NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Mantan Istriku

Mengejar Cinta Mantan Istriku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Patahhati / CEO / Berbaikan / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Gadisti

Amelia menikah dengan seorang laki-laki yang di cintainya, namun laki-laki tersebut justru sangat membencinya, setiap hari Amelia selalu di perlakukan kasar, bahkan ia sering di tuduh sebagai pembunuh kekasih suaminya.

Adrian Aditama laki-laki tampan yang tak lain adalah suami Amelia, ia sangat membenci gadis itu, dan ia selalu menyalahkan Amelia sebagai pembunuh kekasihnya.

Bagaimana kisah mereka? simak terus ceritanya, jangan lupa tinggalkan komentar kalian di bawah, dan berikan dukungan kalian ya dengan cara vote sebanyak_banyaknya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadisti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12.Murka

Happy Reading.

Keesokan harinya..

Waktu menunjukkan pukul 06.15, berhubung Amelia sudah terbiasa bangun pagi, ia pun memutuskan untuk turun ke bawah, sementara Adrian masih tertidur nyenyak, karena hari ini hari sabtu, jadi Adrian tidak berangkat ke kantor.

Amelia melangkahkan kakinya menuju dapur, di lihatnya seorang pelayan yang tengah sibuk untuk menyiapkan sarapan majikannya.

"Bi biar aku saja yang menyiapkan sarapannya." Ujar Amelia mengejutkan pelayan tersebut.

"Ah non Amelia, tidak usah non, non duduk saja, ini sudah jadi pekerjaan saya." Balas Ina nama pelayan itu.

"Tidak apa bi, biar saya saja yang menyiapkan sarapannya, saya memang sudah terbiasa menyiapkan sarapan untuk ayah saya." Ujar Amelia sambil tersenyum sendu ketika mengingat kebersamaan dengan ayah tercinta nya.

"Baiklah non, kalau begitu saya permisi dulu."

"Iya bi."

Setelah itu mba Ina pun pergi melangkahkan kakinya, sementara Amelia langsung melakukan aktifitasnya.

***

Setelah selesai, Amelia langsung menghidangkan makanannya di atas meja makan, ia tersenyum ketika melihat mama mertuanya berjalan menuju ke arahnya.

"Selamat pagi ma." Sapa Amelia setelah mama mertuanya duduk di kursi meja makan.

"Pagi sayang, kamu tidak perlu repot_repot untuk menyiapkan sarapan kita sayang, kan sudah ada bi Ina."

"Tidak ko ma, ini sudah tugas Amelia, lagian Amelia juga sudah terbiasa ma."

"Kamu memang yang terbaik Amelia, yasudah ayo sarapan dulu, oh ya suami mu kemana?"

"Adrian belum bangun ma, biar Amelia bangunkan dulu ya."

"Oh. Tidak usah di bangunkan, dia paling tidak suka di bangunkan saat dia sedang tidak pergi ke kantor, lebih baik kita sarapan duluan."

"Iya ma." Amelia berkata dengan nada yang lembut, sungguh ia sangat beruntung memiliki mertua seperti mama Laras.

Mereka berdua sarapan dengan tenang, tidak ada lagi pembicaraan yang mereka lontarkan, keduanya sibuk dengan sarapannya masing_masing.

***

Drtt .. drttt ... Ponsel Adrian bergetar menandakan adanya panggilan telpon.

Dengan malas Adrian pun meraih ponselnya, lalu menggeser tombol yang berwarna hijau.

"Hey bro lo belum bangun." Teriak seseorang yang tak lain adalah Daniel.

"Sialan. Gw gak budeg kampret, dan lagi kalau gw belum bangun, lalu yang bicara sama lo siapa hah?" Adrian berkata dengan kesal, memang sudah kebiasaan Daniel, jika hari libur ia selalu mengganggu sahabatnya itu.

Dari seberang sana Daniel tertawa puas karena sudah berhasil membuat sahabatnya itu kesal. "Gw pikir arwah lo yang lagi gentayangan."

"****** lo, ada apa lo ganggu hari libur gw, mau minta di potong gaji lo?"

"Selow men, gw hanya ingin kasih tau lo tentang mantan kekasih lo Ana."

"Ana? Untuk apa lo ngasih tau gw tentang perempuan sialan itu." Ujar Adrian yang mulai tersulut emosi setelah mendengar nama Ana.

Ana adalah mantan kekasih sekaligus cinta pertama Adrian ketika mereka masih berkuliah. Ana Anastasya, gadis cantik yang pada saat itu berusia 21 tahun, mampu menaklukan seorang laki_laki tampan bernama Adrian Aditama.

Mereka kuliah di campus yang sama.

Pada saat itu Adrian sangat mencintai Ana, namun setelah hubungan mereka genap dua tahun, Ana memutuskan Adrian lalu pergi ke luar negeri bersama kekasihnya yang baru, hal itu mampu membuat Adrian terpuruk.

"Gw cuma mau kasih tau lo, mantan lo akan pulang ke Indonesia, dan gw harap lo tidak terpesona lagi dengan kecantikannya dia. Paham."

"Dasar gila, bagaimana mungkin gw bisa terpesona lagi olehnya? Mendengar namanya saja gw sudah muak."

"Baguslah kalau begitu, gw tidak ingin lo bikin istri lo lebih menderita lagi."

"Maksud lo?" Adrian tidak paham dengan ucapan sahabatnya tersebut.

"Tidak ada maksud, yasudah gw tutup dulu telpon nya bye." Setelah mengucapkan hal itu, Daniel pun langsung memutuskan panggilannya, sementara Adrian masih penasaran dengan ucapan Daniel.

"Apa yang di maksud dengan ucapan si Kudaniel tadi? Apa hubungannya dengan perempuan sialan itu(Ana)? Argh sialan aku semakin penasaran dengan ucapan si Daniel itu." Geram Adrian sambil melempar ponselnya ke atas tempat tidur.

Adrian beranjak dari tempat tidurnya, ia menoleh ke arah sofa, dan ternyata Amelia sudah tidak ada di tempatnya.

"Rupanya dia sudah bangun, argh menyebalkan sekali, aku jadi tidak bisa mengusiknya." Gumam Adrian sambil membawa kakinya menuju kamar mandi.

***

Amelia tengah asik mengobrol dengan mama mertuanya, mereka terlihat membicarakan sesuatu yang membuat mereka berdua tertawa dengan bahagia.

Sementara Adrian baru saja menuruni anak tangga, ia melihat Amelia begitu bahagia saat bersama mamanya, tangan Adrian mulai terkepal dengan kuat, ia sungguh tidak bisa menerima bahwa Amelia masih bisa tertawa bahagia setelah perlakuannya semalam.

Adrian menatap Amelia dengan tajam, ia menggertakan giginya dengan kuat, sehingga menimbulkan suara ngilu.

"Kenapa perempuan sialan itu masih bisa tertawa bahagia seperti itu? Apakah dia sama sekali sudah melupakan kejadian semalam?." Adrian bergumam sambil menatap tajam Amelia.

"Adrian kamu baru bangun.?"

"Iya mah."

"Yasudah, sana sarapan dulu, Amelia sudah menyiapkan sarapan mu di meja makan."

"Adrian belum lapar mah." Ujar Adrian lembut, ia sebenarnya merasa sangat lapar, namun ia tidak ingin memakan makanan yang di buat oleh Amelia.

"Yakin kamu belum lapar? Ini sudah jam sembilan loh Dri? Udah sana sarapan dulu, mama tau kamu pasti laparkan?"

"Yasudah Adrian sarapan dulu kalau begitu." Balas Adrian datar.

Dengan malas Adrian pun melangkahkan kakinya menuju meja makan, sementara sang mama hanya bisa menggelengkan kepalanya.

Amelia tau, bahwa sebenarnya Adrian memang sengaja tidak ingin memakan sarapan yang ia buat, namun berhubung mama Laras yang memintanya, dengan terpaksa Adrian pun memakan sarapan yang ia buat.

"Adrian sampai kapan kamu akan membenciku? Sampai kapan kamu akan menuduhku sebagai pembunuh kekasihmu? Bahkan untuk memakan sarapan yang ku buat pun kamu tidak sudi." Gumam Amelia dalam hati.

Drttt .. drtttt

Ponsel Amelia bergetar pertanda ada yang tengah menghubunginya, Amelia pun langsung meraih ponselnya, dan untungnya yang menelpon dirinya adalah Alex sahabat sekaligus menegernya.

Amelia melihat ke arah mertuanya, lalu ia tersenyum sambil berkata. "Ma Amelia angkat telpon dulu ya."

"Iya sayang."

Setelah berpamitan, Amelia pun bergegas melangkahkan kakinya menuju taman belakang, sementara Adrian langsung menghentikan sarapannya, kemudian ia segera berjalan ke arah anak tangga dengan cepat.

"Argh ponsel sialan, kenapa aku lupa membawanya, pasti yang menelpon dia si Vino sialan itu lagi." Gerutu Adrian dengan kesal.

***

"Kenapa Lex?" Ujar Amelia setelah ia menggeser tombol yang berwarna hijau.

"Bagaimana kamu sudah siap?" Tanya Alex terdengar lembut.

"Siap? Siap untuk apa?" Tanya Amelia tidak mengerti.

"Ya Tuhan Amelia, aku kan kemaren sudah meminta bantuanmu, apakah kamu melupakannya?"

"Tentu tidak, tapi, bukankah jam satu siang perjanjiannya? Sekarang baru jam sembilan lewat lima belas menit."

"Sekarang Amelia, aku tunggu kamu di restaurant ok baby."

Setelah mengucapkan hal itu, seperti biasanya, Alex langsung mengakhiri panggilannya, sehingga membuat Amelia berdecak kesal.

"Dasar Alex selalu saja begini, ah sudahlah lebih baik aku bersiap_siap dulu sekarang." Gumam Amelia sambil melangkahkan kakinya masuk.

Amelia menghampiri mama mertuanya untuk berpamitan."Ma Amelia pergi dulu ya." Pamit Amelia kepada mertuanya.

"Kamu mau kemana sayang?"

"Amelia mau ketemu sama sahabat Amelia sebentar, katanya dia lagi membutuhkan bantuan Amelia."

"Oh yasudah kalau begitu, kamu hati_hati ya, nanti mama yang bilangin sama Adrian kalau kamu keluar untuk membantu sahabatmu."

"Terima kasih mah, kalau begitu Amelia berangkat dulu ya mah."

"Iya sayang."

Setelah berpamitan Amelia pun langsung melangkahkan kakinya keluar.

***

Setelah mendengar percakapan Amelia melalui ponsel miliknya, Adrian pun langsung tersulut emosinya. Pasalnya baru saja semalam ia memperingati Amelia untuk tidak berhubungan dengan laki_laki lain, dan sekarang Amelia malah mengabaikan peringatannya, sehingga membuat Adrian murka.

"Perempuan sialan, beraninya kamu mengabaikan ucapanku tadi malam, lihat saja bagaimana aku akan menghukummu." Gumam Adrian dengan amarah yang ada dalam dirinya.

Adrian langsung melangkahkan kakinya keluar, ia berniat untuk mencegah Amelia pergi, namun sayang sekali, setelah dia tiba di bawah, Amelia sudah tidak ada.

"Ma Amelia kemana.?" Tanya Adrian sambil menahan emosinya.

"Oh Amelia bilang, dia akan menemui sahabatnya."

"Brengsek, bahkan dia berani membohongi mama ku, dasar perempuan licik, aku harus mencarinya." Adrian bergumam dalam hati, amarahnya semakin memuncak.

"Yasudah kalau begitu, Adrian pamit dulu mah, Adrian mau ke tempatnya Daniel." Ujar Adrian datar.

"Hmm yasudah kamu hati_hati di jalan."

"Iya mah."

Setelah itu, Adrian pun langsung melangkahkan kakinya dengan cepat, ia sangat penasaran dengan apa yang akan di lakukan oleh Amelia bersama laki_laki yang tadi menelponnya.

***

POV Adrian.

Aku melajukan mobilku menuju restaurant tempat Amelia bekerja, karena aku sangat yakin bahwa Amelia pergi ke restauran tersebut.

Aku tidak habis pikir dengan perempuan sialan itu, mengapa dia masih berani membohongiku, padahal tadi malam aku sudah memberinya pelajaran, tapi dia tetap saja tidak mendengarkan ucapanku.

Laki_laki mana lagi yang menghubunginya tadi? Aku sangat yakin, laki_laki itu bukan si Vino yang membuatnya menangis semalam, apakah perempuan sialan itu benar_benar punya banyak lelaki di belakangku?

Dengan memikirkannya pun aku sudah sangat kesal, memang perempuan licik, dulu dia bilang sangat mencintaiku, tapi nyatanya dia memiliki banyak pria di belakangku, sungguh di luar dugaan ku.

Argh kenapa dengan memikirkannya saja sudah membuatku murka? Apakah aku cemburu? Ah tidak mungkin, ini pasti karena perempuan sialan itu membohongiku, makannya aku sangat murka terhadapnya.

"Perempuan sialan, perempuan licik, argh aku benar_benar ingin membunuhnya." Racau ku dengan pelan.

Kali ini aku menambah kecepatanku, aku sungguh tidak sabar untuk melihat apa yang akan Amelia lakukan bersama laki_laki sialan itu.

Bersambung..

1
ayu cantik
suka
Jumiah
ardian sfh membuat amellia menderita .
buat ap kembali sma ardian...
Jumiah
amel sma arga padahal punya ms lalu yg manis ,masa kecil nya ko gk dilanjut kan
kan lebih seru...
Jumiah
mellllll sdh di selingkuhi masih mau balikan...jd gereget aq...
Mesri Sihaloho
judulnya juga sudah mengejar cinta mantan,,ia wajarlah salah satu pria yg mencintai Amel harus pergi selamanya .selamat jalan vino cinte pertam amel
Mesri Sihaloho
aku merasa Amelia itu bodoh sudah disiksa tetap aja mau tinggal sama Adrian,,pergi jauh kenapa masa GK ada kepikiran kenapa setiap pergi Adrian tau..ah pusing thor jangan kelamaan buat si Amelia bodoh
Mesri Sihaloho
ameli kabur ngapa?sakit thor hati ini
Mesri Sihaloho
jangan jadi wanita lemah dong Amelia,,harus bisa melawan jangan karena cinta kamu jadi bodoh seperti kata adrian
Mesri Sihaloho
jangan lama thor Adrian menyiiksa Amelia,,
Jumiah
amellia ingat janjimu ucapan mu ..
jangan sampai kmu balikan lg sma sikeparat mantan suami ...
Fitri Yani
Adrian ngeri psikopat
Fitri Yani
rasain lu Adrian
Fitri Yani
Adrian ini berkepribadian ganda sepertinya, mengerikan
Jumiah: klo ardian berkeperibadian ganda ,
gk punya pendirian ...
gk bisa di jd kan teman hidup..
mengerikan ...
total 1 replies
Fitri Yani
pergi gblk, ihhhh sebel aku lama2 darah tinggi baca novel ini 😭😭😭😭
Fitri Yani
gwoblooookkk banget sih Amelia, ngapain juga masih cinta hadeh, gregetan aku sm karakter Amelia😡😡😡
Jumiah: amelia harga dri mu ..kmu sendiri yg bisa menjagax ...
jd berenti merendahkan dri mu ..
jangan jd orang bodoh ...
pertahan kan cinta yg gk berarti bagi suami mu...
total 1 replies
Komang Diani
Luar biasa
Epijaya
jadikan mrk suami iatri
falea sezi
akhirnya cerai jg
Ninik Ningsih
aduh Amel bodoh atau befo...gregetbbangetb
Ninik Ningsih
kenapa gak pergi jauh amelia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!