NovelToon NovelToon
Tunggu Aku

Tunggu Aku

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ruang Berpikir

Perempuan adalah permata hati dan berlian yang sungguh sangat indah, menawan. Aku adalah laki-laki sederhana yang tidak memiliki paras sempurna atau harta melimpah, yang kupunya hanya segenggam hati yang terpatri dan hanya tertulis satu nama Risna Anzalea Farizal, berlatar keluarga sempurna kalangan aparat. Apalah dayaku yang bukan siapa-siapa dengan perbandingan jauh dibawahnya, kekasih hatiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ruang Berpikir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TA12 Pasangan virtual

Dalam remangnya cahaya ruang dan sunyi kata yang begitu mendominasi, tak ada tanggapan dari kesibukan Risna yang begitu kentara, senggang mulai menyapa baru Risna membalas satu persatu pesannya itu. Sebagiannya, dengan suka rela memberikan nomor whatsapp nya jika diminta setelah sebelumnya Risna tes kelayakan dari percakapan pertama mereka dari pesan yang saling terkirim itu.

Siap semua pesan terbalaskan, Risna kembali uninstall aplikasi datting itu kembali lantaran tidak suka bunyi notifikasi tiada henti, berisik, menurutnya.

Minimal Risna akan menginstal aplikasi datting sebulan dua kali. Tergantung stok yang chat di whatsapp masih ada dan masih nyambung atau gaknya. Bila gak nyambung, pemblokiran nomor akan segera berlangsung.

Hanya satu, Risna hanya akan meladeni omong kosong mereka hanya secara virtual.

"Sayang. Tolongin abang," Intonasi lirih, tatapan mata sayu.

Risna mengerutkan kening, tatapan bertemu dari layar kamera hp yang saling menghadap "abang kenapa?" Menatap iba.

Syah membalikkan arah kameranya, memperlihat kaki jenjangnya yang panjang, posisi tiduran di atas tilam ranjang lajangnya itu.

Risna semakin mengerutkan keningnya tidak paham "tolongin apa abang?" Tanya Risna.

"Abang tadi makan kerang!"

"Lantas," potong Risna semakin kebingungan, lantas apa hubungan dengannya, kalau makan ya sudah makanlah.

"Ini!" Membalikkan arah kamera lagi menunjukkan sisi lain dari seorang laki-laki yang seharusnya disembunyikan. Urat-urat hijau besar memutari batang dan urat-urat kecil juga ikut bersamai dengan sedikit tersembunyi di batang yang berdiri gagah itu. Bagian ujungnya ada gelombang daging yang membulat bagai helem yang sedikit memerah dan berair walau hanya bagian itu warnanya mengelap bagai gosong.

Jeritan lantang Risna lakukan "ABANG SETAN!" Membanting hp tanpa sadarnya.

Degup jantung terpompa cepat, keringat dingin bermuncul besar dari pori-pori yang terbuka. "Sayang, yank. Yank, tolongin abang!" Suara lirihan itu seakan menggema dan berulang di pendengaran Risna.

Dari balik telpon sana "sayang. Ayang kemana? Kenapa gelap kameranya?"

...###...

Ruang berukuran sedang, dengan suara pelan seakan lantang di tengah kesunyian aktivitas dan kegelapan malam. Fariz terlalu sibuk menatap layar hp nya itu. Suara lantang menusuk langsung ke pendengaran melalui Hansead tanpa kabel yang terpasang di telinganya itu.

Sebuah tontonan yang selayaknya tidak bisa di tonton.

Denting jam yang berdenting di luar, ruang tamu menembus suaranya itu sampai ke kamar Fariz. Tidak hanya itu, decitan pintu yang terbuka dan juga lampu yang menyala lantas menyudahi tontonannya itu.

"Sayang udah tidur?" Notifikasi berbentuk pesan itu masuk ke hp Fariz.

"Belum," balas Fariz singkat.

Percakapan mesra saling bersahutan sampai tanpa ada busana yang melekat di tubuh masing-masing mereka. Mereka lakukan sesuatu hal yang seharusnya tidak mereka lakukan dengan ditemani layar hp mereka masing-masing dan juga suara yang masih bersahutan, peluh keringatpun ikut berjatuhan dari dua orang namun di ruang yang berbeda.

...###...

Pagi menyapa, kemerahan warna di langit menyambar pelan, matahari belum terlihat terbit, lirihan angin menusuk, burung-burung bersiul di langit sana dan ayam berkokok lantang, bersahutan.

"Fariz, bangun nak, sholat dulu," Mengetuk-ngetuk pintu kamar yang tertutup rapat tanpa ada celah cahaya menyembur dari dalamnya dan juga suara senyap begitu menyelimuti.

Matahari meninggi dan cuaca panas semakin menjadi, Faris terbangun dari tidurnya dengan keringat yang membasahi tubuhnya itu, bukan keringat kegiatan semalam namun kali ini keringat kepanasan.

"Baru bangun bang. Tadi abang Bram ke sini, cari abang!" Beritahu Ita di sela suapan nasi masuk ke mulutnya.

Huaaapppp.

Ngusap lebar Fariz "bang Bram bilang apa," menyeka sudut matanya yang mengeluarkan air akibat nguap lebarnya tadi.

"Di bilang, abang suruh angkat telponnya dia!"

Fariz mengerutkan keningnya, pertanyaan dan pertanyaan menyerangnya bersamaan, untuk apa? Pikirnya.

Hp Fariz tergeletak mati di bawah kolom tempat tidur. Tali-tali kabel berserakan di lantai dan juga berbagai macam peralatan lain berceceran di lantai termasuk sepray yang sudah tergumpal di lantai.

Pintu kamar terbuka lebar "ya Allah bang. Ini kamar atau kandang, berantakan sekali," setengah teriak Maryam, berdiri berkacak pinggang di ambang pintu kamar.

"Nanti abang beresin!"

...###...

Di pinggiran jalanan raya, ruko berderet di salah satunya, dua muka ruko terbuka, rembesan oli tumpah menutupi warna lantai sebenarnya.

Honda honda rusak tersusun seperti biasanya, sampai belasan bahkan kadang puluhan dalam sehari. Kursi panjang, enam deret, kapasitas enam orang, semua kursi itu di penuhi perempuan-perempuan yang dikenali Fariz, ngapain mereka di sini, monolog Fariz.

Cuplikan Bab Selanjutnya -->

“Masih ada stok pacar gak kamu sekarang?” Menyeka sudut matanya yang berair dan juga perut mulai terasa kram.

1
ABANG D, MACCO
alurnya susah di tebak thoor,menarik banget jalan ceritanyaa,novel terbaik...
sehat selalu untuk kakak thor yaang cantik and maniss😘😘😘🤗🤗🤗
ABANG D, MACCO
memang bener bener novel terbaik...
masuk banget sama realnyaa
terbaik thor....semangat teruss🥰🥰🥰😘😘😘
ABANG D, MACCO
akhirnya,novel idamanku..
update lagi...
thanks thoor🥳🥳🥳🥳🥰🥰🥰
ABANG D, MACCO
tidak sabar menunggu lanjutannnyaa thorr...terbaok🤗🤗😍😍😍
Ruang Berpikir
Terima kasih sayang😍
ABANG D, MACCO
semangat thor💪
ABANG D, MACCO
semangaat thor💪💪
ABANG D, MACCO: sama sama thor🤗
total 3 replies
RisnaAnzela
Thorr..... Lanjuttt
Penasaran nih, kelanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!