NovelToon NovelToon
Bukan Istri Pengganti

Bukan Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat / Anak Genius
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Nana Kusumaningrum

Bagaimana jadinya jika kamu harus menikah dengan musuh kamu, itu yang di rasakan Haziqa Elvarreta Shanum atau kerap di sapa Hazi.

Seorang Dokter umum di salah satu rumah sakit di Jakarta ,anak kedua dari pasangan Kiyia Luqman dan Nyai Khodija.
Hazi harus menikah menggantikan sang kakak, apakah Kehidupan Hazi, akan baik- baik saja setelah menikah, tunggu updatenya hanya di novel ini yaa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Istri Pengganti 12

Hazi dan Arras sedang dalam menuju ke jakarta, setelah di nasihati umi khodijah panjang lebar, akhirnya Hazi mau kembali ke Jakarta dengan suaminya.

" Senyum dong, cemberut mulu" tegur Arras menatap ke arah Hazi yang sedang menatap ke arah jendela.

" Diam" sahut Hazi dengan ketusnya .

" buset galak bener, mau makan gak?" sahut Arras yang kini fokus menyetir.

" enggak laper " jawab Hazi .

Arras hanya diam dan lebih fokus menyetir, suasana dalam mobil begitu berbeda dari biasanya, begitu dingin dan canggung.

Setelah menempuh perjalanan tujuh jam lebih, kini Arras dan Hazi berada di gedung apartemen yang sama, dimana Arras juga memiliki unit apartemen di gedung yang sama dengan Hazi.

" Terima kasih saya turun dulu, Assalamualaikum " Ucap Hazi yang kemudian turun dan menurunkan kopernya dengan susah payah.

Sedangkan Arras hanya melihat tanpa ingin membantu, karena ia ingin tahu seberapa keras sang istri.

Namun setelah beberapa saat Hazi bisa menurunkan kopernya yang begitu berat, Hazi meraih tangan suaminya dan mencium punggung tangan suaminya tersebut.

" saya enggak mau di laknat, karena enggan berbakti sama suami, karena saya juga belajar agama, Assalamualaikum" ujar Hazi yang kemudian berjalan menuju ke lift.

Tanpa Hazi sadari Arras juga mengikutinya di belakang, " loh... anda ngapain masuk ke lift?" tanya Hazi saat Arras masuk ke dalam lift.

"Gue juga mau ke apartemen gue, enggak usah kepedean " jawab Arras.

Hazi seketika mengingat ucapan adik iparnya beberapa waktu lalu,jika Arras memiliki unit apartemen di sini.

" Siapa tau anda mau ngikutin saya" sahut Hazi lali membangun wajahnya ke arah lain.

Lift kemudian berhenti di lantai tujuh, Hazi kemudian keluar lift, sebelum benar - benar keluar, Hazi menatap ke arah Suaminya untuk memastikan jika Arras tidak ikut denganya.

Setelah kembali memastikan pintu lift tertutup, Hazi menarik kopernya menuju ke unit apartemennya, sedangkan Arras hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap sang istri, yang terkesan membingunkan baginya.

" Siapa sangka, gue yang dulunya sering berantem sama dia, sekarang dia jadi istri gue " gumam Arras menatap jari manisnya yang telah melingkar dengan sempurna cincin nikahnya dengan Hazi yang ia pesan khusus dan menggantikan cincin Mila yang di pakai Hazi ,karena terlalu besar.

Arras kembali ke unit apartemennya yang ada di lantai dua puluh lima, ia bersih- bersih dan juga memasan makanan, walau jarang di tempati namun apartemen Arras sering kali di bersihkan dan ia juga meninggalkan beberapa baju di sana.

...****************...

Keesokan harinya Arras menunggu sang istri di depan lift lantai tujuh, karena ia ingin mengantarkan sang istri untuk interview kerja, sudah di pastikan Hazi akan kebingungan untuk berangkat karena mobil Hazi yang masih di Magelang.

Setelah menunggu beberapa saat ia melihat sang istri keluar dari kamar yang tidak terlalu jauh dari lift, Arras memasang wajah datar dan menggelengkan kepalanya ketika sang istri melewati dirinya.

" memang perempuan kalau siap- siap selama itu yaa" ujar Arras ketika Hazi menunggu lift.

Hazi menatap sekilas ke arah Suaminya ,Namun ia segera masuk ke dalam lift saat pintu lift terbuka dan di ikuti oleh Arras.

" Anda ngapain ikut masuk?" tanya Hazi dengan wajah yang begitu ketus saat mengetahui sang suami ikut masuk ke dalam lift.

" Gue mau anter istri gue yang katanya mau interview" jawab Arras dengan santainya, menyenderkan tubuhnya ke lift dan juga menatap ke arah sang istri.

" enggak perlu saya bisa berangkat sendiri " sahut Hazi yang ingin keluar saat pintu lift terbuka di lantai 1.

Namun dengan cepat Arras menariknya dan merangkul Hazi, agar tidak keluar, Hazi terus memberontak dan meminta untuk di lepaskan.

" Lepas Dokter" berontak Hazi.

" Diam, cukup nurut, apa loe mau gue telfon umi supaya loe di nasihatin lagi" ancama Arras, karena Arras tau sang istri begitu menghormati uminya.

Hazi kemudian Diam dan mengikuti suaminya di samping, dengan tangan yang di genggam oleh Arras.

" masuk " pinta Arras pada sang istri.

Hazi kemudian masuk ke dalam mobil suaminya, begitu pula dengan Arras, di dalam perjalan hanya ada kehening di antara keduanya.

Arras melirik sebentar ke arah Hazi yang sedang sibuk mengecek berkas yang di butuhkan, Jujur saja Arras sudah membuat keputusan untuk rumah tangganya.

Semalam ia tidak bisa tidur dan terus memikirkan hubungan sang istri yang sejak awal tidak baik- baik saja.

Arras membelokan mobilnya ke salah satu Cafe yang tampaknya masih tutup, Cafe tersebut berada di dekat rumah sakit milik sang kakek.

" kok belok sini sih... dok? kalau enggak mau anter enggak usah sok - sok an buat maksa nganter, kan kalau gini saya jadi telat " gerutu Hazi yang membereskan barangnya dan segera turun.

Namun belom juga beres, Arras sudah menahan tangan Hazi, Hazi menepis tangan Arras dengan kasar.

Namun Arras kembali menggengam tangan sang istri, " kita nikah udah satu minggu, tapi kita seperti orang asing yang tidak ada ikatan apapun, jadi untuk kali ini tolong dengerin aku sebagai suami kamu" akhirnya Arras mengeluarkan suaranya.

Hazi terdiam dan sedikit terkejut dengan nada bicara Arras yang lembut dan tampak serius, " Setelah saya interview baru saya mau bicara " sahut Hazi menatap suaminya.

Arras tampak berfikir sejenak, ia kemudian menuruti kemauan sang istri, " okey, aku antar kamu" sahut Arras, kemudian kembali melajukan mobilnya.

Setelah menempuh perjalanan dua puluh menit dan di temani keheningan mereka akhirnya sampai di rumah sakit Cahaya Insani, yang sebenarnya milik paman dari Arras atau adik Bunda Sofia.

" Saya turun dulu, anda silahkan mengerjakan pekerjaan anda terlebih dahulu" ujar Hazi.

" aku tunggu di sini dan ini buat kamu" sahut Arras memberikan sebatang coklat pada Hazi, untuk penyemangatnya.

" Terima kasih" jawab Hazi yang tidak ingin debat dengan sang suami.

Hazi membuka pintu mobil, namun tampak berdiam sebentar lalu kembali berbalik dan meraih tangan suaminya untuk berpamitan, " Kata umi kalau perempuan udah nikah, Ridho Allah terletak pada ridho suaminya " ujar Hazi kemudian keluar dari mobil suaminya.

Arras memandang sang istri hingga masuk ke dalam lobby rumah sakit, punggung yang tegak namun cukup rapuh saat sedang sendiri.

Selama seminggu ini entah mengapa Arras merasa ada perubahan pada dirinya terhadap Hazi, Hazi yang dulu menyebalkan di matanya kini malah yang selalu menganggu pikirannya di setiap detik.

" Apa aku sudah mulai jatuh cinta? tapi kenapa bisa secepat itu? bahkan aku dengan dia tidak pernah akur selama ini" gumam Arras.

Arras menunggu Hazi di ruang pamannya, ia meminta Pamannya untuk menerima Hazi, karena Arras tau jika sang istri adalah orang yang keras dan jika ia di tolak di sini, mungkin dia akan mencari di tempat lain, dimana Arras tidak bisa berbuat banyak untuk Hazi, jika ia bekerja dengan orang lain.

" Kamu istri ku, teman hidup ku dan dunia ku kelak, kamu bukanlah istri pengganti bagi ku"

1
pilay
Hazi namanya sama dgn tetangga aku
Rahmi
Double up Thor
Aning Melindasari
aaa aku selalu nunggu up an nyaa thor😍😍
Aning Melindasari
aku nunggu bab berikutt nyaa thorr, ceritanya seruuu paraaahhh😍
Nana Ningrum: terima kasih kak🙏 di tunggu yaa kak bab berikutnya 😄👍
total 1 replies
Elly Maryani
lanjut Thor .
Nana Ningrum
bagus
Elly Maryani
yg kamu bilang nyebelin itu jodoh kamu arras
allana
thorr kalau ada waktu luang mampir dongg
Nana Ningrum: okey kak 😍 semangat terus💪
total 1 replies
allana
semangat thorr💪
Elly Maryani
sama2 nyebelin nanti JD bucin😅😅
allana: bener banget biasanya gitu🤭
total 1 replies
Rian Moontero
mampiiirr😍semangat up tiap hari ya thooorr🤣👍👍
Nana Ningrum: terima kasih sudah mampir kak 🙏 di tunggu update selanjutnya yaa kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!