Satu juta kisah di tempat kerja antara bawahan dan atasan.
Intan yang bekerja di perusahaan swasta WMT.GRUP yang di kelola oleh keluarga wimarta berharap menjadi bagian keluarga nya dan menyandang nama wimarta, apakah bisa?
Namun saat bekerja tiba-tiba kejadian yang mengharuskan mereka menikah terjadi? siapa mereka? dan kenapa? yuk baca
Jangan lupa mampir ke Instagram ku
@diah.ifro dan ruangg.rindu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiahIfro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 11
Setelah beberapa menit pak agus masuk ke ruangan rama dengan mengetuk pintu kaca "Tak...tak...."
"Permisi" ucap pak agus menongolkan kepalanya
"Masuk pak" teriak intan dari dalam
"Ini kan ruangan ku, kenapa kau yang menyuruhnya masuk?" tanya rama tak terima
"Begitu saja dipermasalahkan ribet sekali kau ini!!!" jawab intan ketus
Pak agus tersenyum melihat tingkah rama dan intan yang sudah seperti anjing dan kucing " Ini neng intan, sudah ditandatangan" pak agus memberikan map yang tadi di diberi intan
"Makasih ya pak" jawab intan mengambil map nya
"Saya permisi keluar pak rama" rama tersenyum sambil mengangguk "neng intan, bapak duluan"
"Iyah pak" jawab intan tersenyum
"Dia itu orang tua, apa kamu gak bisa menghormati-nya?" tanya intan ketus
"Iya... aku minta maaf intan" jawab rama dengan suara yang seperti anak kecil meminta maaf
Intan memalingkan wajahnya dan memainkan handphone karena, ia bosan hanya duduk memberi instruksi dan mematung
"Sini sini!!!" rama meraih handphone yang berada ditangan intan "kembalikan" intan menadahkan tangannya
"Tak mau!!! kita kan harus bekerja bukan bermain handphone" ucap rama berusaha menyindir intan
"Aku kan bosan, lagian aku baru memainkan nya"
"Tak perduli, sebaiknya kau kembali duduk" suruh rama pada intan yang berdiri menghadap ke arahnya
Intan tak mendengarkan apa yang diperintahkan oleh rama ia terus berusaha mengambil handphone dari tangan rama, tapi bukan rama jika tak usil. ia sengaja berdiri dan memainkan tangannya saat intan berusaha mengambilnya. karena tubuh intan pendek ia tak sanggup meraihnya karena Rama begitu tinggi
"Pak kembalikan" teriak intan meloncat-loncat sedangkan Rama tertawa terbahak-bahak
"Ayo ambil" ucap rama meninggikan tangannya
Intan pun melipat kedua tangannya di dada "Pak rama cepat Kembali-kan!!" sambil berusaha tegas
Rama pun menghampiri intan yang berada disisi meja
"Bruk..."
Rama tersungkur ke lantai karena kakinya tersangkut kabel komputer. dengan tepat ia jatuh dibawah rok intan dengan segera intan menutup nya dengan tangan dan menjauh walaupun sebenarnya, rama tak melihatnya karena ia jatuh dengan keadaan tengkurap bukan terlentang
"Aduh" rama mengeluh kesakitan sambil berusaha untuk bangun
Sedangkan gelak tawa datang dari mulut intan ia tak bisa menahan tawanya yang begitu keras menertawakan rama
"Apa yang kau tertawakan?" tanya rama menaikan nada bicaranya sambil menahan malu atas kejadian barusan
"Makanya jangan jail padaku, liat kan akibatnya. jangan kan pegawai sini bahkan kabel komputer pun tak suka dengan mu sampai-sampai ia membuat seorang kasubbag jatuh seperti kodok" ucap intan masih dengan tawanya
"Aduhh sakit sekali" rama tak menyahuti ucapan intan, ia memegangi lututnya yang terasa ngilu
"Handphone ku mana ya?" intan mencari dilantai tergeletak lah handphone nya yang kini mati dan retak
"Ahhh handphone ku!!! pak lihat ini gara-gara mu handphone ku rusak!!!" teriak intan memperlihatkan handphonenya yang kini sudah seperti sarang laba-laba
"Aku kan tak sengaja, itu murni kecelakaan. aduh kakiku!!!" rama memegangi kakinya
"Aku tak mau tau kau pokonya harus ganti" teriak intan
"Iya ayam kate, aku akan membelikan mu handphone baru"
"Awas ya kalau kau bohong"
"Bawel sekali kau, apa kau tak melihat aku sedang kesakitan. nanti aku ganti dengan handphone yang jauh lebih bagus dari ini" jawab rama kesal
Intan menahan tawanya "syukurin" ucap intan dalam hatinya
"Sudah jam empat lagi, harusnya aku pulang nih" ucap rama menatap jam tangan nya
"Sudahlah cepat kerjakan"
"Iya bos intan putri" jawab rama kesal
"Bagus-bagus" intan tersenyum lebar dan menepuk-nepuk punggung rama
Kini hari semakin gelap, matahari sudah tak nampak. suara azan pun sudah terdengar, intan pun izin untuk ke mushola kantor melakukan ibadah shalat begitu pun dengan rama
"Aku tak menyangka walaupun ia manja dan kekanak-kanakan tapi ibadah nya boleh juga" ucap intan menatap rama yang baru mengambil air wudhu sedangkan ia sudah selesai shalat
Intan berjalan ke arah depan, ia melihat empat orang satpam sedang asik mengobrol tanpa ada yang menoleh ke arahnya sama sekali
Intan pun masuk ke ruangan TU, ia duduk dikursi nya ia mengerjakan sedikit perkerjaannya. karena walaupun ia tak apa jika tak berkerja, tetap saja itu hanya akan membuat kerjaan nya menumpuk.
Setelah sekitar tujuh menit rama membuka pintu kaca TU dengan wajah basah bekas air wudhu
"Sepi sekali ya?" kata rama menatap intan dimeja Kerja nya
"Yaiya lah namanya juga lembur" jawab intan jutek
"Kau sedang apa?" tanya rama mendekatkan wajahnya
"Kamu jangan macem-macem ya!!" intan mendorong bahu rama supaya menjauh
"Apa maksudmu? siapa juga yang mau macem-macem dengan mu!!!" jawab ketus rama dan langsung pergi berjalan menuju ruangan-nya
Intan pun menarik nafasnya dan ia menutup komputer nya lalu kembali ke ruangan rama karena, satu laporan pun belum selesai karena laporan kasubbag lebih banyak daripada laporan bulanan
"Bruk!!"
Suara benda jatuh diluar ruangan
Intan segera lari kesamping pak rama, "Apa itu pak?" intan nampak ketakutan walaupun, rama seorang lelaki tapi rama kan anak yang manja jadi ia malah ikutan ketakutan "Apa ya?" rama menelan saliva nya
"Aduh kenapa jadi seram begini sih, padahal kan baru jam setengah tujuh" gerutu intan
Kini mereka berdua terlihat seperti biasa saja padahal mereka sama-sama ketakutan apalagi kini hujan turun disertai angin yang terdengar cukup kencang dilihat dari jendela atas ruangan rama
Kini suara aneh-aneh mulai muncul, dari seperti benda jatuh hingga dahan pohon yang patah membuat suasana ruangan rama yang tak terlalu besar malah menjadi seram
"Plak!!!"
"Aaaaaaaaaa" intan dan rama berteriak sekencang-kencangnya bersamaan dengan lampu mati, seperti nya mati lampu karena hujan angin sedang terjadi diluar.
"Hp..hp mana?" ucap intan ketakutan
"Handphone ku mati, baterai nya habis" ucap rama mencoba menghidupkan teleponnya
"Aduh bagaimana ini, mana handphone ku rusak" cemas intan
"Tadi kan didepan ada satpam bagaimana kalau kita kesana?" ajak rama
"Ayo cepat..." jawab intan memegang tangan rama
Mereka melangkah kan kakinya dengan hati-hati tiba-tiba terdengar suara seseorang menyeret kaki bukan nya berpikir fositif bahwa itu satpam meraka malah berpikir bahwa itu hantu. dengan segera mereka kembali masuk ke ruangan rama dengan menubruk apapun didepannya karena tak terlihat
Nafas keduanya sangat terdengar kencang "Pak aku takut" lirih intan yang tak mampu menutupi ketakutan nya
"Kau pikir hanya kau yang takut, aku juga takut"
"Kau kan lelaki payah sekali" gerutu intan
Suara mereka tak terlalu keras karena, mereka takut jika ada hantu yang mendengar mereka
tadi nya gue suka ma gilang karna dia tu kalm pndiem eh2 trnyata dibalik itu smua dia tu heh..😡😡😡 sudah mnghancurkan masadepan seorang wanita mantan nya rama pula tuh😠😠
smangat truss thott💪💪💪👍👍👍🥰🥰🥰
gak bagus thor ...ngajarin gak bener ini.