howard
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
makin penasaran thor
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
HW ada hubungan apa sama ice

dan kenapa ice yg jadi tulang punggung. apa ice bukan anak kandung nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir tgor
Maria Mariati
pas Elvis datang si lulu masih di situ, ikan datang, Elvis cepat so ice lagi di rudung sama lulu, selamatin dia
Melinda Cen
lanjut kk, biar semua terbongkar, ice bisa ketemu Bpk nya
Kinara Widya
makin seru kak...lanjut
Maria Mariati
dia snow Howard 😭😭😭😭😭
Maria Mariati
ice keturunan mafia 👍👍👍
Maria Mariati
dia anakmu 😭😭😭
merry
ditglin kn di panti di adopsi klurga ngk baik hdp juga sengsara tp seengk hdp y,, tp kalo tau ank mafia mngkin ice di incar musuh ayah
merry
tu snow tu ice tp tetap ajj cariin ank. hilng kyk cari jarum di tumpukan jerami
Kinara Widya
lanjut
Maria Mariati
dia snow Howard snow dia, viona adalah snow yang kalian cari😭
Pikachu: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
Kinara Widya
lanjut
Maria Mariati
Howard hati gadis mu mau di jdikan target musuh mu
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor
merry
lucu juga ya tu org takut nmy hw donk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!