Follow Ig : @panda.sweety10
Kanaya mengetahui dirinya hamil seminggu sebelum acara pernikahannya, dan ayah dari calon anaknya dia pun tidak tau hingga pernikahan dengan kekasihnya harus batal karena kehamilannya.
Apakah Kanaya akan bersama dengan ayah dari anak? Dan siapa pri itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Panda Sweety, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KENCAN
Didalam mobil, Alex tidak tau dia ingin membawa Kanaya kencan dimana, "Aku harus membawanya kemana? Harusnya tadi aku bertanya sama Andra dan Gio." Batin Alex.
"Apa ada tempat bagus yang ingin kamu datangi." Tanya Alex.
"Tidak ada."
Alex mengambil ponselnya dan mengirimi Andra dan Gio pesan tentang tempat yang biasa mereka datangi untuk kencan bersama istri-istrinya.
Tinggggg..... Pesan dari Gio
"Kami kadang-kadang dinner di Restaurant saja tuan muda."
Tingggg.... Pesan dari Andra
"Hahaha aku sama Adele hanya kencan dirumah ditemani dengan Kira. Aku tidak bisa sering kencan dengan Adele pekerjaan dari kakak terlalu banyak."
"Tidak ada gunanya aku bertanya pada mereka." Gumam Alex.
Alex menatap Kanaya yang duduk di sebelahnya "Kita kencan di mall saja."
"Mall? Terserah kamu saja."
Akhirnya tempat kencan pertama mereka adalah di mall.
Hanya 20 menit mereka pun sampai di salah satu mall terbesar di kota A, Alex menggenggam tangan Kanaya. Toko demi toko mereka masuki tapi tak ada yang menarik perhatian Alex, "Kita cari di toko lain saja."
"Alex aku capek."
"Baiklah kamu duduk dulu disini." Alex pun mengambil kursi salah satu cafe yang ada di mall itu.
"Apa ini kencan pertama kita?" Kanaya pun duduk.
"Tentu saja, kamu kira kita cuma keliling mall."
"Kita ini memang keliling mall." Batin Kanaya.
Kanaya menatap Alex, tuan muda yang sudah berumur 30 tahunan tidak tau soal kencan sama sekali.
"Aku sudah tidak ingin jalan lagi, kakiku sudah pegal sekali."
"Aku akan memijatnya." Alex lalu berjongkok di depan Kanaya.
"Ap-apa yang kamu lakukan?" Kanaya menjauhkan tangan Alex yang sudah menyentuh kakinya.
"Aku hanya ingin memijat kakimu, bukannya tadi kamu bilang kakimu pegal sekali?" Ucap Alex.
"Kita pulang saja." Kanaya pun berdiri.
"Secepat ini, tidak aku belum membelikan pakaian untukmu dan anak-anak."
"Biar aku yang memilih sendiri." Kanaya pun pergi meninggalkan Alex.
"Kamu meninggalkanku begitu saja." Teriak Alex.
"Hah! Bukannya tadi dia bilang kakinya pegal sekali, dasar wanita?" Batin Alex.
Kanaya masuk ke toko pakaian anak-anak, dia memilih-milih pakaian untuk Kavin dan Adara. Alex duduk di sofa tunggu toko dan memperhatikan Kanaya yang tengah asyik memilih-milih pakaian. 1 jam telah berlalu tapi Kanaya masih belum selesai memilih, Alex yang sudah bosan menunggu pun menghampirinya.
"Kanaya butuh berapa lama lagi kita berada di toko ini." Tanya Alex dengan wajah kesal.
"Kamu lihat pakaian disini terlalu bagus, aku sampai bingung harus memilih yang mana."
Mendengar ucapan Kanaya, Alex membawanya ketempat kasir, Kanaya pun bingung bukannya di belum mengambil pakaian satupun.
"Aku ingin semua pakaian anak-anak yang di pajang di toko ini di kirim ke kediaman Handoko." Ucap Alex santai.
"Apa?" Kanaya terkejut dengan ucapan Alex begitupun semua orang yang ada di dalam toko itu.
"Mana Manager kalian." Tanya Alex kesalah satu pegawai toko.
"Alex kita tidak perlu membeli semuanya." Kanaya berbisik.
Alex tak menghiraukan bisikan Kanaya, dia tidak mau membuang-buang waktu kencannya dengan Kanaya hanya memilih pakaian.
"Apa Manager kalian tidak ada?"
"Saya tuan." Seorang pria parubaya datang menghampiri Alex dan Kanaya di meja kasir
"Aku ingin semua pakaian anak-anak yang terpajang di toko ini di kirim ke kediaman Handoko." Ucap Alex lalu memberikan kartu tanpa batas kepada kasir toko.
"Tuan muda Handoko, maaf kami tidak mengenali anda." Manager dan semua pegawai pun membungkuk.
"Kami akan mengirimkan semua pakaian anak-anak itu." Ucap Managernya.
"Ya ampun tuan muda Handoko sangat tampan, andaikan aku yang menjadi istrinya betapa senang sekali." Ucap salah satu pengunjung.
"Hei jaga bicaramu, kamu tidak melihat istrinya di sampingnya." Ucap salah satu pengunjung lain.
Kanaya hanya diam mendengar semua ucapan-ucapan para pengunjung lain.
Alex dan Kanaya keluar dari toko, Alex masih menggenggam tangan Kanaya. Sepasang mata sedang mengawasi mereka dari jauh, "Itu terlalu boros." Kanaya masih memikirkan pakaian anak-anak.
"Kamu sendiri bingung memilih yang mana karena menurutmu semua terlihat bagus."
"Tapi bukan berarti kamu harus membeli semuanya."
"Demi anakku aku akan membelikan apapun termasuk mall ini." Kanaya hanya melongo mendengar jawaban Alex.
Kali ini Alex membawa Kanaya ke toko perhiasan, Kanaya pun menolak keras tidak ingin masuk kedalam toko. Tapi bukan Alex Handoko jika keinginannya tidak terwujud, berbagai alasan Alex berikan sehingga Kanaya tidak bisa menolak.
"Aku tidak butuh perhiasan Alex." Tolak Kanaya.
"Aku ingin mengukur jemari tanganmu."
"Untuk apa?"
"Tentunya untuk cincin pernikahan kita."
Jemari tangan Kanaya akhirnya di ukur oleh pegawai toko perhiasan, sedangkan Alex tengah melihat desain yang cocok menjadi cincin pernikahannya nanti.
Setelah selesai diukur Kanaya ikut melihat katalog desain perhiasan "Kamu suka yang mana?" Alex menatap Kanaya.
"Aku suka yang ini saja, sederhana dan elegan." Kanaya menunjuk salah satu desain perhiasan.
Alex memberikan gambar desain kepada pegawai toko dan akan selesai 2 minggu.
Mereka pun keluar dari toko dan menuju salah satu Restauran di mall, tak terasa sudah pukul 5 sore.
Alex memilih ruangan VIP di Restaurant agar tidak terlalu berisik, mereka pun memesan makanan Alex memesan makanan Italy sedangkan Kanaya memesan makanan Indonesia.
Tak lama makanan mereka pun datang sekaligus makanan penutupnya, "Selamat menikmati tuan dan nyonya." Ucap pelayan lalu meninggalkan mereka berdua.
****
Alex dan Kanaya sudah berada di mobil untuk pulang tiba-tiba seseorang berdiri di depan mobil mereka.
Alex dan Kanaya terpaksa keluar dari mobil dan menghampiri pria yang menghalangi mobil Alex.
"Mas Arman." Kanaya berdiri mematung di samping mobil Alex.
"Kanaya, aku ingin berbicara denganmu." Arman mendekati Kanaya, tapi Alex lebih dulu menghalangi jalan Arman.
"Aku tidak ada urusan dengan anda." Arman melirik Alex dengan ekor matanya.
"Urusan Kanaya itu juga menjadi urusanku." Alex menatap tajam kearah Arman.
Kanaya memegang lengan Alex membuat Arman menggertakkan giginya. "Kanaya adalah calon istri saya." Arman pun menatap tajam Alex.
"Kita tidak punya hubungan apa-apa lagi mas, pernikahan kita susah di batalkan." Ucap Kanaya yang berada di belakang Alex.
"Aku siap menerima anakmu Kanaya." Arman memegang tangan Kanaya.
"Kau ingin menjadi ayah dari anak-anakku?" Tatapan Alex menjadi dingin.
"Kembalikan Kanaya." Arman ikut menatap Alex.
Alex tersenyum licik dan tanpa membalas kata-kata Arman diapun melayangkan pukulan di wajah Arman.
BRUKK..
"Brengsek, kau mengambil Kanaya dariku." Arman pun melayangkan pukulan di wajah Alex.
"Hah! Kau tidak pantas untuk Kanaya, dia adalah ibu dari anak-anakku jadi hanya aku yang boleh menjadi ayah dari anak-anakku." Alex kembali meninju wajah Arman.
Bersambung....
Sebenarnya tadi pagi udah mau update tapi tiba-tiba hp Author rusak dan harus di perbaiki... Author terpaksa pakai hp suami jadi harus ngetik ulang lagi dari awal.
Jadi Author minta maaf 🙏🙏
dah bertahun2 ....
dad Al..kenapa lom ktmu jg..