Bagaimana jadinya, hidup kembali sebagai wanita ahli pedang di zaman kuno?
Sudah pastinya begitu tidak menyenangkan, Anya seorang dokter Bedah yang meninggal karena di khianati oleh seorang sahabat nya.
Ia bereinkarnasi menjadi wanita ahli pedang di zaman Kerajaan China kuno. Bagaimana kisah nya?
Baca kisahnya... Di
— Cinta Wanita Pedang —
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12 Panggilan baru
Sinar matahari muncul di permukaan Bumi, Sinarnya nya menghangatkan tubuh Anya menggeliat dengan gerakan lambat ia bangkit dari tidurnya.
Mata nya terpaku pada sosok lelaki yang berbaring tidak jauh darinya, badan tegak mempesona itu membakar jiwa nya ia menggelengkan kepalanya.
" Aaaaa!!, " Pekik Anya membuat Yan Qian langsung bangun dari tidurnya wajahnya begitu cemas menatap Anya.
" Ada apa Puteri? " Tanya Yan Qian dengan suara menyiratkan kekhawatiran
" Kenapa kamu tidur denganku? " Tanya Anya dengan suara penuh kekesalan sementara Yan Qian hanya menyengir kuda mendengar nya,
" Bukan kah saya sudah bilang kalau saya bawa tenda hanya satu?, lantas kenapa kamu masih bertanya kenapa saya tidur disini? " Jelas Yan Qian membuat Anya menyengir kuda
" Sorry aja ya, bukannya ngga mau bagi -bagi tapi aku cuman takut aja di perkosa sama lo pas lagi tidur! " Cakap Anya pelan
Yan Qian menatap Anya penuh kebingungan, entah kenapa gadis itu suka sekali berbicara yang tidak ia pahami Yan Qian memutuskan keluar dari tenda membuat gadis itu menyusulnya.
" Segarnya " Gumam Anya saat matanya memangkap sebuah cahaya matahari yang mengarah ke wajahnya, memberikan kehangatan di wajahnya
" Kita harus bergegas ke gunung " Suara berat Yan Qian menyapa telinganya, terdengar serak ia tahu sekali Yan Qian begitu — khawatir dengan orang tuanya.
" Kamu tenang saja Putera mahkota, aku akan menemukan tanaman yang berharga itu!— untuk Ibunda ratu " Tekad Anya
" Jangan panggil aku Putera Mahkota, nama ku saja " Sahut Yan Qian tetiba membuat Anya tersenyum " Gimana kalau kita berdua bikin nama panggilan! " Usul Anya dengan sebuah senyuman ceria
Yan Qian yang sedamg menatap Matahari pun beralih menatap gadis cantik ceria, yang menjadi warna baik hidup nya saat ini entah kenapa Sari Mayang yang ia kenal menjadi seceria ini biasanya wanita itu hanya membahas seputar pedang dan perang.
" Panggilan apa itu? " Tanya Yan Qian
" Panggilan itu, kaya rakyat panggil kita berdua aku ' Puteri Agung ' kamu ' Putera mahkota ' gitu kurang lebih " Jelas Anya
" Itu bukan sekedar panggilan itu adalah status kehormatan Tuan Puteri " Tekan Yan Qian rautnya begitu serius
" Ya aku tahu, tapi bisakah kita pakai panggilan lain? " Tanya Anya menatap manik almond yang menatapnya juga lama,
" Panggilan apa? "
" Seterah, kamu mau panggil aku sayang, baby, adek, nona manis, kekasih, honey, darling, terserah kamu! " Sahut Anya dengan senyuman manis
" Hmm... " Yan Qian terdiam cukup lama sekali seolah memikirkan nama yang cocok untuk memanggil gadis yang ada di sampingnya itu,
" Honey! " Panggil Anya manja membuat Yan Qian menoleh " Kamu ternyata tahu, kalau aku panggil kamu Honey! " Seru Anya sembari memeluk tubuh kekar tersebut
" Kamu memanggil ku Honey? " Tanya Yan Qian tidak percaya dengan gadis itu, Anya mangut-mangut " Spesial untuk kamu! "
" Terimakasih ba-by! "
" Akhh!!, aku suka sekali panggilan itu! Baby benar-benar suka! " Pekik Anya kegirangan ia memeluk erat tubuh lelaki itu membuat Yan Qian membeku wajahnya memerah entah kenapa jantungnya berdetak kencang sekali. Seperti nya ia harus memanggil tabib selepas ini bersama Anya membuat dirinya tidak baik-baik saja,
" Honey, kamu tidak mau membalas pelukan baby mu ini? " Tanya Anya wajahnya masam luar biasa
Yan Qian menarik pinggang Anya, Lalu menyatukan bibir nya dan bibir Anya yang mungil gerakan Yan Qian yang lincah membuat Anya kewalahan.
Lelaki itu menyesap bibir mungil Anya — lelaki itu menikmati nya sekali Anya mengalungkan lengannya di tengkuk Yan Qian, ia tidak mau ketinggalan menyesap benda kenyal yang akan menjadi milik nya.
Yan Qian mengurai ciuman mereka, keduanya tersenyum bahagia sekali seolah ada jutaan kupu-kupu yang berterbangan di perut mereka.
" Baby! " Panggil Yan Qian agak canggung
" Ngga apa-apa Honey, aku yakin kamu bakal terbiasa nantinya " Sahut Anya sembari mendekati Si kuda hitam yang sedaritadi memperhatikan keduanya.
" Kenapa kamu jadi seperti ini Baby? " Tanya Yan Qian membuat Anya menoleh tatapannya dalam seolah ingin memberitahu sesuatu ke Yan Qian kalau dirinya Bukanlah Sari mayang yang asli ia hanyalah orang dari dunia Zaman modern yang bereinkarnasi.
Ketakutan itu begitu kental di dada Anya, ia takut sekali suatu saat ia akan terbongkar indentitas nya sebagai manusia modern — semua membencinya — dan meninggalkan nya sendiri rasa sepi itu mengukungnya
" Kenapa diam? " Tanya Yan Qian
" Aku hanya takut " Sahut Anya lirih
" Ibunda akan baik-baik saja Baby!, kita akan menemui tanaman berharga itu! " Cakap Yan Qian Anya hanya tersenyum miris mendengarnya
" 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘬𝘶𝘵𝘬𝘢𝘯, 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘳𝘶𝘩 𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘬𝘦 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘮𝘶. 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘚𝘢𝘳𝘪 𝘔𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘭𝘴𝘶... 𝘈𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘦𝘪𝘯𝘬𝘢𝘳𝘯𝘢𝘴𝘪 𝘠𝘢𝘯 𝘘𝘪𝘢𝘯!.. 𝘒𝘪𝘵𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘥𝘪 𝘵𝘢𝘬𝘥𝘪𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢! " Batin Anya