NovelToon NovelToon
Aretha

Aretha

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Penyesalan Suami
Popularitas:918
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Aretha memilih hidup menderita bersama suaminya. padahal Kemewahan disediakan oleh orangtuanya. Namun Suaminya berselingkuh karena tekanan dari mertuanya. Apakah Aretha bisa mempertahankan rumah tangganya??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benih Selingkuh

Yuda dan Siska tahu tentang Jihan dari Bery suaminya sendiri.

"Kalau, mas jadi Bery sih, sudah mas cerai."

"Tetapi menurutku Jihan sih sakit. Ngapain juga dia simpan fotonya Andreas. Selama sekolah Andreas tidak perna menunjukan perasaannya kalau dia suka sama Jihan."

"Mereka dekat karena papa mereka satu kantor."

"Sudahlah sayang, itu urusan orang ngapain kita turut campur."

Sesuai dengan aturan yang berlaku dokter gigi Widy lah yang mendapat peluang untuk praktek di Labora's klinik and Apotik. Karena hal itu, Jihan menghubungi Aretha.

"Gue mohon maaf Han, loe tahu kan, ada aturan yang harus di turuti. Dari sepuluh aturan, sembilan kamu tidak kamu lengkapi. Kira - kira saya mau nolong bagaimana."

Jihan sangat kecewa dengan apa yang baru saja dia dengar Aretha, dia mengira Aretha akan membantunya karena mereka sahabat.

"Kamu kenal Thea istriku, dia itu sukanya semua itu sesuai aturan. Dan saya tidak bisa membatalkan apa yang sudah di putuskan olehnya."

Jihan sedang memohon kepada Andreas. Rengekan Jihan membuat para ners yang sedang makan di kantin menjadi jijik.

"Dokter Jihan seperti pelakor deh gayanya."

"Iya ya. jika di bandingkan dengan istrinya dokter Andreas. Kalah jauh lah dokter Jihan."

"Stttttssss stop, bahaya jika kita gosip ketahuan."

Bagaimana tidak para ners disitu berbicara seperti itu. Karena dokter Jihan meminta makan malam dengan dokter Andreas. Padahal dokter Andreas sudah menolak.

Aretha sudah ada di cafe Yuda dia membawa hadiah ulang tahunnya buat Yuda. Dan sesuai janji Yuda dia menyiapkan kue kesukaan Aretha.

Pukul tujuh malam Andreas baru tiba di cafenya Yuda. Informasi yang Aretha dapat dari dokter Lydia bahwa dia sudah pulang dari siang. Ada kecurigaan sedikit di hati Aretha, namun dia yang biasa berpikir positif, cuek dengan apa yang baru dia dengar.

"Kok baru tiba bang??? Dokter Lydia bilang kamu sudah pulang dari siang." Terlihat raut wajah Andreas sedikit berubah.

"Aku tadi mampir di rumah mama."

"Oooo pantas kamu harum sekali."

Andreas mencium istrinya. Sedikit ada perasaan bersalah. Atas apa yang dia lakukan. Bukan hanya kebohongannya, tetapi perilaku bejatnya.

Kejadian beberapa jam sebelumnya

Andreas sudah pulang dari rumah sakit tempat dia bekerja tadi jam satu siang. Namun dia terbuai dengan rayuan Jihan, sehingga mereka selama beberapa jam ada di sebuh hotel mewah. Semejak Aretha mengandung, sampai usia kandungnya enam bulan ini. Andreas suaminya tidak berhubungan badan dengannya. Karena kandungan Aretha lemah. Hal ini yang membuat dia tergoda dengan rayuan Jihan. Dia dan Jihan melakukan hubungan badan. Betapa kagetnya Andreas dengan kata - kata Jihan yang ingin menjadi simpanannya saja.

"Aku rela sayang biar jadi yang orang kedua kamu. Aku mau, aku itu sudah dari sekolah jatuh cinta padamu."

"Han apa yang kita lakukan ini salah. Aku sudah punya Aretha."

"Please kalau kita berdua aku tidak mau mendengar nama dia. Tolong ya mas."

"Maafkan aku Han, ini salah. Aku harus pulang istriku menunggu ku."

"Dia sibuk sayang, di rumah sakitnya dia dokter bedah saraf dan pembulu yang terbaik. Dia ngak punya waktu buat kamu."

Andreas yang sudah muak, dia seperti di jebak oleh Jihan langsung ke kamar mandi, membersihkan diri dan pulang. Namun dia mampir sebentar di rumah orangtuanya. Pikirannya kacau, karena dia telah berbuat salah.

Aretha melihat perubahan suaminya. Seperti ada sesuatu yang di sembunyikan.

"Sayang, kamu ada masalah. Aku istrimu loh bang."

"Tidak ada sayang. Ayo kita bobo."

Andreas langsung memeluk istrinya. Dan benar Aretha tertidur dalam pelukannya. Begitu melihat wajah istrinya Andreas menangis namun tak bersuara. Dia menyesali kebodohannya.

"Kamu kemana sih dek. Kasihan istrimu cari???"

"Aku kerumah mama dok."

"Ndre kalau ada masalah, kamu cerita sama kakak."

"Iya kak."

Sudah sebulan ini, Andreas selalu menghindar dari Jihan. Berbagai cara Jihan lakukan, agar bisa bertemu dengan Andreas, namun semua tidak di respon olehnya. Sampai saat ini,Jihan mengancamnya akan memberitahukan Aretha.

"Jangan coba - coba kamu. Atau saya hancurkan kamu, kamu tidak akan perna melihat saya."

Andreas datang dengan muka lesunya, sampai di Apotik dia meminta Siska menghubungi dokter Lydia menganti jadwal prakteknya.

"Kamu kenapa sih Ndre??"

"Hidupku akan hancur, aku harus bertemu dengan Yuda."

Siska tentu merasa heran dengan apa yang baru saja Andreas ucapkan. Akhirnya memang hari ini dia tidak melakukan praktek. Melainkan dokter Lydia. Sementara Aretha sedang bersama mami dan papinya di rumah orangtuanya.

"Yud, tolong gue. Aku bodoh, aku jahat."

"Ndre, kamu kenapa??"

Yuda membawa Andreas ke ruangan khusus yang dijadikan kantor Yuda.

Andreas menceritakan apa yang sudah dia lakukan bersama Jihan.

"Kamu sadar ngak sih, kenapa gampang tergoda. Ka saya dan Siska sudah katakan, kalau Jihan itu problematik."

"Aku bodoh."

"Iya kamu memang bodoh." Siska datang ke kantor Yuda. Mendengar pembicaraan mereka.

"Kamu tahu Ndre, Bery Say, foto yang masih dia simpan adalah semua foto kamu."

"Aku, nyesal. Apa yang harus aku lakukan."

"Kalau menurut aku sebagai perempuan, kamu harus jujur. Dari pada Thea tahu dari orang lain." Andreas meliat ke arah Yuda.

"Aku setuju dengan yang Siska katakan."

"Aku takut dia terluka."

"Kalau kamu takut kenapa kamu lakukan kesalahan."

Pegawai cafe memberitahukan bahwa ada yang mencari Yuda. Namun Siska sudah mendapat pesan dari Prima bahwa ada dokter Jihan yang mencari bapak. Sampai naik ke lantai dua. Namun oleh apotekernya Allo langsung di usir keluar. Dan sekarang dia berada di cafe Yuda's.

"Aku ngak mau ketemu dia??"

"Tenang." Yuda dan Siska pun bertemu dengan Jihan.

"Aku tahu kamu dan pacar kamu ini yang menyembunyikan Andreas."

"Kamu ada hak apa ngomong seperti itu. Malu Jihan, orang yang kamu cari itu suaminya orang. Kamu keluar dari sini sebelum aku laporkan kamu ke polisi."

"Apa hak kamu mengusir saya dari tempat ini."

"Baik dokter gigi Jihan, saya tegaskan sekali saya adalah kekasih dari owner cafe and resto Yuda's. Jelas dan paham. Keluar sekarang."

Jihan langsung keluar dari cafe itu, mengingat dia sudah di usir oleh kedua teman sekolahnya. Dia sadar bahwa dia sudah membuat keributan. Saat Jihan sudah keluar dan pulang dengan mobilnya. Andreas baru keluar dan langsung pulang dengan mobilnya.

Sampai di rumah Aretha sang istri sudah menunggu. Wajah Andreas pucat, waktu keluar dari mobilnya.

"Sayang, kamu sakit???"

"Tidak sayang. Abang baik - baik saja." Andreas memeluk istrinya. Mulutnya boleh berkata seperti itu, tetapi hati kecilnya sedang menangisi kesalahan yang dia lakukan. Hatinya sedang dilema, saatnya dia harus berkata jujur kepada istrinya.

1
HiaTus
kita juga suka uang 🤭
Ceisye: 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!