NovelToon NovelToon
Jeritan Hati Arumi

Jeritan Hati Arumi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Misteri
Popularitas:499
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

“ Hidup itu harus di jalani saja ”


Perkataan itu. Membekas di telingaku suara hangat nenek yang memberitahu ku bahwa hidup harus ku jalani dengan ikhlas


Namun waktu cepat berjalan, sehingga aku muak dengan perkataan seperti itu bagi mereka seorang gadis yang tidak berkecukupan harus di perilaku kan berbeda karena dia tidak mampu untuk apapun.



Terkadang kita lelah untuk menjadi orang yang baik, entahlah aku hanya letih menjadi seorang wanita yang baik dan di pandang sebelah mata sama semua orang.





— Jeritan Hati Arumi —

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12 Tidak enak

Arumi menghitung uang hasil kerja nya selama ini ia tersenyum saat melihat uang yang ada di tangannya. " Alhamdulillah "

" Makasih banyak ya Allah " ia mengucap syukur lalu dirinya menyimpan uang tersebut ke tabungan nya. Ia mempunyai mimpi untuk membuka usaha sendiri makanya ia harus menabung,

" Aku harus belanja keperluan ku, kebetulan sabun, sampo, pembersih muka sudah habis jadinya harus ke toko Ko Lim lumayan beli disana lebih murah " Kata Arumi ia bergegas bersiap-siap untuk pergi ke toko sembako Ko Lim yang memperkerjakan nya.

Arumi telonjak kaget, saat ia membuka pintu melihat sosok lelaki tampan yang berada di depan pintu dengan setelan kerja yang membuat lelaki itu. Sungguh tampan Arumi memerah wajahnya melihat lelaki itu

" Bang Adrian " Sapa Arumi kala bertemu lelaki tampan tersebut

" Gimana kabar kamu dek?, betah tinggal disini? " Tanya Adrian

" Alhamdulillah betah, abang bagaimana? " Sahut Arumi menatap lelaki tersebut yang tersenyum halus kepadanya.

" Baik, kamu mau pergi kemana? " Tanya Adrian memindai penampilan gadis itu yang sangat sederhana, hanya berbalut celana bahan dengan sweater berwarna putih dan tas selempang di samping tubuh nya.

" Aku mau pergi belanja kebetulan keperluan rumah udah menipis " Sahut Arumi

" Kebetulan abang kesini mau ajak makan, sekalian aja gimana abang belikan ke Mall? " Tawar Adrian penuh harap Arumi menelan ludah nya ia bagaikan seonggok tulang yang tidak berarti kalau bersama Adrian,

Rasa rendah itu menusuk tulangnya ia menundukkan kepalanya. " Maaf abang kalau beli di Mall terlalu mahal, uang Arumi tidak cukup Arumi biasanya pergi ke kedai sembako murah dekat pasar " Ungkap Arumi

" Abang yang traktir!, kamu ngga perlu pikirkan hal yang ngga penting biar abang yang urus. " Sahut Adrian santai membuat Arumi tidak enak " Abang aku tidak mau merepotkan abang " Ungkap Rumi

" Rumi sekali ini saja, bukan kah kamu adalah calon istri abang? " Desak Adrian

Arumi terdiam tatapannya mematut lantai, lalu ia menganggukkan kepalanya pasrah apa yang dikatakan Adrian ada benarnya juga.

" Baiklah bang tapi untuk kali ini saja ya, bukan apa Rumi hanya tidak mau terlalu bergantung dengan abang " Jelas Arumi

" Ngga merepotkan " Sanggah Adrian tangannya mengambil tangan Arumi membuat gadis itu tersipu malu, " Ayo"

***

Arumi sesekali celingak-celinguk, melihat indahnya keramaian di dalam mall kadang ia juga merasa rendah karena tatapan pengunjung yang seolah tidak rela dirinya dengan seorang lelaki tampan yang bersih dan keren itu.

" Kamu mau makan apa? " Tanya Adrian memecahkan kecanggungan yang melanda

" Abang kan tahu aku orang desa, yang tahu nya hanya nasi uduk dan nasi kuning. Tapi harus abang tahu aku itu omnivora makan apa saja bisa " Jelas Arumi sedikit terkekeh getir tatapannya merendah

" Kamu bisa makan apa saja yang kamu inginkan sekarang, jangan merendah seperti itu abang tidak suka! " Kata Adrian sembari mengusap lembut kepala Arumi

" Makasih ya bang " Sahut Arumi hatinya menghangat kala melihat perhatian Adrian, yang begitu tulus " Sama-sama"

Keduanya melangkah ke restoran bintang lima yang begitu ramai pengunjung Adrian sengaja membawa Arumi ke rooftop restoran tersebut, karena ia tidak ingin terganggu malam indahnya oleh gadis yang ia cintai dan susah untuk ia dapati itu.

" Gimana enak pastanya? " Tanya Adrian melirik Arumi yang tengah melahap makanan Italia tersebut, Gadis itu tersenyum bahagia

" Enak "

" Oh ya ada yang abang ingin bicarakan ke kamu " Kata Adrian tetiba wajahnya begitu berseri membuat Arumi menghentikan suapan nya tatapan matanya, menangkap jelas apa yang di lakukan Adrian

" Mama, Papa, abang mau bertemu dengan mu dek besok beliau mengundang mu. Makan malam " Cakap Adrian binar matanya terpampang jelas

" Besok malam? " Tanya Arumi pelan rasa takut menyelubungi dadanya.

" Ya nanti abang jemput, mereka mau membicarakan tentang pernikahan kita " Sahut Ardian dengan wajah berseri

" Apakah mereka merestukan kita? " tanya Arumi lesu

Adrian menggapai tangan Arumi lalu menggenggam nya erat, ia mencium punggung tangan Arumi. " Jelas karena kebahagiaan abang hanya kamu dek, bukankah kamu tahu kalau kamu itu adalah suratan takdir abang?. " Kata Adrian tanpa ragu membuat Arumi menghangat hatinya ia pikir setelah kematian sang nenek, ia tidak akan mendapati cinta yang tulus

Seperti sang nenek berikan ke dirinya, namun

Nyatanya di dunia yang kejam itu ada sosok yang tulus menyayangi nya seperti sang nenek.

1
Emily
curiga samudra itu arwah
bidadari: 🙂🙂 baca terus ya ka
total 1 replies
Emily
laila pemuja syaiton
Emily
wah udah murtadkah keluarga adrian
Emily
Innalillahi wainnailaihi rojiun ya thour
Emily
kenapa obatnya gak disimpan di saku malah di tenteng tenteng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!