NovelToon NovelToon
Dewa Pedang Malas

Dewa Pedang Malas

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dikelilingi wanita cantik / Epik Petualangan
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

.
Di dunia luar yang penuh dengan kultivator ambisius dan haus darah, penampilan Ji Huang yang pucat, lesu, dan serba putih membuatnya terus-menerus diremehkan. Namun, di balik kuapan malasnya, tersimpan Sword Intent legendaris yang mampu melumpuhkan musuh hanya dengan satu tebasan kasual tanpa keringat. Akankah Ji Huang berhasil menjaga ketenangan waktu tidurnya di tengah pusaran konflik dunia fana dan kultivasi yang bising

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LEMBAH

​Kesunyian di Lembah Angin Hitam tidak bertahan lama. Keheningan mencekam itu mendadak pecah oleh suara tawa yang menggelegar dari atas tebing, disusul oleh suara desingan angin yang tajam.

​WUSH! WUSH! WUSH!

​Puluhan sesosok bayangan manusia berpakain hitam dan bertopeng melompat turun dari balik pepohonan lebat. Mereka mendarat dengan lincah di atas jalanan tanah, langsung memblokir jalur depan dan belakang iring-iringan Keluarga Ji. Jumlah mereka tidak kurang dari lima puluh orang, dan masing-masing menggenggam senjata fana yang berkilauan oleh aura spiritual tipis.

​"Berhenti! Siapa pun yang bergerak, kepalanya akan menggelinding!"

​Sebuah ledakan energi spiritual yang kuat menghantam udara, membuat kuda-kuda pengawal Keluarga Ji meringkik panik dan hampir melempar penunggangnya. Dari tengah-tengah kelompok topeng hitam itu, melangkah maju seorang pria bertubuh raksasa dengan janggut tebal berwarna merah menyala. Di pundaknya, dia memikul sebuah kapak besar bermata ganda yang dialiri oleh energi spiritual hitam pekat.

​Pria itu adalah Si Jenggot Berdarah, pemimpin bandit yang paling ditakuti di wilayah ini, sekaligus seorang kultivator ranah Foundation Establishment tingkat satu—sebuah tingkatan legendaris yang berada satu ranah penuh di atas para kultivator fana biasa.

​"S-Si Jenggot Berdarah..." Ji Zhen mencengkeram tali kekang kudanya begitu erat hingga telapak tangannya memutih. Wajahnya seketika kehilangan seluruh warna darah. Menghadapi kultivator ranah Foundation Establishment, seluruh pengawal rumah tangga Keluarga Ji gabungan sekalipun tidak akan bertahan lebih dari sepuluh napas!

​Si Jenggot Berdarah menatap Ji Zhen dengan pandangan meremehkan, lalu mengarahkan kapak besarnya ke arah kotak-kotak logistik. "Keluarga Ji, kalian benar-benar berani. Hanya membawa sekelompok pelayan lemah untuk mengawal barang pusaka kekaisaran? Tinggalkan semua batu spiritual dan tanaman obat ini, maka aku akan membiarkan kalian pulang untuk mengubur diri kalian sendiri!"

​Ji Zhen menelan ludah dengan susah payah, mencoba mengulur waktu. "Pakar Agung, ini adalah barang logistik resmi milik Kekaisaran Nan Gong. Jika Anda merampasnya, pasukan militer kekaisaran tidak akan—"

​"Halah, persetan dengan kaisar fana!" Si Jenggot Berdarah memotong dengan tawa mengejek. "Lagipula, tugasku hari ini bukan cuma merampas barang-barang ini." Sepasang matanya yang kejam beralih, menatap lurus ke arah kereta kuda raksasa mewah milik Ji Huang yang berada di tengah formasi.

​Sebuah senyuman sadis merekah di balik janggut merahnya. "Seseorang dari Ibu Kota telah membayar faksiku dengan harga yang sangat mahal. Mereka meminta tangan kanan dari Tuan Muda sampah kalian, Ji Huang! Serahkan anak itu sekarang juga, atau aku sendiri yang akan membelah kereta mewah itu beserta isinya menjadi dua bagian!"

​Mendengar tuntutan itu, Ji Zhen langsung menyadari bahwa tebakan semalam terbukti seratus persen benar. Ini adalah jebakan politik yang dirancang oleh Keluarga Wang dan klan besar di Ibu Kota untuk menghabisi mereka.

​Sementara ketegangan di luar sudah mencapai puncaknya, mari kita lihat kondisi di dalam kereta raksasa empuk tersebut.

​Akibat pengereman mendadak yang dilakukan oleh kusir kereta yang ketakutan setengah mati, roda kereta raksasa itu menghantam seonggok batu gunung dengan sangat keras sebelum akhirnya berhenti total. Guncangan yang luar biasa besar itu membuat keseimbangan di dalam kereta kacau.

​BUGH!

​Ji Huang yang sedang tertidur lelap dengan nyenyak, memimpikan sepiring bebek panggang madu yang gemuk, mendadak meluncur ke depan. Kepalanya yang tampan membentur dinding kayu kereta dengan cukup keras. Piring manisan di atas meja kayu terbalik, membuat beberapa butir buah persik menggelinding dan menimpa jidatnya.

​Suasana hening sesaat di dalam kereta.

​Ji Huang perlahan menegakkan tubuhnya. Rambut hitamnya yang acak-acakan kini tertempel sebutir kulit kuaci, dan ada bekas merah kecil di jidatnya akibat benturan tadi. Sepasang matanya yang biasanya sayu dan malas, kini perlahan-lahan menyala, memancarkan kilatan warna merah keperakan yang dipenuhi oleh hawa kemurkaan yang amat sangat murni.

​Ini bukan lagi sekadar kesal. Ini adalah Kemurkaan Mutlak dari Kaum Rebahan.

​Bagi Ji Huang, tidak ada dosa yang lebih besar di alam semesta ini selain membangunkan seseorang yang sedang berada di puncak mimpi indahnya, apalagi dengan cara yang kasar hingga membuat kepalanya benjol.

​"Kalian semua..." Ji Huang berbisik dengan suara yang sangat rendah, dipenuhi oleh getaran emosi jiwa yang sanggup membuat ruang di dalam kereta terasa mampat. "Benar-benar... mencari penyakit."

​Sambil memijat jidatnya yang agak linu, Ji Huang merangkak malas ke arah pintu kereta. Dia tidak sudi merapikan jubahnya yang melorot di satu bahu. Tangannya membuka pintu kayu kereta dengan sentakan pelan, lalu melangkah keluar ke atas tangga kecil kereta.

​KRETEK... KRETEK...

​Ji Huang meregangkan lehernya yang kaku, matanya menyapu sekeliling halaman lembah. Wajah bantalnya, lingkaran hitam di bawah matanya yang menahan kantuk, dan ekspresi cemberutnya yang sangat ketara membuat dia terlihat sama sekali tidak memiliki wibawa seorang ahli bela diri.

​"Huang'er! Kenapa kamu keluar?! Cepat masuk kembali!" Ji Zhen berteriak histeris, mencoba memosisikan kudanya di depan Ji Huang untuk melindunginya.

​Namun, Si Jenggot Berdarah sudah melihat targetnya. Dia tertawa terbahak-bahak melihat penampilan Ji Huang yang berantakan. "Hahaha! Jadi ini Tuan Muda Ji Huang yang dirumorkan itu? Penampilan seperti gelandangan baru bangun tidur begini yang katanya mengalahkan Penatua Huo dengan sebatang ranting? Orang-orang di kota pasti sudah kehilangan akal sehat mereka!"

​Si Jenggot Berdarah menurunkan kapak besarnya dari pundak, lalu mengarahkannya ke arah kaki Ji Huang. "Bocah bodoh, karena kamu sudah keluar sendiri, potong tangan kananmu sekarang juga! Jika kamu lambat, kapakku ini tidak akan segan-segan memotong tubuh tampanmu itu menjadi potongan-potongan daging anjing!"

​Ji Huang mengabaikan semua ancaman tentang potongan tubuh atau kapak besar tersebut. Dia berdiri di atas tangga kereta, memandang Si Jenggot Berdarah dengan tatapan mata yang sangat tajam sekaligus dipenuhi rasa bosan yang tak terhingga.

​"Hei, janggut merah," Ji Huang berbicara, suaranya datar namun menggema aneh di seluruh lembah. "Kamu tahu tidak? Tadi aku hampir saja menggigit paha bebek panggang yang sangat empuk di dalam mimpiku. Tinggal satu senti lagi... satu senti lagi bibirku menyentuh dagingnya."

​Ji Huang menunjuk jidatnya yang merah dengan jari kelingkingnya. "Tapi karena anjing-anjingmu menghentikan kereta ini dengan kasar, kepalaku membentur dinding dan bebekku hilang. Kamu tahu berapa kerugian mental yang harus aku tanggung akibat hilangnya mimpi indah itu?"

​Mendengar ucapan Ji Huang yang lagi-lagi sama sekali tidak nyambung dengan situasi hidup dan mati ini, seluruh bandit bertopeng saling pandang dengan wajah linglung di balik topeng mereka. Mereka datang untuk merampok harta dan nyawa, tapi korban mereka malah menuntut ganti rugi atas sebuah mimpi tentang bebek panggang?

​Si Jenggot Berdarah merasa otaknya sedang dihina oleh seorang remaja fana. Wajahnya yang tertutup janggut merah langsung berubah menjadi merah padam karena murka yang luar biasa.

​"Bicara omong kosong apa kamu, bangsat?!" Si Jenggot Berdarah meraung, energi spiritual ranah Foundation Establishment miliknya meledak penuh, menciptakan gelombang tekanan berwarna hitam yang membuat tanah di sekitarnya bergetar. "Hari ini, jangankan bebek panggang, nyawamu pun akan kuhancurkan sampai tidak tersisa!"

​Dengan satu hentakan kaki yang kuat, Si Jenggot Berdarah melompat tinggi ke udara, mengayunkan kapak besarnya ke arah kepala Ji Huang dengan niat membunuh yang mutlak, siap membelah pemuda pemalas itu beserta kereta kudanya menjadi puing-puing hampa.

1
Shen shandian luo
semua di labeli fana..tusuk gigi fana segala
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!