NovelToon NovelToon
Obsession

Obsession

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Badboy / Obsesi / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Wida Dwi Oktafiani

Karena sebuah ciuman Gibran jadi terobsesi dengan Diandra.

Sebuah ciuman yang membuat Gibran ingin memiliki Dirandra seutuhnya dan hanya untuknya.

"You're my baby Diandra"

Obsesi gila yang menuntut Gibran untuk segera menikahi Diandra sebelum orang lain merebut gadis itu darinya.

Dan obsesi gila yang membuat Gibran nekat melakukan apapun untuk membuat Diandra menjadi miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wida Dwi Oktafiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Patah

Selama tiga hari Diandra tidak pergi ke butik dengan alasan sakit dan dia juga berusaha membuat Sahara untuk tidak datang ke rumahnya dengan alasan ada teman yang menjaganya. Sudah tiga hari juga Diandra banyak melamun dia berusaha menghindari Gibran, tapi pria itu terus datang ke rumahnya entah untuk membawakan makan atau untuk memeluknya sambil minta maaf.

Saat ini Diandra terus berdoa agar dia tidak hamil dan dia tidak akan tenang sebelum datang bulan. Terkadang Diandra menangis ketika malam, menangisi takdir yang begitu jahat padanya.

Dia ditinggalkan orang tua dan sekarang dia terbelenggu dengan masa lalu yang menghantuinya.

Terhitung sudah empat hari sejak kejadian itu dan Diandra akan mulai bekerja hari ini. Tadinya dia berniat pergi sendiri, tapi lagi dan lagi Gibran datang lalu memaksanya untuk berangkat bersama.

Diandra selalu berusaha untuk mengabaikan Gibran dan selama perjalanan dia hanya menyandarkan tubuhnya pada jok lalu menatap ke luar kaca mobil.

"Diandra"

Hanya gumaman pelan yang Diandra berikan membuat Gibran menghela nafasnya pelan.

"Aku mi...."

"Kak Gibran"

Gibran belum sempat menyelesaikan kalimatnya karena Diandra sudah lebih dulu bicara.

"Mungkin akan lebih baik kalau dulu aku ikut mati dengan kedua orang tuaku." Kata Diandra pelan

"Kamu bicara apa Diandra?" Tanya Gibran dengan penuh kelembutan

Meskipun sekarang tangannya mencengkram stir mobil dengan kuat, tidak suka dengan apa yang wanita itu katakan.

"Kenapa Tuhan jahat banget sama aku Kak? Aku capek terus dihantui sama masa lalu, tapi kejadian malam itu membuat aku takut," Kata Diandra

Gibran diam dan menunggu wanita itu menyelesaikan perkataannya.

"Bagaimana kalau aku hamil? Aku belum siap dan Kak aku bukan tidak percaya pada Kakak, tapi sungguh hatiku selalu menolak setiap aku ingin melangkah maju," Kata Diandra

Gibran masih tetap diam, biarkan saja Diandra mengatakan semua yang ingin dia katakan.

"Hati aku selalu mendorong aku lagi dan aku lelah dengan semua ini Kak, aku harus bagaimana?" Tanya Diandra lirih

Tersenyum singkat Gibran meraih tangan Diandra dan menciumnya dengan lembut.

"Terima kasih karena sudah mau bicara." Kata Gibran

Selama tiga hari sebelumnya Diandra hanya bicara satu atau dua kata dan itu juga atas paksaan Gibran. Setelah melepaskan tangan itu Gibran menepikan mobilya dan menghadap Diandra.

"Look at me"

Diandra menurut dia menoleh dan menatap tepat dia mata indah milik Gibran yang penuh ketulusan.

"Apapun yang akan terjadi nantinya, kamu punya aku dan sudah berkali-kali aku bilang kalau aku akan tanggung jawab kan?" Kata Gibran

Tangan Gibran terulur untuk mengusap pipi Diandra dengan lembut.

"Kalau kamu belum siap aku akan buat kamu siap dan kalau kamu masih dihantui masa lalu aku akan membantu kamu untuk melupakannya." Kata Gibran

Diandra hanya tersenyum menanggapinya hingga ponsel di dalam tas berdering dan membuat Gibran kembali melajukan mobilnya.

"Iya Kak aku sudah di perjalanan ke butik bersama Kak Gibran." Kata Diandra setelah mengangkat panggilan telponnya

'....'

"Hmm sudah baikan kok." Kata Diandra lagi

Setelah panggilan telponnya mati Diandra kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas dan mereka berdua hanya diam hingga sampai di butik. Tanpa bicara apapun Diandra juga langsung turun dan berlari kecil memasuki butik meninggalkan Gibran yang menatapnya dengan senyuman tipis.

Hubungannya semakin renggang, tapi Gibran selalu berusaha membuat mereka berdua baik-baik saja dia tidak akan lelah untuk berusaha. Sungguh Gibran mengakui kalau dia salah dan terbawa emosi hanya saja cintanya tulus, dia benar-benar mencintai Diandra dengan sepenuh hatinya.

Menghela nafasnya kasar Gibran melepas sabuk pengamannya dan masuk ke dalam dengan raut wajah datar. Semuanya pasti baik-baik saja dan Diandra akan jatuh kedalam pelukannya.

Gibran bisa memastikannya.

¤¤¤

"Apa terjadi sesuatu?"

Pertanyaan yang diajukan oleh Sahara hanya Diandra jawab dengan gelengan singkat, dia memang terlihat murung dan tidak bersemangat tidak ada senyuman seperti biasanya. Melihat hal itu Sahara penasaran juga cemas melihat Diandra yang seperti sekarang karena tidak biasanya dia begitu.

Pertanyaan yang diajukan, tapi tidak dijawab oleh Diandra dan Sahara tidak bisa memaksa jadi dia hanya meminta Diandra untuk duduk didekatnya lalu memberikan pelukan. Mata Diandra terpejam merasakan pelukan hangat yang Sahara berikan, dia nyaman.

"Kalau kamu ingin cerita katakan saja ya?" Kata Sahara

"Iya, aku hanya sedikit lemas saja Kak." Kata Devina

"Kenapa kamu berangkat kerja? Kalau masih sakit istirahat saja dulu." Kata Sahara

"Tidak papa Kak aku malah semakin pusing kalau hanya berdiam diri di rumah, lebih baik disini kan?" Kata Diandra dengan senyuman

Sahara tersenyum juga lalu melepaskan pelukannya dan mengusap kepala Diandra dengan lembut.

"Benar, apalagi ada Kak Gibran kamu pasti jadi semakin bersemangat." Kata Sahara

Bukan senyuman yang Sahara lihat karena Diandra justru diam dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan.

"Kenapa? Terjadi sesuatu dengan kamu dan Kak Gibran?" Tanya Sahara

"Tidak Kak aku hanya ingat betapa menyebalkannya sepupu Kakak itu." Kata Diandra dengan tawa palsunya

Sahara diam seolah bingung dengan apa yang asistennya itu katakan, apa Diandra mengatakan yang sebenarnya?

Tapi, dia tidak berhak ikut campur jadi Sahara hanya terkekeh pelan.

"Yaudah aku mau menemui Jenni dulu Kak." Kata Diandra

Mengangguk singkat Sahara membiarkan Diandra berjalan menjauh dan keluar dari ruang kerjanya.

Kembali pada Diandra yang berjalan menuju wardrobe dan masuk ke dalam untuk menghampiri Jenni. Temannya itu juga menanyakan hal yang sama padanya, tapi Diandra tetap tidak mengatakan yang sejujurnya.

Duduk di sofa Diandra menghidupkan laptopnya dan berniat untuk mengecek e-mail dari beberapa client, tapi dia malah mendengar percakapan yang membuatnya diam dengan dada yang terasa sesak.

'Gue denger mereka pacaran'

'Siapa?'

'Gibran sama Anetta'

'Hah? Serius? Tau dari mana?'

'Rame kali diomongin ada foto mereka lagi ciuman katanya'

'Yang bener?'

'Lihat deh di berita'

Kedua orang yang membicarakan itu pergi begitu saja dan setelah mereka keluar dari wardrobe Diandra meraih ponselnya.

Anetta itu model terkenal pasti ada berita tentangnya apalagi beberapa kali dia jug tampil di tv.

Dengan ragu Diandra mencoba melihat berita dan tangannya lemas seketika ketika melihatnya.

Benar

Foto Gibran dan Anetta tengah berciuman dan bukan di pipi, tapi di bibir.

Entah kapan foto itu diambil, tapi yang jelas Diandra merasa begitu sesak sekarang dan ketika telinganya mendengar suara yang sangat dia kenal Diandra langsung mematikan ponselnya lalu kembali fokus pada laptopnya lagi.

"Diandra mana?"

Tak butuh waktu lama untuk Gibran masuk ke dalam dan melihat Diandra yang terlihat fokus pada laptopnya.

Dia harap wanita itu belum melihatnya.

Berita sialan!

Dengan cepat Gibran duduk disamping Diandra lalu berniat mengatakan sesuatu, tapi wanita itu lebih dulu bicara.

"Kalian cocok"

Diandra mengatakannya dengan senyuman yang dipenuhi kesedihan.

Sungguh foto itu sudah lama sekali.

Kenapa setiap Diandra berusaha untuk percaya selalu ada hal yang menghancurkannya?

¤¤¤

Bagaimana dengan part iniii😌

1
Shifa Burhan
novel ini bagus tapi author masih ikut cara konflik klasik seorang wanita
ini konflik klasik
*jika pemeran utama wanita (istri) buat salah, kalian akan tutupi dengan pemeran utama pria (suami) dibuat emosi dan buat kesalahan jadi jatuh nya ujung2 sang suami lah yang minta maaf
*jika sang suami yang membuat salah, suami yang berjuang untuk minta maaf dan memiliki memperbaiki kesalahan

ini saran sikit
*jika suami buat salah pasti akan dibuat menyesal, dapat balasan, minta maaf, berjuang dapat kesempatan, dan memperbaiki kesalahan
*yang harus adil juga jika pemeran utama wanita buat salah harus juga dia dibuat, menyesal, minta maaf dan berjuang ini baru novel yang adil

ini dia konflik yang kurang adil menurut aku
*diandra diam saat mau dicium sagara tapi kesalahan diandra ini kalian tutupi dengan kalian buat gibran berbuat salah yang ujung2nya gibran yang merasa bersalah, menyesal, dan minta maaf
*diandra memaksa ingin menemui pria lain, ini kesalahan sadar tidak diandra sudah tidak peka dan melukai perasaan suaminya tapi novel ini malah anggap ini lucu2an dan bukan masalah
Maria Mahdalena Manalu
aku sangat suka banget sama karakter diandra 😍🤩🤩
Dwie adja
ok
Sundari
Aku baca bagian ini jadi sedih dan nangis. Sedih karna ga ada sosok kakk/abang kayak gavin di keluarga aku. Pengen punya abang/adik yg kuak gavin. Perhatian dn sayang sama adek-adek nya
Surati
Gibran dengan cintanya yang tulus untuk Diandra yang masih trauma dengan perceraian orang tuanya, akhirnya karena dengan ketulusan cinta bisa mendobrak hati Diandra yang terluka. semoga berbahagia selalu
rinny
ceritanya sang apik, romantis, AQ suka novel yg bergenre kaya gini.
putia salim
diandra yg sekarang emang pemaaf👍
putia salim
😍😍
putia salim
kalau akur gitukan seneng liatnya
putia salim
hmmmm🤦‍♀️udah ditolak masih aja ngethek
putia salim
gw aq yg cm baca ikutan kuciwo
putia salim
lagian gibran jg...
siapa coba wanita yg g marah,kecewa,dan salah paham kalau suaminya berbohong brpelukan sm mantan di depan istrinya pula
Rina
cinta itu atas dasar kepercayaan.. kalau ngga bisa percaya gimana mau cinta.. buktikan dulu jauhi para cabe, pelakor, ayam dll
Rina
melihat posisi diandra jelas tidak akan percaya sama gibran.. apalagi terkenal sebagai playboy..
putia salim
lebay....🤦‍♀️
putia salim
kalau gw jd gibran auto udah gw sumpel tu mulut pakai sabel setan,
kesel gw,mana ada nyidam ky gitu🤦‍♀️
putia salim
utututuuuu....emesss🤗
putia salim
cb suami gw ...past udah hmmmm🙆
putia salim
yeeeee....baikan👏👏😁
putia salim
anetta minta di🔨🔨⛏️⛏️⛏️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!