Ara, harus menelan pil pahit setelah perjuangannya selama 2 tahun terbuang sia-sia,
"Aku kira pengabdianku selama 2 tahun ini akan membuahkan hasil yang indah, Mas,"ujar wanita cantik berambut panjang itu,
"tapi ternyata aku salah, .... "
"Aku menyerah Mas Arya"ujar Ara menatap langit malam, dengan air mata yang meleleh membasahi pipinya, tapi bibirnya mengembangkan senyum yang penuh luka....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamak Ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12, Sama Sama pernah Tersakiti.
Arhan senyum senyum menatap ke arah Ara yang terdiam menatap Arhan dengan tatapan kesal,
"Dasar bos mesum"gumam Ara kesal,
"Arghhh, Sialan dasar gila"Teriak batin Ara benar benar kesal.
"Baik tuan, nafas anda sudah normal, untuk kedepannya tolong jauhi asparagus "ujar Dokter yang memeriksa Arhan,
"Beritahu Calon istri saya dok, dia yang membuat saya begini dia juga yang mengobati saya"jawab Arhan, sambil melirik ke arah Ara,
Bug
semua orang menatap ke arah Ara yang tiba-tiba saja berdiri,
"Anda, ..."Ara, menghentakkan kakinya kesal sambil keluar ruangan Arhan,
"Hemm menggemaskan"gumam batin Arhan,
***
"Cie Cie"ujar Aisyah melirik Ara yang sedang mencuci wajah kesalnya,
"Apa?"jawab Ara melirik Aisyah kesal, Aisyah dan Bunga cekikikan geli melihat wajah kesal Ara,
"Ciuman, Uuu gimana ya rasanya bibir bos Arhan?"ujar Bunga bertanya kepada Aisyah, tapi matanya melirik ke arah Ara,
"pasti manis dan nikmat dong"jawab Aisyah,
"pingin co..."
"Ekhem"Ujar Ara berdehem membuat Aisyah dan Bunga seketika menghentikan ejekan mereka,
"Hihihi Becanda Mbak Ara yang cantik"ujar Bunga dengan cepat keluar dari toilet bersama Aisyah sambil menertawakan Ara karena kejadian tadi.
Setelah kepergian Ara dan Kedua temannya, seorang wanita mengepalkan tangannya mendengarkan ocehan mereka,
"Kamu bukan saingan saya"
****
"Anda bisa istirahat di dalam saja bos, biar saya yang menangani dapur hari ini"ujar Eren, Saat melihat Arhan masuk ke dapur,
"Saya ok"jawab Arhan sejak masuk ke dapur matanya terus saja fokus ke arah Ara, yang berdiri bersama Lima orang asistennya,
"Sut, jangan berisik"peringat Ajeng kepada Aisyah dan Bunga, Kedua wanita cantik itu langsung menutup mulutnya,
Arhan sengaja tersenyum sambil mengelus pelan bibirnya,
Dia berdiri di depan Ara, Ara Bersusah payah menahan rasa kesal, saat melihat tingkah Arhan,
"selamat pagi semuanya, pagi ini kita serapan pakai menu dari luar saja, karena Chef kita sepertinya sedang sibuk sampai lupa membuat serapan"ujar Arhan, dia berbicara tapi matanya terus menatap ke arah Ara,
"Maafkan saya bos"jawab Ara, tanpa melihat ke arah Arhan,
"ITS ok, kali ini saya maafkan"jawab Arhan sambil tersenyum miring,
"ok silahkan menikmati serapan kalian yang terlambat"ujar Arhan, akhirnya semua orang mulai mengambil makanan mereka,
Begitu juga dengan Arhan namun saat melewati Ara Arhan sengaja berbisik pelan,
"Nikmat dan Mantap" Ara membelalak kaget mendengar bisikan Arhan,
"Dasar Bos mesum"gumam batin Ara menahan kesal.
tapi tanpa mereka sadari sejak tadi ada seseorang yang sedang memantau kedekatan Ara dan Arhan,
***
"temukan wanita ini,"ujar Arya menunjukkan foto seorang wanita yang sedang memakai pakaian Chef,
"ada foto lain yang bisa kami gunakan tuan,"tanya Seorang detektif profesional,
"saya tidak punya, saya yakin anda bisa pak Harun, karena anda detektif profesional yang sudah menangani banyak kasus, itu kenapa saya memilih anda, Saya akan bayar anda dengan harga malah"jawab Arya,
Tentu saja tawaran itu membuat detektif muda itu langsung tersenyum,
"Baiklah, Tuan beri saya waktu tiga jam, karena anda bilang dia tidak keluar negeri maka saya yakin sya bisa temukan wanita"jawab detektif muda itu dengan percaya dirinya.
***
"Ayok, masuk saya anta"ujar Arhan mengehentikan mobilnya di depan Ara yang sedang menunggu bus bersama Ajeng dan Bunga,
Bunga menyenggol lengan Ara,
"Tuh ada yang enak, jangan di abaiin entar nyesel"bisik Ajeng,
"Maaf bos, saya gak bisa Saya mau nemenin Ajeng buat ketemu sama kekasihnya yang toxic "jawab Ara, Ajeng memelototkan matanya mendengar jawaban Ara,
Sedangkan Bunga menutup mulutnya menahan tawa mendengar jawaban Ara,
"Bangke gue janda Mbak Sweety"bisik Ajeng kesal,
"bukannya Mbak Ajeng janda ya?"Tanya Arhan bingung menatap ke arah Ajeng,
Ajeng tertawa mendengar pertanyaan Arhan,
"hehe, iya bos tapi seminggu yang lalu saya baru saja pacaran bos"jawab Ajeng ikut berbohong,
"Oh, ya sudah ayok saya antar "jawab Arhan, membuat Ajeng kaget,
"Mbak Sweety, bagaimana ini"tanya Ajeng bingung,
"Gak usah Bos, Bawak aja mbak Sweety, biar Bungan aja yang nemenin aku"jawab Ajeng sambil mendorong tubuh Ara ke arah mobil Arhan,
"eh eh, "ujar Ara kaget,
"Bawak aja Bos, Ajeng si janda cantik ini ikhlas"jawab Ajeng,
"Bye Bye Mbak Ara"ujar Bunga sambil melambaikan tangannya ke arah Ara yang kaget sekaligus Shock temannya meninggalkan dia sendirian,
"Dasar teman bangke"ujar Ara kesal,
***
"Ini dia pak, Dia tinggal di sebuah perusahaan yang cukup elit, kata beberapa orang yang saya tanya di sana Nona ini baru saja pindah"jelas Burhan menunjukkan foto seorang wanita masuk ke dalam sebuah rumah,
"Dia tinggal sendirian di sana?"Tanya Arya memastikan, dia menatap foto wanita itu,
Tiba-tiba saja senyum yang jarang Arya tunjukkan muncul di wajah tampannya,
"Ara"gumam Arya senang,
****
"Ngapain kesini, antar aku pulang saja Arhan"ujar Ara, saat melihat sebuah mall besar,
"Mau tau cara menghilangkan rasa sakit hati?"Tanya Arhan membuat Ara terdiam,
"mau"jawab Ara, dengan mata yang menatap lurus kedepan,
"hari ini aku akan bantu kamu untuk secara perlahan berubah dari Ara seorang wanita yang bersuami dengan gaya apa adanya, aku akan buat kamu jadi Ara, wanita cantik calon janda"jawab Arhan sedikit menyelipkan candaan,
Ara melirik sinis ke arah Arhan,
"Hahah, bercanda"jawab Arhan,
"let's kita keluar"Ara dengan ragu keluar dari mobil milik Arhan,
"Ok yang pertama kita ke toko baju"ujar Arhan,
"sebentar aku ambil uang dulu, aku gak bawa uang Cash"jawab Ara, Namun Arhan menahan tangan Ara,
"Anggap ini traktiran dari seorang teman, yang ingin temannya kembali bahagia"jawab Arhan,
Ara terdiam bingung harus menjawab apa,
****
"ini, yang ini cocok sama kamu, ini bagus juga, tidak ini terlalu terbuka"ujar Arhan memborong banyak baju bagus dengan merek yang terkenal membuat Ara takut, takut Arhan akan bangkrut karena menolongnya,
"Arhan sudah ini terlalu banyak,"ujar Ara tapi Arhan gak memperdulikan ucapan Ara, dia fokus ke arah satu baju yang membuatnya terpesona
"Pakai ini, ini sangat bagus"Ujar Arhan menunjukkan satu buah dress, biru polos dengan leher berkerah,
Dress yang membuat Arhan jatuh hati, dia merasa Dress ini cocok dengan Ara,
"Gak, aku gak mau, Dress itu mahal Arhan"bisik Ara kaget saat melihat Harga Dress itu,
"Tidak lebih mahal dari kebahagiaan kamu"jawab Arhan seketika membuat Ara terdiam,
Dua mata yang sama sama pernah menangis karena cinta saling tatap,
"Jangan baper Ara, ingat kamu masih berstatus Seorang istri"gumam batin Ara,
Saat hatinya mulai tersentuh dengan semua kebaikan Arhan, sesuatu yang belum pernah Ara rasakan selama hidup bersama Arya,
~
jadi betul"anaknya si Arya toh panggil Daddy ke Paman nya bagus bagus
CLBK kah ini no good
sekarang dah balik lagi jadi begundal
hemmmm aku stop baca Thor ma"af ya 🙏